teroris atau korupsi


Itu pertanyaan atau pernyataan. Jelas suatu pilihan yang tidak ada untung untuk memilihnya. Benar nggak ?

Ya benar, jika pilihan itu diberikan kepada kita, masyarakat awam.

Tetapi itu merupakan topik atau pilihan yang menarik agar dapat terlihat kinerjanya, yaitu bagi polisi. Begini maksudnya, seperti tentara jika ada medan perang dan dapat ditugaskan di sana (diperang tersebut) maka itu adalah media untuk suatu percepatan. Jika gagal maka itu artinya percepatan ke surga, tetapi jika sukses, menang di medan perang maka itu sarana cepat menuju jenderal. Kalau nggak ada perang dan sebagainya khan susah, tunggu senioritas. Betul nggak.

Jadi dapat dikatakan adanya perang atau menangani kasus besar adalah ujian bagi aparat untuk dapat naik jenjang, jenjang karir tentunya. Seperti orang muda yang sekolah, harus ikut ujian agar dapat naik kelas.

Dengan analogi tersebut di atas maka bagi aparat kepolisian dua kasus besar yang mendapat perhatian masyarakat banyak adalah menangani kasus teroris dan kasus korupsi.

Dari dua kasus tersebut, mana yang ideal.

Wah ya itu tergantung orangnya pak ?

Lho koq begitu.

Betul pak, jika orangnya lurus, lugu dan jujur maka terjun menangani kasus korupsi bisa makan hati. Orang seperti itu cocoknya menangani kasus teroris. Hanya saja orang tersebut harus kompenten karena itu perang betulan.

Wah, wah begitu ya. Aku bahkan dapat masukan baru dong.🙂

3 thoughts on “teroris atau korupsi

  1. Ping balik: Tweets that mention teroris atau korupsi « The works of Wiryanto Dewobroto -- Topsy.com

  2. Pak wir,
    Padha prinsipnya korupsi juga merupakan tindakan teroris juga…dan harus dihukum seberatnya, misalnya anggaran satu orang per bulan 1 juta..itu lebih dari cukup…..berarti seumur hidupnya misalnya 200 juta..( asumsi didepositokan, bunganya 0.5% perbulan untuk biaya hidup), kalo korupsi seperti gayus yg 28 milyard ( yg ketahuan )..berarti dia telah membunuh kesempatan laik untuk 140 orang…..apa bedanya sama teroris.

    Kenapa para teroris nggak diberi kesempatan bertaubat, dengan gimana caranya ….
    Kenapa para pedagang asongan diusir-2 dengan alesan ketertiban..sedangkan nggak ada solusi lainnya…Mengapa gayus kok dijemput sama Kabareskim,satgas,jadi kesannya jadi orang penting…..padahal tindakan nya itu sama bengisnya atau malah lebih dengan para warga kita yang disebut teroris..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s