mekanisme tumpu pada sambungan


Biasanya judul dan isi adalah sama, jika di atas tertulis tentang “mekanisme tumpu pada sambungan” maka materi selanjutnya adalah penjelasan tentangnya. Tetapi kali ini agak berbeda, saya ingin mendapatkan masukan dari pembaca blog ini, karena saya tahu mayoritas pembacanya adalah mahasiswa atau alumni dari jurusan teknik sipil. Jadi tidak salah jika saya ingin tahu dari mereka tentang isi judul di atas.

Ini penting karena setahu saya, materi struktur baja di jurusan teknik sipil adalah minimal 4 sks, yaitu struktur baja 1 dan struktur baja 2. Bahkan di jurusan teknik sipil UPH mendapat 7 sks, yaitu struktur baja 1 (2 sks), struktur baja 2 (3 sks) dan struktur baja 3 (2 sks).  Di level S2 juga minimal 2 sks atau bahkan ada yang memberi bobot 3 sks. Jadi seorang sarjana teknik sipil dan juga magister teknik sipil mestinya telah mendapat pembekalan yang cukup tentang materi struktur baja.

Oleh karena itu saya juga heran jika seorang magister teknik sipil masih saja bertanya tentang hal ini :

pak wir, saya baca dari blog bapak, ada kalimat bapak begini

dari blog:
https://wiryanto.wordpress.com/2010/02/25/semuanya-las-kapan-pakai-bautnya/

Jika tanpa pretensioning khusus, yaitu baut cukup dikencangkan pada kondisi Snug to Tight (pakai kunci biasa sekuat rata-rata tenaga seorang pekerja) maka mekanisme yang dapat diharapkan adalah mekanisme tumpu.

pak, mengenai teknik pengencangan tanpa kunci torque, yaitu dgn kencang pas tenaga manusia, mekanisme yang diharapkan adalah tumpu. kira-kira literatur atau teori yang mendukung pendapat ini, dari buku apa ya pak ?

makasih pak.

Pertanyaannya adalah apakah materi di atas tidak pernah diungkapkan dalam perkuliahan struktur baja yang ada. Jika tidak diberikan, lalu apa yang dibahas pada perkuliahan baja yang ada.

Membaca pertanyaan di atas saya jadi ingat komentar ibu Lanny Hidayat, pakar jembatan dari PU, yang pernah mengungkapkan bahwa anak-anak lulusan sekarang belum tentu tahu mekanisme slip kritis dan bedanya dengan mekanisme tumpu pada baut mutu tinggi. Padahal sambungan baut mutu tinggi dengan mekanisme slip kritis adalah sangat penting bagi struktur jembatan yang rawan fatig. Untuk gedung memang tidak pernah dikenal penggunaannya, karena ribet, mahal dan perlu pengawasan ketat. Padahal dampaknya tidak signifikan. Jadi jika digunakan mekanisme slip kritis untuk gedung maka itu adalah sesuatu yang memboroskan.

Mohon saya diberi masukan yang jujur, karena siapa tahu saya berminat untuk mengisi literatur tentang hal-hal tersebut. Siapa tahu.

6 thoughts on “mekanisme tumpu pada sambungan

  1. Topiknya menarik, pak Wir..

    menurut saya, mungkin karena slip critical sendiri istilahnya baru muncul di spesifikasi RCSC mengenai Baut ASTM A325 & A490 tahun 1985 (dipakai juga oleh ASD tahun 89). Spesifikasi tersebut secara “garis besarnya” membagi joint typenya menjadi snug tight joint (utk mekanisme tumpu) dan slip critical joint utk baut yg dibebani geser atau kombinasi geser dan tarik. Tapi di spesifikasi RCSC 2004 (paling terbaru?) menambah 1 lagi yaitu pretensioned joint. Hampir sama dengan slip critical, hanya pretensioned joint tidak terlalu memperhatikan faying surface (bidang kontak steel dengan steel yang dijoint dengan baut) jadi masih memperbolehkan slip kalau terjadi.

    Saya kurang setuju untuk pernyataan bahwa slip critical tidak dikenal untuk gedung. Karena untuk bangunan pabrik (masuk klasifikasi gedung bukan ya?) yang berisi equipment yang menghasilkan vibrasi dan reverse load harus didesain dgn slip critical utk meningkatkan serviceability dan juga mengurangi kemungkinan keruntuhan akibat fatique.

    Kadang2 juga sambungan kolom gedung dan bracing juga didesain utk slip critical utk menghindari deformasi berlebihan pada gedung, jadi tergantung kriteria desain yang dikehendaki oleh engineernya. Btw pak Wir, sepertinya textbook struktur baja seperti Salmon (edisi LRFD) sudah sangat jelas sekali mendeskripsikan (sampai ke freebody diagramnya) jenis joint yang tumpu atau slip kritikal…

    bgitu pak pendapat dari saya. Kalau mungkin yg magister belum kenal istilah2 tersebut, mgkn karena dulu S1 nya sebelum tahun 85 pak. CMIIW

    Suka

  2. terima kasih atas artikelnya…
    karena dengan adanya artikel ini dapat membantu saya menambah pengetahuan saya sebagai mahasiswa

    Suka

  3. Ping balik: mekanisme tumpu pada sambungan « The works of Wiryanto Dewobroto

  4. Ping balik: sambungan las pada jembatan | The works of Wiryanto Dewobroto

  5. Ping balik: baut mutu tinggi itu ternyata berbeda-beda, awas ! | The works of Wiryanto Dewobroto

Komentar ditutup.