label atau status dan harapan yang menyertainya.


Artikelku pada blog ini relatif banyak, dari tahun 2006 sampai sekarang, sudah ada sekitar 830 artikel. Saya kira tidak banyak orang yang mempunyai kebiasaan menulis seperti aku. Maklum, menulis bagiku adalah lebih menarik daripada ngrumpi dengan teman-teman. Meskipun itu kadang juga penting, yaitu untuk mengetahui kabar si anu dan si anu yang lainnya. Dengan jumlah artikel yang begitu banyak, dan konsisten aku tulis tiap minggu atau minimal tiap bulannya, maka blog-ku ini menjadi banyak dikunjungi. Tiap hari tidak kurang dari 500 klik lho. Jadi kalau tujuannya adalah duit, wah pasti lumayan juga ya. Hanya sayang, website yang aku gunakan tipe gratis yang tidak boleh dipasang iklan. Kecuali tentu saja, iklan buku-bukuku saja.😀

Artikel yang aku tulis, adalah tentang hal-hal yang menurutku menarik. Kadang temanya sederhana, tetapi kemudian aku ulas bahwa itu adalah sesuatu yang menarik. Kalau melihat komentar para pembaca, hal-hal yang ternyata membuat itu menarik, itu juga membuat mereka terinspirasi. Jadi caraku memaknai setiap peristiwa, dapat menghibur pembaca.

Dari ratusan artikel di atas, ternyata artikelku kemarin yang membahas tentang akreditasi Jurusan Teknik Sipil, mendapatkan tanggapan luar biasa. Jika biasanya hanya sekitar 500 – 1000 pengunjung, maka kemarin itu langsung melonjak jadi 3000.

statistik

Luar biasa ya. Itu berarti orang Indonesia itu suka tentang pernyataan-pernyaan yang bersifat komparasi oleh lembaga yang dianggap berwenang. Itu pula alasannya, mengapa pada pilkada-pilkada sering ada survey-survey, yang ujung-ujung menyatakan bikin peringkat antara satu peserta dengan peserta lainnya. Akibatnya, orang-orang yang belum tahu menjadi terpengaruh.

Kalau begitu, hasil akreditasi bahwa Jurusan Teknik Sipil UPH masuk dalam peringkat A, juga berpengaruh ya pak ?

Ya tentu saja. Bagi para civitas akademik di jurusan itu sendiri, hal itu dalam satu sisi menimbulkan kelegaan bahwa institusi tempat bekerjanya diakui dan dianggap sudah bekerja pada jalur yang tepat. Pada sisi lain, tentu itu suatu tantangan, apa benar institusi tersebut memang layak diberikan peringkat A. Ini tentu menarik, maklum kalau melihat fasilitas laboratorium pendukung yang ada, jelas kalah jauh dari institusi lain yang juga berperingkat sama, khususnya institusi milik negara. Saya secara jujur mengakui belum selevel.😦

Bagaimana tanggapan universitas terkait keberhasilan proses akreditasi di atas pak Wir ?

Yah tentu senang. Bagaimanapun program studi yang berakreditasi A di UPH hanya program studi ilmu hukum, program studi teknik elektro dan program studi teknik sipil itu sendiri. Bayangkan saja, program studi yang dipunyai UPH khan belasan.

Kadang ada juga kekuatiran akan hasil akreditasi ini. Jangan-jangan pihak universitas berpikir, bahwa dengan kondisi yang ada saja sudah bisa A. Jadi ngapain harus diberikan support lebih banyak lagi. Jika pemikiran ini yang terjadi, maka kedepannya dipastikan akan terjadi kemunduran. Maklum, kalau nanti sampai akreditasi turun (lima tahun ke depan) maka bisa heboh. Jadi sebenarnya hasil akreditasi dengan peringkat A itu adalah suatu tanggung-jawab besar yang harus diperjuangkan. Perlu dukungan infrastruktur sehingga memang secara fisik, tidak kalah dengan institusi lainnya yang juga berperingkat A. Mumpung ada bukti bahwa pengelola jurusan dan staf-stafnya saat ini mendapatkan pengakuan positip dari pemerintah, maka pihak universitas juga mau mendukung secara finansial, mengup-grade dan melengkapi peralatan-perlatan laboratorium yang ada.

Bagi saya sendiri secara pribadi, selaku penanggung jawab laboratorium mekanik terapan sangat berharap banyak, bahwa hasil peringkat A di atas membuat pihak universitas punya kepercayaan untuk bisa mengusahakan mesin UTM untuk pengujian eksperimental. Usulan tentang perlunya mesin UTM dengan kapasitas, sudah lama diberikan jurusan via fakultas ke universitas. Hanya belum tembus-tembus saja sampai hari ini. Saat ini, jurusan hanya memakai mesin UTM milik laboratorium teknik industri yang kapasitas terbatas, hanya 5 ton. Itu berarti hanya material kayu saja yang dapat diuji dengan baik. Itupun ukurannya kecil.😦

Yah begitulah. Mula-mula hanya sekedar label (terakreditasi), lalu terjadi perubahan status (naik dari peringkat B ke peringkat A), akibatnya itu semua menimbulkan harapan. Semoga universitas dapat melihat bahwa program studi teknik sipil, yang telah membuktikan diri tersebut, mendapatkan dukungan lebih lanjut secara finansial. Harapannya agar dapat menjadi unggulan , tidak hanya di tingkat universitas, tetapi juga di luar sana juga. Semoga.

 

 

One thought on “label atau status dan harapan yang menyertainya.

  1. Betul Pak Wir, sebaiknya universitas menaruh perhatian lebih pada prodi unggulan agar bisa lebih unggul dan menonjol. Saya pernah diajari begini; jika bahasa inggris kita nilainya 8 dan matematika nilainya 6, maka sebaiknya kita ambil kursus/les bahasa inggris agar nilainya menjadi 9 atau 10. Dengan begitu kita tidak menjadi orang rata-rata.
    Semoga jurusan teknik sipil di kampus pak Wir jadi lebih maju dan tidak menjadi rata-rata.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s