get data back !


Sebagai seorang pekerja pikir maka membaca dan menulis adalah kegiatan utama dalam kehidupanku. Tentang itu semua, aku jadi ingat, semuanya dimulai sejak kecil, mulai dari membaca-baca komik dan akhirnya buku-buku profesional yang menunjang karirku selama ini.

Ketika aku datang pertama kali di Jakarta, hobbyku membaca komik sewaktu kecil juga masih berlangsung. Jika kecil dulu, bacaan komiknya adalah wayang, yaitu mulai dari Mahabrata sampai Ramayana, mulai besar mulai senang komik silat, lalu ketika kerja di Jakarta karena yang populer komiknya dari Jepang maka sempat juga mengkoleksi komik Kungfu Boy.

Meskipun komik, yang kesannya jelek, tetapi kalau dipikir-pikir ternyata itu juga sumber pembelajaran juga. Komik wayang menurutku sangat baik, itu memberikan pembelajaran tentang baik dan buruk, kalau komik-komik silat koq nggak terkesan, kalaupun terkesan paling cuma kekerasan. Tapi heran juga, komik Kungfu Boy memberi kesan berbeda, meskipun ada nama Kungfu di depannya tetapi kesannya bukan seperti komik silat yang umum dijumpai. Itu komik bagus untuk memberi motivasi kepahlawanan, kerja keras dan keberanian lho. Itu sekarang aku jadikan bacaan wajib anak-anakku. Gambarnya bagus, ditambah imajinasi dan ada misinya, yaitu meraih prestasi, lebih baik dari sebelumnya.

Novel aku tidak terlalu suka, kalaupun ada paling-paling novel silat jawa, karangannya SH. Mintardjo. Cerita Api di Bukit Menoreh dulu menjadi santapan sehari-hariku ketika dimuat setiap hari di harian Kedaulatan Rakyat. Di luar itu, maka buku-buku tentang rekayasa memang menjadi favoritku. Tahun-tahun 80-an khan masih banyak buku-buku bajakan yang beredar, dari situ aku sudah mulai mengkoleksinya. Dari mulai buku seharga Rp 5 rb rupiah sampai sekarang ratusan ribu.

Itu semuanyalah yang membuatku sekarang mempunyai rak-rak buku disekeliling dinding kamarku penuh. Buku-buku memang menjadi koleksi dalam kehidupanku. Oleh karena itu aku sangat mengamini adanya pepatah bahwa orang itu bisa menulis jika banyak membaca. Dulu-dulu sekali, bahkan sampai sudah lulus S2 aku sangat menyangsikan pepatah tersebut, nyatanya, ketika suatu pencerahan terjadi, maka rasa-rasanya setiap hari kalau belum menulis koq tidak afdol. He, he, jadi  bagi teman-teman yang tertarik menjadi seorang penulis maka mulailah terus dengan membaca, pada akhirnya, pastilah suatu saat akan dapat menjadi penulis. Yakin deh.

Jaman selalu berubah, meskipun minat membaca tetap tinggi tetapi minat membeli buku tidak sejajar sama dengan minat baca. Maklum saat sekarang ini ternyata tidak hanya buku yang bisa dibaca, tetapi juga ternyata ebook juga.

Karena mungkin didukung oleh minat baca yang tinggi, juga topik yang dibaca menjadi banyak, melanjutkan kebiasaan dulu ketika sedang menulis disertasi maka koleksi ebook menjadi sangat banyak. Dulu koleksi-koleksi digital tersebut aku simpan dalam bentuk CD, tetapi karena banyaknya maka tidak praktis. Selanjutnya aku simpan di hardisk eksternal, lumayan kapasitas 500 Gb saat ini sudah cukup kecil sehingga bisa dibawa kemana-mana. Itulah yang selalu aku bawa, lebih ringan dibanding harus membawa laptop, tinggal colok beres.

Konsep tinggal colok beres itu ternyata mengundang masalah. Jadi meskipun sudah berusaha untuk disiplin, tidak mencoba disembarang komputer, tetapi ternyata kena sial juga. Aku kena virus data kemarin Jumat, data hilang !

Tapi untunglah (maklum orang Jawa, selalu memandang hidup dari sisi keuntungannya), external hardisk-nya aku partisi jadi tiga dan hanya satu partisi yang kehilangan datanya. Untung pula partisinya yang ukurannya kecil, yang 100 Gb. Jadi menarik juga ini untuk ditiru, hardisk aku partisi menjadi tiga, masing-masing 100 Gb, 200 Gb dan 200 Gb. Partisi yang paling depan ukurannya lebih kecil dibanding sisanya, jadi virus bekerja secara sekuensial, menyerang yang depan dulu. Itu mungkin lho, yang jelas fakta empirisnya demikian, padahal seingatku ketika aku mencolokkan hardiks tersebut di komputer kelas (diduga dari sini sumber virusnya, karena sudah ada kasus sebelumnya di kelas tersebut) , aku membuka data yang keberadaannya di partisi hardisk yang 200 Gb tersebut. Jadi pernyataanku tersebut dapat dijadikan petunjuk untuk keselamatan data, meskipun tentunya pengetahuan tersebut perlu diuji lagi keabsahannya.

Untung lagi, maksudnya data yang terisi di partisi pertama belum 100 Gb penuh, hanya sekitar 35 Gb. Kelihatannya sih kecil, tetapi tahu sendiri itu terdiri dari puluhan bahkan ribuan data yang berupa ebook, kumpulan jurnal, buku, disertai foto juga. Pusing juga, bagaimana caranya mengembalikan data-data tersebut yang hilang.

Meskipun sebenarnya data-data ebook biasanya aku up-load ke blog ini, tetapi jelas rasa-rasanya itu semua belum ada 1 Gb. Jadi masih ada sekitar 34 Gb yang lain yang pernah aku ungkapkan. Bayangkan saja, kalau hilang khan sayang.

Kena virus koq bisa hilang pak, memangnya diformat ?

O iya ya, aku belum cerita. Jadi ketika dari kelas tersebut aku kembali ke ruang kerja, dan kemudian aku colokkan eks hardisk ke komputer, antivirus yang ada di sana memberikan pesan tentang diketemukannya virus. Aku membaca sepintas saja, selanjutnya tanganku meng-klik OK, beberapa kali. Ternyata disitulah baru ketahuan ada virus, dan ternyata menyembunyikan isi hardisk-ku. O ya, antivirus kantorku adalah ESET yang kejam itu, karena langsung delete file yang dianggap kena virus. Awas lho, hati-hati.

Tahunya itu adalah ketika aku melihat di partisi pertama, bila sebelumnya ada cukup banyak data, disitu hanya terlihat lima file *.doc. Betul lima file doc. Padahal kalau dilihat propertinya maka ukuran partisi ada sekitar 100 Gb, sedangkan free-nya hanya sekitar 65 Gb, jadi yang 35 Gb kemana, tidak terlihat lho.

Karena merasa data-dataku penting, dan nyarinya susah maka aku mulai bertanya-tanya. Dibantu teman / mahasiswa di kantor yang suka baca forum Kaskus aku mendapatkan bahwa pengetahuan tentang bagaimana membuka hardisk yang rusak atau data hilang dapat dicari di Google dengan kata kunci Get Data Back.

Jadi tahu, ternyata ada program khusus yang fungsinya seperti undelete. Pada sudah tahu belum.

Jadi ada program khusus untuk itu yang namanya Get Data Back juga. Program tersebut dapat di down-load gratis. Hanya sayang, yang gratisan tidak bisa menyelesaikan secara tuntas, mereka hanya menunjukkan bahwa data kita masih ada atau tidak, jika selanjutnya akan recover data tersebut maka dipersilahkan beli yang lengkapnya.

Jadi terpaksa deh, main ke Mal Ambasador, cari CD Data Recovery.

Ternyata diketahui pula, bahwa program data recovery banyak juga, tidak hanya Get Data Back di atas. Bahkan program tersebut belum tersedia CD-nya.

Selanjutnya aku coba program BadCopy Pro v3.72.1012 dan RecoverMyFiles. Keduanya dapat menemukan data-data yang hilang. Hanya saja struktur data yang ditemukan lebih mudah dikenali jika memakai BadCopy Pro dibanding yang RecoverMyFiles.

BadCopy Pro menemukan data beserta folder aslinya, jadi untuk data yang begitu banyak seperti punyaku tersebut maka aku dapat mengindentifikasi mana data yang aku belum punya backup-nya dan mana yang sudah. Sedangkan RecoverMyFile menemukan file-filenya saja sekaligus, menumpuk jadi satu. Jadi pasti bingung ini datanya yang dimana. Maklum 35 Gb, sudah pernah browsing data ebook sebanyak itu.🙂

Problem yang utama dari program recover tersebut adalah bahwa mereka baru sanggup mengembalikan data dalam bentuk file saja dalam satu direktori. Jadi file perlu di-klik satu persatu. Me-recover penuh direktori belum bisa. Jadi kalau datanya tersimpan dalam bentuk direktori-tree yang bertingkat-tingkat jadi ribet.

Syukurlah meskipun berjam-jam lamanya, akhirnya ebook-ebook langka yang menjadi sumber bacaan dan rujukannya selama ini dapat sebagian diselamatkan. Meskipun hanya sebagian tetapi itu penting, karena itu yang belum sempat aku bikin back-up-nya, sedangkan yang lain sudah ada copy-annya.

Moga-moga bagi yang lain yang sedang kebingungan akan datanya, informasi ini bisa digunakan.

4 thoughts on “get data back !

  1. Halo P. Wir,

    Saya juga punya pengalaman yang sama Pak, pernah kehilangan data penting.
    Saya belum pernah coba program yang Bapak sebutkan di atas atau dengan program-program yang lain sih, tapi saya pakai program “Recuva” . Program ini sukses mengembalikan data ku yang terhapus.. hehehe..:)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s