kenangan 2013 dan harapan 2014


Tidak terasa tahun 2014 sudah datang, kepada pembaca diucapkan Happy New Year. Semoga menjadi tahun yang membawa berkah, dan kita selalu mendapat bimbingan serta perlindungan dari Tuhan Allah yang Maha Esa. Amin.

O ya, jangan lupa pula mendoakan semoga dalam penyelenggaraan pesta demokrasi di bulan April nanti, negeri ini tetap dalam kondisi damai, aman dan sejahtera. Maklum, orang-orang awam di bidang politik seperti saya ini, ketika ada pesta seperti itu tentunya tidak ada keuntungan langsung yang diperoleh. Adanya sekedar harapan, tetapi apakah itu akan terwujud atau tidak, Wallahu a’lam. ** pesimis mode on melihat sepak terjang politikus kita saat ini (kecuali bapak Jokowi tentunya)**

Sebelum melangkah pada harapan di tahun 2014 ini. Ada baiknya saya perlu mendata balik terlebih dahulu, apa-apa yang telah dikerjakan di tahun 2013 kemarin. Apa ya,  . . . yang jelas tugas mengajar di Jurusan Teknik Sipil di Universitas Pelita Harapan, Lippo Karawaci, tetap dapat berlangsung secara baik. Tetapi ketika memeriksa surat-surat tugas mengajar yang ada, ternyata ada satu mata kuliah yang tidak aku berikan di tahun 2013 tersebut, yaitu Pemrograman Komputer (2 sks). Jadi sudah ada satu tahun aku tidak mengajarkan bahasa pemrograman Visual Basic. Pantas ada yang kurang rasanya.

Aneh juga ya, . . .  padahal tidak ada dosen baru pengganti. Artinya, aku khan harus tetap mengajar pada mata kuliah tersebut. Jadi kenapa sampai tidak mengajar di tahun 2013 itu ya. Setelah dicari tahu alasannya, ternyata itu terjadi karena di UPH tahun 2013 kemarin, baru saja terjadi kebijakan kurikulum baru, yang disebut “semester akselerasi“. Jadi jika umumnya satu tahun dibagi dalam dua term perkuliahan (disebut semester) dan di tengah-tengahnya kita kenal juga semester tambahan yang disebut sebagai semester pendek. Adapun yang namanya “semester akselerasi”, maka dalam satu tahun perkuliahan akan ada tiga term perkuliahan, lebih padat. Menurut bapak Rektor UPH dalam pidato sambutan mengawali kebaktian pertama di tahun 2014 pagi ini, disebutnya itu sebagai yang pertama di Indonesia. Wah hebat juga ya.😀

Sebagai gambaran untuk satu term perkuliahan, jika sistem lama adalah 16x pertemuan maka sekarang hanya tinggal 14x pertemuan. Meskipun lebih sedikit jumlah pertemuannya tetapi lama waktunya bahkan bertambah. Jika yang lama untuk 1 sks adalah 50 menit maka sekarang 1 sks adalah 65 menit. Dengan sistem tersebut maka jika ditinjau dari sisi pertemuan maka tidak berkurang, bahkan bertambah. Lihat saja, jika dulu untuk 1 sks per term semester adalah 50 x 16 = 800 menit (100%), sistem baru akan menjadi 65 x 14 = 910 menit (114%). Jadi dari sisi pekerjaan dosen menjadi bertambah, sedangkan dari sisi mahasiswa (yang membayar) tentunya harus senang dong karena mendapat “servis” lebih banyak. (!?).

Menarik juga ya . . .  meskipun tentu perlu dipikirkan juga daya tangkap dari sisi mahasiswanya. Maklum sisi persiapan dan belajar mahasiswa di luar waktu pertemuan khan juga perlu diperhitungkan. Dampaknya maka mahasiswa harus bekerja keras untuk mencerna materi perkuliahan dalam waktu yang lebih pendek. Itulah yang aku maksud dengan lebih padat. (!) Jadi teorinya, bagi mahasiswa yang mampu (pintar membagi waktu) maka tentu dalam lulus sarjana lebih cepat. Bagi yang tidak mampu, wah itu memang masalah.

Dalam mensikapi waktu perkuliahan yang lebih padat tersebut tentu perlu strategi baru. Maklum, jika dahulu aku mengajar dua sesi kuliah sekaligus dalam satu hari, tidak berdampak sesuatu yang khusus, maka pada term yang baru ini : sangat terasa sekali capeknya.😦

Yah, . . . semoga kebijakan baru yang diambil oleh UPH ini, yaitu “semester akselerasi” ini memang betul dapat menjadi suatu keunggulan, dan bukan sebaliknya. Maklum, kata bapak Rektor : itu khan yang pertama di Indonesia.

Semoga pak Wir. Dosen itu kerja utamanya mengajar ya pak. Materinya tentu sama setiap tahun, yang beda khan hanya muridnya, yang selalu berganti. Bisa-bisa menjadi kegiatan yang rutin gitu. Apa itu berarti pekerjaan dosen itu monoton ya pak ?

Memang bisa terlihat seperti itu dik. Mengajar memang menjadi kegiatan rutin. Tetapi hal itu khan biasa, seperti halnya asap dapur yang memang perlu mengepul secara rutin juga.😀

Eit bercanda, jangan salah menjadi dosen juga bisa menjanjikan punya kegiatan yang tidak rutin. Itulah yang menurutku seru dan menariknya menjadi dosen. Bisa ketemu banyak hal-hal yang tak terduga,  yang tidak bersifat materi (uang) tentunya. Menurutku, nggak gampang lho hal itu dijumpai pada pegawai biasa lainnya, maklum menjadi dosen di sini tentunya yang golongan pegawai bukan level pimpinan maksudku. Seorang pimpinan khan memang perlu bertemu atau dapat menciptakan hal-hal atau kegiatan yang tidak rutin.

Apa itu pak Wir ?

Itu tadi, bentuk kegiatan yang tidak rutin. Untuk memberi gambaran tentang apa yang aku maksud tersebut, ada baiknya melihat daftar kegiatanku di tahun 2013 kemarin yang termasuk dalam kegiatan tidak rutin tersebut. Kegiatan yang aku tampilkan tentunya yang didukung oleh adanya surat tugas pimpinan UPH, yang menunjukkan bahwa kegiatan tidak rutin tersebut merupakan kegiatan resmi dosen (bukan objekan maksudku). Inilah daftar kegiatannya:

  • 5 Feb 2013 undangan peserta diskusi di Balitbang-Jembatan, Bandung.
  • 18 Feb – 18 April 2013 : penelitian tentang kayu dan bambu bersama mahasiswa.
  • 8 Mei 2013 undangan peserta diskusi di Balitbang-Jembatan, Bandung.
  • 12 Juni 2013 menghadiri Pengukuhan Guru Besar di ITS, Surabaya.
  • 26 Juni 2013 undangan sebagai peserta “Focus Group Discussion : Perancangan detailing konstruksi dan evaluasi struktur terhadap beban fatig”, di Balitbang-Jembatan, Bandung.
  • 29 Juli 2013 undangan sebagai peserta “Focus Group Discussion : Kajian Teknologi Perencanaan dan Pelaksanaan Bangunan Lepas Pantai”, di Balitbang-Jembatan, Bandung.
  • 20 – 22 Agustus 2013 menghadiri Konferensi HAKI – Cecar 6 di Hotel Borobudur, Jakarta.
  • 26 Agustus 2013 undangan sebagai pembicara di “Focus Group Discussion”: Kajian teknologi analisa struktur dalam perancangan dan evaluasi struktur jembatan, di Bandung.
  • 23 – 26 Okt. 2013 menjadi pemakalah di Seminar Nasional Konteks 7, di UNS, Surakarta.
  • 10 Nov 2013 undangan sebagai invited speaker seminar nasional bertema “Strategi Perancangan Bangunan Tinggi Tahan Gempa”, di Universitas Negeri Yogyakarta. Ini kenangan yang aku dapatkan di sana.
  • 15 Nov 2013 undangan sebagai narasumber pada Diskusi Teknik di Hotel Puri Katulistiwa, Bandung.
  • 19 Nov 2013 undangan diskusi di Balitbang-Jembatan, Bandung.
  • 28 Nov – 1 Des 2013 undangan sebagai juri nasional di acara KJI-KBGI, di Universitas Brawijaya, Malang. Ini ada sedikit cerita dariku.

O ya, surat tugas untuk kegiatan di atas diperlukan selain untuk menunjukkan bahwa itu kegiatan resmi dosen selain mengajar di kelas. Apalagi saya termasuk dosen yang telah mendapat sertifikasi dari pemerintah sehingga keberadaan surat tugas itu diperlukan untuk pelaporan ke Dikti (via kopertis) sebagai bentuk pertanggung-jawaban kinerja dosen, khususnya dari unsur penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Itu perlu karena dosen tidak seperti guru yang memang tugas utamanya adalah mengajar, adapun dosen selain mengajar maka perlu juga penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Ketiga unsur tersebut disebut sebagai Tridharma Perguruan Tinggi.

Apa menariknya kegiatan di atas pak, bikin capai !

Nggak menarik ya. Memang sih, paling enak memang santai, ongkang-ongkang kaki saja. Tapi tunggu, coba perhatikan kegiatan diatas yang ditandai dengan “undangan”. Itu istimewa lho, maklum pulangnya ada “amplop”.😀

Jika mengenang tahun lalu, maka ada satu kegiatan yang miss atau terlewat diikuti, yaitu berpartisipasi pada seminar EACEF 2013 di Singapore. Acara itu terlewati karena harus mempersiapkan peluncuran buku SAP2000 di bulan April 2013 lalu. Semoga hal-hal seperti ini di masa-masa mendatang tidak terjadi lagi.😦

Peluncuran buku SAP2000-nya koq membebani sekali sih pak, sampai-sampai tidak jadi ke Singapore. Apa sih istimewanya.

O, yang istimewa tidak hanya bukunya saja lho, tetapi juga proses penerbitannya. Jika buku-buku saya yang dulu, penerbitnya adalah PT. Elexmedia Komputindo. Adapun buku SAP2000 versi 2013 yang baru, penerbitnya juga baru. Hebatnya lagi, penerbit itu ada karena buku itu. Tepatnya, ada seorang pengusaha yang berlatar belakang pendidikan rekayasa, yang mengenal dan percaya akan idealismeku selama ini, mau meluangkan waktunya untuk secara suka rela terjun dan membantu dalam segi bisnisnya, yaitu menerbitkan karya-karya tulisku. Itulah mengapa LUMINA-Press ada. Karena kerja kerasnyalah maka dukungan finansial (sponsor) terhadap penerbitan bukuku juga berdatangan. Ada sekitar 15 (lima belas) yang berkenan menjadi sponsor mewujudkan buku tersebut, yaitu :

  1. Hadi & Associates
  2. PT. Agung Utama Persada
  3. PT. Fyfe Fibrwrap Indonesia
  4. PT. Meindhardt Indonesia
  5. PT. Ostenco Promitra Jaya
  6. PT. Perkasa Carista Estetika
  7. PT. Pola Agung Consulting
  8. PT. Pratama Daya CM.
  9. PT. Rekatama Konstruksindo –  Structural Consultant
  10. PT. Saka Baja Mulia
  11. PT. Sinergi Pandu Dinamika
  12. PT. Stadin Strukturindo Konsultan
  13. PT. Tarumanegara Bumiyasa
  14. PT. Tigenco Graha Persada
  15. PT. Wiratman & Associates

Untuk itu, aku secara khusus ingin mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi mereka sehingga ide-ide pikiranku dapat terwujud secara fisik dalam bentuk buku dan diketahui (dapat dibaca) oleh orang banyak. O ya, sampai saat ini melalui website penerbit LUMINA Press, buku SAP2000 versi baru sudah terjual lebih dari 1/2 juta eksemplar secara online. Bayangkan, itu semua bisa terwujud hanya berdasarkan modal kepercayaan. Semoga strategi yang sama bisa mewujudkan bukuku yang berikutnya.

Tahun 2013 kelihatannya tahun istimewa bagiku, karena ternyata selain buku SAP di atas, maka satu tulisanku termuat dalam bab ke-21 dari Handbook of International Bridge Engineering, Edited by Wai-Fah Chen dan Lian Duan yang diterbitkan oleh CRC Press, USA. Meskipun tulisanku hanya dalam bentuk bab, sekitar 100 halaman, tetapi karena bab-bab pada buku tersebut mewakili jembatan-jembatan di suatu negara maka tentu sangat membanggakan karena negara kita, Indonesia tercantum di dalamnya. Pastilah bahwa buku tersebut akan menjadi kebanggaan bagi nama-nama negara yang tercantum.

Inilah penampakan sampul buku-buku dimana namaku disebut .

buku-wiryanto-terbit-2013Itulah sedikit gambaran dari bagaimana rasa syukurku dalam menerima banyak berkat di tahun 2013, kedepannya, yaitu tahun 2014 ini harapannya tentu akan lebih baik lagi. Semoga Tuhan Allah Bapa di Surga berkenan akan harapanku tersebut. Amin.

One thought on “kenangan 2013 dan harapan 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s