awas tabung gas meledak !


Setahun atau dua tahun yang lalu, kalimat pada judul di atas, yaitu :”awas tabung gas meledak !“,  paling-paling hanya dianggap rumor, atau dianggap karena kelalaian yang keterlaluan. Dalam hati kita selalu menghibur dengan memberi kata-kata sugesti: “buktinya, aku sudah memakainya bertahun-tahun dan aman koq! “.

Kalimat-kalimat seperti itu yang selalu kita gunakan untuk menanggapi berita adanya ledakan-ledakan akibat pemakaian tabung gas. Selanjutnya karena merasa bahwa yang meledak itu terjadinya jauh dari rumah kita, maka dianggapnya itu soal sepele, sehari kemudian pasti sudah terlupakan. Bagaimana lagi, kalau sudah lapar, dan mau murah maka terpaksa memasak sendiri, dan satu-satunya cara yang relatif praktis di jaman ini untuk memasak sendiri adalah pakai kompor gas. Kompor listrik  masih jarang, paling-paling adanya yang kecil, hanya untuk memasak air untuk bikin kopi atau mie instans.

Jadi resiko terjadinya kecelakaan akibat tabung gas meledak dianggap tidak terlalu perlu dirisaukan, anggap saja seperti kecelakaan lalulintas. Bahkan saya yakin masyarakat banyak dan bahkan pemerintah akan lebih aware terhadap resiko ledakan bom oleh teroris dibanding ledakan oleh tabung gas. Padahal kalau dipikir-pikir potensinya juga tidak kalah seru lho. Kecelakaan lalu-lintas atau ledakan bom teroris dapat dihindari karena itu terjadi di luar rumah, sehingga kita dapat dengan baik mempersiapkan, seperti biasa kita selalu mengucapkan: “hati-hati kalau di jalan”, atau “hati-hati jangan ke tempat-tempat yang banyak orang asingnya”. Itu khan artinya kita memang harus waspada jika berada di luar rumah.

Tetapi pesan di atas jelas tidak berlaku lagi terhadap resiko terjadinya ledakan tabung gas. Itu khan kebanyakan terjadi di rumah tangga, di dalam rumah. Karena pemakaian gas elpiji telah menjadi kebijakan nasional, maka yang ada sekarang adalah “hati-hati, baik di rumah maupun di jalan”.

Pak Wir koq tumben omong tentang tabung gas yang  meledak, ini serius ya ?

Lho koq masih menanyakan lagi, anda baca berita nggak, ini saya kutip dari Kompas.

Dari berita di atas bahkan dapat diketahui selama dua bulan saja telah terjadi sekitar 14 kejadian dan bahkan telah menelan  9 korban meninggal. Berita di atas jelas bukan rumor, dan itu jelas merupakan petunjuk bahwa pemakaian tabung gas beresiko tinggi untuk meledak.

Khan hanya 14 kejadian pak, dibanding tabung yang beredar yang mungkin jutaan, sesuai penduduk yang memakainya.

Perkataan atau kalimat anda seperti pejabat saja yang sedang mencari argumentasi. Begini dik, yang namanya beresiko tinggi adalah adanya potensi, jadi jangan menunggu jumlahnya banyak dulu. Jika fakta menunjukkan 6 dari 10 tabung meledak maka itu sudah bukan wacana lagi, itu sudah menunjukkan kita sudah tidak boleh memakai tabung tersebut.

Berita kejadian di atas khan seperti memeriksa mutu beton pada suatu bangunan tinggi, yaitu dengan sampel kubus yang dibuat. Jika ternyata dijumpai sampel kubus yang kekuatannya kurang dari nilai yang ditetapkan maka itu sudah menjadi petunjuk bahwa kualitasnya tidak baik, bahkan kalau perlu pembangunannya tidak boleh diteruskan lagi.

Analogi dengan kondisi di atas maka jelas itu perlu tindakan dari pemerintah untuk mengatasinya. Jangan melihat hanya ada 14 kejadian diantara 1 juta tabung yang beredar misalnya, coba bayangkan bagaimana jika kejadian tersebut menimpa keluarga anda, istri yang akan  menyiapkan hidangan pagi.

Tindakan pemerintah yang ada selama ini seakan-akan menganggap bahwa penyebabnya bersumber dari masyarakat yang belum tahu cara penggunaanya, coba lihat saja kutipan berikut.

Manila, Kompas – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan perlu segera mengintensifkan pengawasan kualitas tabung gas yang beredar di pasaran. Pemerintah wajib menyosialisasikan cara penggunaan elpiji yang benar dan aman agar tidak terjadi lagi ledakan tabung gas.

Itu khan satu sisi saja khan, padahal aku membuktikan sendiri, untuk waktu itu pembantuku tidak pilek, yaitu setelah setengah jam dipasang koq timbul bau gas. Langsung pembantuku pergi ke warung lagi, minta tukangnya menchek lagi, dan ternyata benar, karetnya ada yang kurang sempurna. Itu khan berarti dari sisi tabung gas yang nggak benar, karena sekarang ini banyak penduduk yang meminta memasangkan slang tabung gas oleh tukang yang jualan gas. Nggak mau masang sendiri !

Pemerintah harus membuat peraturan yang mensyaratkan pemasok tabung harus mengambil alih tanggung jawab  kerugian jika ada  tabungnya yang meledak, dengan demikian mereka aware terhadap kualitas tabung yang dipasoknya dan membuat kriteria-kriteria yang harus ditaati oleh pemakainya agar tidak terjadi resiko yang buruk. Jika ternyata pemakai tidak mengikuti kriteria-kriteria tersebut, maka resiko ditangan pemakai.

Bayangin tabung gas bisa meledak dan menimbulkan korban jiwa. Itu khan berarti tabung gas itu barang berbahaya seperti halnya bom, tapi menjualnya koq biasa-biasa saja.

Ini contoh korban ledakan tabung gas yang baru-baru saja terjadi di Jakarta. Bukan hanya orang kecil, atau orang udik saja yang bisa mengalaminya.

Semenjak penulisan di atas, berita-berita buruk soal gas  masih saja terjadi :

14 thoughts on “awas tabung gas meledak !

  1. Ping balik: Tweets that mention awas tabung gas meledak ! « The works of Wiryanto Dewobroto -- Topsy.com

  2. tapi walau bagaimanapun tabung gas satu2nya solusi utk penghematan karna lebih murah daripada minyak tanah yg mahal.sosialisasi penggunaan tabung gas adalah hal yg penting utk masyarakat skrg.

    Suka

  3. Saya tinggal di Tebet, selalu dapat supply tabung gas 13kg dari toko toko sekeliling.

    Dari semua tabung 13kg yang saya dapat, TIDAK PERNAH ada yang beres O-ring/rubber sealnya.

    Sehingga kudu beli O-ring sendiri yang dicopot pasang ketika ganti tabung, atau kalo pas ndak punya, pakai plester pipa yg putih itu

    Suka

  4. dear Sir…
    setuju dgn ide di atas bhw pemerintah harus membuat peraturan bahwa pemasok harus mengambil alih tanggung jawab bila ada tabung gas yg meledak.

    selain itu, di tiap kota/kabupaten atau ibu kota kecamatan/distrik harus ada lembaga /institusi yg menjadi semacam badan kalibrasi sekaligus pusat informasi/penerangan dan pengaduan masyarakat ttg penggunaan tabung gas yg benar.

    baru 2 hari lalu ditemukan adanya pemalsuan tabung gas oleh perusahaan yg dapat tender untuk pembuatan tabung gas (saya lupa utk yg brp Kg). sementara produksinya udah dilempar ke masyarakat….kok bisa hal ini terjadi? apa negara tidak punya lembaga yg bisa dipercaya untuk menyatakan bahwa tabung2 gas in sdh QC Passed ??? jadi bingung saya dg penyelenggara negara yg bertanggung jawab dg hal ini. punya hati dan tupoksi gak yaaahhh ???

    Suka

  5. setuju bgt pak,terutama penggunaan regulatornya juga,kalo ga ati bahaya juga itu.trus mana skrg ada yg jual tabung gas palsu lagi,parah bgt>.<

    Suka

  6. Tahukah anda jika TABUNG nya gas elpiji ada masa kadaluwarsanya ?

    Jika anda beli gas, harap diperiksa lebih dahulu, kapan TABUNG tersebut berakhir masa pakainya.Penulisan kadaluwarsa berupa ” ALFA CODE “.

    A = Januari – Maret;
    B = April – Juni ;
    C = Juli – September;
    D = Oktober – Desember,

    Contoh ” A 09 “maka A 09 adalah : Jan- Mart tahun 2009.

    Sebarkan pengetahuan ini , barangkali anda bisa menyelamatkan seseorang.

    Syallom..

    Suka

  7. selamat pagi semua.

    saya tertarik untuk berbagi informasi mengenai tabung gas ini. yang pertama dan utama adalah perlu kita ketahui bahwa tidak ada tabung yang meledak. yang ada adalah kebocoran gas yang terakumulasi disuatu ruangan tertutup kemudian tersulut, dan meledak.

    Sangat setuju sekali perlu adanya persyaratan bahwa pemasok tabung harus mengambil alih tanggung jawab kerugian jika ada tabungnya yang meledak. Juga diperlukan sosialisasi bagi pengguna tabung gas, karena ketika regulator dipertemukan dengan katup diujung tabung bisa terjadi kurang pasnya penyambungan sehingga terjadi kebocoran gas. Ini merupakan bagian tanggung jawab pengguna yang tidak bisa dialihkan ke orang lain ketika akan menggunakan gas tersebut.

    Sangat tidak tepat, dan jangan ditiru praktek menggunakan isolasi/lak ban /plester apapun namanya untuk menutup kebocoran yang terjadi; ini bahaya.
    Mungkin perlu ada petunjuk penggunaan yang benar untuk tabung gas, apa dan bagaimana yang harus dilakukan bila tercium bau gas, karena gas LPG ini cepat menyambar, tidak seperti kalau kita mencium bau minyak tanah. minset dari menggunakan minyak tanah dan beralih ke penggunaan gas LPG ini harus cepat dirubah, walaupun tetap makan waktu seharusnya namun jangan sampai makan korban.

    Benar bahwa tabung, selang egulator serta kompor, karena dipakai akan mengalami kelelahan material (material fatigue). karena itu secara reguler harus diganti. selang karet bisa terjadi kerusakan akibat material fatigue atau akibat deraan fisik lainnya (tertekuk, tergencet atau bahkan…… digigit tikus rumah)

    Tabung gas 3 kg secara matematis 4 kali lebih cepat perputaran pengisiannya dibanding yang 12 kg. namun deraan penderitaan/kesengsaraan yang dialaminya tidak linier 4 kali namun mungkin jauh lebih “sakit” dari itu. Mengapa/ karena setiap kosong, konsumen membeli yang sudah diisi (bukan tabung baru, harap memeriksa waktu kedaluarsanya seperti contoh teman di atas). mulai saat itu si tabung dilempar, dibanting, bahkan dperlakukan dengan kasar (silakan periksa sendiri di lapangan, ini yang saya lihat dan dengar dari teman-teman yang melakukan observasi). hal ini dimungkinkan karena si tabung yang 3 kh itu ringan; mungkin sama beratnya dengan durian yang besar, sehingga tidak di handle with care. Bayangkan bila deraan ini terjadi terus menerus dan sekali atau beberapa kali menimpa ujung tabung (katup). Itulah perlunya ada aturan atau panduan atau persyaratan untuk penanganan tabung gas selama pengisian, distribusi, dan pemasaran.

    Hasil penelitian pada saat awal program ini diluncurkan menunjukkan bahwa seratus persen dari sample selang yang diambil (dari 9 propinsi) tidak memenuhi persyaratan SNI, 33% sample katup tidak memenuhi persyaratan SNI dan yang paling tinggi pemenuhannya terhadap persyaratan SNI adalah tabung gas. Hal ini sudah ditindak lanjuti oleh regulator terkait sehingga kasus terjadinya ledakan menghilang.

    Nah sejalan dengan berlalunya waktu, kemungkinan karena terjadinya material fatigue tadi saat ini muncul lagi ledakan ledakan yang seharusnya dapat dicegah dengan penyuluhan yang benar

    Satu lagi, media masa mungkin dapat mengambil bagian dalam hal sosialisasi ini sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, untuk menyiarkan iklan layanan masyarakat lebih sering, dan yang lebih informatif, bukan sekedar wawancara dengan pakar atau pihak pihak yang berwenang.

    itulah komentar saya, maaf agak panjang.
    terima kasih.

    Suka

  8. serba salah memang….
    karena makin banyak oknum2 yang bermain jadinya konsumenlah yang dirugikan..
    demi meraup untung banyak cara apapun menjadi hahal >_<..
    sebaiknya sebelum membeli di cek terlebih dahulu kondisi tabung gasnya.. apkah kondisinya layak atau tidak…
    lalu juga pasang gas juga harus benar, supaya tidak ad yg bocor..

    andaikan bocor, akan tercium bau gas…
    lagsung copot tabung dan keluarkan di tempat terbuka hingga dan tunggu bau hilang.. n sebelum baunya hilang jangan menyalakan alat2 apaun yang menimbulkan api (contohnya listrik ataupun korek dsb)..

    Suka

  9. adakah fakta bahwa yg meledak adalah tabungnya? kok ditulisnya ‘tabung gas meledak’? apakah dari tkp ditemukan serpihan tabung gas?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s