orang Jogja dan negeri Malaysia


Sebagai orang asli dari Jogja, serta setiap tahunnya selalu setia mudik ke kota tersebut, sekaligus sebulan sebelumnya baru saja mengikuti konferensi internasional di negeri Malaysia, maka mestinya tidak kaget dengan judul tulisan di atas.

Rasa-rasanya, apakah ini kebetulan atau tidak dengan kondisi penulis, terlihat ada hubungan istimewa antara orang Jogja dan negeri Malaysia. Mestinya hal ini sudah dapat kuduga berdasarkan fenomena-fenomena yang menjadi inspirasi tulisanku sebelumnya.

Ingatkah anda tentang mahasiswa Jogja yang protes terhadap adanya mahasiswa Malaysia di kampusnya, ini artikelku yang membahas. Juga masih ingatkah anda terhadap rektor perguruan tinggi di Jogja yang menyatakan untuk tidak mengirim dosennya lagi untuk tugas belajar ke Malaysia, ini artikelku yang membahas. Kebetulankah kalau keduanya adalah orang-orang Jogja ?

Ternyata tidak. Adalah fenomena nyata bahwa sebagian orang-orang Jogja mempunyai apresiasi yang positip dengan negeri Malaysia, demikian juga dengan sebagian orang Malaysia juga menganggap istimewa kota Jogja. Dan masalahnya seperti biasa, jika ada yang sebagian saja yang diuntungkan maka tentu ada sebagian yang tidak diuntungkan (tidak mendapat apa-apa, atau bahkan bisa-bisa dirugikan).

Apresiasi positip yang dimaksud antara lain :

  • ini info dari ponakan yang menjadi salah satu siswa di kelas Internasional FK UGM, sebagian besar temannya adalah warga Malaysia. O pantes ada demo mahasiswa UGM, jadi orang Malaysia kebanyakan ada di UGM juga.
  • fakta di atas didukung oleh info lain, yaitu salah satu  kenalan saya yaitu profesor di Malaysia ternyata menyekolahkan anaknya di UGM di FK juga. Ini menunjukkan bahwa FK UGM diakui.
  • ketemu dengan tetangga dari nenek di daerah Bantul, dia begitu bangganya menceritakan anaknya sekarang sudah ada di Malaysia. Tidak jelas, jadi TKI atau apa. Tapi ini fakta yang menunjukkan bahwa orang pedesaanpun mengenal negeri tersebut, bahkan bangga menyebutkannya. Jadi seakan-akan negeri Malaysia menjadi negeri harapan bahwa saudara/anaknya akan hidup lebih baik di sana.

Tiga fakta di atas bagi saya adalah hal yang tidak terlalu mengagetkan. Maklum, informasi tersebut dianggap subyektif. Tetapi ketika melihat poster berikut :

atm_bank_bpd_
Spanduk yang terpasang di tengah-tengah kota Yogyakarta, dekat Shoping Centre.

Maka pikiran saya langsung berubah. Perhatikan tulisan pada spanduk tersebut, itu mestinya dibuat oleh pihak Bank BPD DIY yang mempunyai keyakinan bahwa nasabahnya (orang Jogja) sering ke Malaysia.  Harapannya adalah agar nasabahnya yang sering ke Malaysia tersebut tidak lari ke bank lain, hanya sekedar untuk mendapatkan uang ringgit yang berlaku.

Jadi karena itulah maka pantas saja orang Jogja (yang tidak diuntungkan) ada yang bereaksi keras ketika mendengar nama Malaysia, apalagi jika negeri tersebut membuat gara-gara.

6 thoughts on “orang Jogja dan negeri Malaysia

  1. Kelompok kecil yang mahu menganyang malaysia perlu dibawa melawat sambil belajar ke malaysia. Mereka perlu didedahkan dengan budaya dan kemesraan rakyat malaysia.

    Suka

  2. assalamualaikum pak wiryanto
    saya bingung sekali , mau nulis dimana
    jadi saya nulis disini aja

    pak saya mau minta nasihat , kalo saya saya mau ambil s2 yang bagus dimana ya pak yang didalam negri ?
    saya tertarik di UGM karena gelarnya ( M.eng )
    bagaimana menurut bapak ?
    wassalamualikum .wr.wb

    Suka

    • wah gelar M.eng dari UGM, . . . . itu rasanya saya baru dengar. Setahu saya semua gelar S2 untuk bidang teknik jika diambil di Indonesia harus mengacu pada gelar yang disepakati oleh DIKTI yaitu MT. (magister teknik). Kecuali mungkin ada kerja sama dengan luar, yang mana anda secara fisik harus pergi ke luar juga.

      Jadi jika benar yang menarik minat anda hanya M.eng, check lagi deh.

      Suka

  3. salam,
    betul pa wir apa yang dikatakan mas sangga, di UGM Gelar S2 Teknik, M.Eng untuk bidang struktur dan M.Sc untuk transportasi, bagaimana menurut pa wir?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s