Kamis 4 Juni 2015 – POLSRI Palembang


Nggak tahu kenapa, teman-teman dosen yang menggeluti ilmu struktur beton kesannya lebih pede presentasi kesana kemari akan ilmunya itu dibanding yang menggeluti ilmu struktur baja. Padahal pengalamanku tentang keduanya, ilmu struktur beton itu relatif mudah. Itu ilmu pertama yang aku kuasai ketika bekerja di PT. W&A Jakarta. Pada jaman tersebut, setahuku semua yang bekerja di kantor konsultan tersebut bisa menguasainya dengan baik. Kondisi berbeda dengan ilmu struktur baja, hanya beberapa saja mau (berani) menangani. Itu sebenarnya yang menimbulkan kegairahanku untuk menggelutinya, dan bertahun-tahun kemudian jadilah bukuku tentangnya. Ini tanggapan pembaca tentang buku yang aku maksud.

Bagaimana tidak, berbicara tentang ilmu struktur baja maka mau tidak mau akan ketemu dengan problem stabilitas, seperti tekuk lokal atau tekuk torsi lateral dan semacamnya.  Padahal fenomena seperti itu tidak bisa terdeteksi dengan mudah, bahkan dengan program SAP2000 sekalipun. Kalau memikirkan struktur baja, pasti mau tidak mau juga akan memikirkan apa itu yang namanya pertambatan lateral atau bracing, atau juga sistem sambungan. Antara model struktur yang dianalisi dan gambar akhir harus konsisten, bahkan dengan strategi erection-nya pula. Intinya, ilmu struktur baja itu relatif lebih kompleks.

Itu yang aku tahu, maklum selain praktisi aku beberapa tahun ini dikenal sebagai dosen yang mengajar struktur baja di Universitas Pelita Harapan. Jadi tahulah tentang materi yang dimaksud.

Herannya, ketika membahas risalah rapat BMPTTSSI (Badan Musyawarah Pendidikan Tinggi Teknik Sipil Seluruh Indonesia) tentang adanya usulan perubahan kurikulum pengajaran. Dapat diketahui bahwa dari usulan yang diberikan bahwa kurikulum untuk struktur beton dianggap lebih berbobot sks-nya dibanding struktur baja. Bagaimana tidak, yang beton (6 sks) dan baja (5 sks). Ini tentu khan mengherankan, maklum BMPTTSSI khan dapat dianggap mewakili mayoritas perguruan tinggi teknik sipil di Indonesia. Kesannya mereka semua melihat bahwa materi pengajaran untuk ilmu struktur baja relatif tidak banyak dibanding beton.  Saya terus terus terang prihatin, itu hanya terjadi karena mereka merasa materinya relatif nggak ada yang bisa diperjuangkan. Maklum SNI baja yang tahun 2002 jelas kalah tebal dibanding SNI beton tahun yang sama, bahkan tahun 2013 telah ada SNI beton yang baru. Baja mana referesinya, yang tahun 2002 pun tidak secara jelas merujuk pada code suatu negara. Hanya memang isinya persis punya AISC, tetapi nggak sama persis. Tanggung, itulah yang menyebabkan para dosen struktur baja kalah pede dengan struktur beton.

Kalau aku sih memang beda, ada atau tidak referensi adalah sama saja. Maklum kalau nggak studi sendiri nggak mantep. Jadi ketika dosen yang lain dengan taat pakai SNI, maka aku sejak awal dulu mengajar pakainya adalah AISC.

Eh nggak ada topan nggak ada badai. Ilmu struktur baja yang aku tekuni, yaitu AISC, ketika mulai aku tuliskan beberapa tahun lalu dan telah jadi buku. Eh, ternyata SNI baja yang baru juga memakai rujukan code yang sama. Itu khan seperti pucuk dicinta, ulam tiba. Kebetulan sekali. Jadi ketika adik-adik mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (POLSRI) Palembang, mengundangku untuk berbicara tentang struktur baja, maka aku tanggapi dengan senang. Bahkan aku tawarkan juga untuk launching buku di sana. Acara yang mereka selenggarakan adalah CIVIL EXPO 2015, adapun waktu yang diberikan adalah hari Kamis 4 Juni 2015 di Aula Gedung Pendidikan POLSRI, Palembang.

Ini brosurnya:

pamflet_polsri

Jadi jika tempo hari bukuku sebelumnya di launching di Yogyakarta (UNY) maka untuk buku baja ini lokasi lauchingnya adalah di kota Palembang (POLSRI). Jadi bagi adik-adik mahasiswa atau juga praktisi teknik sipil yang tertarik mendalami struktur baja dan apa kaitannya dengan SNI baja yang terbaru, maka pada acara tersebut akan mendapatkan jawabannya.

Materi yang akan Bapak presentasikan itu sama ya pak dengan materi bukunya ?

Ah ya nggak persis dong dik. Aku nanti akan bercerita tentang latar belakang mengapa memahami SNI baja yang baru ini penting, karena ternyata banyak hal baru yang kita ini sudah ketinggalan dalam menguasai ilmu struktur baja. Bahkan untuk itu aku menulis makalah khusus dengan judul :

Pentingnya Peraturan Perencanaan (Code/Standard) bagi Perkembangan Pembelajaran Rekayasa dan Mutu Pelaksanaan Konstruksi di Indonesia

Studi Kasus: Menyambut Berlakunya Peraturan SNI Baja terbaru – SNI 1729:2015

Ini kelihatannya sepele, tetapi saya yakin belum ada teman-teman dosen lain yang berani mengambil tema di atas, termasuk yang menyusun SNI baja yang baru sekalipun. Seperti biasa, materi yang aku tulis bukan copy and paste, itu khas Wiryanto yang belum ada bentuk tulis sebelumnya. Meskipun menurut panitia yang akan hadir di acara tersebut adalah mahasiswa tetapi aku merasa materi yang aku sampaikan ini sangat penting bagi dosen struktur baja agar memahami falsafah dibelakang mengapa SNI baja yang baru harus segera dikuasai.

Tentang SNI baja yang baru, yang mengacu AISC (2010) saya sangat yakin sekali masih jarang yang mengadopsinya untuk perkuliahan. Tempo hari ketemu dosen senior dari Bandung, materi tersebut baru diajarkan di level S2. Jadi benar juga kata alumniku, yang mengatakan bahwa ketika dianya mengambil studi lanjut di bidang strukturnya, dia bilang materi struktur bajanya relatif gampang. Maklum itu sudah aku ajarkan di level S1.

Jadi bagi teman-teman peminat struktur baja di kota Palembang dan sekitarnya, jangan abaikan kesempatan tanggal 4 Juni 2015 besok. Materi struktur baja yang aku tulis dan berbobot, mulai aku sebar lho.😀

4 thoughts on “Kamis 4 Juni 2015 – POLSRI Palembang

  1. Pak Wir apakah kita bisa langsung membeli buku pak wir pada saat launching buku tersebut, saya kebetulan ada di palembang, rencana mau beli online. Tetapi kalau bisa beli langsung mungkin saya mau beli langsung disana, syukur-syukur bisa foto bareng bapak hehe

    Suka

    • Penerbit hanya mengirimkan sekitar 20 buah buku Struktur Baja dan 10 buku SAP2000. Maklum, nggak berani berisiko buku diam ditempat. Jadi kalau peminatnya lebih, maka ada risiko tidak kebagian. Kalau anda bisa pesen on-line maka tinggal tunggu, buku akan dikirim via JNE.

      Suka

  2. Salam kenal pak wir.
    Saya juga tertarik dengan konstruksi baja terutama konstruksi baja ringan pak.
    Karena di luar negeri, material ini sudah banyak digunakan bukan hanya sebagai kuda-kuda saja, namun sudah diaplikasikan sebagai kolom, balok, dsb. Harapannya di negara kita juga bisa diaplikasikan hehe. Saya mau nanya pak, saya kesulitan dalam mencari perhitungan bracing pada kuda-kuda baja ringan. Jikalau bapak berkenan, tolong bantu saya ya pak hehe
    Trims pak

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s