NEW – AISC code 2010


Pembelajaran struktur baja di UPH yang aku kelola mengacu pada code Amerika, yaitu AISC. Harapannya sih agar materi yang diberikan kepada mahasiswa-mahasiswa selalu up-dated dengan kemajuan jaman.

Keputusan yang diambil ternyata betul, jika dulu mengacu pada SNI 03 – 1729 – 2002, yaitu peraturan baja Indonesia setebal 215 halaman, maka jelas materinya pasti akan ketinggalan. Bayangkan saja, peraturan SNI kita tersebut telah disalib oleh AISC pada tahun 2005 dengan mengeluarkan code ANSI/AISC 360-05  setebal 519 halaman. Sejak itu belum ada terlihat usaha kita untuk mengejar ketinggalan yang ada. Eh ternyata tahun 2010 ini telah keluar code yang baru lagi yaitu ANSI/AISC 360-10 setebal 612 halaman.

Ini tampilan mukanya:

Sudah punya atau belum, jika belum langsung saja down-load di sini. Jangan sampai ketinggalan. Mumpung GRATIS.

29 thoughts on “NEW – AISC code 2010

  1. maklum saja pak, ini negara indonesia.. engineernya mendesign berdasarkan pengalaman dan dengan data data dari bangunan yang telah terbangun . Kalo kita membuat perhitungan designnya , maka akan keliatan sombong di mata engineer lain. sebagai contoh dalam mendesain ruko… jumlah dan dimensi tulangannya kan gitu gitu saja, tak berubah..

    Suka

  2. artikel yang sangat berguna sekali… artikel tersebut untuk pembelajaran para insinyur-insinyur kita. Silahkan berkung ke blogs yang saya miliki, berikan kritik dan komentar yang membangun. Terima kasih

    Suka

  3. @ Pak Wir : Thanks atas sharing AISC nya, smoga berguna untuk kita semua🙂
    @ Tan : Bukankah pengalaman guru yang terbaik😉.. Sebaiknya dalam mendesain minimal rumah tinggal apalagi ruko harus ada dasar perhitungan dlam menentukan dimensi n penulangan tiap elemen struktur. Tidak juga sombong bukankah memang bgitu prosedur sebenarnya. Tidak apa2 dalam persyaratan imb kita menggunakan analisa mektek dengan coret2an tangan u mendapat desain ultimit yg baik n benar. Salam kenal

    Suka

    • Masih bagus koq, baru saja saya check. Hasilnya file pdf-nya langsung nongol, karena 612 halaman jadi agak perlu waktu. Jaringannya anda kali, saya pakai broad-band Fastnet. Jadi ya lancar-lancar saya.

      Suka

  4. pak, hanya sekedar info ajah, itu link downloadnya tidak bisa di buka di google chrome, bisanya di mozilla firefox, saya belum coba yang lain pak..

    Suka

    • Pertanyaan bagus, silahkan baca Chapter C tentang perhitungan stabilitas. Pada versi 2010 ini telah digunakan metode Direct Analysis, sehingga faktor K, juga P-D dan P-d sepenuhnya memakai komputer. Sedangkan cara lama yang pakai faktor K dan pendekatan second-order-effect dipindahkan ke metode Alternatif. Jadi itu khan perubahan yang sangat signifikan, dan saya kira belum cocok kalau langsung diterapkan. Maklum kita aja dengan yang versi 2005 belum ok khan.

      Suka

  5. Oh. analisis orde keduanya toh yang beda. Lagian ribet juga pak kalau analisisnya manual hehehe. Mau nanya pak kalo di sambungan las itu “cek prying action” itu buat apa sih pak? bahasa Indonesia nya apa ya? Terus mau nanya lagi pak, kalo struktur portal menggunakan pengaku itu pada ujung2 pengakunya pasti nggak ada momen ya pak? Berarti joinnya di asumsi sendi kan? Kalo join2nya gak ada momen, apa benar perancangan sambungan berdasarkan gaya aksial batang-batangnya saja? Terus, kalo tinjauan hanya pada gaya aksial, berarti perhitungan 2 dimensi dan 3 dimensi sama aja kan pak?

    Suka

  6. Pak, saya ingin tanya mengenai column base plate. Setahu saya kalau column base plate itu berfungsi sebagai alas dari kolom tempat berpijak pada tumpuan atau pondasi beton. Yang saya ingin tnyakan untuk perencanaan nya kita perlu memperhatikan faktor apa saja Pak? Khusus nya untuk menghitung tebal plat yang akan kita pakai. Terimakasih Pak Wir

    Suka

    • Bisa di googling mengenai design of pinned/fixed base plate, harusnya cukup banyak referensi yang bisa dipakai baik dari american code (metric) ataupun british (SI unit). Kalau masih kesulitan boleh email saya di mulyonoe@ap.aurecongroup.com. Kebetulan saya punya referensi berdasarkan Australian code (SI unit)

      Suka

  7. Pak Wir, harusnya ya kita memaklumi karena biaya untuk riset itu kan tidak murah. Sedangkan universitas di Indonesia rata2 kesulitan dana untuk mengadakan riset. Juga terkendala fasilitas laboratorium baja yang ada di universitas juga terbatas. Kalau di Amerika dan negara2 maju lainnya, justru pihak komersial (perusahaan baja dsb) mensponsori universitas untuk melakukan penelitian. Dosen2 di universitas juga berlomba2 melakukan riset, karena kalau tidak ada riset maka universitas tidak dapat pemasukan.
    Tetapi sebagai pembanding, peraturan baja di Australia juga tidak berubah sejak terakir dikeluarkan tahun 1998. Jadi secara umur SNI masih lebih update daripada Australian Standard.

    Suka

    • @Eric,
      Saya banyak mengulas tentang code kita dengan code negara lain di makalah yang saya presentasikan di Seminar Baja yang diselenggarakan oleh PT. Krakatau Steel kemarin tanggal 7 April 2011. Terus terang tidak ada yang dapat dibanggakan dari code kita tersebut, bahkan kalau anda mau membaca secara cermat saya menyatakan code kita itu sifatnya seperti antara ada dan tiada, tidak signifikan pengaruhnya. Mohon maaf, tidak ada maksud untuk menjelek-jelekan produk bangsa sendiri, tetapi memicu pihak yang berwenang agar peduli dengan code tsb. Jangan asal bangga tetapi ketika bersaing dengan yang lain, kita tidak bisa apa-apa.

      Saya sudah mempelajari code australia, mereka sangat lengkap. Jika pak Eric familiar, apakah Bapak sudah membandingkan dengan punya mereka. Terus terang kompetensi baja mereka (Australia) cukup bagus lho, mereka berani mandiri, tidak tergantung dengan USA, bahkan peraturan mereka selangkah lebih maju, seperti misalnya mereka mengadopsi limit stated design lebih dulu dibanding USA.

      Tentang riset kita. Saya dapat memaklumi riset kita tentang baja relatif jarang. Hanya herannya saja, jika riset kita jarang tetapi peraturan kita berani berbeda. Kita ini memang jago mengotak-atik rumus di atas kertas. Saran saya, jika kita riset kurang. Akui saja secara satria, kita gunakan riset orang lain. Adopsi saja peraturan mereka. Jika kita sudah menguasai, dan sudah punya riset sendiri, maka boleh deh peraturan kita sesuaikan.

      Jadi sekarang ini, peraturan yang ada dimodifikasi berdasarkan argumentasi atau pendapat dari orang-orang yang disebut berpengalaman di baja, tetapi tidak mempunyai argumentasi tertulisnya. Jadi ketika dilakukan rujukan kembali dari peraturan tersebut, kita yang muda-muda menjadi kesulitan.

      Oleh karena alasan itu pula, maka anak-anak didik saya di UPH saya berikan materi yang mengacu AISC, saya berikan setumpuk literatur yang dapati dipelajari sendiri. Jadi saya memberi kuliah sekedar memberikan petunjuk, karena saya yakin tiga semester yang saya berikan ke mereka tidak akan sanggup membuka potensi baja secara keseluruhan. Jadi dengan adanya literatur dan petunjuk tentang itu, saya berharap anak didik saya dapat belajar sendiri tentang baja, seperti apa yang saya lakukan sendiri selama ini.

      Gitu pak kaitan code dan pengetahuan baja kita.

      Suka

  8. Dear Pak Wir,
    Terima kasih untuk tanggapan dan masukan nya. Sejujur nya saya sudah tidak up to date lagi dengan peraturan baja Indonesia. Karena sejak 2006 saya sudah merantau ke tanah aborigin untuk bekerja. Jadi saya lebih familiar dengan australian standard. Mungkin nanti kalau ada kesempatan saya akan coba download dan pelajari peraturan SNI baja yang terbaru untuk pembanding. Sekali lagi terima kasih.
    Salam, Eric

    Suka

  9. Selamat Pagi Pak Wir,
    apa bapak punya referensi tentang buku-buku atau mungkin jurnal untuk kolom CFT pak? Concrete Filled Steel Tube…Jika bapak punya, mohon dishare pak agar bisa menambah pengetahuan saya. terima kasih pak Wir…

    Suka

  10. http://www.aisc.org/assets/0/544/550/1c276403-9ac6-4740-ae39-7de0cc595805.pdf

    saya pernah ngomong ke orang produsen baja eropa, dia bilang untuk menghitung kekuatan lentur dan tekan baja memakai SNI/BMS terlalu rumit banyak “if”, dan terlalu panjang. Well kalau lihat peraturan jerman atau jepang yang masih memakai ASD benar juga. Namanya peraturan harus gampang buat aplikator. anehnya dia kalau hitung sampai 2nd order imperfection…

    Suka

  11. Well yang jelas peraturan kita mesti ada contohnya kaya AISC examples 13.1
    Bikin peraturan yang membingungkan tanpa contoh itu berbahaya untuk orang otodidak belajar sendiri.

    Suka

  12. Ping balik: NEW ? AISC code 2010 « ayundabangkit

  13. ass pak.. salam kenal..
    trimakasih atas artikel yg sangat membantu ini..
    tp mw tanya ne pak, ada gak ya yg udah diterjemahkan dalam bahasa indonesia.?
    trimaksih y pak..🙂

    Suka

  14. pak, peraturan di dunia ini kanada bnyk? ada aisc,bs code,austeel,eurocode. bisa bapak jelaskan apa saja perbedaannya? dan ciri2 mrk masing2. salam kenal sya masi mahasiswa smstr7 unsri tek.sipil.trim pak, sya tungu emailnya

    Suka

  15. trimakasih ts sharenya, pak Wir apa punya yang AISC 341-10 ? karena katanya RSNI baja yang baru juga memuat prequalified connection… kalau bapak punya apa bisa share?… trimkasih banyak

    Suka

  16. Selamat sore Pak Wir,
    apa bapak punya referensi tentang buku-buku atau mungkin jurnal untuk perencanaan silo pak? Concrete silos and Steel silos…Jika bapak punya, mohon dishare pak agar bisa menambah pengetahuan saya. terima kasih pak Wir…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s