ada yang bisa bantu ?


Pertama-tama saya ingin mengucapkan Selamat Natal 2009 bagi yang merayakan. Semoga kasih Tuhan menyertai anda semua.

Terus terang sudah cukup lama saya tidak menulis, mengisi blog ini. Maklum pada liburan kali ini saya tidak bisa pergi kemana-mana, dead line tentang tulisan pada bab tentang “THE BRIDGES DEVELOPMENT in INDONESIA” sudah mulai dekat. Jadi dengan dukungan penulis kedua yaitu ibu Lanny Hidayat, saya berkutat mengolah data untuk menampilkan informasi tentang jembatan-jembatan yang ada di Indonesia untuk dapat diketengahkan ke dunia.

Ah masa pak Wir.

Suatu pertanyaan yang tepat sekali, karena kalau betul itu terjadi maka ini mungkin pertama kalinya informasi lengkap tentang jembatan di Indonesia akan masuk publikasi internasional. Terus terang saya masih belum ‘pede’ menyajikan dengan siapa buku tersebut nanti diterbitkan. Maklum standar penulisan mereka cukup ketat, bisa-bisa tulisan yang saya susun tidak laku. Saat ini saya sedang mencoba menyajikan yang paling baik yang bisa dilakukan, sisanya itu Tuhan nanti yang menentukan.

Meskipun data-data yang diberikan oleh penulis kedua cukup banyak, ada lebih sekitar 6-7 giga byte, yang melibatkan informasi jembatan dari teman-teman ibu Lanny yang notebene seorang yang terlibat lama di dunia per-jembatan di Indonesia, ternyata masih saja ada data-data yang tidak lengkap. Jadi jika pembaca ada yang tahu mohon dapat dibantu, khususnya adalah foto-foto jembatan yang bersangkutan.

Saat ini data yang kurang adalah :

  • 4.1.3 Serayu Kesugihan Bridges, Central Java (1978 – 1985)
    Jembatan Serayu Kesugihan (274m), Provinsi Jawa Tengah dengan bentang utama 128 m dan bentang sisi masingmasing 62 m dan 84 m yang dibangun pada tahun 1978-1985.
  • 4.1.4 Mojokerto Bridges, East Java (1975 – 1977)
    Jembatan Mojokerto (230m), Provinsi Jawa Timur dengan bentang utama 62 m. Konfigurasi jembatan 22+62+62+62+22 m dibangun pada kurun waktu 1975 -1977.
  • 4.1.8 Siti Nurbaya Bridges, West Sumatra (1995 – 2002)
  • 4.1.10 Teluk Efil Bridges, South Sumatra (2006) – ini sudah ada fotonya, tapi info lain tidak ada.
  • 4.3.2 Danau Bingkuang Bridge (120m), Riau (1968 – 1970), ini fotonya sudah ada, tetapi resolusinya kurang baik. Informasi yang baru masuk : Jembatan Danau Bingkuang di atas sungai Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, menghubungkan Pekanbaru-Bangkinang.
  • 4.4.5 Pangkep Bridge, South Sulawesi (2006) – foto sudah ada, gambar autocad ada tapi ukuran tidak sama dengan foto. <<< sudah ok >>>
  • 4.5.13 Siak III, Riau (under construction), gambar resolusi tinggi untuk dicetak belum ada.
  • 4.6.7 Mahkota II Bridges, East Kalimantan (under construction)
    Jembatan Mahkota II adalah jembatan yang menghubungkan kecamatan Samarinda Ilir dengan kelurahan Simpang Pasir, Palaran di kota Samarinda dan akan menjadi jembatan terpanjang di Kalimantan Timur. Jembatan ini memiliki panjang sekitar 1.428 meter dan saat ini masih dalam tahap pembangunan setelah pengerjaannya mangkrak dan dialihkan sementara kepada Jembatan Mahakam Hulu yang rencananya akan digunakan pada PON XVII 2008. Jembatan ini ditargetkan selesai akhir tahun 2009. – – foto belum ada.
  • 5.3.3 Yotefa Bay Bridges
  • 5.3.4 Kendari Bay Bridges

Tentang bantuan anda tentu diucapkan banyak terima kasih. Ini kesempatan baik agar dunia per-jembatan kita bisa dikenal oleh dunia luar. Maklum nanti bab ttg jembatan ini akan di-compile dengan bab-bab dari negara-negara lain untuk menjadi semacam buku handbook jembatan-jembatan dunia.

<< up-dated>>

Ada baiknya saya tampilkan daftar isi materi yang saya tulis, memang sih tidak mungkin semua jembatan di Indonesia dapat ditampilkan, ribuan. Tapi jika tahu ada jembatan ‘besar’ yang belum ada di daftar bisa juga ikut disisipkan. Ini daftar isinya.

THE BRIDGES DEVELOPMENT in INDONESIA

Table of contents
1. INTRODUCTION
1.1 Geography characteristic
1.2 Authority Policy in Bridges Development

2. BRIDGES DESIGN SPECIFICATIONS
General
2.1 Code References
2.2 Bridges loads

3. STANDARD BRIDGES (upper structure)
3.1 General
3.2 Bina Marga Standard Bridges
3.1.1 Box Culvert (single, double, triple) for span 1 – 10 m
3.1.2 Voided Slab for span 6 – 16 m
3.1.3 Reinforced Concrete T Girder for span 6 – 25 m
3.1.4 Prestressed Concrete I and Box Girder for span 16 – 40 m
Cikao Bridge (80 m)
Ciujung Bridge (500 m)
Cisomang Bridge (252 m)
Cikubang Bridges (520 m)
Cipada Bridges (707 m)
3.1.5 Composite I and Box Girder for span 20 – 40 m
3.1.6 Steel Truss Bridges for span 40 – 60 m

4. NON STANDARD BRIDGES
4.1 General
Macam-macam
Kelok Sembilan
4.2 Continued Concrete Bridges
4.1.1 Rantau Berangin Bridges, Riau (1972 – 1974)
4.1.2 Rajamandala Bridges, West Java (1972 – 1979)
4.1.3 Serayu Kesugihan Bridges, Central Java (1978 – 1985)
4.1.4 Mojokerto Bridges, East Java (1975 – 1977)
4.1.5 Arakundo Bridges, Aceh (1987 – 1990)
4.1.6 Tonton – Nipah Bridges (finished 1997)
4.1.7  Setoko – Rempang Bridges, Batam (1994 – 1997)
4.1.8 Siti Nurbaya Bridges, West Sumatra (1995 – 2002)
4.1.9 Tukad Bangkung Bridges, Bali Island (2006)
4.1.10 Teluk Efil Bridges, South Sumatra (2006)
4.1.11 Perawang Bridged
4.3 Continued Steel Bridges (main span 75 m  120 m)
4.3.1 Ampera Bridges, South Sumatra (1962 – 1965)
4.3.2 Danau Bingkuang Bridge (120 m), Riau (1968 – 1970)
4.3.3 Siak I Bridges, Riau (1975 – 1977)
4.4 Arch Concrete Bridges (main span 30 m  245 m)
4.4.1 Karebbe Bridge (60 m), South Sulawesi
4.4.2 Serayu Cindaga, Central Java (1996)
4.4.3 Rempang – Galang, Batam Island (1995 – 1998)
4.4.4 Besok Koboan Bridges, Lumajang, East Java (2000)
4.4.5 Pangkep Bridge, South Sulawesi (2006)
4.4.6 Bajulmati Bridges, East Java (2007)
4.5 Arch Steel Bridges (main span 150 m  250 m)
4.5.1 Malo Bridges, Bojonegoro (2006 – 2007)
4.5.2 Ogan Pelengkung, Baturaja, South Sumatra (2008)
4.5.3 Kahayan Hulu Bridges
4.5.4 Kahayan Bridges, Central Kalimantan (1995 – 2000)
4.5.5 Rengat Bridges
4.5.6 Rumbai Jaya Bridges, Riau (2004)
4.5.7 Barito Hulu Bridge, Puruk Cahu, Central Kalimantan (2008)
4.5.8 Martadipura Bridges, Kotabangun, East Kalimantan (2004)
4.5.9 Mahulu Bridge, Samarinda, East Kalimantan (2008)
4.5.10 Jembatan Ponulele / Palu IV
4.5.11 Rumpiang, South Kalimantan
4.5.12 Batanghari II , Jambi, Sumatra
4.5.13 Siak III, Riau (under construction)
4.5.14 Teluk Masjid, Riau (under construction)
4.6 Cable Stayed Bridges (main span 81 m  434 m)
4.6.1 Batam – Tonton Bridges (350m), Batam Island (1998)
4.6.2 Pasopati Bridges, Bandung (2005)
4.6.3 Grand Wisata Overpass, Bekasi (2007)
4.6.4 Siak Indrapura Bridges, Riau (2007)
4.6.5 Siak IV Bridges
4.6.6 Sukarno Bridges, Menado
4.6.7 Mahkota II Bridges, East Kalimantan (under construction)
4.6.8 Melak Bridges, (under construction)
4.7 Suspension Bridges
4.7.1 Old Bantar Bridge (176 m), Yogyakarta
4.7.2 Mamberamo Bridges (235 m), Irian Jaya (1996)
4.7.2 Barito Bridges, South Kalimantan (1995)
4.7.3 Mahakam II Bridges, East Kalimantan (2001)

5. THE NEXT BRIDGE PROJECTS
5.1 International Crossing Bridges
5.2 Island Crossing Bridges
4.6.5 Suramadu Bridges, East Java (2009)
5.2.1 Bali Strait Bridges (Java – Bali)
5.2.2 Sunda Strait Bridges (Java – Sumatra)
5.3 Bay Crossing Bridges
5.3.1 Balikpapan Bay Bridges
5.3.2 Ambon Bay Bridges
Ambon Seram
5.3.3 Yotefa Bay Bridges
5.3.4 Kendari Bay Bridges
5.4 Wide River Bridges (Tayan River Bridges)
References

11 thoughts on “ada yang bisa bantu ?

  1. saya sangat memerlukan referensi tentang metode perakitan jembatan rangka baja, kemana dan bagaimana saya bisa mendapatkan, bila ada bapak ibu sekalian yang memilikinya saya mohon petunjuk untuk mendapatkanya

    Suka

  2. Semoga bukunya dapat cepat selesai dengan baik Pak dan sesuai standar penulisan yang diminta. Tentunya buku tersebut akan menjadi buku yang luar biasa nantinya… Salut untuk Bapak dan Ibu Lanny, serta teman-teman yang telah turut berperan aktif menyusun.

    Untuk saudari Sekar, mungkin saya bisa bantu… Saya memiliki materi PELATIHAN PEMASANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA, yang diselenggarakan Direktorat Bina Teknik Dep PU di Surabaya akhir tahun 2008. Bisa hubungi saya di email: deni_wbm@yahoo.co.id

    Deni Wiharjito
    Ditjen Bina Marga Dep PU

    Suka

  3. goblok kamu, itu namanya menjual negara indonesia ke negara maju agar kamu mendapat uang dari buku itu, jika tujuanya untuk mencerdaskan bangsa membuat buku tersebut sangat bagus tapi dengan catatan dalam bahasa indonesia bukan asing, semoga kegoblokanmu luntur. amin

    Suka

  4. Ping balik: bagaimana bangsa ini ? « The works of Wiryanto Dewobroto

  5. Hai Pak Wir,terlebih dahulu thanks berat buat pemikiran bapak atas pemikiran bapak di dunia pendidikan terutama di bidang teknik sipil.

    Saya mau mengomentari tentang Pak Joko yang mempunyai pendapat yang berbeda dan mungkin ada lagi manusia Indonesia yang berpikiran seperti bapak yang satu ini.

    Research dan menulis adalah tugas seorang doses yang juga ada di TriDarma Perguruan Tinggi. Menulis ini bagian yang sangat penting,apalgi untuk diterbitkan skala internasional (kalau kredit penulisan:ini point yg paling tinggi). Yang ditulis Pak Wir kan pengetahuan dan pemikiran anak bangsa,nah…supaya Internasional bisa mengerti pemikiran bangsa Indonesia terutama dalam hal ini konstruksi jembatan Indonesia,ya…harus ditulis dengan bahasa Internasional pula. Supaya mereka mengerti dan dari sini mereka tahu hal yang positif dari bangsa kita,semakin banyak orang2 seperti Pak Wir, jangan2 banyak bangsa di dunia bisa berkiblat mengenai perencanaan jembatan ke Indonesia. Contohnya Jerman,standard dan code mereka lengkap,banyak bangsa lain melirik dan mempelajari code dan standard konstruksi mereka.Knp prang tahu code dan standard mereka lengkap karena publikasi.

    India,dari segi kemajuan,harusnya kita maju dari mereka,tetapi karena karya tulis dan penelitian terbaik mereka mengenai teknologi konstruksi bisa diterbitkan secara internasional,kita aja jadi melihat ke mereka,contohnya itu lo…uji slump,merupakan karya dari India.

    Jadi…menulis tentang apapun dari Indonesia, kalau itu merupakan karya bangsa kita,nggak masalh ditulis dengan bahasa asing dan diterbitkan secara Internasional adalah kemauan dan karya yang patut dibanggakan.

    Go ahead Pak Wir…dan yang lain silahkan mengikuti jejak Bapak

    Suka

  6. Pak Wir Yth, saya sangat mendudung Rencana Penerbitan buku tentang jembatan di Indonesia dengan memakai Bahasa Asing.
    Tentunya bapak justru akan membuka lapangan pekerjaan baru yakni dengan seizin pak Wir nantinya dapat diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, jadi Pak joko Bisa membacanya, maka Yang Goblok bukan Pak Wir tetapi Pak Joko karena biasa Orang yg suka menjelek-jelekkan orang biasanya dia Sendiri yg Jelek/Goblok maaf Ya Pak Joko.

    Suka

  7. Salam kenal,
    Pak Wiryanto, mohon informasinya tentang literatur untuk balok precast U shape yang dicor secara monolit dgn cast in place. Saat ini saya sedang melakukan penelitian untuk mengetahui perilaku lentur murni balok U segmental yang dicor secara monolit.

    Terima kasih

    Suka

    • Kemarin kita di UPH baru saja kedatangan dosen tamu praktisi dari PT. WIKA Tbk, yang menginformasikan bahwa balok U sudah diadopsi pada pabrik beton precast-nya. Silahkan menghubungi langsung ke divisi beton-nya.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s