logika yg nggak logis = penipuan


Membaca berita-berita yang beredar saat ini kelihatannya harus disikapi hati-hati. Jika tidak, maka apa yang diharapkan pasti tidak akan kesampaian dan hanya kecewa akibatnya.

Berita yang aku maksud adalah tentang mobil murah

Apa yang akan anda bayangkan dengan kata-kata “murah“. Pasti itu terkait dengan harapan masyarakat banyak untuk segera dapat punya mobil sendiri, tidak kehujanan, tentunya dengan biaya operasi yang murah. Kriterianya tentu tidak berbeda jauh dari biaya operasional memakai motor roda dua. Kalaupun ada peningkatan, tentunya itu harus sebanding dengan keuntungan tidak akan basah ketika kehujanan.

Adanya cara pikir seperti itu, maka secara logika dapat dibayangkan bahwa untuk operasionalnya pastilah akan dicari bbm yang paling murah. Maklum konotasi mobil murah khan untuk membantu masyarakat menengah ke bawah agar dapat bermobil (punya mobil pribadi).

Jadi ketika membaca berita berikut:

Pemerintah Siapkan Sanksi Bagi Pengguna Mobil Murah yang Pakai BBM Subsidi
Rista Rama Dhany – detikfinance – Rabu, 18/09/2013 14:07 WIB

Ternyata mobil murah tersebut tidak boleh pakai bbm subsidi, yang nota bene adalah bbm yang paling murah. Apa maksudnya ini.

Jadi apa tujuan diadakannya kebijakan mobil murah, membantu masyarakat atau sekedar trik marketing, sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Ahok. Jika seperti itu, saya yakin akan banyak masyarakat akan ketipu, bisa beli tetapi tidak kuat mengoperasikannya. Jadi alih-alih dipakai untuk membantu transportasinya, maka bisa-bisa hanya teronggok digarasi (iya kalau rumahnya punya garasi).

Ujung-ujungnya, kalau harus pakai BBM non subsidi maka yang beli hanya kalangan atas, jika demikian benar juga kata Jokowi. Kebijakan mobil murah hanya akan menambah kemacetan lalu-lintas saja.

Dari itu tentu saja dapat disimpulkan bahwa kebijakan mobil murah kali ini, kelihatannya akan jadi blunder.  . . . . . . .

Jadi nggak sabar menunggu tahun 2014.😀

** up-dated 28 September 2013 **

8 thoughts on “logika yg nggak logis = penipuan

  1. Mobil murah tentu lebih bagus dibanding mobil mahal asal tidak murahan dan bermutu, dari sisi fungsi dan kinerjanya. Namun tentu saja yang murah tidak boleh menggunakan bahan bakar subsidi BBM. Semurah apapun sebuah mobil, bagi masyarakat umum tetap mahal. Mobil murah tetap relatif “mahal.”
    Mobil murah tidak akan menambah kemacetan lalu-lintas. Kebijakan pemerintah untuk kepemilikan mobil lah yang menyebabkan kemacetan. Jika umur pakai mobil dibatasi, misalnya 3-5 tahun untuk mobil pribadi dan 10 tahun untuk angkutan umum tentu orang pikir-pikir dulu untuk beli mobil. Jika fasilitas angkutan umum memadai, tentu orang tidak enggan memanfaatkannya. Fakta menunjukkan bahwa meski harga mobil mahal, orang-orang pada ngantri untuk beli model baru. Faktanya kemacetan dimana-mana.
    Ide mobil murah jangan dijegal untuk keperluan produsen mobil mahal yang ketakutan pasarnya diambil. Naikkan saja pajak mobil sebesar-besarnya, batasi usia kendaraan, larang mahasiswa (usia di bawah 25) menggunakan mobil, tentu akan mengurangi kemacetan dan mengurangi konsumsi bahan bakar yang semakin menyusut. Menurut pendapat saya yang awam, demikian lah yang logis, belum tentu hal seperti itu sebagai penipuan.
    Salaam buat semua

    Suka

    • Menanggapi orang semacam pak Dadang, rasanya sederhana saja. Saya akan mengutip pernyataannya yang paling depan, yaitu :

      Mobil murah tentu lebih bagus dibanding mobil mahal asal tidak murahan dan bermutu, dari sisi fungsi dan kinerjanya.

      Selanjutnya, jika itu ada perusahaan yang dapat merealisasikannya, maka saya yakin akan mengalahkan perusahaan otomobil ternama yang sudah ada. Itu khan jargon umum yang selalu diusahakan oleh para pengusaha tersebut.

      Memang betul, di Indonesia komponen biaya yang paling mahal khan dari pajak dan pernik-perniknya (peraturan pemerintah). Jadi adanya kampanye mobil murah jika mau jujur hanya strategi pengusahan agar “pajak dan lain-lain” mendapatkan perkecualian. Jadi benar seperti kata Ahok, hanya strategi marketing saja.

      Suka

  2. Yang pasti mobil murah akan tetap terasa mahal dengan peraturan harus menggunakan BBM Non Subsidi. Gak habis pikir ada apa dengan program mobil murah ini ? Disaat Jokowi memeras otak guna menciptakan Jakarta Bebas Macet, muncul ide mobil murah ini. Saya yakin Jokowi tidak asal berkomentar. Tentunya imbas dari program mobil mewah ini akan lebih menambah kemacetan terutama di kota-kota besar, seperti Jakarta. Tapi dengan catatan itupun kalau mobil murah tsb bisa laku dipasaran !

    Suka

    • Ya ibu. Tanggapan pak Jokowi, bahwa bukan “mobil murah” yang dibutuhakan masyarakat tetapi kebijakan “transportasi murah” sebenarnya yang diperlukan. Menunjukkan bagaimana pahamamnya beliau dengan kebutuhan “rakyat”. Saya nggak tahu, rasa-rasanya yang dipihak pemerintah saat ini semuanya terasa nggak pas.

      Suka

  3. ini nich pemerintah kok aneh ya? emang rakyat menengah ke bawah makan dan tidur di mobil? buat dong kebijakan gimana caranya agar harga bahan pokok, dan 4 sehat 5 sempurna bisa murah dan kejangkau sama rakyat menengah kebawah. Mungkin Tuhan cuma geleng2 kepala liat ulah pejabat2 indonesia ……ckckck

    Suka

  4. Keputusan Pemerintah Pusat tentang kebijakan mobil murah dalam PP Nomor 31 Tahun 2013, akan memperkeruh kemacetan di kota-kota besar. Low Cost Green Car (LCGC) atau Mobil Murah Ramah Lingkungan ditakutkan akan menjadi incaran konsumen, yang menyebabkan jalanan semakin macet. Hal ini tentu bertentangan dengan program untuk mengurangi kemacetan yang ada. Jika dibandingkan lagi dengan kondisi jalan yang ada, hal ini sangat timpang. Kondisi jalanan yang seadanya, dengan tatanan gedung-gedung tinggi harus menampung mobil sebanyak itu. Apalagi jika ditambah dengan adanya kebijakan mobil murah. Tentu akan menyebabkan kemacetan yang semakin parah lagi. Seharusnya pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan mobil murah, melainkan mendorong transportasi umum yang ramah dan layak. Siap2 semakin menjadi lautan kendaraan deh di tahun 2014.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s