testimoni dan sponsor pada bukuku


Kalau dipikir-pikir, cara yang aku kerjakan ini sudah tidak “njawani”. Tidak seperti orang Jawa kerjakan, yang umumnya andhap asor (low profile). Ini tentu berbeda ketika waktu muda dulu, yaitu ketika ada orang yang meminta untuk mengerjakan sesuatu maka seperti orang Jawa pada umumnya akan menjawab “ya akan dicoba, semoga bisa berhasil”. Nggak pernah dengan tegas dan percaya diri akan mengatakan “beres, pasti yang aku kerjakan adalah yang terbaik”. Jadi kasusnya seperti yang biasa teman-teman muslim lakukan dengan menjawab insyaa Allah (jika Allah menghendaki).

Low profile gitu lhah.

Saya secara pribadi juga merasa, yang benar memang harus begitu (masih seperti orang Jawa padaumumnya). Tapi aneh, kalau dalam hal menulis. Jadi berbeda, bahkan sangat berbeda sekali 180 derajat. Pada konteks tersebut, saya berani sekali menyatakan bahwa tulisan yang akan saya tulis nanti adalah yang terbaik untuk topik tersebut. Yakin sekali begitu, padahal tulisan itu sendiri belum selesai.

Bahkan kalau dipikir-pikir, caraku menulis itu sudah seperti penulis pesanan. Artinya jauh hari aku sudah bisa mendefinisikan bahwa apa yang aku tulis ini akan luar biasa hasilnya. Padahal pada waktu menyatakan itu, bisa saja belum ada draft sedikitpun tentang tulisan yang aku maksud. Itu mungkin bisa terjadi karena untuk menulis, tidak perlu melibatkan orang lain. Juga terkait dengan keperluan tulisan itu, misalnya menyiapkan illustrasi, aku dapat dengan mudah menggerakkan tanganku untuk memakai program AutoCAD, itu untuk gambar garis, atau manipulasi foto atau hasil scan dengan Adobe PhotoShop. Jadi dibuku yang aku tulis, tidak ada itu gambar foto atau chart yang buram. Jadi semua illustrasi yang melengkapi buku yang aku tulis selalu perfect.

Itu urusan gambar, bahkan urusan layout, maka aku tentu saja tidak hanyamengandalkan program pengolah kata Microsoft Word. Meskipun kata orang terentu, program tersebut sudah hebat dan canggih untuk membuat suatu buku, tetapi aku sendiri telah melihat bahwa program pengolah layout khusus adalah jelas lebih hebat. Untuk menulis ide, isi pikiran memang pakai Microsoft Word, tetapi kalau untuk cetak maka aku transfer dulu ke program Adobe InDesign. Program layout para editor buku profesional. Dengan program tersebut maka huruf, kalimat dan gambar dapat ditata secara sempurna. Itu semua dapat aku lakukan sendiri dengan sempurna, tanpa campur tangan ahli yang lain.

Itu berarti dalam menulis buku yang aku kerjakan, aku tidak hanya sekedar penulis kreatif atau ahli saja, tetapi sekaligus juga illustrator, dan design layout profesional. Itu pula jika ada orang lain atau tepatnya ahli lain untuk membuat buku dengan kualitas yang seperti aku kerjakan maka tidak sekedar butuh ahli pada satu bidang saja, tetapi juga keduanya, ahli struktur dan sekaligus ahli design grafis. Atau kalau tidak bisa, maka harus melibatkan banyak orang ahli lainnya.

Gembar-gembor bahwa buku struktur baja yang aku tulis ini akan menjadi yang terbaik, telah lama aku lakukan, meskipun bukunya sendiri belum selesai. Itu ternyata perlu sebagai bentuk perintah ke otak bawah sadar, bahwa buku tersebut harus begitu. Pada sisi ini, aku adalah salah satu orang yang percaya, bahwa yang namanya penulis adalah orang yang mampu mengelola otak secara sadar maupun bawah sadar. Tanpa itu, maka materi yang ditulisnya adalah kering dan dapat isinya dapat diduga terlebih dahulu (bukan sesuatu yang membuat surprise).Jadi sebenarnya ketika sedang menulis, aku membuat diriku senang dan bersuka cita, mungkin ada yang bilang ekstasi. Itu biasa aku lakukan malam atau pagi hari, yaitu ketika orang pada tidur. Menurut teori yang aku baca tentang pikiran bawah sadar, cara tersebut akan efektif membuka hubungan antara sadar dan bawah sadar. Jadi ketika aku menulis, kadang-kadang tidak banyak pikir, langsung mengalir saja.

Dengan menghubungkan dengan pikiran bawah sadar maka kadang-kadang aku merasa surprise sendiri ketika membaca tulisan yang aku buat. Kadang-kadang heran, ini emangnya tulisannya Wiryanto. Ha, ha, . . . .  kadang aku merasa kagum sendiri. Jadi tadi yang menulis itu siapa ya.  . . . . . merasa heran dan takjub. Karena sering merasa seperti itu, maka lama-lama aku yakin sekali bahwa yang aku tulis adalah pasti bagus sekali.

Masa pak Wir. Koq muji sendiri sih. Nggak baik tuh.

Nah itu, sisi lain dari diriku mengatakan begitu. Kadang-kadang aku juga merenung, apakah ini suatu bentuk kesombongan atau kepercayaan diri. Mohon maaf jika banyak pembaca merasa bahwa apa yang aku kerjakan adalah yang pertam, tetapi sebenarnya aku tidak merasa ingin seperti itu. Pada satu sisi lain hidupku adalah seorang guru, aku senang mengajar, dan karena merasa menikmati hidup sebagai seorang guru, maka aku berusaha memberi pengajaran yang terbaik yang dapat dilakukan guru kepada muridku. Jadi dalam hal menulis, akupun terbahwa akan hal itu. Aku berusaha membuat materi yang terbaik yang dapat aku kerjakan.

Tentang perasaan seperti itu, bahkan aku merasa pada paroh usia yang aku jalani maka menulis itu adalah apa yang telah Tuhan tentukan dalam hidupku. Jadi setelah sekolah formal terselesaikan semua, setelah semua kehidupan pribadi dan keluarga tercukupi, maka ganti tugasku untuk memberi, yaitu dengan menulis hal-hal yang terbaik bagi komunitasnya. Itulah yang aku jalani sekarang. Mumpung masih ada 10, atau 20, atau 30 tahun kehidupanku.

Nah terkait dengan buku Struktur Baja – Perilaku, Analisis dan Desain – AISC 2010, yang tempo hari sudah aku yakini akan menjadi buku struktur baja berbahasa Indonesia yang terbaik saat ini, maka pelan-pelan mulai terwujud. Saat ini proses kreatif buku tersebut sudah selesai, ada sekitar 740 halaman. Jika tidak ada batasan dari penerbit (dulu diminta sampai 600 halaman agar ongkos kirim murah) tetapi karena aku menuntut kualitas materi yang harus terangkum maka membengkaklah jadi sebanyak itu. Padahal itu baru kuantitas minimum yang harus ada untuk level pembelajaran S1. Saya bilang minimum, karena ada topik tertentu yang tidak masuk pembahasan (tempat nggak cukup), yaitu tentang balok komposit, analisis plastis dan struktur tahan gempa. Itu kalau dituruti bisa-bisa sampai 1000 halaman. Harganya bisa bengkak luar biasa.

Pak Wir, untuk tahu bahwa impian bapak akan buku tersebut sudah terwujud bagaimana. Wong dicetak saja belum ?

Betul sih. Apa yang aku sampaikan adalah dari sisi penulis. Bahwa buku yang telah selesai aku tulis ini telah terwujud, dan aku merasa puas dengan hasilnya. Aku yakin sekali buku ini akan menjadi buku terbaik tentang struktur baja dan akan menggantikan atau tepatnya melengkapi buku-buku struktur baja yang ada. Aku bilang melengkapi, karena isinya tidak sama dengan buku-buku struktur baja yang sudah ada, baik itu karangan Segui, Geschwinder atau lainnya. Ini bukunya Wiryanto Dewobroto.

Untuk mendukung pernyataanku di atas, maka ketika bukuku hampir selesai, aku mengambil kebijakan memilih teman-teman pakar yang aku kenal untuk membaca tulisan yang aku buat dan meminta komentar atau tepatnya testimoni akan buku ini. Memang sih, tidak semua teman yang aku pilih berkesempatan membaca semua. Tapi dari beberapa testimoni yang masuk, maka apa yang aku yakini akan buku tersebut koq rasa-rasa on the right track, sudah sesuai harapannya.

Inilah testimoni yang masuk sampai kemarin, semuanya mewakili institusinya masing-masing dan itu diluar UPH. Jadi benar-benar testimoni mandiri yang mewakili komunitas rekayasa struktur yang ada, baik akademisi maupun praktisi. Ini perinciannya :

testimoni_kecil

Moga-moga finalnya akan ada nambah lagi. Tapi itupun saya yakin sudah luar biasa, bagaimana buku tersebut dapat menggerakkan 6 orang pakar ahli dari 6 institusi berbeda, yang tentu saja secara mandiri dan saling terpisah, tetapi testimoni yang diberikan semuanya senada, yaitu sesuai dengan keyakinanku akan buku tersebut, yaitu menjadi buku Struktur Baja berbahasa Indonesia yang terbaik saat ini.

Tidak itu saja, sudah ada beberapa perusahaan yang memberi kepercayaan besar akan buku tersebut, yang meyakini sekali bahwa buku tersebut akan menjadi buku pustaka ilmiah terbaik sehingga akan disimpan dengan baik oleh para pemiliknya dan mudah diakses kembali untuk dibaca. Nah pada kesempatan tersebut, para sponsor yang memasang portofolio di buku tersebut yakin sekali, bahwa informasi yang tercantum dapat mudah dicari dan disebar untuk menunjukkan apa dan siapa pemberi sponsor buku ini. Nama-nama perusahaan yang berpartisipasi tentunya juga ikut abadi bersama buku ini. Perusahan-perusahaan yang dimaksud adalah :

sponsor

Luar biasa khan. Jadi bagi para pembeli dengan cara pra-order. Saya yakin sekali bahwa apa yang anda pesan ini adalah tidak salah. Karena jumlah buku yang dicetak terbatas, maka pastikan anda mendapatkannya dengan harga ekonomis dengan cara pra-order. Langsung ke http://lumina-press.com.

Note : untuk halaman sampul belakang, ruang untuk sponsor masih terbuka. Silahkan kontak ke http://www.facebook.com/wiryanto

4 thoughts on “testimoni dan sponsor pada bukuku

  1. Sungguh buku yg ditunggu tunggu oleh para praktisi dan akademisi. Baru melihat resensinya via kiriman p. Hendrik. Wah bener bener karya yg kreatif. Saya ingat saat seorang mahasiswi di UNJ jogya berkata ” p. Wir bagaimana sih bisa menjadi penulis hebat spt ini? ” dari buku SAP karya beliau saja diam2 saya pakai untuk tutorial kpd client ttg Light steel. Boleh kan p. Wir?? Maju terus pak. Kalau perlu go international Indonesian Book
    Salam : eddy waluyo murid anda

    Suka

  2. Ping balik: respons pembaca buku Struktur Baja | The works of Wiryanto Dewobroto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s