komunitas ahli analisa struktur – Jateng

Kegiatan menulis itu ternyata dampaknya luar biasa. Bagaimana tidak, banyak orang yang lebih tahu namaku, tapi kalau ketemu belum tentu kenal. Maklum bukan pejabat publik, bukan siapa-siapa, hanya seorang guru atau istilah kerennya dosen.

Baca lebih lanjut

Iklan

rencana kompetisi ke luar negeri

Di tengah banyak beredarnya berita miring tentang anak-anak muda Indonesia, mulai dari banyaknya pelaku pelecehan seksual (korban atau pelaku), yang terjadinya ternyata di banyak tempat (!?). Juga masih saja terjadi tawuran anak-anak sekolah. Sebagai orang tua tentu kita sangat mengkuatirkan hal itu. Bayangkan, bagaimana jika itu terjadi.

Kadang-kadang timbul pertanyaan, mengapa itu sering terdengar saat ini. Dulu ketika masih muda, rasa-rasa nggak pernah terdengar hal itu. Bisa juga, mungkin dulu juga ada, tetapi karena informasi tidak seterbuka sekarang maka baru sekarang diketahui. Tetapi bisa juga saat ini memang lebih banyak dari dahulu, maklum informasi yang mudah didapat tersebut dapat juga menginspirasi orang lain (yang memang punya kecenderungan negatif) untuk melampiaskan aksinya. Mana yang benar, rasanya perlu penelitian yang serius.

Baca lebih lanjut

masalah dan solusi di Bay Bridge

Memang benar nasehat orang bahwa adanya masalah jika disikapi dengan baik, dapat menjadikan kita semakin berkembang. Tentu itu akan terjadi jika masalah tersebut telah mendapat penyelesaian, jika tidak dan masalah tersebut dibiarkan menumpuk maka kita bisa “mengkeret” ( mengecil, lawan dari berkembang) jadinya.

Pada bidang engineering, juga sama saja. Adanya masalah rekayasa yang dapat disenyelesaikan atau dicari penyelesaiannya secara memuaskan, membuat kita akan semakin pede. Ke depannya tentu akan menjadi semakin baik. Untuk itulah maka penting bagi kita, agar selalu menjaga kesehatan, tidak hanya fisik saja, tetapi juga kemampuan rohani sehingga ketika ada masalah masih tetap mampu bertahan, berjuang dan memikirkan solusinya secara elegan dan berhikmat, untuk akhirnya dapat menemukan jalan keluarnya. Salah satu usaha yang membantu pikiran, dalam rangka mendapatkan jalan keluar bisa saja mulai dari membaca blog ini. He, he, … 😀

Wah pak Wir sekarang sudah jarang menulis ya ?

Nggak juga. Frekuensi menulis bahkan akhir-akhir ini semakin banyak, maklum buku struktur baja in progress khan. Tahu sendiri, menulis itu seperti menyelami dunia dengan banyak pikiran. Maksudku bahwa dalam menulis, khususnya yang berbasis ilmu pengetahuan (makalah ilmiah) maka proses membaca tulisan orang lain adalah mutlak adanya. Dengan banyak membaca dan dapat menuliskannya lagi, pikiran kita bekerja. Dari sana kita bahkan dapat membandingkannya dengan hasil pikiran (tulisan) orang lain. Kita bisa menjadi kritis. Sehingga pada akhirnya akan tahu apa yang sebaiknya ditulis, yaitu memahami yang selaras dengan pikiran-pikiran sebelumnya yang sudah diyakini kebenarannya.

Kebenaran bagaimana pak ?

Ya itu tadi, kalau sedang menulis tentang struktur baja, maka tentunya kebenaran tentang struktur baja itu sendiri.

Eh, lagi asyik-asyik menulis buku (jadi sebenarnya nggak ada minat menulis di blog), tahu-tahu ada kiriman link dari pak Sanny Khow tentang adanya masalah di proyeknya (di California, USA), yang menyangkut tentang struktur baja. Wah peminatan yang sama.Bagus sekali ternyata, bahkan dapat dijadikan contoh kasus bagaimana suatu perkembangan ilmu pengetahuan itu selalu dimulai dari masalah, sebagaimana yang aku ungkap di atas.

Mau tahu ?

Baca lebih lanjut

menulis itu pribadi sifatnya

Dengan telah lahirnya beberapa buku hasil karyaku maka sah-sah saja jika aku menyebut diriku sebagai penulis. Meskipun beberapa tahun yang lalu, pernah ada seorang teman sejawat senior yang sedikit memberi “kuliah” bagaimana menulis itu, bahwa menulis itu harus begini dan begitu :  Nggak seperti ini ! (sambil menunjuk draft tulisan yang aku berikan).

Baca lebih lanjut

struktur kayu, inikah kondisimu ?

Pelan tapi pasti, mata kuliah struktur kayu tidak lagi menjadi mata kuliah favorit di fakultas teknik, khususnya di jurusan-jurusan teknik sipil di Indonesia. Jika di era tahun 90-an saat itu penulis masih menjadi mahasiswa S1, maka mata kuliah struktur kayu diberikan dalam dua tahapan, yaitu Struktur Kayu I dan Struktur Kayu II. Kondisi tersebut tentu dapat dimaklumi karena mata kuliah yang sejenis, yaitu struktur baja dan struktur beton juga diberikan dalam beberapa tahapan yang lebih banyak. Bahkan masyarakat umumnya pada waktu itu punya pendapat bahwa yang disebut material konstruksi untuk struktur adalah material baja, beton dan juga material kayu. Jadi bagi seseorang yang berkeinginan disebut sebagai ahli struktur bangunan maka penguasaan ilmu ke tiga material tersebut adalah suatu kewajiban.

Baca lebih lanjut

memilih karir dan jurusan di perguruan tinggi

Menjadi orang tua yang anaknya sudah kelas 3 SMA seperti saya saat ini, tentu akan merasakan bagaimana dapat menjawab secara bijak pertanyaan anak, tentang rencana setelah lulus sekolah.  Jika SMK tentu sudah jelas, yaitu mendapatkan pekerjaan sesuai bidang yang ditekuninya selama ini. Adapun SMA, yang masih umum sifatnya sebagian besar tentu akan bertanya, perguruan tinggi dan jurusan apa yang harus dimasukinya.

Baca lebih lanjut