code


Jangan terkecoh bahwa materi pada halaman ini akan berisi code pemrograman, atau kunci rahasia. Kata itu aku pilih karena juga bisa berkonotasi peraturan, ya benar engineering code. Cukup pendek bukan.

Bagi engineer, memahami suatu engineering code (peraturan perencanaan) adalah perlu dan sama kuatnya seperti mempelajari falsafah pengetahuan lainnya. Memang sih, kadang-kadang ada pesan dari senior kepada yunior agar jangan langsung comot apa yang tersurat pada code dan langsung memakainya. Ya memang itu dapat dimaklumi karena code dibuat seperti halnya undang-undang, yaitu sependek mungkin asal esensi utama yaitu “apa yang harus“, atau “apa yang sebaiknya” dari suatu item dapat disampaikan. Tanpa memberi tahu mengapa itu perlu dilakukan.

Mengetahui materi suatu code bagi engineer penting, karena code mempunyai kekuatan hukum. Jika ada selisih pendapat terhadap suatu masalah yang bersifat subyektif maka materi code dapat dijadikan pedoman untuk diikuti. Code memberi peraturan minimal yang bersifat konservatif, jika engineer mendapat informasi ‘lebih’ bahwa sesuatu perlu ditingkatkan keamanan atau karena persyaratan pada code jelas lebih kecil dari yang kenyataan dan juga menyakinkan owner mengenai konsekuensinya, maka itu diperbolehkan. Tetapi sebaliknya, jika engineer menyakini bahwa suatu code menghasilkan sesuatu yang bersifat boros, padahal sang engineer berdasarkan pengalamannya mempunyai bukti bahwa nilai yang lebih kecil dapat dipakai (berani) maka hal tersebut tidak boleh dilakukan, jika dituruti adalah pelanggaran. Itu nggak boleh !

Selain memahami materi tersurat, maka akan sangat penting seorang engineer mengetahui apa yang tersirat dari suatu code. Latar belakang mengapa suatu code disampaikan. Ini yang paling penting.

Bagaimanapun code dapat dijadikan sebagai suatu guide awal untuk melihat suatu penyelesaian dari suatu permasalahan. Ingat engineer adalah engineer, bukan saintis. Saintis boleh meninjau suatu permasalahan secara terbatas, hanya benar di lingkungan laboratorium saja, yang penting bahwa pekerjaan atau penelitian mereka adalah benar dan dapat diulang. Tetapi engineer harus melihat suatu permasalahan secara komprehensif, yang penting hasil, oleh karena itu kadang-kadang ilmu pengetahuan teoritis saja tidak mencukupi, harus dilengkapi dengan hasil fakta empiris atau hasil uji eksperimen.

Kadang-kadang fakta empiris agak rumit atau kompleks untuk dijelaskan secara teoritis logis, sehingga itu dijadikan suatu batasan dalam penyelesaian masalah dan dicantumkan dalam code agar dijadikan pedoman.

Oleh karena code penting bagi engineer dan kemungkinan akses dapat berulang kali, maka halaman ini saya dedikasikan khusus untuk menyimpan ebook tentang code, semoga berguna. Jika teman-teman punya link-link khusus yang berkaitan dengan code silahkan, jika ingin digabung pada halaman ini. Nanti link-link lain yang bertebaran pada blog ini, secara pelan akan juga di-copy-kan disini. Semoga berguna.

STANDAR NASIONAL INDONESIA atau pedoman semacamnya

  • SNI 1729:2015 Spesifikasi untuk bangunan gedung baja struktural (down-load PDF 4233 kb)
  • RSNI 1729.2 – 2011 : Ketentuan Desain Tahan Gempa untuk Struktur Gedung Baja – Seismic Provisions for Structural Steel Buildings (down-load PDF 713 kb)
  • SNI 7971-2013 : Struktur Baja Canai Dingin (down-load PDF 1098 kb)
  • SNI 7973-2013 : Spesifikasi Desain untuk Konstruksi Kayu (down-load PDF 6516 kb)
  • SNI 2847-2013 : Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung (down-load PDF 2712 kb)
  • SNI 1727-2013 : Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain (down-load PDF 3042 kb)
  • SNI 1726-2012 : Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non-Gedung (down-load PDF 2447 kb)
  • SNI 07-0329-2005 : Baja profil I-beam proses canai panas Bj.P I-Beam (down-load PDF 422 kb)
  •  SNI 03-6814-2002 : Tata Cara Pelaksanaan Sambungan Mekanis Untuk Tulangan Beton (down-load PDF 74 kb)
  • SK SNI 03 – xxxx – 2002 (16 Desember 2002) : Tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung (down-load PDF 3.45 Mb)
  • SNI 03 – 1729 – 2002 Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung (down-load PDF 2.7 Mb)
  • SNI – 1726 – 2002 : Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung (down-load PDF 372 kb)
  • SNI 03-4814-1998 :Spesifikasi Bahan Penutup Sambungan Beton Tipe Elastis Tuang Panas (down-load PDF 44 kb)

Link pada artikel lain yang terkait dengan tema di atas

ASTM (American Society of Testing Material Engineers)

  • ASTM A 6/A 6M – 04a :
    Standard Specification for General Requirements for Rolled Structural Steel Bars, Plates, Shapes, and Sheet Piling
    (Download PDF size 357 kb)
  • ASTM A 36/A 36M – 04 :
    Standard Specification for Carbon Structural Steel
    (Download PDF size 23 kb)

ASCE (American Society of Civil Engineers)

  • Guide to the Use of the Wind Load Provision of ASCE 7-02
    published by th American Society of Civil Engineers
    138 pages ( download file size 15 Mb )

ACI (American Concrete Institute)

  • ACI 351.3R-04 : Foundations for Dynamic Equipment,
    Reported by ACI Committee 351
    This report presents to industry practitioners the various design criteria and methods and procedures of analysis, design, and construction applied to dynamic equipment foundations.
    (download *.RAR 636 kb)
  • ACI 318-08 : Building Code Requirements for Structural Concrete and Commentary
    An ACI Standard, Reported by ACI Committee 318
    (down-load PDF 16.463 Mb)
  • ACI 315-99 : Details and Detailing of Concrete Reinforcement
    Reported by ACI Committee 315
    This document provides standards of practice for both the architect/engineer (A/E) and reinforcing steel detailer in showing reinforcing steel details. It is divided into three parts: one addressed to the A/E, one for the detailer, and a third providing a reference table and figures. It defines the responsibilities of both the A/E and detailer. It then establishes certain standards of practice for both the structural and placing drawings.
    (down-load PDF 859 KB)
  • ACI 318M-05 : Building Code Requirements For Structural Concrete And Commentary
    ACI 318M-05 is a complete metric companion to ACI 318-05. ACI 318-05 is deemed to satisfy ISO 19338, “Performance and Assessment Requirements for Design Standards on Structural Concrete,” Reference Number ISO 19338.2003(E). Also Technical Corrigendum 1: 2004.
    (down-load PDF 9.06 Mb)
  • ACI 336.2R : Suggested Analysis and Design Procedures for Combined Footings and Mats)
    MCP06.part1.rar
    MCP06.part2.rar
    MCP06.part3.rar
    MCP06.part4.rar
  • ACI 302.1R-04 : Guide for Concrete Floor and Slab Construction
    This guide presents state-of-the-art information relative to the construction of slab-on-ground and suspended-slab floors for industrial, commercial, and institutional buildings.
    (down-load  PDF 415 kb)

Eropa British dan sebangsanya

National Standard of the Peoples Republic of China

210 thoughts on “code

  1. Terima kasih banyak Pak Wir atas Blog yang luar biasa ini…. Pak Wir, saya baru sebagian kecil saja mendownload Rak buku milik bapak. Untuk ACI Committee 544 dan ASTM- D 1557 ada gak pak? Sebagai referensi skripsi saya gitu! Saya juga mohon bimbingannya Pak!
    Salam……

    Suka

  2. Pak, saya ada tugas mendesaign jembatan baja dengan peraturan eurocode. Eurocode seri ke berapa untuk mendesign jembatan Pak….

    Terima kasih atas bantuannya Pak….

    Salam..

    Suka

  3. Halo Pak Wir,

    Salam perkenalan, nama saya Ruslin, saya mohon petunjuk Bapak dimana saya bisa mendownload secara gratis Code atau Standard untuk Telecommunication Steel Tower, misalnya TIA-222-G.

    Thanks yah atas perhatiannya.

    Ruslin.

    Suka

  4. Ne comment pertama saya di blog Bpk.
    Setelah sekian lama saya baca2 blog ini. bagus.. (terutama org civil).

    Seperti Bpk. Wika diatas, saya juga mw cari peraturan UBC. Klo memang ada tolong Pak Wir di -share atao mungkin diberitahu link downloadnya. ;P Sebelumnya terimakasih banyak.

    Regards,
    Rudy Tisna

    Suka

  5. Hallo pak Wir,

    Saya ada tugas desain gedung tetapi saya bingung Standard pembebanan untuk Lift, trus kalau saya pakai balok prestress bisa nggak saya modelin bersama-sama dengan kolom dan sebagainya di sap? kalau misalnya saya desain dinding geser di sap apakah sama akuratnya kalau saya desain menggunakan ETABS?

    terima kasih Pak

    Wir’s responds : Ini tugas mahasiswa atau kerjaan. Kalau mahasiswa, yang ngasih tugas itu kebangetan. Itu nggak sederhana, apalagi yang mau mengerjakan belum tahu bedanya SAP dengan ETABS. Mungkin kalau ini tugas akhir (skripsi) , boleh-bolehlah. Tapi kayaknya juga tidak cocok, itu khan hanya ketrampilan hitung, bukan penyelesaian masalah.

    Suka

  6. Terima kasih atas jawab bapak, kebetulan saya telah kursus SAP dan ETABS pak, dan saya juga mau memperdalam ilmu masalash desain khusunya gedung. saya mahasiswa smester 6, saya juga pernah ikut lomba desain jembatan ITB dan salut buat team UPH yang mampu meloloskan 2 teamnya.

    Terima kasih.

    Suka

  7. Pak Wir, thanks buat ACI 318-08 : Building Code Requirements for Structural Concrete and Commentary, wah berguna sekali ini.

    Suka

  8. pak, saat ini saya dalm proses menyelesaikan tugas akhir.

    saya menemui kesulitan kalo di program SAP 9 tentang prestress di Define-Tendon diameter yg dimasukkan ditugas saya ada 4 strand diameter 13 lalu apakah diameter yg dimasukkan itu total dari 4strand atau tidak.

    Load Cases yang dimasukkan (Dead, Live dll) selain prestress itu sendiri apa saja dan berapa besarannya, lalu di load combination dimasukkan apa saja dan  berapa scale factornya. Lalu dicek saat transfer timbul tegangan tarik solusinya kira2 apa saja pak.

    Tolong ya pak, thanks be4.

    Suka

  9. sdr Galih

    yang saya tangkap dari pertanyaan anda bahwa kecuali cara pengoperasian program SAP2000, anda juga belum memahami konsep prestressing itu sendiri.

    pada prinsipnya, apa yang dikerjakan dengan program komputer, secara prinsip harus sama dengan hitungan manual. Jadi sebelum anda masuk dengan program komputer mestinya konsep-konsep perencanaan cara manual juga sudah anda kuasai.

    Jika anda sudah menguasai cara manual, maka pertanyaan anda misalnya tentang “load cases” dan “load combination” akan dapat dijawab secara mudah.

    Perlu anda ketahui (baca dong teori prestressing, atau tanya ke dosennya) bahwa untuk perencanaannya ada dua hal yang perlu dipertimbangkan yaitu :
    (1) perencanaan elastis, untuk memperhitungkan struktur prestress pada kondisi layan (kerja), disini anda perlu mengecheck kondisi tegangan pada saat initial / transfer(saat pertama kali di stressing) dimana beban kerja dan juga mutu beton belum full. Sehingga jangan sampai struktur retak atau melembung ke atas. Di sini load case dicari kondisi yang ekstrim misalnya hanya berat sendiri balok atau termasuk slab-nya. Superimposed dead load juga belum masuk. Jadi tergantung metoda pelaksanaannya.

    (2) perencanaan ultimate, untuk memastikan bahwa struktur prestressed mempunyai keruntuhan yang bersifat daktail untuk beban tak terduga yang mungkin ada.

    Untuk check stress sendiri ada yang mempersyaratkan full prestreseing atau partial prestressing. Jika full maka tulangan pada kondisi layan dianggap tidak bekerja dsb.

    Wah cukup banyak kalau mau menjelaskan secara detail pertanyaan anda. Bisa-bisa jadi makalah sendiri.

    Cukup dulu ya. Silah merujuk ke textbook yang ada. Jadi itulah yang sebenarnya dari isi skripsinya, tidak hanya cara memakai sap2000. Ok.

    Suka

  10. Pak…
    Kenapa ya saya tidak mendapatkan tuntunan dalam mendesign jembatan di eurocode..Tidak demikian jika kita memakai peraturan PU..Kita dituntun dengan rumus yang dipakai, beban yang diizinkan, lebar , tinggi dan segala macam. Tolong saya Pak, dimana saya mendapatkannya..

    Suka

  11. Pak Wir saya galih, melanjuti dari jawaban bapak. salah satu bahasan dari Skripsi saya yaitu stressing control dari sebuah desain yang sudah ada, desain itu dikeluarkan oleh Freyssinet diamana tebal platnya 0,2 m lebarnya 1,1 m. Sudah ada layout kabelnya, namun saya masih bingung apakah static load casesnya dimasukkan dan load combinationnya juga. Karena setelah saya cek di masa transfer masih ada tegangan tarik, apa solusinya, tolong ya pak.

    Wir’s responds: coba check berat sendirinya sudah dimasukkan belum. Itu sangat penting. Tarik pada kondisi transfer masih memungkinkan, coba check tegangan tarik ijin dari beton. Karena pada kondisi transfer maka gaya prestressingnya adalah yang paling besar , belum ada loss of prestress jangka panjang. Pastikan pada kondisi kerja, yaitu setelah super-imposed-dead-load dari finishing lantai dan juga beban hidup tidak ada tarik.

    Suka

  12. Hallo Pak Wir,
    kalau peraturan AASHTO kira-kira ada ndak ya pak yang bisa di download? kalau saya pakai peraturan BMS 92 untuk desain jembatan kayaknya masih kurang. kalau ada tolong ya pak.

    terima kasih.

    Wir’s responds: AASHTO-nya udah dapat khan di sini.

    Suka

  13. Arif a

    Halo pak wir,
    Saya arif dari univ samratulangi manado.
    Salam kenal untuk bapak.

    Pak, saat ini saya sedang mengerjakan tugas akhir saya tentang struktur beton prategang menggunakan peraturan BS8110-1997.

    Dapatkah bapak atau seseorang menolong dan membantu saya untuk mendapatkan softcopy, file pdf ttg peraturan BS8110 (BS code ttg struktur beton dan beton prategang)
    Dimanakah saya bisa mendapatkan peraturan BS8110 yang terbaru?
    Atau jurnal-jurnal tentang PC (prestressed concrete) khusus membahas mengenai balok ramping.

    Dalam tgs akhir ini saya akan membandingkan peraturan ACI dan BS. Fokus nya adalah beton prategang bentang panjang yang akan di aplikasikan pada struktur gedung dengan menitikberatkan dimensi penampang (rectangular) yang optimum. Please help me.

    Terima kasih sebelumnya pak..

    Wir’s responds: BS-nya udah dapat khan di sini.

    Suka

  14. terima kasih pak. informasi ini sangat membantu bagi kami untuk mengikuti KJI 2008.

    sincerely,
    -arrazikani jamil-
    (civil engineering_ITB)

    Wir’s responds: sampai ketemu di sana. Semoga berhasil.🙂

    Suka

  15. Salam kenal pak wir.
    Saya mahasiswa T.sipil dari Universitas muhammadiyah Yogyakarta. Saya kenal pak wir dari buku Aplikasi Rekayasa Kontruksi yang saya beli tahun kmrn. Buku-nya bagus banget pak, lebih mudah saya pahami ketimbang buku yang pernah saya baca sebelumnya.

    Btw, saat ini saya sedang mengerjakan tugas akhir tentang uji kuat tekan beton. Beton yang saya gunakan ini menggunakan beton mutu tinggi, yang mana dalam perancangannya menggunakan metode erntroy dan schacklock.

    Gini pak, dapatkah bapak membantu saya untuk mendapatkan softcopy, file pdf atau jurnal-jurnal yang membahas ttg perancangan beton mutu tinggi dengan metode erntroy dan schacklock.

    Dan apakah ada jurnal-jurnal yang membahas ttg perbandingan perancangan beton menggunakan metode SNI sama erntroy dan schacklock?
    Kalau ada, dimanakah saya bisa mendapatkannya. Tolong ya pak. . .

    Terima Kasih sebelumnya . . .

    Wir’s responds: salam kenal juga Arie, trims ya bukunya udah di beli. Tentang metode Erntroy dan Schacklock aku tidak terlalu familier, maklum nggak terlalu mendalami material beton. Di tempatku sekarang (UPH) yang aktif ke material adalah prof. Harianto. Tetapi mestinya ebook di blog ini pasti ada yang membahasnya, cobalah mulai dari ACI code di bagian bibliografi. Tentang ACI khan banyak, kalau kurang coba masuk ke threatnya mas Donald. Itu ada di link-nya. Salam ya untuk teman-teman di teknik sipil Muhamadiyah.

    Suka

  16. salam…
    wah.. saya benar kagum sama blog ini.
    this is what i’ve been look for..
    Pak, tau tentang JIS nggak? saya cari2 nggak nemu2 ttg isi JIS.
    apa perlu lisensi kalo mau produksi precast (spun pile) dalam jumlah besar? lisensi-nya bagaimana??trims ya, pak

    Wir’s responds: kalau spun pile kelihatannya butuh teknologi khusus, muternya itu lho. Saya pernah lihat produksi spun pile di daerah cikampek. Tapi ya mungkin lisensi khusus, nggak boleh motret.😦
    Mungkin sistem franchise gitu ya. Saya kurang tahu detailnya.

    Suka

  17. thank u, pak
    kalo JIS bagaimana, pak?
    Japan Industrial Standards, dibuat oleh JAC.
    Design spun pile itu berdasarkan JIS dan PCI. kalo PCI, saya udah punya, tapi JIS-lah dasar pembuatan spun pile dengan lisensi/paten khusus. saya udah cari2 JIS, nggak ketemu2…..

    barangkali temen2 yang lain ada yang bisa bantu ya???
    Trima kasih….

    Suka

  18. Pak Wir,
    saya sangat salut dengan adanya situs ini. saya mau menanyakan di bagian code untuk di Indonesia kok belum tercantum PBI 1983? saya lihat hanya ada SNI saja, ataukah terlewat? mohon di-share juga kalo ada. terima kasih.

    Suka

  19. Salam

    Pak wir , pls enlighten me …

    1. bagaimana aplikasi scale factor buckling analysis (p.560)?apa tinggal dikali beban axial saja? ada referensi tambahan?
    2. pak wir ada referensi pemodelan spring sebagai pemodelan tanah?

    Syalom,

    Suka

  20. Malem Pak, saya mau tanya nih.. Ada ga referensi untuk macam-macam tipe abutment dan pilar jembatan (kalau ada dengan gambar), baik digunakan untuk kondisi yang bagaimana berikut kelebihan dan kelemahan dalam pelaksanaan dan pemeliharaannya?
    Trimakasih sebelumnya

    Suka

  21. Hi semua mau nanya nih, kalo misalnya ada suatu balok concrete yang diberi tambahan beban baru dan ternyata tidak kuat. kemudian balok tersebut diberi balok baja dibawahnya. Nanti analisisnya gimana? apakah seperti balok komposit ato yang ekstrem hanya balok baja tersebut memikul semua beban dari balok concrete? thanks atas jawabannya

    Suka

  22. Ping balik: tentang sipil « Faridjunaidi’s Weblog

  23. Salam kenal P’ Wir

    Saya baru belajar bikin blog peke wordpress, sy minta ijin boleh enggak link-link peraturan ” Engineering Code” saya tempel di blog saya dengan menyantumkan sumbernya

    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih

    Wir’s responds: silahkan her, tapi lebih baik kamu down-load, lalu kamu up-load secara tersendiri. Kalau hanya link, maka akan bikin over-quota. Karena sebelum kamu, itu sudah banyak yang me-link balik ke web-ku ini.

    Suka

  24. Yth Pak Wir..
    Saya mahasiswa teknik sipil UMI Makassar semester VIII dan saat ini sementara dalam proses penyelesaian tugas akhir, saya tertarik mengangkat masalah pushover dan saya belum faham betul mengenai prosedur pushover pada SAP2000, kalau boleh saya minta Pushover Example pada SAP2000 karena pada buku edisi terbaru bapak tidak ada yang membahas masalah pushover(kalau ada manualnya lebih bagus lagi) tapi saya sangat tertarik pada masalah Element Shell. Kalau bisa saya minta dokumen FEMA, ATC, SEAOC, dan NEHRP karena saya menggunakan acuan tulisan Bapak “Evaluasi Kinerja Bangunan Baja Tahan Gempa dengan SAP2000.
    Terima Kasih sebelumnya…

    Suka

  25. Yth Pak Wir…
    Salam kenal pak Wir… saya juga seprofesi dengan bpk tapi di Univ Negeri Makassar dan juga aktif pada engineering konsultan. Salut buat bpk semoga suksess slalu….. Informasi blog ini saya peroleh dari buku bpk yang sudah saya miliki dan selama ini telah banyak membantu saya dalam memperkenalkan dan mengajarkan SAP2000 kepada mhs saya. Saya sangat berterimakasih atas adanya blog ini karena ternyata disini bukan hanya info SAP2000 yang saya peroleh tapi puluhan reverensi yang saya bisa down load gratis untuk menambah wawasan. Informasi blog ini juga saya telah perkenalkan dengan teman-teman seprofesi di UNM, biar tambah rame.

    Selama saya menggeluti SAP 2000 sebagai pembanding dalam mata kuliah Mekanika Rekayasa, Struk. Beton dan Baja beberapa hal yang masih jadi kendala antara lain:
    1.Cara mendefenisikan sendi Gerber sehingga hasil hitungan manual bisa sama dengan hasil SAP 2000
    2.Bagaimana menampilkan sendi plastis dalam analisa pushover jika bangunan sudah berlantai banyak 3D (apakah ngaruh jika kita pake software bajakan)
    3.Dokumen ATC dan FEMA sesuai acuan SAP2000 ada gak ya, sekalian reverensi yang lain ttg Pushover kalo ada?
    4.Kapan terbit buku SAP 2000 khusus membahas Jembatan

    agak kepanjangan kali pak ,thanks berat ya…. semoga selalu diBerkati…..🙂

    Suka

  26. Pa Wir yang baik, saya butuh jurnal atau publikasi mengenai teknologi bahan terbaru, misalnya pengunaan epoxy dan FRP sebagai penganti bahan konvensional pada beton.

    selanjutnya informasi mengenai smart material, sepertinya di Indonesia belum banyak yang membahas mengenai bidang tersebut

    Suka

  27. @Leandra dan Diar,
    Saya tidak banyak berkecipung pada teknologi material. Jadi dari saya sendiri rasanya belum ada artikel spesifik yang membahas tentang itu (teknologi bahan).

    Suka

  28. Pak Wir, saya mohon bantuan ni…
    Bagaimana cara menganalisa dinamika pada rangka jembatan baja akibat gempa.
    Bagaimana pemodelan struktur dan matematisnya untuk menentukan derajat kebebasannya?
    Metode yang digunakan “time history” atau “respon spektra”?
    Acuan gempa yang digunakan yang mana? Apakah gempa El-Centro(krn di buku2 itu yang ada)?
    Bagaimana kinerja sistem redamannya?
    Peraturan-peraturan apa saja yang mengatur analisa tersebut? Dimana saya bisa mendapatkannya? Saya kok sulit dapat yang spesifik ke rangka jembatan baja…
    Maaf ya pak kalo pertanyaan saya buanyak, hehehe… mumpung ketemu ahlinya,😉
    Mohon bantuannya ya pak…

    Amelynda OS

    Suka

  29. Salam kenal pak Wir,
    Saya sedang mempelajari Pushover Analysis, bisa diterangkan langkah-langkah yang harus dilakukan apabila kita menggunakan SAP 2000? Terimakasih Pak! Sukses Buat Bapak.

    Suka

  30. Pak Wir,
    Selamat siang.saya indra dari sby.
    Apakah ada code / SNI yang mengatur desain pondasi genset secara khusus?
    Adakah buku yang mengulas ini ?
    terima kasih pak, atas jawabanya.
    BR,
    Indra

    Suka

  31. Pak Wir, ni aan dr UII jogja.
    saya ingin TA tp bingung masalah judulnya.
    saya ingin design gedung, kira2 yg menarik utk skr ini ap y?? coz dosennya gak mau klo design/ redesign (harus ad alasan yg jelas). atau kira2 Bpk ad judul yg menarik utk diangkat. mksh

    Wir’s responds:
    Design gedung koq bisa jadi skripsi ya. Itu khan rutinitas belaka. Pendapat dosenmu saya kira betul, kamu harus cara alasan yang jelas. Jadi inti skripsi adalah argumentasi tentang alasan tersebut, bahwa itu memang urgent untuk dibahas. Karena kalau ditelaah lebih dalam, bahwa inti skripsi adalah bagaimana mahasiswa membikin suatu argumentasi ilmiah tentang sesuatu hal agar dosen penguji setuju dan yakin benar dengan argumentasi yang dibuat oleh mahasiswa tersebut.
    Tulisan saya tentang skripsi rasanya sudah cukup banyak di blog ini. Silahkan deh baca-baca untuk cari idenya.

    Suka

  32. Pak Wir,

    Bila saya mendesign suatu struktur baja, kadangkala beberapa kolom tidak masuk / warning (warna merah) bukan dikarenakan oleh stress ratio tetapi lebih kepada KL/R, saya mengartikannya kolom terlalu langsing, tetapi jika saya menghitung manual KL/R – kolom tersebut malah tidak masalah. Kenapa perhitungan pada SAP 2000 tidak masuk pak Wir? Bagaimana mensiasatinya dalam SAP apabila pada perhitungan manual masuk?

    Terima kasih sebelumnya.

    Suka

  33. Salam kenal pak Wir !
    nama saya yanes mhs teknik sipil Universitas Palangkaraya,saya mau nanya pak dimana saya bsa dapatkan bahan2 yang mmbhas metode portal ekivalen secara lengkap mengenai plat dua arah ? terima kasih sebelumnya pak

    Suka

  34. Apakah ada di antara pecinta blog yang punya file pdf lengkap dari SNI 03-2834-2000 tentang Tata Cara Perencanaan Beton normal? Saya dapat dari Litbang_PU, tapi cuma ringkasannya saja 1 halaman….

    Suka

  35. pak wir,kmrn saya ngirim komentar mengenai dinding geser, abaqus, & beban siklik. saya lom sempat baca balasan dari pak wir, bisa saya minta balasannya pak?soalnya penting banget buat saya.

    Wir’s responds: sorry, saya belum pernah memakai Abaqus untuk dinding geser, dengan beban siklik lagi. 😦

    Suka

  36. pak wiryanto saya sangat terkesan dengan blog bapak, akan tetapi saya sudah mencoba berulang2 mendownload ACI318 vesi SI selalu gagal, mungkin bapak dapat membantu saya
    email saya dhono_n@yahoo.com

    Wir’s responds : pesannya ini ya “This user is out of bandwidth.
    Wah berat itu.🙂
    Sebabnya adalah karena banyak link-link di tempat saya telah di copy-paste oleh teman-teman lain, sehingga yang mengunduh jadi berlipat, padahal quota storage-nya terbatas.

    Suka

  37. pak, saya mo desain gedung pake shear wall, refernsi yg bagus ap y???bukunya ap Y???kasih gambaran ttg shearwall dong,buat blajar mo TA
    matur nuwun

    Wir’s responds: pertanyaan anda akan terjawab jika anda sudah mempelejari dengan baik dua buku berikut

    Robert Park and T. Paulay (1979). “Reinforced Concrete Structures”, John Wiley and Sons

    Thomas Paulay and M.J.N. Priestley (1992). “Seismic Design of Reinforced Concrete and Masonry Buildings”, Wiley-Interscience

    Suka

  38. Yth pak wir dan teman2 yang lain

    saya lagi penelitian tentang Beton ringan,
    mau minta tolong kalau ada SNI yang berkaitan dengan itu, mohon info downloadnya dimana?
    saya sudah nyoba untuk download di BSN tapi ga ada, yang ada judulnya doang seperti dibawah ini:

    -Spesifikasi agregat ringan untuk batu cetak beton
    pasangan dinding
    -Spesifikasi agregat ringan untuk beton ringan
    struktural
    -Spesifikasi agregat ringan untuk beton isolasi
    -Beton ringan, Tata cara pembuatan campuran
    dengan agregat ringan
    -Agregat ringan untuk beton struktural, Spesifikasi

    terima kasih sebelumnya…

    Suka

  39. syallom,pak Wir…

    pak,sekarang ini saya sedng mengerjakan skripsi tentang beton dg fiber limbah plastik sebagai bahan pengisinya..

    saya membuat benda uji silinder sebagai pengukur kuat tekan dan kuat tarik dari campuran beton tersebut..

    kira2 bapak bisa memberikan sedikit masukan ataupun buku referensi mengenai beton serat/fiber??

    mohon bantuan dan ulasannya..

    GBU

    Suka

  40. syallom,pak Wir…

    pak,sekarang ini saya sedng mengerjakan skripsi tentang beton dg fiber limbah plastik sebagai bahan pengisinya..

    saya membuat benda uji silinder sebagai pengukur kuat tekan dan kuat tarik dari campuran beton tersebut..

    kira2 bapak bisa memberikan sedikit masukan ataupun buku referensi mengenai beton serat/fiber??

    mohon bantuan dan ulasannya..

    GBU

    Suka

  41. pak…

    blh sy tanya mengenai pondasi tiang pancang baja..
    sy msi mahasiswa baru, bingung mengenai sambungan2 dan cara pemasangan poer-kolom nya jika menggunakan baja profil H..
    juga mengenai perhitungan panjang pondasi untuk menanggung beban per kolomnya…

    sudah berusaha cari co gbr kerja nya dr buku2 literatur, tapi blm menemukan yg detail…
    sy hrs cari dr mn y pak?

    trima kasih…

    Suka

  42. salam pak,
    saat ini saya sedang dalam penyelesaian tugas akhir saya tentang jembatan, saya membutuhkan “Penilaian Kondisi Jembatan untuk Bangunan Bawah dengan Cara Uji Getar”
    saya sudah membuka website dep.pemukiman dan prasarana wilayah, tetapi tidak bisa didownload.
    Saya harus cari dimana ya pak ?

    trimakasih

    Suka

  43. salam pak,

    saya aquilina dari jogja, sya sedang membutuhkan buku “Penilaian Kondisi Jembatan untuk Bangunan Bawah dengan Cara Uji Getar” dari dep.pemukiman dan prasarana wilayah

    Suka

  44. mantaaaapsss….makasih banyak Pak Wir ya link-linknya. Kalau ada file BS-EN upload pak ya, soalnya disini tiap hari saya berurusan ma BS terus..susah nyari file pdf nya. Makasih Pak Wir..ditunggu ya BS-EN nya (kalau ada hehe).

    Suka

  45. pak wir, saya minta tolong.. bagaimana analisis dan desain struktur jembatan rangka baja?? seperti desain stringer, crossbeam, truss nya?? tolong ya pak.. trimss ..

    Suka

  46. Pak Wir yang terhormat,
    saya lagi meneliti tentang beton ringan yang agregatnya dari bahan organik yaitu cangkang kelapa dan kemiri. Mohon informasinya riset yang berkaitan dengan itu,
    trima kasih

    Suka

  47. pak, saya hamalan mahasiswa teknik sipil univ.riau. sekarang sedang ngerjakan tugas akhir. kira-kira ada rumus-rumus perencanaan dinding geser gak?atau untuk masalah ditail dinding geser, referensinya apa saja ya?terima kasih atas jawabannya

    Suka

  48. Shalom Pak Wiryanto & salam kenal

    Saya salut atas pemikiran-pemikiran dan kepakaran bapak yang tertuang dan tertata rapi dalam blog ini. Juga referensi jurnal-jurnal, link-link, code up to date yang sangat berguna bagi kami praktisi yang sudah lama meninggalkan dunia kampus untuk terus meng-update pengetahuan struktur kami.

    Saya juga berterimakasih atas kecanggihan blog yang sudah pak Wir buat sehingga bahkan file ACI 2002 yang 12Mbytes bisa di download dengan baik. Luar biasa.

    Selamat juga atas gelar doktornya.

    GBU
    suparto

    Wir’s responds: Terima kasih bapak Suparto, semoga Tuhan juga berkenan atas kerja baik kita semua. Amin.

    Suka

  49. Pak Wir yang terhormat,

    Saya Boby GM dari PT. Produta Kencana Bandung, dalam waktu yang sangat dekat ingin melaksanakan proyek pembanguna Mall di Bandung. kami tertarik menggunakan pondasi sarang laba-laba karena kondisi tanah yang spesifik. Sehubungan dengan hal tersebut kami mohon diberikan informasi Contack person, alamat,telepon atau email.
    Kami harap tanggapan dari bapak segera.
    Terima kasih
    telp kantor : 022 5205588

    Wir’s responds: tentang kontak person pondasi sarang laba-laba saya tidak mempunyai data yang dimaksud. Moga-moga yang bersangkutan atau pembaca yang tahu akan mengkontak bapak langsung. Salam.

    Suka

  50. Yth P Wir,
    Saya praktisi proyek yang berkeinginan untuk selalu meng up-date ilmu, sangat berterima kasih atas blog bapak yang amat berguna bagi sesama, dengan ‘code’ nya yang yang sudah lama saya cari.Thank dan sukses selalu buat P Wir.

    Salam kenal,
    Ot Sumargo

    Suka

  51. pak wir, saya butuh tabel profil iwf, pipa baja konstruksi untuk perencanaan jembatan pelengkung dengan pipa baja saya pak buat tugas akhir

    Suka

  52. salam hormat,
    terimakasih Pak Wiryanto saya banyak dapat referensi dari Website ini, untuk ACI 318M-08 kpn bisa di publish:)

    thx

    intan
    regards

    Suka

  53. Pak Wir,
    kalau CEB/FIP Model Code 1990 itu dapat dicari di web bagian mana ya pak ?

    Apakah bapak memiliki model code tersebut ?

    Terima Kasih

    Wir’s responds: ebook-nya belum ada vi, copy dari prof Har, beliau punya yang hardcopy

    Suka

  54. salam kenal pak wir, saya fadli seorang dosen dr gorontalo, saya ingin bertanya kepada pak wir apa pernah dengar dengan program ATENA dan bagaimana komentar bapak mengenai program itu..
    Terima Kasih Pak….

    Suka

  55. @Rifadli Bahsuan
    Salam kenal juga pak.
    Program ATENA buatannya prof Cervenka, ya saya pernah dengar. Dr.-Ing. Andreas Triwiyono dari UGM mempunyai dan memakainya, ini menurut beliau sendiri.

    Program tersebut adalah program non-linier utk struktur beton, oleh karena itu cocoknya adalah untuk analisis atau penelitian tingkat advance.

    Pengalaman memakai program-program non-linier tingkat advance sekarang ini relatif gampang mengoperasikannya, yang susah adalah menginterprestasi hasilnya, apakah selaras dengan kasus real. Untuk kasus yang belum pernah sama sekali (baru) maka apa-apa yang dihasilkan oleh program hanya akan berupa hipotesis atau dugaan saja.

    Jadi tantangan memakai program-program seperti itu adalah kemampuan user untuk mendapatkan hipotesis yang mendekati real. Untuk itu perlu pengalaman menjalankan program tersebut dan membandingkannya dengan hasil eksperimen. Oleh karena itulah menurut saya itu cocok dipakai penelitian.

    O ya ini khan paper-paper ttg program ATENA tsb:
    http://www.cervenka.cz/papers

    Suka

  56. Pak, saya punya masalah dalam mata kuliah saya…
    yaitu menghitung pembebanan jembatan

    ada gak code untuk tata cara pembebanan untuk jembatan bentang 28 meter…

    kalo ada tolong di up-load ..
    sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih

    Suka

  57. ATENA dipakai di UGM, iya sya pernah baca2 jurnalnya buat prediksi keruntuhan/retak balok corbel (kalo gak salah) sdah lama sih jadi agak lupa, sya juga lupa siapa dosen penulisnya.

    Suka

  58. yth Pak wir..

    sy Arriz, mhs teknik sipil Universitas Sriwijaya semtr akhir..
    saya mengalami kesulitan nie Pak untuk mengerjakan tugas akhir sy, bbrapa bulan trakhir sy mencari referensi mengenai Expansion Joints..

    in “barang baru” ya pak dalam jembatan kita??

    pada saat kondisi seperti apa kita menggunakan ex. joint ini..single, dual, triple atau mungkin multy expansion joints..

    trimakasi atas jawabannya dan salam kenal pak🙂

    arriz
    regards

    Suka

    • Hallo Arriz,
      Expansion Joints bukan barang baru, itu sudah menjadi bagian dari jembatan, khususnya deck jembatan yang berguna untuk mengisi gap atau celah yang ada antara deck pada struktur jembatan dan badan jalan yang dihubungkannya.

      Adanya expansion joint menyebabkan kendaraan di atasnya dapat melewatinya secara smooth. Fungsinya dapat menerima beban kendaraan, sekaligus dapat berdeformasi horizontal sesuai pergerakan jembatan (akibat muai susut dsb.

      Kapan memakai single atau dual atau triple, yaitu tergantung dari besarnya gap yang harus disediakan sekaligus beban kendaraan yang harus dipikulnya.

      Jadi untuk struktur utamanya sendiri, dalam analisis struktur itu nggak diperhitungkan. O ya, informasi besarnya gap itu juga diperoleh dari analisa struktur, terhadap berbagai kondisi pembebanan yang ditinjau, termasuk gempa atau perbedaan suhu.

      Begitu kira-kira prinsipnya.

      Suka

  59. Ping balik: Free Download Engineering Code- Civil Book, COMPLETE ! | UET Dedicated Blog

  60. Pak Wir, blog yang anda bangun bermanfaat sekali. Saya mengikuti blog ini untuk mengetahui perkembangan bidang teknik struktur terutama dalam hal disain. Pak Wir, adakah British Standard yang bisa dilihat, karena sekarang banyak proyek dari luar yang menuntut para kontraktor memenuhi standard mereka.
    Terima kasih

    Wir’s responds: silahkan coba link berikut
    http://www.sayedsaad.com/montada/showthread.php?t=37853
    moga-moga sesuai dengan yang dimaksud.

    Suka

  61. Salam kenal Pak Wir,

    Saya merasa sangat terbantu dengan adanya blog anda ini.

    Kalau boleh saya mengajukan permintaan, saya membutuhkan Manual Design untuk pelabuhan.

    Saya tunggu balasannya Pak Wir.

    Terimakasih banyak sebelumnya.

    Salam,

    G. Ginanjar

    Wir’s responds: wah kebetulan sekali , saya baru surfing dan mendapat link-nya di sini
    http://140.194.76.129/publications/eng-manuals/
    Moga-moga sesuai harapannya.

    Suka

  62. Pak Wir, sy sedang mengerjakan tesis tentang masonry, sy benar2 butuh Building Code Requirements for Masonry Structures ACI 530-95. kira-kira kemana bisa saya mendownloadnya secara gratis. terima kasih.

    Wir’s responds: di mana ya ?
    Di sini saja. Bahkan itu yang lebih baru.🙂

    Suka

  63. Assalamu’alaikum pak wir, saya saat ini butuh tentang data bentang beserta profil dari balok prestress buat perencanaan gelagar jembatan yang umum digunakan atw yang jarang digunakan juga boleh.. kira2 dimana saya bisa dapat pak (gratislah tentunya..) terima kasih sebelumnya..

    Suka

  64. maaf pak, saya mahasiswa UII, mau tnya ttg literatur pelat lantai dg mengunakan baja (boundeck)??
    kok di semua buku adanya komposit antara baja dg plat beton tapi tdk ada referensi utk desain plat lantai

    Suka

    • coba mas aan cari bukunya agus setiawan tentang baja…, digramedia jakarta ada tuh harganya Rp. 69.000…, tapi klo mo nanya lisan bisa sama saya…
      oh ya perkenalkan pranowo alumni UII 01

      Suka

  65. Mas Wir, salam dari Jogja. langsung saja mas saya kesulitan mencari buku tentang cara desain elemen struktur baja dengan Indian IS: 800-1998. Tolong mas saya ditunjukan Buku apa yang mwngulas topig tersebut….. atau kalau bisa download disini. Tks dan ditunggu balasannya.
    Salam

    Suka

  66. Pak wir, saya mau tanya tentang perencanaan pelat datar. Jika kita desain suatu gedung dengan pelat datar dan menggunakan software, setelah kita mendapatkan momen akibat transfer momen tak seimbang dari pelat.
    Apakah desain struktur kolomnya sama dengan cara konvensional pak?
    Hanya kita mendapatkan momen nya dari perencanaan DDM atau EFM..
    Apakh begitu pak wir?
    Mohon tanggapannya?

    Suka

    • @Rama
      Perencanaan DDM dan EFM diarahkan untuk desain pelatnya saja. Apalagi yang DDM, ingat itu hanya digunakan untuk perencanaan terhadap beban gravitasi saja. Artinya apa, bahwa pelat hanya menerima pembebanan vertikal, yaitu dari DL dan LL.

      Padahal pembebanan bangunana selain vertikal juga ada lateral. Jadi untuk kolomnya perlu dilihat sistem penahan lateral. Karena pelat datar (flate plate) tidak didesain thd pembebanan lateral, paling-paling hanya sebagai diaghprahm maka perencanaan kolom harus mempertimbangkan bagaimana gaya lateral bekerja pada kolom tersebut.

      Intinya, untuk perencanaan kolom tidak bisa hanya sekedar mengambil momen dari DDM. Untuk EFM, perlu dichek lagi karena metode tersebut sudah memasukkan kekakuan kolom secara rasional. Jadi untuk suatu konfigurasi struktur tertentu mungkin bisa langsung digunakan.

      Suka

  67. Jadi jika kita telah memisalkan kekakuan relatif terhadap komponen struktur kolom dan pelat, maka kita dapat memasukkan nilai momen tersebut langsung ke dalam perhitungan dengan software pak..
    Karena maksud dari skripsi saya adalah perbandingan desain perencanaan gedung konvensional(pelat-balok-kolom) dan pelat-kolom (pelat-kolom) khususnya pada volume tulangannya pak?

    Suka

    • @Rama
      Jika yang akan dibandingkan adalah konstruksi gedung mandiri dengan dua macam system dan akan dibangun di Jawa yang notabene harus tahan gempa, maka rasanya perbandingan anda tidak relevan. keduanya mempunyai performance yang berbeda terhadap beban lateral.

      Perbandingan yang hanya memperhitungkan pelatnya saja, kolom dianggap berukuran sama, akan cenderung mis-leading atau menyesatkan. Karena melihatnya sepotong-sepotong. Kecuali sistem struktur thd beban lateralnya juga berbeda, misalnya digabung dengan shear wall pada konstruksi pelat-kolom.

      Jadi kalau anda mau membandingkan, harus dilihat secara komprehensif, secara keseluruhan.

      Jadi biaya yang keluar tidak hanya bagian pelat lantaiya saja. Apalagi jika termasuk segi pelaksanaannya, karena konstruksi pelat-kolom biaya konstruksinya akan lebih murah dibanding konstruksi pelat-balok-kolom, juga didapatkan kemudahan lay-out ruang.

      Konstruksi pelat-kolom selain dipakai untuk ruang parkir di basemen, juga sering dijumpai pada konstruksi apartemen.

      Suka

  68. Terima kasih Pak.Wir.
    Jika kita membandingkannya keseluruhan dalam konsep gedung, dan kolom didesain akibat beban yang berbeda dari masing2 pembebanan (gedung konvensional&pelat datar) tetap tidak bisa ya pak?

    Karena yang saya tahu pada flat plate, desain kolom didesain akibat momen tidak seimbang dari pelat akibat beban lantai, jadi pasti berbeda kan pak dengan sistem konvensional.

    Apakah jika seperti itu masih tetap tidak bisa dibandingkan, karena dosen saya tampaknya iya iya saja dengan saya, saya tidak tahu beliau mengerti atau pokoknya iya aja terhadap skripsi saya?
    Mohon pak, penjelasannya karena saya buntu banget..
    Terima kasih pak..

    Suka

  69. @rama

    didesain akibat beban yang berbeda

    lho kalau mau membuat perbandingan, khan harusnya bebannya sama, beban hidup dan juga beban mati tambahannya (finishing). Berat sendiri bisa berbeda.

    Tentang beban gempa yang sama adalah misalnya direncanakan untuk wilayah mana, tetapi sama. Lha disini akan ada perbedaan, bangunan dengan massa lebih besar maka beban gempanya lebih besar.

    pada flat plate, desain kolom didesain akibat momen tidak seimbang dari pelat akibat beban lantai

    pernyataan di atas pasti mengacu pada DDM, dimana momen-momen diperoleh dari tabulasi, yang bisa berbeda antara sisi kiri dan kanan. Ya itu betul-betul saja, karena dalam analisis struktur yang benar memang momen akan terdistribusi sesuai kekakuannya. Jadi itu akan terjadi juga pada struktur balok-kolom (konvensional). Jadi disini bukan itu masalahnya. Kelihatannya anda berpijak pada anggapan atau masalah yang belum tepat. Apa yang saudara ungkapkan itu hanya aspek lokal dari cara perhitungan dengan DDM, kalau EFM khan tidak seperti itu karena perlu analisis struktur yang sesungguhnya.

    Kalau anda mau seru membandingkannya, maka masuk juga sampai ke pembebanan lateralnya. Intinya (biasanya, harus kamu buktikan), bahwa:

    * system balok kolom lebih kaku, lebih ringan –> performance gempa lebih baik, kelemahannya adalah tinggi struktur lebih (ada balok yang menonjol), konstruksi lebih mahal (perlu bekisting balok dan pelat berbeda).

    *system plate-flate, relatif kurang kaku, dan relatif lebih berat massa lantanya ini berdampak pada pembebanan gempa, keuntungan clean (tidak ada bagian yang menonjol) ini arsitek dan awam senang, selain itu juga pelaksanaan di lapangan lebih murah, tanpa bekisting khusus dan pemasangan tulangan sederhana. Ini di luar negeri cocok karena ongkos tukang mahal.

    Jadi kalau kamu mau bagus, buktikan aja semua pernyataan saya tersebut. Jadikan itu sebagai hipotesis. Benar atau tidak. Beres khan.

    O ya, menghitung flate-slab-nya pakai SAFE.

    Suka

  70. Alhamdulillah..
    Saya banyak terbantu Pak..
    Terima Kasih banyak Pak Wir..

    Maka yang dapat saya bandingkan adalah dua konsep gedung yang berbeda tadi, akibat beban gravitasi dan lateral.
    Berarti nantinya desain kolom akan berbeda pada dua gedung tsb akibat kekakuan itu pak?

    Jika ada aral lagi, saya akan bertanya kembali pak..
    Saya berterima kasih pak atas bantuannya..

    Suka

    • @rama
      nantinya desain kolom akan berbeda

      Yak, begitulah. Bahkan bisa saja karena ukuran kolomnya harus sama maka perlu disediakan struktur penahan lateral khusus, misalnya shear wall agar konstruksi dengan flate slab menghasilkan kinerja yang sama dengan konstruksi balok-kolom-plate.

      Konsep-konsep pemikiran seperti inilah yang memang belum bisa masuk di program komputer, itu adalah tugas structural engineer.

      Jadi dengan tugas akhir yang seperti itu maka mahasiswa akan mendapatkan pemahaman bahwa ternyata tugas engineer tidak hanya menghitungnya saja tetapi perlu memikirkan secara keseluruhan, merangkai setiap tahapan hitungan sehingga menghasilkan sesuatu yang bermakan.

      Jika digabung dengan penguasaan software engineering maka dapat diketahui bahwa software tadi statusnya hanya pada detail perhitungan yang secara otomatis oleh komputer, tetapi merangkai secara keseluruhan agar bermakna masih perlu mengandalkan kemampuan manual si engineer.

      Suka

  71. Halo pak wir,
    saya mahasiswa universitas lampung ..
    saya sdang mengerjakan skripsi tentang retrofit dengan pushover meggunakan etabs.

    saya sudah menjalankan strukturnya dan sudah dapat kebutuhan tulangan, sendi plastis dan kurva demand-capacity (peformance based design)

    yang ingin saya tanyakan :
    1. karna tulangan eksisting sangat kecil, maka saya harus menambah sistem struktur baru dengan komposit dengan profil baja. untuk mengecek apakah penampang komposit memenuhi kapasitas bisa tidak di ETABS? hasil tulangan yang didapat untuk kolom lt.1 rata2 O/S . bagaimana pak penyelesaian yang terbaik agar bisa memenuhi?

    2. untuk elemen struktur komposit apakah memang tidak bisa di define terhadap sendi plastisnya di ETABS 9 ? karna kondisi eksisting ada yang sudah melibihi CP (colapse prevention) . karna saya ingin mengetahui kondisi sendi plastis setelah retrofit.

    3. dari hasil pushover dengan beban accelaration arah x + y didapat Vbase dan displacement yang aman , tapi mengapa ada sendi yang melewati CP.. bagaimana mengatur hasil kurva agar sesuai, apa saja yg perlu saya perhatikan ?

    terima kasih

    Suka

  72. pak saya maw redisain bangunan yg pake standar JIS ke SNI 2002. untuk detail tulangan da dapat. tapi saya belum dapat JIS untuk concrete, bs bantu ga carinya. tlong balas k email saya

    Suka

  73. salam pak wiryanto…..
    ada yang saya tanyakan…saya bingung dengan pembebanan (beban hidup) pada pelat ramp(untuk parkir) gedung akibat dari beban kendaraan.tolong bantuannya….saya sudah mencari dari berbagai referensi tapi tidak dapat.thanks

    Suka

  74. Selam kenal pak wir ! sya mahasiswa di palangka raya pak. saya ingin menanyakan :
    1. bagaimana analisis desain expansion joint pada rangka jembatan baja?
    2. bagaimanakah pola pembebanan pada jembatan rangka baja akibat perubahan suhu pak??
    terimakasih pak sebelumnya..

    Suka

  75. Yang terhormat Bapak Wiryanto dan pengunjung web sekalian, salam kenal, saya sedang membutuhkan buku Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia 1983 untuk mengerjakan tugas baja, di mana saya bisa mendownload nya? terima kasih..

    Suka

  76. @surya: hah masih pake PPBBI ’83?? ga salah tuh.. harusnya kan sekarang uda pake SNI 2002..
    @farouk: setahu saya utk pushover analisis belum bisa diterapkan untuk struktur komposit. Mungkin itu sudah terlalu kompleks and bisa aja baru sedang dikembangkan d CSI.. Biasanya utk retrofiting struktur beton bertulang seringnya dilakukan dengan menambah tulangan,tetapi hati2 ketika menambah tulangan..karena ada aspek daktilitas kurvatur yg harus Anda pertimbangkan..
    @rama: sebagai contoh struktur flat slab + kolom banyak dijumpai di netherland karena di netherland tidak memperhitungkan beban gempa. Akan tetapi walaupun strukturnya slab+kolom masih diperlukan structure wall utk mendapatkan stiffness struktur thd beban angin..jadi kesimpulannya walaupun strukturnya flat slab+kolom saja itu masih kurang memenuhi kriteria “stiffness” dr sbuah struktur.. jgn lupa kalau d indonesia ada “strength”, “stiffness”, and “ductility”

    Suka

  77. pak..saya butuh SNI tentang Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal….apa bisa di bantu…SNI 03-2834-2000 atau yang terbaru pak…

    Suka

  78. siang pak. saya sedang tugas akhir tentang analysis time history nonlinier SAP 2000. namun sya kesulitan mencari literatur langkah2 nya dalam SAP. mohon bantuan nya pak. Bagaimana cara inputnya dalam SAP 2000.
    trims pak.
    Jesus bless u.

    amien..

    Suka

  79. pak mw nanya.. saya mw mengajukan judul skripsi tentang perbandingan antara peraturan gempa sni 1726 dengan ASCE 7-05 dalam bentuk perencanaan struktur, kira-kira dari kedua peraturan tersebut topik yang bagus untuk dibandingkan kira-kira apa ya pak?? klo bisa scepatnya dibalas ke email saya ya pak… trima kasih

    Suka

  80. Salam kenal Pak Wir,

    pak saya mau tanya untuk masalah pengaruh peretakan beton.. Biasanya kan momen inersia penampang unsur struktur ditentukan sebesar momen inersia penampang utuh dikalikan dengan suatu presentase efektifitas penampang seperti yang ada di peraturan gempa SNI 03-1726-2002 dan di peraturan beton SNI 03-2847-2002..

    Misalnya pada per.gempa :
    -U/ kolom dan balok rangka beton bertlg 0.75Ig
    -U/ dinding geser beton bertlg kantilever 0.6Ig

    Pada per.Beton :
    -Balok 0.35 Ig
    -Kolom 0 .75Ig

    Nah masalahnya sebenarnya harus dipakai yang mana pak ? Dosen saya bilang sih harus pakai peraturan beton, mengapa ya pak ? Mohon penjelasannya. Terimkasih pak.

    Suka

  81. Salam kenal Pak Wir,
    Saya sedang mencari SNI 03-1727-1989-F tentang Tata Cara Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung. apakah bapak bisa membantu saya?

    Wir’s responds: versi ebook-nya saya belum punya Priska.

    Suka

  82. salam kenal p.wir, saya dah download AISC 2005 punya bapak,kok gak bisa y…mohon kasih tau cara download AISC 2005 + buku steel design Segui klo ada.saya cari k mn2 gak ada soft file nya
    mksh pak bantuannya

    Suka

  83. Terima kasih P Wir, andaikan banyak orang pinter mau berbagi seperti bapak.
    Saya banyak belajar dari blog bapak untuk referensi2 yang diperlukan, terima kasih banyak..Tuhan Memberkati, amin

    Suka

  84. Ping balik: diskusi tentang code « The works of Wiryanto Dewobroto

  85. Pak Wir, apakah bapak punya tabel profil baja hot rolled standard australia? Saya mendapat pekerjaan assesment jembatan rangka baja buatan transfield australia tapi tidak ada detail profil baja yang digunakan. Terima kasih pak Wir..

    Suka

  86. pa, punya SNI ato peraturan di Indonesia yg ngebahas tentang perencanaan jalan raya g? Aq minta donk, soalnya, aku lagi bikin KP Perencanaan Jalan Raya, sekalian minta juga contoh perhitungan perencanaanya boleh g pak, y plis…. soalnya ane bingung banget nih….

    Suka

  87. salam kenal pak.wir…
    saya baru2 aja browsing tentang blognya anak sipil dan ternyata saya nemuin blognya bapak, bagus banget pak..
    saya ini mhs smster trakhir pak, sedang ngerjain skripsi tentang desain gedung tahan gempa..
    banyak buku2 yang sdh saya baca tapi saya masih bingung pak terutama mengenai peraturan2nya..
    mungkin bapak bersedia menjelaskan konsep dan langkah2nya, agar saya dapat memahiminya dengan baik hehehe…
    terimakasih bapak..

    Suka

  88. Pak Wir,

    Ada ndak untuk AISC guide no. 20….

    btw, terima kasih atas free downloadnya sangat berguna untuk saya…

    salam structure,
    DSA

    Suka

  89. Selamat siang Pak Wir,

    Saya mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir tentang jembatan. Saya sedang mencari code jembatan BMS 1992. Pak Wir ada link BMS 1992 ga? Terima kasih

    Suka

  90. pak,,wir,,
    saya lagi cari British Standard Code,,,

    bpak bisa bantu gk ya,,penting sekali ini buat tugas saya dlam mata kuliah baja 2,merancang jembatan baja,,

    dicari2 gk ketemu,,haduuh,,smoga pak wir bisa membantu..(ngarep)hhehe

    oh ya,,sya sering mengikuti blog bapak,,senang sekali membacanya,,,menambah pengetahuan,dan terkadang tersenyum sendiri,membaca gurauan bapak,,haha

    apa untuk tahun ini bapak masih menjadi juri KJI 2010?

    Suka

  91. P Wir dan teman2,
    salam kenal dari saya. Jika P Wir dan teman2 berkenan, bisa dong saya dibantu mendapatkan pdf ASCE7-1995. Secara kantor-ku pake prosedur code tsb utk ngitung Windload.

    Suka

  92. asllmkm..pak wir,,,
    salam kenal pak, saya mahasiswi unsri pak.
    sebelumnya trimakasih banyak atas blog nya pak,
    karena sangat membantu sekali dalam pengerjaan tugas saya pak.

    pak saya sangat tertarik pada beton pak,
    saya bingung sekali mencari judul TA pak.
    kira2 ada tips2 atau saran buat judul nya pak?
    terima kasih banyak pak,sebelumnya.

    Suka

  93. slam knal pak wir,
    saya sngt snang skli dng web bapak ini, dan saya mngucapkan trima kasih karna saya telah banyak mendownload file2 uploadan bapak.
    oh ya pak saya adalah seorang mahasiswa di universitas sumatera utara (USU),dansekarang lagi nyusun tugas akhir,berhubung judul yang saya bawa adalh mngenai beton ringan, saya mau nanya dan skalian request building code mengenai lightweight concrete yang membahs tentang beton ringan untuk struktur bangunan, code nya apa pak ya?skalian tlong diapload ya pak,klo bisa dibuat judul besar mengenai perencnaan beton ringan untuk struktur,kan diindonesia/sni belum ada.
    sekali lagi trima kasih bnyak ya pak,dan mohon bimbingannya.

    Suka

  94. Pak Wir,

    Apa kabar?

    Saya sedang cari code nih.. kalau cari code ingatnya langsung ke Pak Wir..🙂

    Pak Wir punya China Code JGJ 106 – 2003? Ini code untuk loading test statik pondasi tiang.

    Atau rekan-rekan lain ada yang punya?

    Terima kasih banyak..

    Regards,

    Jerry

    Suka

    • Hallo Jerry, puji Tuhan baru saja sakit, tapi sudah baikan.

      Kamu kelihatannya lagi beruntung, apa yang kamu cari, ada didalam pundi digitalku. Ini , silahkan kamu ambil. Sekitar 3.5 Mb.

      Suka

  95. Puji Tuhan Pak Wir sudah sehat kembali. Semoga sehat selalu pak..

    Wah.. Terima kasih banyak, Pak Wir.. Berarti feeling saya pas.. ha ha ha🙂

    Ijin unduh Pak Wir..🙂

    Regards,

    Jerry

    Suka

  96. pak saya veblin mahasiswa teknik sipil UB 07, mau nanya apakah ada bangunan kuda2 bertulangan bambu, jika ada bagaimana saya mendapatkan literaturnya…. apakah kuat tariknya hampir menyamai tulangan baja ???… mohon d bantu pak…. Terima Kasih Pak… JLU

    Suka

  97. wahh.. salut sama bapak..
    blognya informatif bgt..
    hormat saya wira dari teknik sipil universitas udayana..
    makasi udah bagi2 codenya y pak..
    hmm.. saya sbenarnya lg nyari2 sk sni T-15-1990-03 pak..
    bisa bantu ga pak ?
    makasi sebelumnya

    Suka

  98. Ping balik: Kaji Ulang SNI bidang Permukiman | The works of Wiryanto Dewobroto

  99. aslkm pak Wiryanto….
    hormat saya,Leo, dari Universitas sriwijaya
    trima kasih atas bantuan bpk lwt blog ini..
    saya mau tny pak,ada link bbt manual ETAPS ??
    terima kasih

    Suka

  100. Salam kenal Pak Wir

    Saya sedang tertarik mempelajari masalah strengthening pada structure dg steel plate bonding atau pun dengan FRP. Apakah Pak Wir punya buku atau journal untuk design guideline nya atau code spt ACI SP 165 atau yg lain.
    Terima kasih

    Suka

  101. Shalom Pak Wir,, Saya seorang ITN Malang yang sedang melakukan Penelitian Tentang Perkuatan Kolom Persegi dengan CFRP. Sekarang saya telah selesai membuat Benda ujinya dan tinggal menunggu waktu Pengujian di Lab ITS, namun saya juga ingin melakukan simulasi dengan ADINA untuk untuk mengontrol Hasil Tes Laboratorium nantinya.
    Untuk itu Saya mohon sedikit Pencerahan dari Bapak tentang Ide saya ini dan jika Bapak berkenan, saya juga ingin memiliki soft copy Penelitian Bapak tentang “Simulasi Keruntuhan Balok Beton Bertulang Tanpa Sengkang dengan ADINA” sebagai Referensi Saya untuk Memodelkan Benda Uji saya dengan ADINA. Trima kasih sebelumnya…🙂

    Suka

    • Program ADINA dapat digunakan sebagai tools untuk parametrik analysis. Untuk itu pastikan bahwa ada input data ADINA yang dapat dikorelasikan dengan hasil empiris. Gunakan itu sebagai benchmark selanjutnya dengan data yang telah teruji tersebut anda dapat melakukan penelitian untuk tiap-tiap parametrik yang dianggap penting.

      Materi saya dapat anda lihat di daftar publikasi saya. Bisa di down-load koq.

      Suka

  102. Pak Wir, maaf mau tanya lagi..
    Kolom yang saya teliti menggunakan CFRP sebagai bahan Confinent. Namun saya kesulitan dalam memodelkan CFRP pada kolom betonnya. Mohon sedikit pencerahan bagaimana cara memodelkannya. Kalau bapak punya file langkah-langkah Pemodelan dengan ADINA, sekalian saya minta Pak. Mengenai Publikasi Bapak tentang Simulasi Balok tanpa sengkang sudah saya download. Trima kasih Pak, materinya bagus skali…🙂

    Suka

  103. slmt pagi pa..
    pak, saat ini kami sedang melakukan study mengenai geotekstil. Salah satunya mengenai perbandingan dari bahan material nya seperti bahan polypropylene (atau synthetic fibers lainnya, nonbiodegradable) dan coconut fiber mesh/jute (atau bahan yang biodegradable lainnya) . Mohon maaf, ini bukan bidang saya, sehinggakami butuh bantuan dari pak Wir dan rekan2 lain mengenai informasi yang diperlukan seperti :
    1. Untuk struktur apa/bagian apa sajakah umumnya geotekstil/geojute sering digunakan
    2.Produk manakah yang lebih umum digunakan dan mengapa.
    3.Untuk konstruksi jalan raya,apakah bisa gunakan sebagai lapisan perkuatan dan bagimana komposisi lapisan jalannya serta cara pemasangannya
    4.Mohon informasi untuk supplier masing2 produk di indonesia
    sekian dahulu pertanyaan kami, dan terima kasih untuk bantuannya.

    Suka

  104. Pak Wir, saya mohon pencerahan….
    hehehe….terkait dengan SNI, ada istilah RSNI, masih berupa rancangan. Apakah RSNI tersebut sudah dapat dijadikan dasar untuk perencanaan? kalau dasar pembuatan tugas akhir boleh ga ya Pak? atau harus pakai SNI yang sebelumnya?

    satu lagi pak, terkadang ada SNI (versi softfile) yang mengandung istilah beta version atau penomorannya ditulis SK SNI 03-xxxx-2000, sebenarnya maksudnya apa ya Pak?

    Terima kasih pak

    Suka

    • Saya sudah download dan ternyata bermanfaat sekali. Trimakasih sblumny telah mau berbagi ilmunya. Maju terus engineer2 indonesia!!

      Suka

  105. Pak Wir Yth, dalam paper Pak Wir di Soegiyapranata tentang Pushover Analysis hal.14 terdapat kalimat “Faktor tekuk dihitung otomatis saat proses desain dengan program SAP2000.” memang bila kita lihat dalam “Steel Design Manual – SAP2000” ada penjelasan tentang calculation of Capacity ratios dan rumus-2 tentang Buckling. Kita dapat meng-analyze dan men-design suatu struktur dengan satu code (misalnya LRFD99) akan tampil warna yang mewakili ratio kapasitas masing-2 elemen. Tetapi bila kita tampilkan “Steel Stress Check Information” dan “steel stress check data”, koq saya tidak menemukan info tentang “buckling”? mohon penjelasan dan pencerahan , Salam Ghozi.

    Suka

    • istilah Faktor Tekuk dan “buckling” jelas berbeda. Faktor Tekuk atau nilai K adalah faktor untuk memperhitungkan pengaruh kekakuan restraint untuk dikaitkan dengan formula tekuk EULER. Metode tersebut dalam AISC 2010 yang disebut sebagai “Efective Length Method”.

      Jadi jelas dik, pada proses design di atas tidak ada analis di SAP2000 yang memperhitungkan langsung perilaku tekuk. Versi SAP yang saya gunakan waktu itu v7.4 dan 8 kalau tidak salah. Kemampuan non-linier baru pada tahap P-D saja. Baru pada versi 11 ada opsi untuk menghitung buckling, itu sudah saya tulis di buku saya yang SAP2000 Edisi Baru.

      Saat ini saya sedang mempersiapkan tulisan untuk HAKI yang mengulas tentang Direct Analysis Method, cara baru perhitungan baja tanpa memakai Efective Length Method, atau cara lama tersebut. Doakan ya moga-moga selesai.

      Suka

  106. Pak Wir, bisa minta tolong, aku baru nyari peaturan pembebanan gedung indonesia yang baru tetapi belum dapat, bisa kah di kasih linknya untuk downlod?….
    Selama ini kalau design aku masih pakai perturan pembebanan gedung yang 1983.

    Suka

  107. salam kenal, pak wir.
    saya bekerja di pers. konsultan.dgn mayoritas job di building.
    saya baru nemu blog ini..isinya mantapppp
    mudah2an makin banyak engineer yg nimbrung disini dan blog ini makin ramai.
    saya sudah download duluan,, pak.
    tq berat.

    Suka

    • Syukurlah mas Andre, saya disini hanya menulis apa-apa yang menarik saja. Syukurlah jika dapat dianggap sebagai tulisan berbobot. Tetapi yang jelas, komentar dari teman-teman lain yang nimbrung itu yang bikin lebih menggigit.

      Suka

  108. Salam kenal pak wir…
    saya mahasiswi tknik sipil UNSRI,
    gini pak, tugas akhir saya kan ingin membahas perbandingan rumus empiris pada perencanaan struktur komposit dengan menggunakan metode AISC dan EUROCODE..
    kira2 ada penjelasan singkat atau bahan atau link yg bisa mmbantu tugas akhir saya ini nggak pak??

    makasih bnyak pak sbelumnya..

    Suka

  109. salam kenal pak wir,
    saya dengar SNI gempa terbaru SNI 03-1726-2002 sudah ada ya???
    saya ingin tau dimana sya bisa mendapatkan SNI terbaru tersebut,,
    mgkn bapak bisa membantu.

    Suka

  110. ass…pak wiryanto mohon bantuannya….
    Minta literatur tentang perbandingan lintasan tendon pada plat pracetak dan plat konvensional

    Suka

    • Saya tidak punya. Tetapi secara prinsip dapat dilihat perbedaannya dari segi pelaksanaannya. Untuk plat pracetak maka tentu diusahakan untuk produksi massal, sehingga tendon yang akan dipasang dapat diterapkan pada pelat yang bersifat massal juga, agar optimum hasilnya. Sistem yang dipakai adalah pretensioning, yaitu kabel ditarik dan diangkurkan pada dudukan khusus. Jadi pelatnya sendiri tanpa angkur. Konfigurasi yang cocok untuk ini adalah konfigurasi kabel yang lurus.Pelat pracetaknya sendiri ukurannya terbatas, disesuaikan dengan alat angkut yang dipakai.

      Adapun tendon pada pelat konvensional, yang pelaksanaannya dengan cara cast-in-situ tentu berbeda. Ini diperlukan angkur pelat dengan pelaksanaan sistem post-tensioning. Jadi konfigurasi tendon bisa disesuaikan dengan momen yang terjadi.

      Kira-kira begitu prinsipnya mas.

      Suka

  111. Salam Sejahtera,
    Mohon bantuannya, Saya adalah mahasiswa semester akhir sebuah PTN di sulawesi. Saya tertarik dengan TA masalah daya dukung tiang pancang pada pembangunan dermaga, tetapi karena satu dan lain hal data yang bisa saya dapatkan hanya data hasil bore log, kalendering, dan gambar struktur. Apakah dari bahan tersebut mencukupi untuk persyaratan TA apa belum Pak ?
    Terima Kasih, GBU
    harwin.artawijaya@yahoo.com

    Suka

    • Tergantung dari apa yang ingin kamu teliti, tentunya ini juga tergantung dari apa yang diharapkan dosen pembimbing saudara. Tetapi kalau yang anda harapkan adalah proses perencanaan dalam memprediksi daya dukung tiang pancang tersebut maka ada baiknya jika ada data Loading Test. Dengan data tersebut maka kajian teori yang anda kembangkan dapat dilakukan verifikasi. Sudah benar atau belum. Jika tidak maka hasil saudara masih terbatas pada hipotesis, atau dugaan saja. Bisa ya dan bisa juga tidak.

      Suka

  112. Pak Wir, saya mohon bantuannya dimana saya bisa dapatkan grafik interaksi kolom ACI. Dulu saya punya hardcopynya tapi saya dihilangkan oleh teman.
    terimakasih.

    Suka

  113. salam kenal pak wir

    saya mau bertanya mengenai pembuatan campuran rancang beton mutu tinggi yang fc’ diatas 70MPa (metode SNI). di grafik (SNI yang rancangan beton normal tidak lebih dari 70MPa soalnya). itu bagaimana ya pak?
    kalau boleh, boleh saya minta link untuk men download [ SNI 03-6468-2000 ] Tata Cara Perencanaan Campuran tinggi dengan Semen Portland dengan Abu Terbang?
    terima kasih pak wir

    Suka

    • salam kenal juga Damar,
      Riset saya tidak banyak terkait dengan bidang material khususnya campuran beton mutu tinggi. Rekan senior kami di UPH yaitu Prof. Harianto yang menggelutinya, bahkan sekarang sedang terlibat penelitian beton dengan teknologi nano untuk sampai kuat tekan target 130 MPa. Dalam mengusahakan itu, beberapa mahasiswa bimbingannya telah dapat dengan mudah mencapai 90-100 MPa. Jadi silahkan saja kontak beliau, link-nya ada di blog ini, juga beliau dapat dicari via Facebook.
      Semoga berhasil.

      Suka

  114. Salam Kenal Pak Wir. (Maksudnya Pak Wiryanto ya bukannya pak Wiratman). Gini pak, gmana kalo pak wir mengelompokkan code/Peraturan/Petunjuk teknis atau apa aja yang kira2 dibutuhkan untuk seorang Calon Structural Engineer. Karna pengalaman bapak sebagai structural engineer dan dosen pasti sangat membantu. Kalo melihat code diatas kan nyebar pak, kalo bisa diurut berdasarkan pembahasannya jika membahas Prestress maka handbooknya apa aja yang musti dibaca, gitu aja pak. Trims.

    Suka

  115. salam kenal pak wir…,
    saya mau minta tolong nih, udah nyari2 SK SNI T 15 1990-03 kemana2 tapi gk ketemu2. Mohon bentuannya pak kalo punya filenya, tlg sharing pak.
    makasih banyak

    Suka

  116. salam kenal pak,
    tulisan-tulisan bapak disini sangat membantu saya selama masa perkuliahan saya.
    saya ucapkan terimakasih pak.
    semoga selalu sukses dan terus bisa men-share ilmu-ilmunya kepada kami.🙂

    Suka

  117. Yth pak Wir
    salam kenal pak,
    Pak wir, saya sedang mengerjakan tugas ahir, mengenai perkuatan struktur pada join akibat penambahan lantai, saya berencana menggunakan FRP, barangkali pak wir memiliki litelatur peritungan yang dapat saya gunakan pak ? mohon bantuannya pak.

    Suka

  118. Salam kenal Pak Wiryanto, saya Felix staff engineering di sebuah perusahaan kontraktor swasta di Jakarta.
    Saat ini kami baru menyelesaikan pekerjaan pengecoran raft foundation setebal 2 m pada sebuah proyek. Tebalnya raft sedemikian rupa sehingga harus diperlakukan sebagai mass concrete.
    Monitoring suhu dilakukan dengan menempatkan thermocouple yang membaca bagian bawah tengah dan atas beton juga temperatur udara luar. Yang hendak saya tanyakan, saya masih bingung referensi mana yang menyebutkan bahwa monitoring suhu di mass concrete itu harus dilakukan dengan membuat tiga titik bacaan tersebut ? Jika memang ya harus demikian, maka berapa sih tebal maksimum satu segmen bacaan suhu ke segmen lain di atasnya ?
    Saya coba baca ACI 207 tentang mass concrete, di situ pun tidak dijelaskan dengan detail. Yang saya tangkap yang harus diamati adalah beda temperatur maksimum di dalam beton dengan temperatur udara luar. . .
    Mohon pendapatnya pak..terima kasih atas atensi Bapak…

    Suka

  119. Hi, Pak Wir,

    Can you please upload again the National Standard of the Peoples Republic of China (GB codes)?? I cant download from the links above. I need all the codes above to check the design. Thank you in advance.

    Suka

  120. salam kenal pak, sy mau tnya ttg sistem struktur gempa pak.
    sy ambil TA ttg pengaruh simpangan dgn memakai dinding geser dan tidak memakai dinding gsr.
    nah, prncanaan sy memakai dual system pak yg srpmk R= 8,5. krn wil.gempa sy di zone 6 dan tanah keras. memang sich trlalu boros rasanya pakai dinding geser hnya 6 lantai. tp sy cm mau lht simpangannya ja pak .
    masalahnya adlh, pd SNI GEMPA psl 4.3.6 “Pada sistem ganda sistem rangka akan menerima sedikitnya 25% dari gaya lateral yang bekerja dan shear wall akan menerima paling banyak 75% dari gaya lateral yang bekerja”. Sdgkn sy hasilnya tdk mencapai 25 % pak. hanya sekitar 10-15%.
    bagaimana solusinya pak??
    trimks….
    mohon pencrhnnya pak..
    syalom…

    Suka

  121. salam kenal pak, sy mau tnya ttg sistem struktur gempa pak.
    sy ambil TA ttg pengaruh simpangan dgn memakai dinding geser dan tidak memakai dinding gsr.
    nah, prncanaan sy memakai dual system pak yg srpmk R= 8,5. krn wil.gempa sy di zone 6 dan tanah keras. memang sich trlalu boros rasanya pakai dinding geser hnya 6 lantai. tp sy cm mau lht simpangannya ja pak .
    masalahnya adlh, pd SNI GEMPA psl 4.3.6 “Pada sistem ganda sistem rangka akan menerima sedikitnya 25% dari gaya lateral yang bekerja dan shear wall akan menerima paling banyak 75% dari gaya lateral yang bekerja”. Sdgkn sy hasilnya tdk mencapai 25 % pak. hanya sekitar 10-15%.
    bagaimana solusinya pak??
    trimks….
    mohon pencrhnnya pak..
    syalom…

    Suka

    • sdri Dianita,
      Penelitian yang anda lakukan, rasanya sejalan dengan isi makalah “gedung tinggi” yang baru saja saya sampaikan di UAJY-YAI-UNRIKA. Silahkan dibaca dulu secara cermat. Makalah tsb berisi falsafah pemakaian sistem portal kaku ataupun dual-system. Sekaligus bisa anda uji, apa yang saya sampaikan dengan temuan yang nantinya anda dapat.

      Suka

  122. pak wir bisa tolong post australian code – untuk konstruksi baja gak kalo ada. Saya lagi butuh – sebutuh”nya haha … untuk nyusun laporan. kebetulan saya masih mahasiswa🙂 terima kasih

    bayu

    Suka

  123. Yth. Pak WIr,

    Saya barusan nemu link untuk ACI 318M tahun 2011. Berikut saya sebar linknya biar rekan-rekan bisa unduh juga.
    http://www.4shared.com/rar/IwkbvBtL/Civilea-ACI-code2011.html

    Sekalian saya mau tanya, apakah rekan-rekan ato Pak Wir punya draft SNI gempa 03-1726-20xx yang paling akhir? Menurut Pak Steffie, ada draft yg di halamannya ada watermark tulisan “DRAFT”. Saya coba cari tapi belum dapat, adanya yg tanpa watermark, menurut beliau itu draft yg lebih lama lagi jadi takutnya masih berubah.

    Regards,
    George

    Suka

  124. salam sejahtera Pak Wir, saat ini saya dalam mengerjakan tugas akhir,
    saya ingin merencanakan kubah dengan prestress concrete. kebetulan analisa pada perencanaannya pak. saya membutuhkan tentang analisa perhitungan pembebanan akibat gaya meridional,gaya tangensial , pengaruh suhu dan akibat gempanya. saya mohon pencerahan dari bapak.
    terima kasih

    Suka

    • Pakai element Shell pada SAP2000.. Hanya sayang saja, materi pada buku saya yang akan terbit ini baru membahas tentang element Membran, belum sampai Shell. Tetapi meskipun demikian, karena sudah membahas sampai element 2D maka bisa juga itu dijadikan batu loncatan.

      Suka

  125. pak wir, saya mau tanya untuk sni pembuatan beton, sni 03-2834-2002 sama sni 03-xxxx-2002 duluan mana ya keluarnya?? apakah sni 03-xxxx-2002 adalah revisi dari 03-2834-2002?? tolong jawab, terimakasih sebelumnya

    Suka

    • yang berkode XXXX biasanya masih draft, belum mendapat pengesahan dari BSN. Adapun yang sudah diberi angka menunjukkan bahwa code telah resmi. Meskipun demikian, umumnya tidak ada perbedaan antara keduanya (tapi pernyataan ini bukan jaminan lho). Maklum seperti SNI Baja yang terbaru, sudah dirapatkan sejak 2012 tapi sampai sekarang kelihatannya belum keluar dari BSN.

      Suka

  126. selamat pagi pak wir, saya ingin tanyakan:
    1). bagaimana input data material kayu ke dalam program sap, dan bagaimana cara kita melihat aman atau tidaknya struktur tersebut.
    2). bagaimana cara input tersebut ke pushover ?
    terima kasih atas jawabannya..

    Suka

    • untuk analisa elastis-linier, tidak ada perbedaan antara baja, kayu atau beton, hanya nilai E atau modulus elastis yang berbeda-beda (disesuaikan).

      Untuk pushover dengan kayu, maka perlu dipikirkan secara matang. Maklum, penampang dari kayu tidak bisa menghasilkan penampang yang dapat mengalami sendi plastis. Ingat tidak setiap program dapat digunakan untuk apa yang kita bayangkan, mereka punya keterbatasan.

      Suka

  127. Dengan segala hormat Pak Wir, sy mencari referensi code ATC (Applied Technology Council) yang free full text pdf, untuk keperluan penelitian saya sebagai berikut:

    ATC-6, (1981), Seismic Design Guidelines for Highway Bridges
    ATC-32, (1996a), Improved Seismic Design Criteria for California Bridges
    ATC-18, (1996b), Seismic Design Criteria for Highway Structures

    Mungkin Pak Wir bisa memberi petunjuk untuk mendapatkan atau mendownload code tersebut

    Hormat saya, Junaedy (Pascasarjana-ITB)

    Suka

  128. Yth pak Wir
    salam kenal pak,
    Pak wir, saya sedang mengerjakan tugas akhir, untuk referensi saya sangat membutuhkan
    ACI 318 : Building Code Requirements for Structural Concrete and Commentary, tetapi file ini tidak dapat didownload lagi di 4shared “file ini tidak lagi tersedia karena adanya klaim”.
    mohon bantuannya Pak.
    Terima Kasih

    Best Regard
    Yuliyanto

    Suka

  129. Insya allah bapak diberikan kesehatan dan kemurahan berbagi ilmu kepada yang membutuhkan. Semoga amal bapak terus dilipat gandakan oleh Allah SWT, itulah amal yang tidak akan putus2nya sampai dunia ini berakhir.

    Suka

  130. Selamat pagi Pak Wiryanto? Salam sejahtera. Pak, belakangan ini saya lihat buku mengenai example design based on IBC dari ICC. Saya masih dalam tahap belajar untuk bisa jadi lebih dalam hal desain struktur beton bertulang, prategang, dan pracetak. Pertanyaan saya pak; apakah buku berdasarkan IBC tsb bisa saya jadikan pedoman belajar? Apakah IBC sama dengan ACI yg diadopsi menjadi SNI? Terima kasih pak.

    Suka

  131. Selamat sore Pak Wir,

    Perkenalkan pak, nama saya athiya. Saya alumni teknik sipil yang sampai hari ini masih ´terjebak´ didunia perteknik sipilan. Saat ini saya sedang menjalani programm master di salah satu universitas kecil di jerman. Saya sedang mencari SNI (2847) versi terbaru (tentang concrete) untuk salah satu tugas saya dan kemudian teman saya menyarankan untuk membuka blog bapak. Sekilas saya membuka blog bapak ini dan saya sangat terkesan dengan isinya. Menurut saya tidak banyak ahli konstruksi di Indonesia yang mau dengan terbuka berbagi ilmu seperti yang bapak lakukan.
    Anyway pak, di list code yang bapak berikan saya menemukan dokumen ini :
    SK SNI 03 – xxxx – 2002 (16 Desember 2002) : Tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung (down-load PDF 3.45 Mb)
    Tapi menurut info dari teman saya ada SNI concrete yang lebih update yakni keluaran tahun 2010. Mohon infonya pak, jika memang ada dan bapak ada waktu boleh dishare disini. Kebetulan tugas saya kali ini adalah membandingkan performa struktur (simple frame biasa) yang didesain dg National code (SNI) dan Eurocode.

    Thanks before,

    Athiya

    Suka

  132. Selamat sore pak wir,

    perkenalkan pak, nama saya damar. Pertama saya ingin bertanya mengenai pemilihan nilai R (faktor reduksi gempa) untuk steel structure gantry di substation.

    Setelah saya baca code ASCE 7-10, nampaknya struktur ini termasuk untuk bangunan non-building structure. di bagian ini juga ada pemilihan nilai R untuk kategori “seismic Coefficient for Nonbuilding Structure not similar to Building”. Dan ada nilai R untuk tipe struktur trussed tower (free-standing or guyed) dan telecommunication towers.

    Nah, apakah nilai R di struktur ini bisa dipakai untuk tipe struktur seperti gantry pada substation? secara general bentuk substation berupa tower rangka baja dan antara towernya dihubungkan dengan beam rangka baja juga sedangkan telecommunication tower atau transmission tower hanya towernya saja, tanpa ada beam.

    Pertanyaan yang kedua, dalam mendesain bangunan gedung, ada efek ortogonalitas dalam mendesain beban gempa. bagaimana dengan desain bangunan gantry ini? apakah ada efek ortoghonalitas tersebut?
    sejauh saya membaca peraturan (ASCE 7-10), saya blm menemukan jawabannya pak.

    Pertanyaan yang ke 3, dalam mendesain bangunan gedung, konsep yang saya ketahui, bila kita menginginkan analisis statik, gaya gempa akan dikenakan di pusat massa tiap lantai dari bangunan tersebut. Lalu, bagaimana untuk struktur gantry ini? apakah harus di kenakan di setiap joint dari rangka tersebut atau bisa di asumsikan diletakkan (kira-kira) di titik berat dari struktur gantry tersebut?

    Kemudian pertanyaan yang ke 4 mengenai beban angin. Pembebanan angin di struktur tower transmisi atau gantry yang dikenakan pada struktur ada dibagian front face dan rear face (koefisien angin untuk bagian front dan rear disebutkan dalam “Pedoman Perencanaan dan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung”). Tapi saya cari di code ASCE 7-10, ketentuan untuk koefisien ini tidak saya temukan. Saya pernah dapat cerita dari konsultan yang ada di Singapopre, bahwa koefisien angin ini bisa dikenakan 1 untuk bagian front dan 0,5 untuk bagian rear ATAU dikenakan koefisien sebesar 1,5 untuk bagian front saja. Apakah hal ini dapat dibenarkan?

    Code yang saya jadikan acuan sampai saat ini baru ini saja pak :
    – SNI Gempa 2002 dan 2012
    – ASCE 7-10
    – ASCE 7-02 Guide to the used of the wind load provisions
    – ASCE 10-97 Design of Lattice Transmission Structures

    Mohon pencerahannya Pak Wir untuk masalah saya di atas. Saya dengan senang hati bila ada ada referensi terkait masalah di atas Pak.

    Thanks and Warm Regards,
    Damar

    Suka

  133. Ping balik: pemilihan nilai R (faktor reduksi gempa) | The works of Wiryanto Dewobroto

  134. Salam,

    Pak Wir dan rekan2 penggemar blog pak wir, adakah yang memiliki AISC Design Guide 11 Floor Vibration Due to Human Activity? Jikalau ada yang punya dan berkenan untuk share saya sangat berterima kasih.

    Welly

    Suka

  135. Salam pak wir.
    Saya pengemar tulisan tulisan dan ide ide dari pak wir. Buku pak wir juga sangat saya suka.
    Pak wir saya mau tanya. Jika di peraturan sni gempa sni 2002 dulu salah satu pasalnya ada eksensitas desain (ed). Untuk posisi titik gempa. Jd tidak semata mata di titik pusat masa.
    Untuk peraturan gempa sni 2012 apakah ada ato mungkin bntuknya bgmana? Karena saya baca berulang kali kok tidak dibahas. Solusinya bgmana? Trimakasih pak wir.

    Suka

  136. Selamat pagi pak wir, saya mahasiswa sipil tingkat akhir smster 9, dari tdi sore sampai pagi ini belum tidur, otak atik ABAQUS gag berhasil running, running error. Ingin saya minta pencerahan bapak tentang langkah langkah modeling balok beton berlubang menggunakan ABAQUS untuk persiapan sidang skripsi saya.. terima kasih…
    Salam ilmu…

    Suka

  137. Pa Wiryanto,

    Salam kenal pa, saya mau tanya klo desain struktur baja SRPMK dengan SRPMM lebih boros mana secara keseluruhan tonage steel (termasuk sambungan2) nya?

    Suka

  138. Pak Wir, terima kasih sudah mau berbagi ilmu.. sangat bermanfaat sekali.. terima kasih.. saya ijin share yaa….😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s