oi warna o warna, yang mana ya warnanya


Engineering design dan graphic design ternyata ada kesamaannya, yaitu sama-sama dapat dinikmati. Yah, mungkin seperti kalau anakku lupa waktu kalau sedang bermain Playstation. Jadi melakukan design itu ibarat seperti bermain game bagi seorang engineer:)

Coba bayangkan, mengubah-ubah warna saja, situasi jadi berbeda. Apakah warnanya RGB atau CMYK ternyata dampaknya bisa lain. Jika dari RGB terlihat bagus, tetapi ketika dipindah ke CMYK warnanya berubah.

Juga tahu, kalau outputnya adalah alat cetak, maka yang dipilih adalah warna CMYK. Nah dengan sedikit pengetahuan tentang itu, maka pilihan warna-warna yang ada aku aplikasikan pada desain sampul buku SAP2000.

Warna yang aku pilih adalah warna yang relatif gelap. Awalnya sih sudah mantap pakai warna hitam. Meskipun demikian, jika dapat digunakan selain warna tersebut (hitam) maka tentunya akan lebih menarik perhatian. Untuk itu aku pilih warna merah, yang pertama relatif terang dibanding warna merah berikutnya (yang sedikit agak gelap).

Warna biru juga menarik. Secara umum terlihat bahwa dengan memberi warna akan terlihat lebih dinamis. Menurut anda, warna sampul apa yang sebaiknya ditindak-lanjuti.

sampul-buku-merah_

sampul-buku-biru_

sampul-buku-merah_2_

sampul-buku_hitam_

37 thoughts on “oi warna o warna, yang mana ya warnanya

    • Iya dik, maunya sih secepatnya. Ini lagi menunggu satu testimoni seorang pakar dari daerah jawa timur. Sampai saat ini, direncanakan ada 4 (empat) testimoni yang dipasang pada sampul belakang buku.

      Jadi ketika melihat sampul depan (judul dan nama pengarang) dan kemudian sampul belakang (penjelasan buku dan testimoni pendek berdasarkan komentar-komentar pakar yang telah sempat mengintip isi buku), maka mantap untuk langsung membeli. Yah, jangan sampai dianggap beli kucing dalam karung.😀

      Suka

  1. kalau warna kayaknya hitam dan biru oke pak WIr, tapi peluncuran bukunya kapan? dan apakah langsung disebar keseluruh indonesia (sumatera-palembang), jadi pingin baca nih pak wir

    Suka

  2. ow.. jadi isi buku kira kira sudah di cetak kalau begitu.. dan tinggal menunggu 1 testimoni dari para expert kemudian ditambahkan ke cover, begitukah?..

    kalau seperti ini jelas expert dan perfect bukunya..

    ok pak, minta diinfokan juga teknis pemesanan via online atau dari pihak lumina press bgmn, untuk jaga jaga kalau kalau di kota kecil g ada barang..🙂

    Suka

    • Cetak belum. Hari ini, testimoni pakar dari Jawa timur, sudah masuk. Sudah lengkap, sebenarnya kalau mau masih banyak teman-teman yang pakar, bisa diminta untuk mereview, tapi maklum halaman belakang buku sudah penuh. Jadi ya sudah, cukup empat pakar saja yang akan ditampilkan, 2 dari Bandung, 1 dari Surabaya dan 1 dari Australia. Saya kira, pendapat ke empat beliau tersebut sudah dapat mewakili keinginan pembaca. Maksudnya, tidak membuat pembaca akan kecewa jika membeli buku tersebut.

      Saat ini yang sedang dikerjakan, adalah setting layout dari para sponsor. Maklum jangan sekedar seperti pasang iklan di surat kabar, harus diupayakan memberi tampilan yang artistik juga.

      Yah pokoknya, mendesain buku ini betul-betul dinikmati, seperti seorang seniman yang sedang asyik menyelesaikan karyanya. Jadi kalau nanti jadi masterpiece, yah dapat dimaklumilah. Memang begitu pengerjaannya, dinikmati sekali.😀

      Suka

    • wah ya oke-oke saja. Hubungi pihak penerbitnya, beliau pasti senang. Ada koq di threat sebelumnya alamatnya. Kalau nggak salah, sebentar lagi situsnya akan launching.

      Suka

  3. Sukses Pa Wir !

    Warna BIRU lebih gampang dicari kalo terselip di lemari buku pa Wir..

    Semoga menjadi buku acuan yang sifatnya “mengkoreksi” dan melengkapi semua buku2 yang sejenis yang ada di Indonesia.

    Syallom..

    Donny B Tampubolon

    Suka

    • Yah Mario, semua warna memang baik adanya, dan sifatnya subyektif. Meskipun demikian, penulis dan penerbit harus memilih, untuk itu dipilih warna yang relatif netral sifatnya, yaitu HITAM, persis seperti pilihanmu. Nanti pada beli ya. Salam.

      Suka

  4. Kenapa gak ada warna Merah Putih pak yaa. Merah warna cover depan, putih cover belakangnya. Ataupun dipadu seciamik mungkin,..

    Ahh, gak cinta tanah air pak wir ni😀
    Hahahaha😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s