bocoran makalah di Petra – 4 Juli 2014


Rekayasa Komputer dalam Analisis dan Desain Struktur Baja
Studi Kasus Direct Analysis Method (AISC 2010)[1]
Bagian I :  Latar belakang teori

 Wiryanto Dewobroto
Jurusan Teknik Sipil, Universitas Pelita Harapan

Meskipun draft SNI Baja (Puskim 2011) yang mengacu AISC (2010) belum diresmikan, tetapi minimal dapat diketahui acuan keilmuan struktur baja di Indonesia, yaitu American Code. AISC (2010) sendiri memuat dua metode perencanaan, yaitu [1] Efective Length Method (ELM), cara lama sebagai alternatif; dan [2] Direct Analysis Method (DAM), cara baru berbasis komputer yang diunggulkan. Makalah ini akan mengupas secara mendalam : mengapa DAM dan apa keunggulannya dibanding ELM. Makalah akan dibagi menjadi dua bagian, yaitu : [1]  Latar belakang teori; [2] Contoh aplikasi praktis.

Kata kunci: Direct Analysis Method, Efective Length Method, LRFD

1.       PENDAHULUAN

Perkembangan code atau peraturan perencanaan struktur baja di Indonesia relatif stagnan. Saat ini code yang resmi digunakan adalah SNI 03 – 1729 – 2002, yang mengacu pada AISC code dari Amerika. Padahal sejak 2002 sampai sekarang, AISC code sendiri telah diperbaharui, yaitu versi 2005 dan 2010. Untuk antisipasi, team Puslitbang Pemukiman di Bandung telah membuat draft SNI baja (Puskim 2011), yang disusun sepenuhnya berdasarkan AISC code versi 2010, terbaru. Hanya sayang, meskipun tahun telah berganti, hingga saat ini belum terlihat bahwa draft telah diresmikan penggunaannya.

Belum adanya code baja terbaru yang resmi, tidak bisa dijadikan alasan bagi engineer juga untuk ikut stagnan. Adalah kewajiban engineer untuk terus mengembangkan kompetensinya sehingga dapat ber-kiprah menghasilkan karya rekayasa yang kreatif, inovatif, dapat dipertanggung-jawabkan dan mampu bersaing dengan engineer dari manca negara. Maklum transparasi di era globalisasi ini akan terus mendorong terciptanya pasar terbuka di berbagai bidang, termasuk juga sektor jasa konstruksi.

Terkait dengan pengembangan kompetensi engineer, khususnya di bidang rekayasa konstruksi baja, maka adanya draft SNI baja (Puskim 2011) yang disusun oleh team Puslitbang Pemukiman, Bandung, dapat menjadi petunjuk bahwa kedepannya peraturan perencanaan yang akan digunakan di Indonesia adalah LRFD yang mengacu AISC (2010). Jadi kalau sekarang sudah dapat dimulai penguasaan materi tersebut, maka kedepannya tentu akan lebih siap menghadapi tantangan-tantangan yang timbul.

Materi pada AISC (2010) jika dipelajari ternyata berubah secara mendasar. Jika code sebelumnya (AISC 2005 dan sebelumnya), strategi perencanaannya didasarkan pada prosedur perhitungan yang dapat diselesaikan manual (kalkulator). Kalaupun pakai komputer, hanya ditujukan untuk otomatisasi atau kecepatan hitungan. Memang, cara perencanaan lama, tetap diakui dan dimuat di Appendix 7 (AISC 2010). Tetapi itu hanya ditujukan untuk cara perencanaan alternatif saja. Untuk membedakan dengan cara baru, AISC (2010) memberinya nama Efective Length Method (ELM). Jadi ELM merujuk pada cara perencanaan struktur baja yang dimuat pada AISC (2005) dan versi-versi sebelumnya.

Jika ELM adalah metode alternatif perencanaan struktur baja, maka metode utama yang diunggulkan oleh AISC (2010) adalah Direct Analysis Method (DAM). Suatu cara perencanaan baru pada struktur baja, dimana untuk analisis stabilitasnya mengarah pada cara analisis berbasis komputer. Cara DAM sebenarnya sudah disosialisasikan lama, yaitu sebagai Appendix 7 dari code sebelumnya (AISC 2005).

Terkait itu semua, makalah ini disusun untuk menelaah lebih lanjut cara DAM (AISC 2010), mulai latar belakang teori yang menyebabkannya terpilih, dan keunggulannya dibandingkan cara lama. Dalam kenyataannya, untuk kasus-kasus umum, ke dua cara tersebut (DAM atau ELM) memberikan hasil yang tidak berbeda satu dengan lainnya. Hanya pada kasus khusus maka keunggulan cara DAM (cara yang baru) akan terlihat signifikan dibanding cara ELM (cara yang lama).

. . . .

materi yang lain masih ditulis ya, . . . . nanti di UK Petra akan dibagikan. . . . .  seperti biasa materinya pasti nggak kurang dari 10 halaman, bisa-bisa lebih dua atau tiga kali lipat. Maklum pemakalahnya khan juga sekaligus penulis.😀

 

[1]   Seminar dan Lokakarya Rekayasa Struktur, Jumat 4 Juli 2014, Ruang W 304, Gd. Radius Prawiro, Universitas Kristen Petra, Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya – 60236

5 thoughts on “bocoran makalah di Petra – 4 Juli 2014

  1. Ping balik: Panjang Efektif Kolom | The works of Wiryanto Dewobroto

  2. Ping balik: Direct Analysis Method – AISC (2010) | The works of Wiryanto Dewobroto

  3. Ping balik: wah 2 ya pak, istimewa banget ! | The works of Wiryanto Dewobroto

  4. Ping balik: bangunan ambruk, bagaimana itu ? | The works of Wiryanto Dewobroto

  5. Ping balik: cuplikan dari buku Struktur Baja yang akan terbit | The works of Wiryanto Dewobroto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s