namaku disebut


Informasi dari teman via facebook bahwa namaku disebutkan di Tempo. Aku kaget, tetapi temanku menyatakan dengan awal “selamat”. Wah ini sih kesannya bagus, karena bisa saja khan disebutkan sehingga membuat dag-dig-dug. Jaman sekarang khan apa-apa bisa menjadi tak terduga.😐

Aku jadi ingat, tempo hari karena ada yang membaca tulisanku tentang jalan beton maka ada yang meminta aku bertanya-jawab via telpon. O itu nampaknya. Baik mari kita melihat apa yang ditulis tentangku :

Ada satu kelemahan pile slab: harganya mahal. “Pile slab itu bisa disebut obat keras,” kata Dr Wiryanto Dewobroto, pengajar teknik sipil di Universitas Pelita Harapan. Obat keras yang mahal, tapi ampuh mengatasi jalan di tanah yang lunak. Biaya mahal ini karena pile slab membuat konstruksi di bawah permukaan jalan. Sementara itu, beton-atau pengaspalan-hanya membuat lapisan jalan di bagian atas tanpa konstruksi apa pun di bawahnya.
[ Sumber : Tempo Online 27-9-21010]

Yah begitulah kalau mengandalkan bahasa lesan, apa yang aku ungkapkan secara jelas bisa saja karena keterbatasan tempat untuk menuliskannya jadi disingkat. Tapi karena saya tidak bisa membantu memeriksa dan kalau ada yang salah mengoreksinya kembali maka ketika dicetak ternyata menjadi sedikit membingungkan, bahkan cenderung salah.

Kalimat yang saya tulis merah itu jelas adalah suatu kesalahan besar. Bagaimana bisa suatu jalan dapat berfungsi tanpa ada konstruksi apapun dibawahnya. Lalu siapa yang bertugas menahan atau memikul jalan tersebut. Ketika itu aku menjelaskan bahwa adanya konstruksi pile-slab menyebabkan tidak diperlukan base-course atau lapisan tanah dibawah jalan langsung seperti yang ada sekarang ini. Fungsinya digantikan oleh slab yang kemudian dipikul oleh pile dan diteruskan ke tanah keras di bawahnya. Itu mungkin maksud kalimat yang ditulis wartawan di atas.

Bagi awam mungkin tidak seberapa pengaruh adanya kalimat di atas, tetapi bagi seorang teknik itu jelas akan menjadi masalah besar.

Kembali kepada fungsi pile yang meneruskan beban dari slab ke tanah keras. Jadi pile slab hanya ampuh digunakan pada tanah lunak yang lapisannya dapat diatasi dengan pondasi dalam yang berupa tiang pancang atau pile foundation. Jika ternyata kedalaman tanah lunaknya sangat dalam, maka perilaku tiang pancang tidak sepenuhnya ampuh, karena dimungkinkan juga terjadinya penurunan tanah. Meskipun tentu saja lebih baik dibanding pondasi dangkal. O ya, yang jelas jika digunakan pondasi dalam tentunya tidak akan terjadi ambles yang seperti yang terjadi saat ini. Jadi ampuh dalam rangka itu saja.

Yah sedikit koreksi, agar jangan terjadi salah paham. Semoga berguna.

5 thoughts on “namaku disebut

  1. disaat tidak ada lagi jalan…. ya satu-satunya namaku … namanya…..disebut…..?? kenapa?…. karena harus ada solusi…..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s