surprised, tak disangka-sangka


Judul di atas tentu cukup relevan dengan kondisi atau suasana yang menjadi berita di koran-koran minggu ini. Bahkan itu dapat mengilhami untuk dijadikan joke saat ketemu teman, misal ,” Sudah dapat panggilan via telpon belum ? “.

Pertanyaan tadi mungkin saja hanya dianggap sebagai joke, yang cukup ditanggapi dengan senyum-senyum lucu, tetapi bisa-bisa juga menjadi sesuatu yang serius, khususnya bagi mereka yang namanya sedang atau pernah beredar di ‘kalangan atas’.

Tentang hal itu, aku merasakan betul, yaitu ketika kemarin selama tiga hari mengikuti rapat kerja di Hotel Mirah, Bogor, bersama dengan teman-teman dari perguruan tinggi negeri, yang antara lain adalah UI dan ITB. Adapun yang dari perguruan tinggi swasta, hanya aku saja. Bayangkan, peserta rapat kerja tersebut hampir semuanya bergelar doktor, jika aku ini awam, maka pastilah akan ada decak, ‘wah para pakar berkumpul ‘. Dalam suasana seperti itu, pertanyaan di atas tentu dapat disikapi secara berbeda, dan tidak bisa disepelekan, sesuatu yang serius. Maklum saat itu memang sedang gencar-gencarnya presiden melakukan audisi calon menterinya. Jadi siapa tahu itu merupakan kenyataan, menjadi sesuatu yang sifatnya surprised, tak disangka-sangka.

Adanya hal-hal yang tak bisa diduga, yang dapat terjadi pada diri seseorang, menurutku itulah yang membuat hidup ini menjadi penuh dinamika. Menarik, meskipun itu bisa berkonotatif positip maupun negatif juga. Pada kasus pemilihan menteri kemarin, itu juga terjadi. Bayangkan, siapa sih yang akan menyangka bahwa menteri kesehatannya adalah ibu Endang, padahal sebelumnya telah beredar berita bahwa telah dipanggil menghadap ke Cikeas adalah ibu Nila (sumber Detik di sini). Itu merupakan suatu contoh yang menarik untuk menjelaskan kata surprised tersebut. Kedua-duanya baik bagi ibu Endang maupun bagi ibu Nila telah mengalami surprised, hanya saja yang satu senang (positip), sedang yang lainnya sedih (negatif).

Penilaian tentang positip dan negatif tentunya tidak mutlak, dan sifatnya subyektif. Saya menilai hal tersebut demikian dengan anggapan menjadi menteri itu suatu hal yang ‘wah‘. Tetapi jika menjadi menteri itu dianggap sebagai beban berat atau yang lain, maka tentunya penilaian tersebut tidak berlaku.

Terlepas dari positip atau negatif suatu surprise, tetapi itu menunjukkan bahwa ada hal-hal yang kejadiannya berada di luar kuasa dirinya. Itu pula yang menjadi penyebab mengapa ada pepatah “manusia berusaha, Tuhanlah yang menentukan“.

Tentang hal itu, aku jadi ingat petuah eyangku dulu, yaitu kalau jadi orang nanti maka : ‘Ojo kagetan, ojo gumunan. Urip iku koyo cokro manggilingan‘. Artinya, jadi manusia itu harus bisa bersikap tenang, tidak mudah terpesona, tidak mudah terkaget-kaget, tidak perlu senang luar biasa, dan juga tidak perlu sedih luar biasa, yang penting adalah kontrol emosi. Jika mengalami kesedihan, tabahlah, ingat hanya waktu sajalah yang membuktikan bahwa suatu saat nanti kesedihan tersebut akan hilang, berganti dengan senang. Demikian juga sebaliknya, jika lagi senang jangan lupa lihatlah ke bawah, karena suatu saat nanti bisa juga berbalik arah. Semuanya di dunia ini tidak ada yang abadi.

Jika demikian lalu kita ini harus bagaimana.

Itu merupakan suatu pertanyaan manusia yang harus dicari dalam hidup ini. Itulah mengapa ada para nabi dan kitab-kitab suci di dunia ini. Jawaban yang tepat jika itu dapat dikaitkan dengan kehidupan setelah kematian, atau sesuatu yang berada di luar alam kematian.

Wah koq jadi serem pak. Implementasi sehari-harinya bagaimana pak ?

He, he, bener juga ya. Toh tidak ada yang punya pengalaman dengan kematian tersebut yang dapat menjadi petunjuk bahwa apa yang aku katakan ini benar. Tetapi meskipun demikian, untuk aplikasi sederhana dari falsafah  di atas adalah syukurilah setiap sisi kehidupan ini. Mulai dari diri sendiri, kembangkan dirimu sehingga bisa mandiri dan kemudian usahakan berbuatlah untuk orang lain. Jangan pikirkan bahwa itu semua adalah untuk kepentinganmu pribadimu, bayangkan itu semuanya kamu lakukan bagi kemuliaan nama Bapa di Surga.

Wah itu mah klise pak. Coba beri saya penjelasan, apa kaitan pernyataan di atas dengan hobby bapak yang terlihat selalu aktif menulis di blog ini ?

O begitu, jadi kamu belum tahu kaitan saya mengisi blog ini dengan pernyataan saya di atas. Ok, aku akan mengatakan rahasia ini bahwa ngeblogpun merupakan salah satu implementasi dari pernyataan di atas. Mengapa demikian, karena aku berpendapat bahwa semua yang kita mengerti ini adalah bermula dari pikiran. Tanpa pikiran maka semua itu tidak ada maknanya, atau bisa dianggap tidak ada. Jadi bisa dikatakan bahwa yang lebih penting itu adalah ‘memulai memikirkan terlebih dahulu‘, karena dari situ baru akan ada.

Agar hasilnya baik maka pikiran tersebut harus baik juga, orang psikologi bilang sebagai pikiran positip. Bagaimana agar sesuatu dapat dianggap positip adalah jika yang bersangkutan dapat mensyukuri atau mengambil hikmah sesuatu tersebut.

Proses berpikiran positip dapat dengan mudah diterapkan bagi diri sendiri, sedemikian sehingga dapat hidup mandiri untuk dapat mensyukuri kehidupannya. Tetapi untuk berguna bagi orang lain maka pikiran positip tersebut perlu dikomunikasikan, atau ditransfer sehingga membuat orang lain terimbas untuk berpikiran positip pula. Untuk dapat ditransfer secara sempurna pikiran tersebut kebanyak orang, maka satu-satunya cara yang paling andal dan terbukti adalah dengan menuliskannya.

Jadi dengan menuliskan hal-hal yang positip maka aku dapat memberi ke orang lain pikiran positip, dan ternyata dengan banyak memberi maka aku ternyata tidak berkekurangan, menjadi semakin banyak yang dapat kutuliskan untuk dibagi. Bahkan kadang-kadang yang kudapat tersebut tidak sekedar pikiran positip juga, tetapi bahkan sesuatu yang dapat kubagi secara fisik dengan keluargaku. Bayangkan itu. Itulah mengapa aku rajin ngeblog ini.

O begitu ya pak, tapi omong-omong apa bapak juga pernah mendapat surprised, sesuatu yang tak disangka-sangka. Seperti ibu menteri itu lho ?

Wah, kalau sekelas seperti ibu menteri tersebut, ya jelas belum dong. Maklum hanya dosen, yang namanyapun belum beredar di kalangan atas yang tepat. Tetapi kalau hanya surprised, atau sesuatu yang tidak diduga-duga sebelumnya, wah aku nggak mau kalah. Seperti misalnya ketika jumat pagi (pukul 07:15) aku masuk kelas anak-anak angkatan 2009, yaitu pelajaran Bahasa Pemrograman, aku kaget yang ada dikelas hanya lima orang (padahal seharusnya ada sekitar 38 anak). Aku sempat berpikir, ada apa ini, apakah mahasiswanya pada ngambek. Ah rasanya tidak mungkin, meskipun tempo hari aku pernah terganggu dengan sikap beberapa mahasiswa tapi khan sudah pada minta maaf. Sudah clear,  lihat sharing-ku di sini. Ok, aku tidak mau pusing soal itu, sebagai dosen profesional aku akan tetap melanjutkan memberi kuliah, berapapun anaknya yang datang. Cuek.😦

Tetapi apa yang terjadi, belum ada lima menit aku mulai mengajar, mendadak di depan pintu bergerombol anak-anak angkatan 2009 berdatangan. Aku heran, mengapa terlambatnya pada barengan, ada apa ini, yang lebih membuat kaget adalah ketika kemudian mereka bernyanyi dengan keras:  “Happy birthday pak Wir . . . “.

Aku hanya melongo, menyaksikan mereka masuk. Aku hanya terdiam, kaget. Tidak menyangka itu dapat terjadi di kelas pada tingkat perguruan tinggi. Bayangkan, anakku sendiri khan baru masuk sekolah disana ada peraturan kelas yang melarang anak-anak untuk merayakan ulang tahun di kelas. Jadi aku membayangkan, nggak ada itu perayaan ulang tahun di kelas SMA, apalagi kelas di tingkat perguruan tinggi. Nah sekarang mereka merayakan untuk dosennya, itu khan luar biasa. Aku benar-benar tidak membayangkan, bahkan memimpikannya. Itu khan benar-benar surprised, tak disangka-sangka.

Ini buktinya :

ultah-2009-1_
Inilah anak-anak muridku dari angkatan 2009 Teknik Sipil UPH yang berhasil memberi surprise, atau sesuatu yang tak disangka-sangka sebelumnya.

berdoa_
Berdoa secara khusus kepada Tuhan akan syukur yang diterima hari ini, khususnya ‘pemberian’ dari anak-anak muridku, juga kepada proses pembelajaran yang berlangsung sedemikian sehingga anak-anak muridku ini dapat belajar dengan baik, berprestasi untuk mampu secara mandiri meraih cita-citanya untuk akhirnya berguna bagi yang lainnnya untuk selalu dapat memuliakan nama Bapa di surga.

roti_ultah_
Kue ulang tahun yang dibuat khusus untuk diriku.🙂

Perhatikan namaku tergores dengan sempurna di atas kue tersebut. .Itu khan menunjukkan bahwa itu semua sudah terencana dengan baik. Juga dibawah itu yang menunjukkan formulasi persamaan keseimbangan, sigma momen sama dengan nol, juga sigma gaya vertika dan horizontal. Formulasi persamaan itulah yang selalu kubahas pada mata kuliah Fisika Mekanika (3 sks) yang juga aku ajarkan pada mereka. Hebat juga, itu khan berarti formulasi penting yang kuajarkan kepada mereka sudah tertanam pada benaknya. He, he, maklum murid-muridku khan calon engineer.

kenangan_
David Leono selaku wakil kelas memberi hadiah ulang tahun bagiku. Kalau membayangkan seperti ini, dulu rasanya sewaktu kuliah nggak ada yang memberi hadiah ulang tahun kecuali dari orang tuanya sendiri. Sekarang setelah tua, bahkan mendapatkannya. Itu khan lucu, dan sifatnya surprise, tapi yang jelas itu sesuatu yang patut disyukuri. Rasanya nggak akan banyak dosen yang seperti aku ini.🙂

salaman_
Ucapan selamat ulang tahun dari murid-muridku. Bahagia tentunya.

mhs_putri_uph_
Bersama mahasiswi jurusan teknik sipil UPH angkatan 2009, cantik-cantik khan. Dari kiri ke kanan nampak dalam foto adalah Anastasia Chen, saya, Filly Limbunan, Isti Yulianti, dan Silvia Chailina

Catatan : Jelas aku terharu dengan semua usaha anak-anak muridku tersebut, untuk itulah aku menuliskannya pada blog ini. Tapi mohon dicatat, artikel ini sebaiknya jangan dijadikan inspirasi mahasiswa untuk tahun-tahun berikutnya. Bagiku mempunyai murid-murid yang berprestasi, aktif di kelas dan memperhatikan dosennya (aku termasuk) sudah merupakan hadiah yang membuatku senang.

Bagaimanapun juga, aku berdoa semoga Tuhan membalaskan semua kebaikan murid-muridku ini. Amin.

.

.

.

Artikel yang terkait :

16 thoughts on “surprised, tak disangka-sangka

  1. waaahhhhh….betul2 telat saya. Selamat ulang tahun Pak. semoga diberikan kesehatan yang berlimpah, sehingga Bapak dapat terus berkarya dan dapat menjadi garam dan terang bagi lingkungan sekitar (setidaknya lingkungan teknik sipil).

    “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga”

    regard

    Suka

  2. Waaah..
    Mas WIR juga disusul Romo & Ibunda juga kemarin tu kan ?..
    Biar lambat, sugeng ambal warsa pak WIR, Berkah Tuhan semangkin melimpaaah..

    Gak semua dosen diberi surprise sebegitunya loh??

    klo aku mengajar budi pekerti, trus tak kasih nilai A semua tu mahasiswa-ku, tapi klo ngajar-nya T-Sipil, menilai-nya terserah pak WIR saja !🙂

    Suka

  3. “Bersama mahasiswi jurusan teknik sipil UPH angkatan 2009, cantik-cantik khan. Dari kiri ke kanan nampak dalam foto adalah Anastasia Chen, saya, Filly Limbunan, Isti Yulianti, dan Silvia Chailina”

    yuni nya mana pak?? hahahah

    Suka

  4. Ping balik: sejenak dalam kehidupanku | The works of Wiryanto Dewobroto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s