dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung


Pepatah ini kelihatannya sangat populer, coba saja ketik di Google maka langsung keluar banyak artikel-artikel yang terkait.

Jika dibaca makalah-makalah tersebut maka kelihatannya pepatah tersebut banyak dikaitkan dengan lokasi atau budaya, dimana jika kita ditempat tersebut maka sebaiknya tingkah laku disesuaikan, karena bisa saja berbeda interprestasi dengan yang biasa kita lakukan.

Meskipun demikian, jika dipikir-pikir lebih lanjut ternyata makna yang dapat diungkap dengan pepatah tersebut sangat luas. Pepatah tersebut juga sering aku sitir untuk teman-teman yang sedang mengeluh-kesahkan masalah di pekerjaan (sehingga jadi nggak semangat bekerja atau tidak betah). Jika ternyata ada sesuatu yang tidak cocok dengan perusahaan tempatnya bekerja, dan belum ada tawaran khusus di tempat lain, maka tetap loyal pada perusahaan tersebut adalah satu-satunya cara. Coba cari usaha atau kreativitas sedemikian sehingga perusahaan merasa beruntung dengan keberadaan kita. Jikapun perusahaan belum melirik usaha yang telah kita lakukan, tetapi minimal kita telah berlatih untuk memberi partisipasi positip, jika itu terus menerus dilakukan maka bisa-bisa perusahaan lain ganti yang melirik.

Jadi kita harus betah di perusahan tersebut ya pak ?

Kamu ini koq terlalu lugu, ya selain tetap berbuat positip untuk perusahaan tersebut, maka berbuat positip juga untuk menjual prestasi-prestasi yang kamu telah lakukan tersebut ke perusahan lain. Jadi melamar kerja juga maksudku. He, he, . . .

Jadi kalau ingin hidup survive maka satu-satunya jalan kita harus terlihat loyal, dan bekerja dengan baik dengan perusahaan dimana saat ini kita digaji. Benar nggak.

Lho kenapa sih pak kalau mengeluh kesah nggak boleh ?

Inilah yang memang kebanyakan terjadi, dan umumnya orang-orang pada level bawah, yang pengetahuan dan kompetensinya terbatas. Logikanya begini, orang berkeluh-kesah masalahnya ke orang lain pada prinsipnya adalah berbagi beban. Orang yang mendengar keluh-kesah saya yakin jadi bertambah beban, jadi memikirkan. Nggak setiap orang suka ini. Kebanyakan yang mendengar keluh kesah paling-paling akan berpiikir dalam hatinya: “Kasihan banget ini orang !”. Sedangkan orang yang berkeluh kesah tersebut, karena telah mengatakan masalahnya maka biasanya bebannya terasa lebih ringan. Hiburan gitu. Tetapi masalah yang menimbulkan keluh-kesah tersebut biasanya tidak teratasi. Jadi akhirnya yang terjadi adalah pengulangan, ketika ada masalah itu menimbulkan beban, beban hilang karena telah dikeluh-kesahkan ke orang lain, karena beban hilang merasa tidak ada masalah. Jadi tidak ada pikiran untuk memikirkan masalah tadi, sehingga tidak sadar jika masalah serupa akan menghampiri lagi, begitu seterusnya.

Sedangkan yang berpikir sebaliknya, yaitu yang tidak berkeluh kesah dan mencoba menyimpan di hati maka ini berarti menyimpan beban. Bisa stress. Jika bisa dimaknai dengan baik, maka stress tersebut dapat menjadi pendorong atau energi untuk berbuat sesuatu, seperti motivasi untuk menunjukkan bahwa dia sebenarnya bisa. Atau yang paling sederhana adalah motivasi untuk melamar pekerjaan di tempat lain. Jika ini terjadi, yaitu tidak pernah berkeluh kesah dan tiba-tiba dapat pekerjaan di tempat lain maka kesannya adalah positip. Tentu jika sebaliknya adalah negatif sifatnya.

Bagaimana dengan anda.

3 thoughts on “dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung

  1. oleh sebab itu sampai dengan saat ini banyak perusahaan yang mulai mencari karyawan dari jurusan psikologi, di dalam perusahaan banyak terjadi masalah pribadi maupun masalah kerja, mereka butuh termotivasi dan butuh “tempat” untuk berkeluh kesah. Jika perusahaan mengabaikan masalah ini, imbasnya akan juga pada perfora karyawan yang menurun

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s