presentasi


Memang benar, pada pendidikan sarjana teknik sipil, tidak ada mata kuliah yang secara khusus mempersiapkan mahasiswanya mahir presentasi. Seakan-akan itu dianggap sebagai suatu ketrampilan bawaan mahasiswa.

Kondisinya kelihatannya berbeda dibanding pendidikan di arsitektur. Strategi melakukan presentasi yang baik merupakan salah satu aspek yang harus dikuasai, maklum kebanyakan ujiannya khan lesan menampilkan karyanya yang kebanyakan berupa gambar dan maket, bukan hitungan komputer.๐Ÿ˜€

Padahal yang namanya kemampuan presentasi, tidak sekedar agar dapat tampil atau menyampaikan informasi, tetapi dapat meyakinkan pendengarnya adalah suatu ketrampilan komunikasi yang penting dan sangat menunjang karir seseorang.

Jika anda masih berstatus mahasiswa dan merasa belum bisa atau tidak pede melakukan presentasi di depan orang banyak. Jangan takut, banyak yang merasakan demikian. Saya dulu ketika baru lulus, rasanya juga takut lho kalau harus melakukan presentasi. Jadi kalaupun melakukannya, itu karena tidak ada pilihan lain. Jadi pelaksanaannya terasa sekali kalau di bawah tekanan, . . . keringat pada berjatuhan.๐Ÿ˜€

Koq bisa pak ?

Yah, maklum dik. Saya ini dahulu khan pada dasarnya introvet, tidak suka tampil, nggak bisa ngomong. Jadi kalau maju di depan umum, bahkan sudah sampai punya anakpun, rasanya gamang.

Dengan modal seperti itu, maka yang namanya presentasi tentu tidak bisa optimal, hanya sekedar saja. Yakin deh, pasti tidak menarik.๐Ÿ˜ฆ

Rasa percaya diri memang penting, tetapi menurutku yang paling penting adalah persiapan yang baik. Nggak seperti tempo hari ada seorang engineer yang mempresentasikan hasil kerjanya hanya mengandalkan membuka program gambar dan program analisa struktur di depan peserta presentasi. Presentasi apaan itu, gambarnya saja tidak jelas, antara apa yang diomongkan dengan yang tersorot di layar Infocus.

Kalau kondisinya seperti itu, bagaimana bisa meyakinkan pendengarnya. Mungkin pikirnya, ketika ada engineer lain, team presentasi itu memaparkan bahwa engineer yang presentasi itu lulusan dari luar negeri, lalu emangnya percaya saja. Bahkan ketika bolak-balik membuka nutup program analisa struktur dan mencoba me-RUN-nya di depan pendengar, maka rasanya konyol sekali.

Jadi persiapan di dalam melakukan presentasi adalah sangat penting. Presentasi yang baik, menurut saya harus dipersiapkan skenarionya. Untunglah aku suka menulis, hampir semua presentasi yang aku buat selalu dimulai dari pembuatan makalah. Jadi sangat jarang aku presentasi dan hasilnya hanya berupa slide Powerpoint, pasti ada makalah lain yang menyertainya.

Adanya makalah dulu dan setelah itu baru membuat presentasi adalah trik dan caraku untuk mengatasi ketidak-mampuanku dulu tampil di depan peserta. Nggak tahu, apakah itu efektif atau tidak, tetapi yang jelas sudah puluhan kali aku lakukan dan selama ini lancar-lancar saja. Banyaknya permintaan dari luar untuk tampil presentasi, saya harapkan sebagai bentuk bahwa presentasi yang aku sampaikan berhasil. Semoga.

Adanya pembuatan makalah, secara tidak sadar juga suatu proses untuk memahami betul, apa-apa yang akan kita presentasikan. Jadi tidak diperlukan hapalan khusus seperti yang biasa dilakukan anak-anak sekolah. Dengan menulis, maka materinya melekat bahkan bisa juga menambahkan informasi lain yang terkait ketika ditanya hal-hal berbeda tetapi yang berhubungan.

Konsep pembelajaran presentasi seperti di atas, sadar atau tidak sadar telah dilakukan mahasiswa bimbinganku, khusus ketika mereka mengambil mata kuliah “Kerja Praktek” yang menjadi tanggung jawabku. Ini merupakan usahaku, agar lulusan di Jurusan Teknik Sipil UPH mempunyai skill, yang tentu saja agar lebih baik dibanding engineer yang baru diceritakan di atas.

Jadi intinya, kalau mempelajari pengetahuan yang memerlukan skill atau ketrampilan maka faktor praktek dan keteladanan adalah sangat penting. Jadi mengajar atau menulis tentang pengetahuan presentasi tetapi tidak bisa atau jarang melakukan presentasi maka tentu saja itu perlu dihindari.

One thought on “presentasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s