jangan bubarkan FPI !


Serius ini pak ?

Lho, apakah selama ini, saya menulis tidak serius. Kelihatannya saya selalu menulis dengan baik dan benar lho. Jadi judul di atas tidak saya tulis hanya sekedar untuk masuk BOTD saja, karena bagi saya masuk BOTD itu bukan sesuatu yang aneh, bukan sesuatu yang istimewa lagi. Kelihatannya hampir setiap tulisan saya pasti nongol lho di situ.

Jadi maksud bapak menulis judul di atas apa ?

Ya saya mencoba memberi bantuan pemikiran, atau kalau tidak mau bantuan (karena bisa memecahkan masalah sendiri) maka minimal memberikan alternatif pemikiran. Begitu bo.

Begini dik, Indonesia ini khan Bhinekka Tunggal Ika, bermacam-macam ada, dan sebaiknya ada untuk saling melengkapi, termasuk dalam hal ini ada FPI ada Ahmadiyah. Ya, itu adalah fakta. Mereka semua itu penduduk Indonesia, maksudnya mau tinggal di sini.

Tentang mengapa saya menyarankan bahwa FPI tidak dibubarkan.  Dasar pemikirannya adalah sebagai berikut, bahwa karakter atau attitude orang per orang itu adalah khas, tertentu, apalagi ditambah keyakinan yang teguh. Itu adalah dua kombinasi yang menarik, dan saya kira mengubahnya dari luar adalah tidak gampang. Satu-satunya cara untuk mengubahnya adalah dari dalam, dari diri sendiri.

Karakter yang khas yang saya maksudkan adalah antara lain, jika merasa yakin terhadap apa yang dia percayai, maka mereka tidak peduli bahkan terhadap pendapat umum sekalipun. Bagi dia ketidak pedulian tersebut adalah bentuk keistimewaan mereka, artinya teguh tidak mudah tergoda. Merasa benar sendiri. Karakter tersebut sebenarnya baik, khususnya jika diterapkan secara personal untuk menghasilkan buah yang baik. Yang membuat gerah masyarakat banyak khan karena karakter khas tersebut dikembangkan, agar orang-orang lain yang tidak sekeyakinan mereka adalah salah, sehingga harus dibenarkan. Selain itu ditambah, bahwa dalam menyebarkan keyakinannya tersebut maka kekerasan di halalkan. Alasan klasiknya khan “menegakkan kebenaran”. Jadi kalau nggak mau tegak, khan ditebas aja. Iya khan.

Itu hal yang baik atau buruk pak ?

Wah yang namanya menegakkan kebenaran khan mestinya baik tho. Yang menjadi masalah khan kepada siapa kebenaran itu ditegakkan, apalagi dengan cara kekerasan. Itu khan sebenarnya yang nggak baik.

Kalau nggak baik khan mestinya dibubarkan. Gitu khan pak ?

Itulah masalahnya. Apakah jika organisasi tersebut dibubarkan, maka orang-orang dengan karakter seperti yang saya sebutkan di atas itu juga otomatis hilang ? Khan enggak juga khan. Orang-orang dengan keyakinan yang tinggi seperti mereka, terlepas apakah keyakinan mereka berguna bagi orang banyak atau tidak, maka mereka umumnya pasti bisa survive, bisa mempengaruhi orang lain yang lemah keyakinannya. Artinya bahwa sumber masalahnya nggak hilang, dan saya yakin akan timbul FPI dengan bentuk yang berbeda. Itu akan terus menerus begitu.

Lalu bagaimana pak ?

Sebenarnya kalau aparat negara tegas, dan pemimpinnya mempunyai karakter seperti orang-orang FPI tersebut, yaitu jika yakin berani berbuat atau bertindak tegas, maka permasalahan ini akan tidak ada.

Tegas gimana pak, maksudnya ?

Ya kalau ada orang mengganggu kepentingan umum, bahkan bertindak anarki, ya harusnya di hukum. Jangan takut dengan embel-embel agama sekalipun, meskipun itu agama mayoritas. Ingat itu khan hanya embel-embel. Toh kita ini adalah negara Pancasila, bukan berdasar agama. Pemimpin kita khan nggak berani tegas. Hanya menghimbau saja, belum pernah berperang sih. Jadinya begitu. Wah jadi nostalgia jamannya pak Harto begitu ya, sedikit omong banyak bertindak. Bener-bener tentara itu.

Kalau nggak dibubarkan, jadi gimana itu pak ?

Jadi cara berpikirnya adalah begini. Pertama-tama adalah baik kita harus menyukuri adanya FPI. Kenapa ? Karena minimal orang-orang yang berkarakter seperti di atas dapat dikumpulkan dalam suatu wadah yang jelas. Dapat diorganisir begitu lho. Saya kira mengorganisir orang-orang seperti itu adalah tidak gampang. Pemimpinnya pasti mempunyai karakter yang sama yang lebih mantep. Gitu khan. Coba bayangin, jika orang-orang dengan karakter seperti itu menyebar kemana-mana dan menjadi jiwa setiap organisasi umum. Khan gawat itu.

Dengan di organisir, berarti lebih gampang diatur, termasuk juga lebih gampang di awasi. Selain itu dengan keberadaannya di ibukota maka ada untungnya, yaitu media dengan suka cita meliputnya. Coba bayangkan jika kejadian monas kemarin terjadi di maluku. Maka siapa yang peduli, bahkan kalau ada yang matipun, mungkin beritanya nggak sampai sini. Benar nggak. Khan kasian orang daerah. Dengan di Jakarta, yaitu bersama-sama dengan pemimpin negara ini , maka para pemimpin tersebut jadi diingatkan untuk terus mengawasi. Tul nggak ?

Nanti kalau berbuat anarki lagi ?

Lha ini masalahnya. Seperti peneliti atau orang profesional pada umumnya, kalau diam saja tentu bahkan pusing. Saya yakin orang-orang tersebut kalau diam saja pasti juga bingung, mereka akan selalu mencari-mencari untuk menemukan masalah. Inilah yang selalu membikin problem, bilamana ternyata apa yang disebut masalah oleh mereka ternyata tidak bagi yang lain. Itu khan.

Dengan demikian maka harus diberdayakan. Harus diberi kesibukan. Jangan sampai orang-orang tersebut mengganggu masyarakat yang lain, yang ternyata apa yang disebut masalah oleh orang-orang itu ternyata bukan.

Karena fpi berlatar belakang agama, maka yang disebut haram oleh agama pasti tidak dilanggarnya.  Betul nggak. Jadi jika korupsi adalah haram hukumnya dan bahkan disebut dosa, maka jika itu benar maka mereka bisa membantu KPK. Coba bayangkan, jika mereka mengejar para koruptor tersebut, pasti deh efektif.

Kalau ternyata cara itu tidak efektif, artinya masih saja terjadi benturan ke masyarakat banyak. Maka satu-satunya cara adalah memisahkan dengan masyarakat tersebut. Agar win-win maka bisa nggak mereka diberdayakan ke tingkat internasional. Seperti tentara nasional di PBB itu lho. Contohnya, negara palestina untuk membantu melawan israel dan amerika. Daripada mereka gembar-gembor di jalan mau melawan mereka, khan sebaiknya dikirim aja mereka ke sana. Dari pada banyak omong, lebih baik bertindak khan. Bisa-bisa namanya menjadi harum dan tidak menjadi omongan negatif seperti sekarang ini.

He, he itu sedikit pemikiran tentang FPI. Bagaimana yang lain.

Berita lain dari detik.com :

109 thoughts on “jangan bubarkan FPI !

  1. Kekerasan dg alasan apapun tidak dibenarkan!

    Permasalahannya Anda tidak mengerti yang benar dengan yg merasa benar.

    Klo lihat tulisannya, sebenarnya menusuk FPI.

    Salam damai.

    Suka

  2. Kenapa anda tidak melihat akar permasalahannya secara betul ? yang anda bahas hanya ekses. sebab kenapa mereka seperti itu tidak pernah ada di bahas, karena kurang menarik, kurang punya nilai jual.

    Ambil contoh ketika mereka melakukan himbauan ketempat tempat maksiat, tempat pelacuran, tempat judi, tidak pernah di ekspos di media, tapi ketika si bandar judi nya maupun si germonya bandel trus mereka di hajar, nah ini baru di beritakan terus menerus, masyarakat di afirmasi sehingga akhirnya masyarakat ikut meng anggap itulah mereka.

    Di mana anda ketika ribuan bangkai manusia di aceh kena tsunami. FPI termasuk organisasi pertama yang datang ngurusin tu bangkai. di mana orang orang AKKBB ? ketika itu, Mereka lagi sibuk bikin proposal sama tuannya di Amerika sana untuk mencari hidup sambil pura pura nolongin korban tsunami.

    Jangan gak di approve yah pak wir, itu baru permulaan dari saya, kalo anda tertarik nanti kita teruskan diskusinya😛

    Wir’s responds: Selama masih saling menghormati maka akan saya approve mas, sehingga bisa tahu pendapat yang lain. Tambah wawasan gitu.

    Tentang mengapa hanya membahas tentang ekses, wah benar sekali evaluasi bapak. Saya khan orang luar, tahunya hanya ekses saja. Jadi saya perlu bahas karena adanya ekses tersebut.

    Karena bisa saja maksudnya baik, tetapi ternyata tidak baik bagi orang lain, maka tentunya tindakan tadi perlu dipikirkan lagi. Bagaimanapun kita khan hidup bermasyarakat, dasarnya Pancasila lagi, bukan golongan begitu maksudnya.

    Suka

  3. Saya meminta hak untuk berbeda pendapat, Pak.

    Buat saya, FPI telah kafir (dalam arti paling keras). Mereka bukan berprinsip. Mereka menggunakan cara-cara berdusta. Mereka mengatakan hal2 yang Allah tidak pernah menyuruh bahkan melarang.

    Ketika Allah melarang tak boleh ada paksaan dalam agama dan keyakinan, tak boleh mengusir orang dari rumah ibadah, FPI (yang saya yakin tahu ayat2nya) berbuat aniaya.

    Umat muslim lain mungkin tertipu karena tak menyadari hati mereka sudah mulai tertutup oleh kebohongan-kebohongan yang ditiupkan oleh FPI tetapi Allah tidak akan pernah tertipu. Mereka cuma menipu diri sendiri.

    Ketika mereka melihat kelompok yang banyak dipenuhi oleh wanita dan anak-anak, mereka melanggar syariat Islam tentang perang dengan menyerang kelompok tersebut. Mereka ikut memukuli wanita-wanita yang ada di kelompok musuh mereka.

    Dan mereka mencoba berdusta lagi dengan mengatakan mereka tidak memukuli wanita. Ketika ditunjukkan fakta bahwa massa AKK-BB lebih banyak wanita-nya, mereka mencoba berdusta lagi dengan mengatakan “AKK-BB sengaja membawa wanita dan anak-anak untuk mengesankan kami jahat”.

    Mereka sudah tertutup hatinya, sudah kafir, neraka jahannam sudah menunggu mereka bila dalam kehidupan dunia ini mereka tak mau berubah.

    Ketika mereka menyatakan “akan segera melawan bila satu saja laskar kami ditangkap oleh pihak manapun”, mereka sudah melakukan subversi, mereka sudah membangkang, mengkhianati pemerintah, yang lagi-lagi merupakan pelanggaran terhadap syariat Islam. Islam tidak boleh memberontak, Islam mengajarkan hijrah ke tempat yang lebih sesuai. Jihad hanya dalam rangka negara, bukan kelompok.

    Dan di saat itu, sebenarnya darah FPI sudah halal untuk ditumpahkan. Ayat-ayat pedang berlaku atas mereka. Satu-satunya yang menghalangi adalah izin penguasa.

    Ketika FPI akhirnya membiarkan dirinya ditangkap, darah mereka kembali menjadi haram. Mereka kafir, tetapi dzimmi (dilindungi negara). Negara yang berhak memroses mereka.

    Saya setuju bahwa demonstrasi dan kekerasan meminta pembubaran FPI adalah sia-sia. Massa AKK-BB harusnya fokus pada mempersiapkan tuntutan dan saksi-saksi untuk kejahatan yang dilakukan FPI.

    Tetapi mengatakan kita butuh FPI?
    Maaf…
    FPI sudah bukan konservatif lagi buat saya.
    Sudah bukan pada tataran perbedaan pendapat.
    FPI sudah kafir karena sudah tertutup hatinya dan sudah tidak tanggung-tanggung menggunakan dusta untuk membela dirinya.

    Suka

  4. ck ck ck
    gagah sekali yah kelihatannya sodara kunderemp.

    Kalo anda ngerti agama yang anda anut, gak akan mungkin dengan ringan nya anda men cap kafir orang lain. Sampai menghalalkan segala ? Kemudian apa bedanya anda dengan mereka ?

    Kalau tindakan mereka itu anda caci setengah mati ? Trus apa yang anda maksud dengan ayat ayat perang? Dengan melihat latar belakang sekolah anda seharusnya anda bisa memberikan statement dengan data datanya gitu loh.

    Apa hadist nya ?

    Suka

  5. FPI itu bukan mencerminkan keberagaman, dia mencerminkan organized crime (kejahatan yang terorganisir) seperti mafia. Tentu harus dibubarkan.

    Tidak bisa dibina karena justru selama ini sudah dibina oleh tentara, polisi dan politisi. Tapi dibinanya secara salah, dipakai untuk kepentingan mereka sendiri. Lebih baik FPI dibubarkan dan anggotanya dibina yang baik.

    Suka

  6. Ping balik: Waspadai Blogger NonMuslim dan Munafik

  7. Betul mas Danang !

    Mengkafirkan itu haknya para ulama’. Bahkan setahu saya, jika tuduhan itu salah, justru label “kafir” akan membalik pada si Penuduh. Jadi hati2 menggunakan kata2 ~KAFIR~

    Tapi ini bukan berarti saya pro dengan FPI. Jujur! Saya 100 persen kecewa dengan FPI. Apalagi dengan AKKBB. Tentunya lebih kecewa.

    Saya berharap, tulisan ini bisa bermanfaat. Tidak menyebabkan pecahnya umat ataupun permusuhan di antara pembaca semua.

    untuk pak Wir! Tolong tulisan ini di approve.
    business online
    internet marketing

    Suka

  8. wah asyiiiiikkkkkkkkk………

    Lihat orang Islam berantem sendiri di pelataran blog orang Katolik..

    Ya begitulah ajaran mereka🙂

    gelar tiker ah, nonton

    Wir’s responds: wah ini koq bawa-bawa agama juga. Agama itu pastinya adalah untuk kebaikan mas, sedangkan jika ada yang nggak baik, itu pasti datangnya dari manusianya.

    Suka

  9. Hehehe…seru juga ya….pls yang kalem dong, setiap orang berhak punya pendapat. Tapi juga baca lagi tulisan itu satu persatu, sehingga nggak bikin tambah ruwet…..saya kira maksud pak Wir menulis ini baik, dan yang pro kontra saya kira tak masalah…tapi berikan argumen dan tak saling menyerang.

    Saya pilih menunggu keputusan pengadilan…. dan andaikata dianggap keputusan pengadilan berat sebelah, masih ada Allah swt yang Maha Tahu….jadi sebaiknya kita tak saling ribut.

    Suka

  10. Premis 1 :
    FPI mesti dibubarkan karena anarki.

    Premis 2 :
    Polisi anarki ketika membubarkan Demo Unas.
    Mahasiswa UKI anarki ketika berdemo BBM.

    Kalau dikaitkan kedua premis tersebut, berarti Polisi & Mahasiswa UKI juga mesti dibubarkan (gak perlu ditanya alasan kenapa mereka anarkis kan?)

    Tapi kenapa SBY juga tidak mengomentari aksi kekerasan Polisi dan Mahasiswa UKI ketika berdemo BBM padahal jeda waktunya gak lama loh ?

    Suka

  11. ah….pak Wir

    mau tanya nih bagaimana cara membuat rumah yang tahan dari kerusakan akibat kerusuhan…..?. Saya takut pak, sejak BBM naik banyak orang yang menjadi cepat naik pitam…?

    Wir’s reponds: mungkin harus mengikut prinsip rumah kura-kura itu ya. Secukupnya, kuat dan dapat dibawa kemana-mana.😛

    Suka

  12. Ingatlah bahwa tidak ada kebenaran yang hakiki di dunia ini kecuali kebenarannya Allah SWT.

    Tak perlu saling menyalahkan dan mengklaim diri sendiri yang benar. Semua pendapat bisa benar tapi bisa juga salah. Semuanya tergantung baju yang kita pakai dan tergantung kacamata yang kita kenakan.

    Kenapa isu harus kita alihkan ke hal-hal yang sangat pribadi ini. Lebih baik energi fikiran kita tersebut disalurkan untuk membantu rakyat yang kelaparan. Itu lebih elegan daripada memperdebatkan sesuatu yang kita tidak pahami sepenuhnya. Kita semua hanya meraba-raba dalam gelap. Tentu saja ucapan yang kita keluarkan sesuai dengan apa yang teraba oleh kita dalam gelap tersebut. Sehingga pendapat kita semua tidak akan bisa disatukan.

    Menurut saya perbedaan pendapat itu sangat indah. Sehingga harusnya mempersatukan bukannya memecah belah.

    Suka

  13. FPI berdemo meminta ahmadiyah dibubarkan, di lain pihak ahmadiyah ada juga yang berdemo meminta FPI dibubarkan. Permasalahan utama sebenarnya agama, yaitu agama islam.

    Klo gitu, bubarkan saja agama islam. Simple…

    http://indonesia.faithfreedom.org

    Suka

  14. Salam
    Saya kok merasa ini sedikit satire ya. bukankah bapak ada di luar lingkaran. Peace Sir🙂

    Wir’s responds: Kebangkitan Nasional sudah dirayakan 100 tahun, hasilnya adalah Indonesia Raya. Mengapa anda masih berpikiran sempit, hanya memandang golongan saja. Fakta yang ada, terlepas dari golongan yang melakukannya, tetapi jelas sudah masuk ke ruang publik bahwa ada kekerasan yang terjadi. Apakah itu hanya dipandang dari sisi golongannya saja. Toh itu katakanlah di luar lingkaran. Padahal kenyataannya jelas, mereka semua warga negara Indonesia, sama dengan saya.

    Yang menyatukan kewarga-negeraan itu khan bukan dari sisi agama khan, jadi wajarlah jika saya menyikapinya secara nasionalis. Sesama warga tidak benar itu jika membenarkan kekerasan.

    Pemikiran saudara mungkin juga berimbas kepada pemimpin bangsa ini, takut menyinggung golongan tertentu. Padahal yang lebih penting adalah kepentingan nasional. Di awal negara ini terbentuk, kita sudah sepakat terhadap adanya perbedaan. Tetapi kalau kekerasan rasanya tidak ada kesepakatan tersebut.

    Saya peduli karena merasa sebagai anak bangsa Indonesia dan saya ada di lingkaran tersebut.

    Suka

  15. Kok jadi panas…main tuduh-tuduhan lagi. Untung kita diskusi di internet, kalau tidak, jangan-jangan ada yang bawa bambu runcing lagi. Cckckckckc.
    Kebebasan berpendapat itu HAM. Saya secara pribadi, biar tak setuju dengan pendapat orang lain, tetapi saya akan berjuang agar pendapatnya itu bebas ia ungkapkan.
    Saya hanya anti bebas “bertindak” apalagi pakai bambu runcing. Menghajar orang tak bersalah lagi.

    Suka

  16. Benar…. FPI JANGAN dibubarkan…!!!!

    Lebih baik AKKBB saja yang dibubarkan…
    Karena ada kemungkinan Pemurtadan berlabel KEBEBASAN…!!!

    Suka

  17. FPI harus dibubarkan karena selama ini selalu mengusung cara-cara kekerasan dalam setiap aksinya.

    Ada yang bisa membuktikan sebaliknya?

    Suka

  18. FPI menurut watashiwa menjadi kambing hitam oleh pemerintah dalam mengalihkan masalah yang lebih besar yang dihadapi rakyat Indonesia yaitu kenaikan BBM.
    Dalam hal ini media massa memang menjadi aktor utama dalam hal ini. Betapa tidak berita tentang FPI selalu dikaitkan dengan kekerasan padahal ketika melakukan aksinya FPI selalu mengikuti prosedur polisi.
    Terus kenapa polisi dalam hal ini membiarkan 2 kelompok yang berbeda pemikiran dan prinsip bisa bertemu di dalam tempat yang menjadi simbol negara yaitu di Monas.
    Padahal sebelum aksinya FPI sudah meminta izin ke polisi, aneh? Sepertinya ini politik manajemen konflik untuk menutupi kaenaikan BBM.
    Salam kenal dari padhepokananime

    Suka

  19. Ngapain sih mikir lingkaran-lingkaran segala.

    Mau di luar, di dalam, di atas, di bawah gak ada bedanya kalau untuk urusan pemberantasan kekerasan.

    Siapa saja yang terbukti melakukan kekerasan harus ditangkap dan dihukum!

    Tidak perduli itu anggota FPI, AKK-BB, HTI, siapa saja.

    Tidak mau ditangkap dan dihukum? GAMPANG! Jangan melakukan kekerasan.

    Kecuali Anda memang menyetujui penggunaan kekerasan.

    Babat habis aja organisasi atau ormas apapun namanya yang selalu memakai cara-cara kekerasan dan intimidasi seperti FPI ini.

    Suka

  20. tulisan yang bagus pak wir🙂

    alangkah baiknya tulisan yang bagus dibalas dengan komentar yang bagus, bukan berarti harus setuju/tidak setuju, tapi tunjukkan bahwa kita sebagai manusia masih memiliki martabat -makhluk yang diberi kemuliaan berupa akal dan pikiran- dengan menuangkan pikiran/pendapat lebih dewasa dan bijak

    apakah umpatan2, cacian2 itu akan membantu kondisi yang ada? ujung2nya malah kita jadi berantem sndiri, terpecah belah..

    yang kita perlukan adalah solusi, bukan anarkis, bukan pemaksaan kehendak, tidak ada yang merasa paling benar dll..

    sungguh sia-sia jika tenaga emosi pikiran waktu kita buang hanya untuk saling menyerang bukannya membangun bangsa yang sedang terpuruk..

    salam

    Suka

  21. ”Barang siapa yang menyimpan perasaan arogan dan terlalu berbangga diri didalam hatinya, tidak akan masuk surga.”
    (Hadits Riwayat Muslim).

    Jadi Baik FPI maupun AKKBB. Klo harus dibubarkan, ya dibubarkan dua2nya aja. Karena kedua pihak sama2 merasa lebih baik.

    Gitu aja koq repot…. (pinjem istilah manusia setengah dewanya NU… :D)

    Suka

  22. Wadah atau tempat sama seperti halnya pisau, alat perang dll..itu semua merupakan alat. jadi baik buruknya alat tergantung dari jenis manusi yang mengendalikan alat tersebut.
    Mis. pisau kalau dipakai oleh tukang jagal ya sangat berguna tapi kalau di pegang orang bomocora ya dipakai untuk membunuh

    by. akirayuwono@gmail.com

    Suka

  23. Saling bubar ngebubarin, akhmadiah dibubarin ya gak sesuai UU, FPI dibubarin ya gak “sesuai” UU.

    Kalem aja dong “pak FPI”, dipeluk aja akhmadiah dan kalo emang mrk salah jalan dan pelan-pelan (kayak Nabi Muhamad, yang sabar gitu loh) dibenarkan.

    Ibarat anak jangan digebukin, apalagi anaknya gak nglawan…. Apa bapak-bapak kalau anaknya salah trus digebukin ???? Anak kita kan lama lama gede nah kitanya tambah tua, tar dia balik gebuk gimana pak ???

    Trus FPI jangan galak-galak gitu dong kan kami jadi serem banget… Katanya mau demo damai kok udah sedia topeng ya…Yang enak itu di segani jangan ditakuti…..

    Kalo mau nggebuk ya gebuk aja dulu itu para koruptor….pasti ditemenin ama rakyat, eh tapi takut ya…. dibilang “jangan ngukur rejeki orang lain” (kata guru ngaji aku).

    Bener itu… dibubarin juga percuma, namanya ideologi gak bisa dibabat, tar dibubarin juga ganti baju baru, banyak kok yang mau ngasih baju baru dengan kembang dan warna tertentu…..

    Yuk deh kita sama-sama mikirin gimana kita bisa maju…..

    Suka

  24. Hanya ikut nimbrung nih,

    FPI ( Front Pembela Islam ) apakah tidak tanduknya sesuai dengan ajaran islam yang luhur. Realisasi di lapanganya banyak oknum mengatas namakan FPI jadi tukang palak, jika tidak bayar uang jago, usaha yang bersangkutan dirusak, anggota FPI merusak penjual miras tapi membawa pulang miras juga , bagaimana ?

    Indonesia negara kesatuan dengan kebebasan beragama,kalau tidak setuju jangan diikuti, tapi jangan dirusak bahkan dianiaya,kaya jagoan aja tuh FPI.

    Demikian pendapat saya.

    Suka

  25. he. unik juga bapak ini.

    ….

    ketika melihat suatu kejadian kekerasan, hendaklah jangan hanya terjebak di kejadian puncaknya saja.

    kita teliti dulu awal kejadian bermula. ada poin-poin penting yang menurut saya perlu dijadikan bahan pertimbangan :
    – ada provokasi laksar kaf*r dan anj*ng
    – ada penembakan peluru senjata api ke udara empat kali
    – jalur aksi akkbb yang meleset dari kesepakatan dengan polisi.

    bagaimana pendapat bapak dengan aksi sweeping dari garda bangsa?

    Wir’s responds: memang sih memakai kekerasan itu tidak baik. Eh, tapi omong-omong ada anjingnya ya pak. Koq di TV nggak kelihatan. Wah bapak ini jeli juga ya, pantes kemarin itu di TV banyak yang berlari-lari.

    Suka

  26. fpi adalah organisasi yang berani dan tegas tetapi jangan sampai keberaniannya itu mengorbankan nama baik agama.

    menurut saya islam tidak pernah mengajar kan berbuat kekerasan tanpa memandang aturan yang ada. islam tidak pernah memaksakan orang untuk masuk agamanya lihat qur’an surah Al-Imran. islam juga tidak pernah mengajarkan berbuat kerusakkan seperti membakar, maupun memukul orang yang satu aqidah dengan nya.

    jadi bagi saya fpi tidak perlu dibubarkan, tetapi harus memperbaiki sikap dan tindakan yang emosional menjadi sikap yang bijaksana

    Suka

  27. seingat saya, ketika diceramahi sama ustadz2, kyiai2.. dulu Nabi Muhammad dicaci maki, dilempar batu, diludahin dan segala macem.. tapi apakah Nabi Muhammad marah lantas memukuli mereka? tidak….

    Ketika Nabi Muhammad kembali ke Mekkah apakah menyerang penduduk Mekkah dan para pemimpin Mekkah? tidak…

    Suka

  28. salam
    Kalo soal tindak kekerasan tentu saya sefaham dengan anda Sir, tak setuju sama sekali, soal fpi melakukan tindak kekerasan, memang betul akhirnya jadi masalah nasional dan menggangu kemajemukan, tapi coba Sir perhatikan kira2 apa akar masalahnya toh, ini ada sangkut pautnya dgn masalh penodaan agama kami yang ternyata orang2 yg tak berkepentingan terlibat, itu maksud saya anda di luar lingkaran, bukan soal lingkaran berkebangsaan. Peace, maaf, nada yang saya tangkap dari artikel ini terasa sangat subjektif. Mungkin saya yang kurang faham juga mencerna tulisan anda, tapi tanya saja hati anda, Ok Sir🙂 salam damai ya

    Wir’s responds: cara berpikir anda menarik sekali.

    Ibarat, seperti seorang suami mukulin istri atau anaknya. Dia berpikir itu toh istri-istrinya sendiri, anak-anaknya sendiri, jadi kalau mukulin apa salahnya. Itu khan rumah tangganya sendiri, nggak boleh orang luar ikut campur.

    ** Merenung mencoba memahaminya, sorry telmi. Maklum apa-apa naik **

    Suka

  29. @ masbro yang punya blog …

    Tunggu dulu … Tunggu dulu

    1. Ok kalo kita “istilahnya” melakukan lokalisasi Preman dan diwadahi FPI artinya mirip dengan lokalisasi yang dilakukan Pemda terhadap WTS dan Waria.

    eh maksudnya Status FPI disamakan dengan WTS dan Waria gitu ?😆

    2. FPI memang ormas paling brutal, tetapi setidaknya anda perpikir bisa menjadikan mereka martir di medan perang ?

    wakakak, rasanya saia masih ingat ketika tahun 2001 mereka ngotot perang ke Afghanista, eh pas ditembak oleh Water Cannon mereka pun lari tunggang langgang😆

    Rasanya kalo hal ini dilakukan sama juga kita (orang indonesia yang waras) sudah melakukan kejahatan perang deh😆

    3. Tabiat mereka harus diatur, dan dididik ulang, alias masuk reahab mungkin itu solusi paling tepat. Gimana ?

    Suka

  30. pak wir, sumbang pikiran. sudah jamak orang cepat bereaksi dengan hal-hal yang bisa dilihat mata langsung.

    Contoh kasus ya kekerasan yang dilakukan FPI ini. karena bersifat fisik maka kita buru-buru berkomentar. Merasa ikut melihat/mendengar/atau merasakan secara langsung.

    akan tetapi, amat jarang jika kekerasan itu berkaitan dengan kekerasan hati atau batin. hubungannya apa ? dalam pandangan islam, kekerasan yang dilakukan ahmadiyah adalah kekerasan hati terhadap umat islam, dengan tidak mengakui Muhammad sebagai Rasulullah terakhir.

    hal seperti ini mirip dengan orang yang mengaku kristen/katholik tetapi percaya dengan Muhammad sebagai Rasulullah.

    kedua, kalau anda melihat tetangga anda, sang suami memukuli istrinya terus bertindak untuk mencegah itu bagus. bagus sekali. tetapi jangan hanya berhenti disitu. kalau ternyata sang istri memang berbuat salah, langkah yang perlu anda lanjutkan adalah menasehati sang istri.
    atau bisa juga anda bilang “ya sudah cerai saja dengan suami. ikut saya saja :)”

    Suka

  31. @zakki
    Cara berpikir anda juga menarik, seperti halnya saudara nenyok.
    **berpikir lagi**

    Tapi eh, itu ada kalimat yang saya kurang jelas maksudnya. itu lho

    hal seperti ini mirip dengan orang yang mengaku kristen/katholik tetapi percaya dengan Muhammad sebagai Rasulullah.

    Maksudnya bagaimana sih. Saya ini termasuk yang mempercayainya lho. Oleh karena itu saya menyebut teman-teman muslim sebagai orang beriman, jadi bersaudara begitu. Kalau saya tidak mempercayai statement anda di atas itu, bagaimana saya punya keyakinan seperti itu.

    Apakah itu salah ?

    Suka

  32. FPI cuma anak nakal yang kelebihan energi, dijewer pun akan manut dia. Tapi Ahmadiyah anak yang ga mengakui ortu kandungnya, disuruh pulang ga mau, malah minta tolong tetangga untuk mengusahakan agar haknya untuk durhaka diakui dunia…

    Wir’s responds: Betul lho mbak, tidak menghormati orang tua itu dosa lho. Itu ada koq di 10 perintah Allah yang diterima nabi Musa. Kalau dosa bisa masuk neraka lho nantinya.

    Tapi omong-omong, kalau Ahmadiyah masuk neraka karena dosa tadi, mbaknya terikut nggak ?

    Nggak ya mbak, wong tidak berbuat dosa begitu, karena sudah menjalankan yang benar khan. Syukurlah kalau begitu.

    Tapi selama menunggu itu, selama masih di dunia, mbok ya sudah jangan pakai kekerasan begitu. Kekerasan, apalagi sampai orang yang dikerasi mati, itu khan membunuh, berarti itu khan juga ada di 10 perintah Allah yang disampaikan nabi Musa. Nanti bisa ikut-ikut dosa lho. Kalau begitu, bisa-bisa nanti menemani orang yang dibunuh tadi di neraka. Gimana hayo, di dunia sudah tidak akur, ketemu lagi nanti di sana. Khan pusing.😦

    Suka

  33. @ komen pak wir terhadap zakki:

    makanya saya bilang pola pikir pak wir ini unik sekali🙂

    bagaimana mungkin kami umat muslim bisa mengakui ghulam ahmad sebagai nabi. sementara di Al Quran jelas dikatakan Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir.

    kalau ada pihak yang memaksa kami menerima “kebebasan bergama” jenis itu, maka itu adalah kekerasan hati (versi pak zakki).

    bagi muslim, toleransi adalah lakum dinukum waliyadin (bagimu agamamu, dan bagiku agamaku), bukan pendomplengan kedalam Islam dan merusak akidah.

    btw, pertanyaan saya dikomen pertama belon dijawab pak..

    Suka

  34. Pada prinsipnya saya berharap FPI tetap eksis di negeri ini.

    Insiden Monas hanyalah persoalan kecil yang mudah diselesaikan. Ada banyak persoalan di negeri ini yang belum terselesaikan. Terutama seputar Ahmadiyah yang perlu secepatnya dikeluarkan keputusan pemerintah.

    Suka

  35. @arifrahmanlubis
    Ah bapak ini, tadi khan saya sudah ungkapkan bahwa pola-pola kekerasan itu tidak baik. Jadi siapapun masyarakat yang menerapkan pola-pola tersebut sebaiknya diingatkan. Kekerasan nggak menyelesaikan permasalahan koq.

    Pola pikir saya unik ? Ah bisa saja bapak ini. Apanya sih yang unik. Saya mencoba konsisten dalam setiap tulisan yang ada di blog ini, prinsipnya agama adalah suatu usaha manusia untuk melestarikan petunjuk seseorang yang pernah bertemu Tuhannya (dalam hal ini disebut nabi) tentang bagaimana agar dapat bertemu dengan Tuhannya tersebut.

    Itu berarti beragama tidak berarti sudah ketemu dengan Tuhannya, karena manusia dalam hal ini harus selalu menginterprestasikan petunjuk-petunjuk tersebut.

    Bagaimana menginterprestasikan bahwa petunjuk-petunjuk itu benar, ya saya kira itu cukup sederhana. Pemahaman kami memberi tahu bahwa petunjuk yang benar adalah jika itu berisikan kasih, kasih kepada diri sendiri yang sama besarnya dengan kasih kepada sesama dan akhirnya kasih kepada Tuhannya itu.

    Jadi terus terang saya tidak silau dengan orang-orang yang mengatasnamakan agama, karena itu tidak identik dengan mengatas namakan Tuhan. Evaluasi aja tindakan-tindakan orang tadi, sama nggak dengan sikap kasih tadi. Bagi saya, ini yang penting, kasih lebih tinggi dari agama itu sendiri. Karena bagaimanapun esensi agama itu adalah kasih. Ingat, ini menurut pendapat saya lho. Kalau ada yang nggak setuju, ya monggo-monggo aja. Tapi sekali lagi, tidak boleh pakai kekerasan.

    Karena itulah ada komentar saya di atas yang menyatakan bahwa agama adalah kebaikan, jika ada ketidak-baikan itu pasti dari manusia yang membawakannya.
    **ah koq diulang-ulang lagi**

    Suka

  36. @Goslink
    saya tambah lagi Premis-nya:

    Premis 3
    Satpol PP berbuat anarkis ketika menertibkan PKL

    Premis 4
    Praja Senior IPDN berbuat anarkkis trhdp Praja Junior-nya

    Berarti Satpol PP dan Kampus IPDN juga mesti dibubarkan jg….

    hayooo, siapa lg yg mo menambah Premisnya, msh banyak koq🙂

    Suka

  37. Apakah kita dapat mentolerir semua perbuatan yang telah dilakukan oleh FPI?????

    Saya rasa tidaklah ………….

    Suka

  38. Biarlah hanya Alloh yang melindungi dan memberi pahala untuk para Mujjahid !
    Mohon maaf Pa Wir, saya komentar tentang agama di ranahnya Pa Wir, saya kira nggak bakal nyambung, tapi bagus, buat naikkin ratting, peace !

    Suka

  39. waduh jadi rame pak wir…

    Kalo gak salah FPI dibentuk dan sekaligus dimanfaatkan oleh para elit politik.

    Kenapa gak elit politiknya aja sih yang ditangkap? Karena gak ada bukti kali ya….

    Saya pernah ketemu beberapa anggota FPI, beberapa dari mereka (kebanyakan) hanya anak-anak muda pengangguran, kemudian direkrut dan di kasih “kerjaan” sehingga perut mereka kenyang.

    Lagi-lagi faktor utamanya adalah kemiskinan dan pengangguran.

    Makanya mungkin ada yang sengaja tidak ingin kemiskinan hilang dari negeri ini, karena nanti gak ada yang bisa diperalat.

    Saya pernah memperhatikan kalo salah satu kafe terkenal di pusat kota sepi pengunjung, maka FPI menyerang daerah Kemang.
    Gak mungkin mereka menyerang tempat-tempat tersebut tanpa biaya dan tanpa “imbalan”.

    Banyak sekali orang yang memanfaatkan mereka. Demi bisnis, politik dan kekuasaan.

    Beberapa ormas, baik itu berdasarkan agama, suku, atau bahkan ormas pemuda menyandang nama dasar negara kita, melakukan hal-hal yang sama. KEKERASAN.

    Masalahnya FPI ini memakai nama Islam dan pd kasus Monas mereka menyerang orang-orang yang berlabel “pro demokrasi”.
    Maka maraklah semua opini sampai ke masalah SARA dsb.

    Kita pernah melihat kantor Koran Tempo diserang oleh sekelompok orang yang disinyalir sebagai suruhan salah satu pengusaha.

    Apakah media ramai? Orang ‘pro demokrasi” ribut? Presiden rapat polkam?

    Lalu hasilnya? Sang Pemred yang malah jd pesakitan di kursi terdakwa di pengadilan.

    Rupanya kekerasan merupakan bagian dari budaya bangsa ini.

    Baru saja kita baca di detik.com bahwa Banser mengisi kesaktian untuk membubarkan FPI.

    Artinya kekerasan dilawan dengan kekerasan.

    Kok gak ada statement yang bisa meredam agar Banser jgn melakukan hal itu?

    Ayolah, jangan main aji mumpung.
    Berpikiran dewasa lebih baik.

    Kalo kita anti kekerasan, itu artinya berlaku untuk semua pihak. Toh demi negara ini bukan?

    Terima kasih Pak Wir

    Salam

    Suka

  40. Saya selaku orang Aceh sangat setuju dengan Mas Danang. Ketika musibah Tsunami menimpa kami, Front Pembela Islamlah yang banyak sekali membantu dalam segala hal. Yang membuat kami tersentuh adalah saudara2 kami dari FPI ikut membantu dalam mengurusi jenazah korban bencana. Bahkan mereka mengkafani dan menguburkan jenazah tersebut secara syar’i.

    FPI adalah tentara2 yang menegakkan syariat Allah. Mereka selama ini selalu memberantas kemaksiatan di negara ini. Saya bangga dengan FPI dan dengan ini menuntut jangan sampai FPI dibubarkan. Kalau sampai FPI dibubarkan kami juga akan bangkit dalam membela saudara2 kami.

    Kalau takut terus didemo karena kenaikan BBM, jangan mengalihkan isu dengan mau membubarkan FPI donk. Toh kebenaran ini semuanya akan terbuka. Walaupun mungkin tidak di dunia. Akan ada pengadilan yang paling adil di Akhirat sana, dimana mata, tangan dan seluruh anggota badan kita di minta pertanggungjawaban. Oleh karena itu teruslah membela yang benar karena kita semua tidak luput dari pertanggungjawaban.

    Suka

  41. numpang lewat pak wir,
    kalo dimanfaatkan buat memburu koruptor atau penjahat lainnya sih ok aja. tapi, mana ada yg bisa menjamin mereka konsisten dengan “tugas barunya” (kalo diberikan). polisi aja yg penegak hukum asli penuh legitimasi bisa melenceng (katanya sih).

    kalo menurut pemahaman saya inti tiap agama adalah menyempurnakan akhlak/budi pekerti. jadi, ajaran apapun haruslah menjelma menjadi budi pekerti yg sebenarnya. bukan kepura-puraan, keterpaksaan, atau ketakutan lagi. lha… metodenya tiap aliran dan label kan beda-beda… bisa dengan sabar, syukur, kasih, sayang, rahman, rahim, dll lah.

    dalam hal itu buat saya FPI tampaknya belum kuat memakai label “Islam” di belakang namanya. menurut prinsip jawa ormas tersebut keberatan nama. belum lagi kalo dijabarkan apa itu arti dan makna Islam. soalnya, setahu saya di Al Quran itu dari Adam sampai Isa disebut penyebar Islam (entah apa makna hakikinya) … lha.. he he he…

    saya sedikit-banyak sepakat dgn retorika. rehabilitasi (pemahaman dan kelakuan) sepertinya lebih pas. tapi, tentu saja menurut pendapat saya pribadi. bukan bermaksud berdiri sebagai orang yg 100% waras… muahahaha…

    salam sejahtera.

    Suka

  42. Membubarkan FPI juga merupakan perbuatan yang sangat tidak demokratis, karena hak berorganisasi merupakan hak asasi manusia yang dijamin UU, lagi pula membubarkan suatu kelompok bukan jaminan
    bahwa aksi anarkisme akan berakhir di bumi Indonesia, kecuali pemerintah berlaku adil dalam menerapkan berbagai kebijakan yang bersinggungan dengan kepentingan masyarakat banyak serta pelayanan
    terbaik hingga rakyat Indonesia sejahtera . Insiden monas boleh jadi itu adalah strategi pemerintah untuk mengalihkan isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang belakangan menuai banyak reaksi penolakan dari berbagai gerakan mahasiswa di Indonesia.

    Suka

  43. pusing amat dengan kekerasannya FPI, moso sih jika sedikit berkeras kelakuan trus dibubarin? aneh benar? yang ini namanya pemaksaan kehendak dalam berfikir… dengan kita memaksa FPI bubar bukan kah kita juga anarkis? merekakan cuma melaksanakan nurani dan egonya seperti anak Sekolahan yang membela sekolahnya saling lempar dijalan raya, seperti aparat yang membela satuannya saling serbu markas, seperti ayam betina yang melindungi anaknya ketika kutangkap anaknya yang masih cilik… wajar saja kalau menurut saya… jika sekarang polisi ngejar orang fpi terutama si komandan dengan tuduhan yang mulai nyeleneh.. itukan karena kekuasannya polisi mulai disentuh ama fpi… iya toh?
    kalau kita menyetir pikiran kita masuk keagama berarti itu sudah salah arah…. fpi tidak ada bedanya dengan PDI yang berusaha melindungi max muin, pemerintah yang melindungi ahmadiyah.. atau diri saya yang melindungi harkat dan martabat saya sendiri… pusing deh ngomongnya…

    Suka

  44. Lha kalau kita semua ribut2 soal FPI, kan jadi lupa kalau BBM naik tinggi, susu tak terbeli….he..he..he…
    Lapor Jendral!!, operasi “pengalihan” telah berhasil dilasanakan……!!

    Suka

  45. Dear teman-teman yang saya cintai,

    Saya selaku anak bangsa, meminta tolong agar di tindak tegas para Preman Berjubah itu, mereka bukan “Pahlawan” mereka hanyalah para penjahat yang menjadikan agama sebagai alat untuk menyakiti dan menindas manusia Indonesia lainnya.

    Teman-teman kalau mereka dibiarkan Negara ini lama kelamaan akan hancur, mungkin saat ini mereka masih kecil tapi bila dibiarkan bisa menjadi kanker bagi Negara ini seperti Al Qaeda, sekarang mereka menjadi apa,teman 2 yang saya kira cerdas dan pintar, sudah tahu jawabannya.

    Apa jaminannya mereka tidak akan memusnahkan yang berbeda agama, etnis dengan dia. wong saat ini saja mereka berani menganiaya sesama muslim lainnya.

    Tolong berfikir jernih, jangan wariskan kekerasan dari Negara Paman Saud kepada Negara kita yang sudah berbudaya dan beradab, harmonis dan rukun sejak dahulu.

    Agama dan keyakinan adalah urusan manusia dengan Tuhan, Kelompok lain bahkan Pemerintah tidak berhak mencampuri hubungan dia dengan Tuhan. Kita bukan Tuhan yang berhak mencap orang Kafir. Arab adalah budaya. Arab bukan agama, justru Islam datang untuk membawa kedamaian bagi orang-orang Arab. Buktinya adalah TKI kita kerap diperkosa, dianiaya oleh orang-orang bangsa tsb, karena mereka sejak dahulu kala penuh dengan kekerasan. Apakah teman2 tidak tahu mereka menganggap kita Orang Indonesia bangsa ‘Jongos” dan mereka menganggap mereka adalah warga kelas 1, mereka sering berpendapat karena Nabi turun disana, jadi mereka warga kelas 1, Justru Nabi turun disana untuk memperbaiki akhlaknya, melembutkan dan mendamaikan Jiwa mereka yang begitu keras. Budaya Nusantara sudah lembut tidak perlu seorang Manusia Suci seperti Nabi turun di Nusantara, kita sudah beradab dan berahlak sejak dahulu, justru saat ini kita sedang dikeraskan oleh mereka.

    Tolong selamatkan bangsa ini, kalau Ahmadiyah di bubarkan mereka akan meminta suaka, saya yakin teman2 pintar semua, apabila ada pemerintah yang menindas warganya, Negara tersebut dapat di kenakan embargo, kita sudah sulit jangan tambah sulit lagi Ibu Pertiwi kita sedang menangis melihat kelakuan anak-anaknya, yang benar dan teraniaya malah di fitnah, yang salah dibela atas nama agama.

    Apa yang akan kita wariskan Negara ini kepada anak cucu kita? Hanya Sisa kehancuran Negara ini kah……

    Salam Damai dari Anak Bangsa Yang merindukan Kedamaian….

    Wir’s responds: terima kasih atas tanggapannya, menarik dan menyejukkan hati

    Suka

  46. Islam adalah Agama yang ditegakan dengan hati dan bukan ditegakkan dengan seenak hati…

    Suka

  47. Kita ini satu meskipun berbeda-beda….

    Kenapa masalah kebebasan beragama menjadi masalah buat FPI….FPI hanya mencari masalah saja….Apa kalian merasa kekerasan membuat Tuhan senang dengan kekerasan yang FPI lakukan….

    Tuhan mana yang suka akan peperangan, suka akan kehancuran….ini bukan yang pertama kali lagi buat FPI yang telah melakukan kasus seperti ini. Mereka melakukan sesuatu karena dasar menghakimi orang lain seperti halnya Tuhan yang merupakan satu-satunya orang yang berhak menghakimi orang…..

    Saya lihat tindakan kalian FPI adalah seperti orang yang bersih dari kesalahan, apakah itu benar……????? Jika kalian benar-benar bersih dari dosa silakan hakimi semua orang di dunia…….Saya minta FPI buka mata anda dan buka pikiran kalian. Pikiran kalian sudah dipenuhi oleh pikiran yang sangat arogan……

    Saya punya harapan melihat Indonesia dengan agama yang beragam dan yang diakui di Indonesia saling bekerja sama, saling mengasihi, saling menghormati, saling membantu, dan kita bangun Indonesia kita dengan rasa persatuan itu. Ingat masalah Indonesia masih banyak dan bukan hanya tanggungan pemerintah tetapi kerjasama kita sebagai warga negara…….

    Coba anda bayangkan dulu jika terjadi seperti yang diharapkan…….Dunia akan melihat negara kita adalah negara yang mengumandangkan perdamaian bukan kekerasan dalam menyelesaikan masalah………

    Saya minta untuk semua orang yang baca ini untuk memikirkan sebelum memberi komentar………

    Dan insiden monas itupun bukan strategi pemerintah mengalihkan isu BBM, pemerintah sudah pusing urus masalah yang sangat banyak di negara kita, untuk apa menciptakan masalah lagi sedangkan masalah BBM itu belum selesai jalan keluarnya.

    Tolong berpikir yang positif, kalau anda semua berpikir negatif maka kalian semua tidak bisa maju……….

    Salam perdamaian………

    Suka

  48. di negeri kita yang tercinta ini semua sudah anarkis taunya hanya mencari kesalahan orang lain saja semua selalu dipaksain dari cara hidup yang terus menghimpit, cara beragama harus memeluk agama tertentu yang dianggap benar, padahal kita kan demokrasi bebas aja asal jangan mengganggu orang lain dan masalahnya kita sering merasa terganggu dengan pola pikir orang lain padahal nggak ada hubunganya sama sekali dengan kita.

    satu hal yang perlu diingat masalah agama adalah urusan pribadi per pribadi toh nantinya kita masing masing akan mempertanggung jawabkan perbuatan kita masing-masing khan kesurga nggak bisa gandengan pasti sendiri-sendiri jadi mendingan kita damai aja sambil berpikir gimana caranya menghadapi hidup yang makin sulit ini.

    Wir’s responds: Betul !

    Suka

  49. Gusdur kayaknya bakalan sujud syukur kalo FPi dibubarkan, kl FPI dibubarkan para sampah masyarakat akan merajalela, karena selama ini yang berani adalah FPI, Maju terusss. Allahu Akbar

    Suka

  50. Wes mblenger masalah iki!

    Biar pemerintah yang menindak mereka!

    “Begini dik, Indonesia ini khan Bhinekka Tunggal Ika, bermacam-macam ada, dan
    sebaiknya ada untuk saling melengkapi, termasuk dalam hal ini ada FPI ada Ahmadiyah. Ya, itu adalah fakta. Mereka semua itu penduduk Indonesia, maksudnya mau tinggal di sini.”

    Pernyataan diatas aku tidak setuju pak Wir!
    aku lebih suka kesini download ebook! dari pada mbaca postingan ginian!

    Suka

  51. bapak2 ibu2 sadar gak kalian…

    apakah kalian pernah berfikir kalo sebagian besar anggapan dan pemahaman anda disetir atau dikendalikan oleh media???

    kita bisa menanggapi ini itu juga kan karena daapet dari media sendiri kan…

    sekarang mari kita pikirkan maslah nya..

    apakah media membeberkan masalah sebenar2nya dengan apa yang terjadi di lapangan???

    apakah tidak ada yang dilebih2kan atau ditutup2in oleh media tsb???

    mari kita beralih untuk lebih berfikir kritis..

    GBL, civilian engineering 2007

    Suka

  52. Ping balik: Update Berita tentang Front Pembela Islam [FPI] « addiehf blog’s

  53. Salam Pak Wir….
    Saya Sependapat dengan anda pak!!!
    Kebijaksanaan pak wir dalam menilai FPI saya akui bagus!!!

    Suka

  54. Jika negara kita Kuat, maka kasus2 kayak FPI ini tidak akan terjadi..
    Zaman Suharto aliran2 radikal apakah itu Islam atau agama lain tidak dibiarkan tumbuh subur…
    Kita berharap pemerintahan SBY bisa menyelesaikan persoalan ini dengan bijak.
    Salam

    Suka

  55. arifrahman lubis wrote

    ada penembakan peluru senjata api ke udara empat kali

    masa ?
    kok di video gak ada suara letusannya ?😛
    http://ryosaeba.wordpress.com/2008/06/03/suara-senjata-api/

    rijal aceh wrote

    Kalau takut terus didemo karena kenaikan BBM, jangan mengalihkan isu dengan mau membubarkan FPI donk

    Ah, kalau yang gue lihat sih justru FPI yang mencoba mengalihkan perhatian dari tindak kekerasan yang mereka lakukan😛

    Suka

  56. Saya setuju pendapat anda bahwa kekerasan tidak dapat ditolerir. Tapi kenapa insiden monas yg dilakukan FPI yg ditindak … ini kan pemikiran sempit, egoistik, dan tidak adil.

    Kekerasan (katanya) FPI terlalu kecil dibandingkan kekerasan massa pendukung Gusdur berbuat anarkis ketika Gus dur akan dilengser, bahkan sang provokator (Gus dur) nyata-nyata mengancam saat itu… tidak pernah ditangkap seperti Habib Rizieq. Apalagi kalo kita lihat, Israel merampas tanah palestin dengan penuh kekerasan sejak th 48.

    Adilkah Aku ?

    Oo.oo Pak Wir, saya maklum pemikiran anda didasarkan kepentingan. Semoga anda sehat, dan Semoga pemerintah membuka kembali kasus kekerasan massa pendukung Gus Dur. Semoga tumbuh FPI-FPI baru dan Habib2 baru yang berani berkata dan bertindak benar sesuai dengan keyakinan masing-masing.
    Kita pun tidak berhak menghakimi kenyakinan orang2 FPI, itu berarti tidak ada bedanya kita ini. He.he.he 13x

    Suka

  57. @Kulo
    Kepentingan saya adalah mengingatkan saudara, tidak boleh itu orang “sembarang bertindak” hanya karena merasa yakin bahwa itu benar oleh masing-masing orang tadi. Apalagi tindakan itu merugikan orang lain, meskipun didasarkan keyakinan beragamanya.

    Ingat kita ini negara hukum, dan dasar negaranyapun bukan agama tetapi Pancasila.

    Suka

  58. FPI juga sampah masyarakat, seperti PSK dan PERAMPOK maka harus diberantas

    FPI BUKAN ISLAM. ISLAM ITU DAMAI. FPI ITU KIRIMAN DARI NERAKA UNTUK MERUSAK CITRA ISLAM

    Suka

  59. Hukum memang harus ditegakan
    Keras dalam hal perjuangan adalah wajar
    Tidak ada perjuangan yang tanpa resiko
    Membela keyakinan adalah segalanya
    Karena hidup menanti setelah kematian tiba
    Sampai kapanpun Islam akan terus dirongrong
    Hanya orang-orang penuh keberanian menegakan kebenaran yang mampu menjaganya.
    Saya bukan anggota FPI.

    Suka

  60. Ingat kita ini negara hukum, dan dasar negaranyapun bukan agama tetapi Pancasila.

    Saya setuju dengan Pak Wir dengan mengatakan hal tersebut. dan FPI telah menodai hal tersebut dengan menitikberatkan bahwa salah satu agama yang membawa Pancasila, seperti pernyataan salah satu pimpinan cabang FPI di salah satu daerah. Apakah negara kita negara agama?

    Hal itu sudah menunjukan penyimpangan dari Bhinekka Tinggal Ika dan mengacu pada SARA. Apakah hal tersebut harus dibiarkan?

    Banyak orang-orang tak bersalah yang menjadi korban kekerasan mereka. Seperti yg terjadi di Yogyakarta baru-baru ini. Para pemuda yg sedang duduk-duduk menjadi pelampiasan kemarahan mereka karena markasnya diserang.

    Mereka dipukuli tanpa tahu apakah mereka bertanggung jawab atas penyerangan tersebut atau tidak.

    Apakah ada dalam ajaran agama manapun untuk menghalalkan kekerasan dalam menegakkan ajaran agama?

    Dan kemana mantan ketua YLBH yg seharusnya mengerti tentang hukum namun berbuat tidak terpuji pada peristiwa MONAS kemarin?

    Tidak ada di negara agama sekalipun yg berbuat searogan mereka.

    Suka

  61. Memangnya kenapa Islam harus dibela sama Front Pembela Islam…???

    Keberadaan FPI sesungguhnya telah melampaui kekuasaan Allah SWT, karena FPI telah berpikir bahwa Allah SWT tidak lagi Mahakuasa sehingga butuh algojo-algojo untuk membela agama ciptaanNya…???

    Bagi yang pro dengan FPI, silahkan kalian berbangga hati, bahwa Islam memang bukan agama damai, sekali lagi terbukti “Film Fitna” karya Geert Wilder.

    FPI = Fitna Produk Indonesia

    (Fitna berati Kalabendu/Bebendu/Bencana, bukan berarti Fitnah)

    Suka

  62. tembakan bentrok di monas bukan FPi sebenarnya. karena FPI pliharaan aparat. tembakan sebenarnya adalah pembubaran HTI. karena HTI cukup progres dan maju. HTI payung hukumnya juga lemah. tidak seperti ikhwan yang menjelma berbentuk partai. so… jangan terjebak ributnya fpi saja.

    ini juga dimanfaatkan gus dur untuk 2009. dia berani di barisan depan dengan harapan 2009 suara ahmadyah lari ke PKB-nya. HTI melakuan langkah yang benar saat terjadi insiden, menarik diri dan fpi yang jadi korban.

    berita di media sangat tidak imbang, karena fpi terus disudutkan padahal AKKBB itu sumber bencana awalnya. coba anda cari di web side siapa AKKBB disana berkumpul orang2 yang ingin hancurkan islam semua termasuk komuitas eden, gus dur, gunawan muhamad, dan orang2 sekuler lainnya.

    FPI juga tidak harus lepas dari kasus hukum, tapi cara pandang kita jangan mengarah ke sana. goblok kalau kita menyalah-nyalahkan FPI.

    SBY seneng aja dengan kasus ini. isu BBM jadi hilang, polisi jadi pahlawan lagi padahal polisi yang harusnya bertanggungjawab akan masalah ini. untuk menangkap FPI yang pasti tidak akan melawan pada rabu pagi polisi unjuk kekuatan dengan 1500 orang sedangkan pada waktu bentrokan mereka tidak ada ditempat dengan alasan yang bermacam2. ini sudah diseting….

    saran saya bagi umat yang mengaku islam jangan terpancing ulah ulama gila yang bernama gusdur.apalagi mau mengerahkan pasukan berani mati, nah ini yang seharusnya dibubarkan bukan FPI. ngapain unjuk kekebalan segala….

    maju terus FPI doaku selalu menyertaimu….
    -tanfidz

    Suka

  63. Dear Kulo,

    saya punya agama baru namanya: “Saenaedewe”. Saya nabinya dan pembuat dalilnya. Dalam agama saya itu, orang tidak boleh pake baju merah. Kalau pake baju merah maka melanggar akidah saya. Kare na itu saya sweeping orang2 yang berbaju merah. Kalau ketemu, ta pukulin.

    Boleh toh saya melaksanakan ajaran agama saya…

    Suka

  64. FPI = Front Preman Indonesia
    LPI = Laskar Preman Indonesia
    TPM = Tim Pembela Munafik

    Tolong jgn menggunakan nama Islam atau Muslim di situ. Setiap kali menggunakan nama Islam/Muslim berarti preman2 tersebut menghina Islam.

    Sudah bukan rahasia umum FPI menarik upeti dari pengusaha terutama pengusaha hiburan malam yang ada di daerah kekuasaan mereka. Aksi penghancuran oleh FPI disetiap perayaan hari raya tertentu hanya ditujukan kepada mereka yang tidak memberi upeti atau upetinya kurang. Sebagai peringatan bagi pengusaha lainnya untuk membayar upeti tepat waktu dan dalam jumlah yang sesuai.

    Buat TPM, jgn pake nama Muslim. Krn anda selalu membela mereka2 yang preman dan teroris aja. Waktu anda membela pelaku pengeboman yg kebetulan beragama islam, gimana dengan korban pengeboman yang juga beragama Islam? Apakah derajat korban lebih rendah dari pelaku pengeboman? Apakah di Islam mengajarkan segala cara untuk mencapai suatu tujuan? Ingat kita sedang tidak berperang.

    Mengapa TPM tidak membela korban2 pengeboman teroris atau pemukulan FPI yang bergama Islam, malah membela pelaku pengeboman dan pelaku kekerasan.

    Masih layakkah TPM menyandang NAMA MUSLIM di belakangnya?????????????????????????????????
    Wahai Preman-preman yang menyandang gelar SH dibelakang anda, segera bertaubat sekarang juga. Sebelum murka Allah SWT menimpa kalian, para Preman berjubah dan bergelar SH

    Suka

  65. sdr Donny… Wah baik sekali anda mau menjalankan agama dan keyakinannya dengan serius,.. padahal jaman sekarang tuh banyak lho orang2 yang susah sekali untuk mau punya keyakinan dan beragama secara serius,,

    toh setahu kita juga lebih banyak orang bejat yang tidak tahu diri, seperti orang2 yang hanya bisa mukul2 kayak preman gitu lho (suka mukul2 orang karena preman nya ga senang dengan orang tersebut, kita sebut saja mereka juga punya agama, nama nya agama preman.dan.bejat) dibandingkan dengan pemimpin2 agama (ustad, pendeta, biksu, dll)..

    lebih banyak preman daripada pemimpin agama kan,,, saya yakin semua setuju…

    jadi saya sangat mendukung anda untuk mau taat dengan ajaran agama anda itu (“Saenaedewe”), jadi bisa mengurangi perbandingan orang bejat (preman) dengan orang baik..

    saya juga yakin semua setuju dengan saya dan senagn dengan anda yang mau berkeyakinan dan beragama…

    tapi kok ajaran agama anda sama seperti ajaran agama preman.dan.bejat yang tadi saya bilang yah,,, saya jadi bingung.. apa saya salah,,,

    mmmm mungkin sdr Dony bisa bantu mengajari saya, karena saya tidak yakin dengan pernyataan saya ini, sedangkan anda sangat yakin dengan pernyataan anda.,,,

    mohon agar anda bisa menggurui saya kalau saya salah,,, mungkin saya hanya orang bodoh yang tidak mengerti agama…

    terima kasih

    Wir’s responds: itu sindirannya mas Dony . “Saenaedewe” itu dari bahasa jawa, “sak enake dewe” artinya “seenaknya sendiri”. Gitu he, he, ..

    Suka

  66. Wuiss….
    kejahatan: perlontean, bar/diskotik, judi, KKN,…

    kayaknya orang yang hobi ‘jajan’, buang duit, nguras uang negara, dan derivatnya setuju kalo FPI dibubarin. He…he..he…pasalnya, FPI kan gethol banget tuh brantas yang kayak githuan…jadi, yang ngerasa terancam akan dibrantas…yo rame-rame nyalahin…

    Pak Wir, dkk…
    kayaknya negara ini kan katanya negara yang menjunjung HAM yak Pak…gimana kalo FPI biarin aja? Toh mereka juga punya hak untuk berbuat seperti itu…atau nggak?
    Kalau nggak knapa yak? Apa karena mereka meresahkan masyarakat? Wah, kalau gitu saya juga sebagai masyarakat kalau merasa resah dengan negara ini karena pemerintahannya memang membuat resah (menaikkan BBM, korupsi, etc) bisa aja nyuruh dan membubarkan pemerintah yak PAk? Wak…wak…wak…

    Suka

  67. bicara tentang FPI bisa bikin sibuk dan puyeng, hanya bikin produsen obat sakit kepala laku keras.

    tapyi…………….

    kalo FPI dibubarin, Maksiat di negara ini makin meraja lela.
    why..????
    ya karena selama aparat yang berwenang manggut2 wae gak ada aksi dan hanya dengan selembar dua lembar duit “merah” lancar, maka maksiat tetep!!!!

    disinilah peranan FPI walopun kadang kala diselimuti kekerasan dan anarkisme

    dan kalau memang harus pake kekerasan,
    WHY NOT.

    bukan berarti saya pro kekerasan lho!!!
    jangan dikomentarin ya….???!!
    pokoke FPI sebaiknya gak dibubarin.

    saya kira hanya perlu tanggung jawab dan kerjasama dari pihak yang berwenang untuk bener2 negakin hukum di negeri kita tercinta.

    kalo gak ingin FPI “KEBABLASAN”, maka aparatnya yang TEGAS DONG!!!

    otrect…..??!!!

    Suka

  68. wah keren abis pak wir tentang FPI. bagusnya kita ngk usah mikirin FPI di bubarkan atw tidak, bagusnya semua anggota FPI di jadikan POLISI kita . kan bagus…….,lihat taji polisi,cuma berani melawan anak kecil ketika melihat musuh yang lebih gede dia malah sembunyi dengan tertib,,,,buktinya ketika menangkap maling ayam eh malah ayamnya yang ditangkap bukan malingnya (koruptor),,,, bandingkan dengan FPI garang didalam garang di luar (salut buat FPI) ntar klo ngadain pertandingan tinju waduh ogut jadi suporternya nh..setuju ngk pak wir

    Suka

  69. Wah..wah.. Kayak masuk ke gedung kelas kuliah Teknik Sipil ternyata didalamnya lagi diskusi Politik. Tapi ternyata bisa lebih seru juga ya! Kalo dengerin dosen jelasin fc’ sama fy bisa ngantuk, giliran FPI bangun semua..

    Tapi kalo buat saya sih.. mending titip Absen terus keluar lagi sambil berdoa ntar UAS ngga keluar soal-soal seputar FPI, ngga urung hasil diskusi ya ngga kemana-mana hehehe

    Suka

  70. emang salah ya klo kita orang indonesia beda keyakinan?
    emang salah ya klo kita orang indonesia beda suku?
    emang salah ya klo kita orang indonesia beda dalam berpakaian?

    emang berhak ya kita orang indonesia menghina orang lain?
    emang berhak ya kita orang indonesia saling mencaci?
    emang berhak ya kita orang indonesia saling membunuh?

    coba deh jgn pada munafik(para manusia yg agung dan mulia dan punya massa)..ngomongin agama..pake dalil dalil segala tp hatinya pada gak di atur..andaikan terjadi peperangan antar umat beragama dan keyakinan…andaikan yg mati orang yg kalian sayang,bapak kamu ibu kamu sodara kamu,anak anak kamu…baru nyesel..baru sadar klo setan udah memasuki daerah yg seharusnya diisi tuhan yaitu hati..

    teriak tuhan dengan mengancurkan orang lain memukuli,mencaci maki dengan nama tuhan..pikir sendiri klo sehabis sholat tahajud..tanya sama hati apakah saya salah ya ALLAH??
    menangislah kepadaNYA kenapa saya tidak di tuntun olehNYA..
    bertanyalah.. mengapa hati ini begitu kejam kepada sesama ciptaanMU ya ALLAH?
    apakah ini semua benar??
    apakah kita harus saling membunuh?mencaci,menghina,merusak tempat2 ibadah orang yg beda keyakinan?
    apakah kita tidak di sentuh oleh ALLAH??

    apa yg kalian cari?surga..mungkin mimpi juga tak akan ALLAH beri untuknya!
    dan tak akan ada damai di hatinya!sampai mati! datang insya allah semuanya baru terkuak!dan semua pasti sudah terlambat!

    andai kita bisa melihat dengan mata Tuhan..bukan mata manusia yg egois dan selalu banyak salah!dan penuh dengan kepentingan pribadi dan golongan!yang selau cinta kekuasaan!

    wasalam!

    Suka

  71. EMANG DASAR FPI NAMBAH MASALAH BANGSA. BUKANNYA NGEBANTUIN. SOK2AN MENEGAKAN SYARIAT ISLAM. YAKIN SYARIAT PRIBADI KALIAN UDAH DITEGAKKAN? SOK2AN BAWA NAMA SUCI TUHAN, KELAKUAN GA LEBIH DARI **sensor oleh admin**.

    Wir’s responds: Tidak setuju boleh-boleh aja, tapi jangan caci maki dengan kata-kata kotor. Beri argumentasi yang logis, itu bahkan lebih dahsyat bo. Kita ini di forum canggih (blog) bukan di jalan raya. Trims atas perhatiannya.

    Suka

  72. Hal pertama yg saya pikirkan ketika mendengar kejadian rusuh: “Siapa aktornya?” Sumber pemikiran/kepentingan/dana-penggerak
    2nd, “Siapa yang digerakkan?” Latar belakang orang2 yang digerakkan itu kan bisa diteliti.
    3rd, Bagaimana agar orang2 itu bisa digerakkan? Motivasi yang ditanamkan pada orang2 itu konkretnya apa?
    4th, Kesesuaian dengan hukum dan keadilan di Indonesia. Sebagai warga negara kan posisinya jelas: Taat pada Hukum. Tiap-tiap pelanggaran harus ditindak terpisah, tidak membawa pelanggaran lainnya untuk membela diri.
    Dari situ kan jelas siapa yang harus ditindak dan tindakan apa yang harus diambil. Kalo tidak dimulai dari sekarang hal-hal yang positif, ya negara kita akan seperti ini terus. Saya yakin kita di sini tidak puas akan keaadaannya skrg.
    Maaf, saya rada bingung membaca komentar sebelumnya. Banyak dan kebanyakan gak jelas dasar dan arahnya kemana.

    Suka

  73. Ya klo debat FPI ditinjau dr Segi Agama ya hrsnya patokannya ya Al-Quran bukanpemikiran yang dirasuki rasa benci dengki,iri,maki2 yg semua sifat itu sifat binatang yang dasarnya jelas.krn dasar manusia adalah nafsu…nafsu .. dan nafsu .jd klo medebat mslh FPI yg berasas islam ya dasar hukumnya islam jd baru ktmu.tp klo hukum negara ya jgn kait kaitkan dg Islam.

    Suka

  74. Bom, tidak akan meledak kalo tidak ada pemicu.
    maka dari itu bubarkan Ahmadiyah karena menjadi pemicu kerusuhan di Monas.

    Untuk FPI, terus berjuang, jangan gentar menghadapi manusia yang telah disesatkan Ahmadiyah dan AKKBB.

    Suka

  75. mari kita berpikir objektif dan menghentikan fanatik-isme :

    1. di berita kemarin, dari anggota fpi yang ditangkap sebagian besar adalah pemuda – pemuda dari daerah petamburan yang rata – rata status pekerjaannya tidak jelas.

    2. klo polisi melakukan kekerasan saja salah, apalagi warga biasa, betul? yang salah harus dihukum secara objektif. baik itu polisi, mahasiswa, akkbb, fpi, pejabat, dosen ato siapapun, salah ya salah.

    3. bertanya kepada saudara – saudara yang muslim, apa di agama islam diajarkan boleh menggunakan kekerasan? bisa dibuktikan film fitna itu salah? tolong jawab kepada diri sendiri.

    sedikit menyimpang mengenai kasus anakis yg dilakukan mahasiswa. mahasiswa sebagai golongan berpendidikan harusnya bisa bersikap sebagai golongan berpendidikan, bukan barbar.

    mengingat saya menyaksikan acara kick andy mengenai kekerasan mahasiswa dan polisi, ditengah dialog, sebagian peserta mahasiswa melakukan walkout karena tidak sependapat dengan pembicara. seperti itukah sikap golongan terpelajar kita saat ini?

    klo yang terpelajar aja gitu, gimana yg enggak?

    Suka

  76. Sapa Bilang FPI melawan maksiat? FPI hanya melawan maksiat yang tidak kasih upeti. Yang kasih Upeti, lancar2 aja tuh.

    Wahai sesama Umat, jgn tertipu oleh aksi preman yang memakai nama Islam dan berpura2 membela Islam. Kalian cuman melihat FPI dari luarnya aja. Padahal didalamnya penuh dengan uang haram yang ditarik dari pengusaha2 hiburan malam, bahkan penjual makanan di emperan pun dipajakin ama FPI. Petinggi FPI maem uang dari pengusaha2 besar, yang cecunguk2nya maem dari pajakin pengusaha kecil2.

    Semuanya munafik. Nabi Muhammad SAW paling benci orang2 seperti ini.

    Suka

  77. Kalau FPI memang oknum, kalau FPI bukan mengamalkan ajaran Islam sebenarnya. Tentunya ada fatwa dari MUI bahwa FPI adalah sesat.

    Bukti bahwa FPI memukui sesama teman seukuwah, tidak ada gelombang besar-besaran mendukung pembubaran FPI di negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar… cuma membuktikan satu hal. Pendukung FPI lebih banyak dibanding yang menentangnya.. jadi:

    FPI adalah wajah Islam yang sebenarnya.

    Suka

  78. Ada yang bilang “Manusia adalah mahluk yang paling jahat atas kepentingannya”.Jadi demi kepentingan dari oknum tertentu mereka menghalalkan segala cara untuk mencapai/meraih tujuannya.Maka berhati-hatilah dan berjagalah agar kita terhindar dari aksi dari Si Jahat.

    Suka

  79. Tanggapan untuk Mas Donny, kalau anda membuat agama sendiri, nabi sendiri dan bahkan membuat Tuhan sendiri, Umat Islam/Umat Agama lain nggak akan perduli mas. Masalahnya Ahmadiyah itu mengaku Agama Islam dan ajarannya bertentangan dengan Ajaran Agama Islam, disitu masalahnya!!. Dan jika Ahmadiyah menyatakan bukan bagian dari agama islam dan merupakan agama tersendiri, maka Umat Islam nggak akan perduli dengan Ahmadiyah. Jadi ini bukan masalah kebebasan beragama, tetapi masalah penodaan suatu agama. Jangankan menyangkut masalah agama, lha wong menyangkut masalah PKL atau demo BBM aja aparat (Polisi & Polisi Pamong Praja) sudah melakukan tindakan kekerasan atas nama hukum, tapi kenama kok nggak ada demo yang menuntut Polisi dan Polisi Pamong Praja dibubarkan???.

    Suka

  80. Pokok permasalahan dari peristiwan Monas adalah pokok permasalahan antara Islam dan Ahmadiyah. Ahmadiyah yang mengaku bagian dari Islam tetapi ajarannya bertentangan dengan ajaran Islam yang tertuang di Al Quran dan Sunnah Nabi.

    Didalam ajaran islam (berdasarkan Al Quran dan Sunnah Nabi) telah jelas2 disebutkan bahwa Muhammad SAW adalah nabi yang terakhir dan kitab suci orang Islam adalah Al Quran. Tetapi Ahmadiyah punya Nabi baru dan Kitab suci baru. Jadi masalah Ahmadiyah adalah masalah penodaan Agama Islam!!!!, BUKAN masalah kebebasan beragama!!!.

    Masalahnya akan lain dan orang Islam tidak akan perduli dengan Ahmadiyah jika mereka tidak mengaku sebagai Agama Islam (karena ajaran mereka melanggar Aqidah Islam) .

    Saya jadi teringat kira2 1 tahun yang lalu, ketika teman saya yang Protestan dan teman2 seimannya sangat gusar dikarenakan pengikut Yehova akan mendirikan gereja, dan teman saya beserta teman2 seagamanya langsung bereaksi dan menggagalkan rencana pengikut Yehova tsb.

    Jadi sudah jelas!!, bahwa AGAMA APAPUN jika dinodai maka para pengikutnya akan bereaksi keras. Memang Islam tampak lebih keras krn memang di Indonesia mayoritas, sedangkan teman protestan saya jelas minoritas bahkan di kalangan Kristen sendiri, jadi gaungnya tidak menggema ke mana2.

    Kita juga tidak boleh melupakan ketika Pemerintah Amerika Serikat menghancurkan/membantai Sekte yang dianggap sesat yang dipimpin oleh David Koresh di Texas dengan menggunakan US Army berikut Tank M1 Abrams dan pasukan anti-teroris FBI, yang mengakibatkan puluhan orang termasuk wanita dan anak2 terbantai.

    Terima Kasih.

    Suka

  81. Tampaknya banyak yang ngga ngerti analogi saya ya. Hehehe,,,ya begitu lah kadarnya pemahaman orang beda-beda. Saya ga ngomong ttg ahmadyah. Saya ngomong soal FPI. Saya pikir kalau kita masuk dalam logika bahwa FPI rusuh karena ahmadyah, kita masuk dalam perangkap logika pikir FPI. FPI itu emang dari sananya anarkis. Lihat saja sepak terjangnya selama ini. Kalau demo selalu bawa-bawa tongkat, naik motor rombongan, bikin macet huru-hara dll….itu wajah FPI yang maaf saya tangkap.

    FPI selalu punya penafsiran tertentu soal hukum, pakai kaidah hukum mereka yang katanya hukum islam. Lah wong kita (mereka ding, saya tidak tinggal di indonesia) hidup di negara berdasarkan Pancasila dana ada hukum positifnya kok. Apa mereka itu above the law?

    Analogi saya di atas dimaksudkan atas sindiran atas FPI yang menganggap bahwa penafsiran ideologinyalah yg paling benar. Thus semua orang yang tidak seideologi dengan mereka (pake baju merah) adalah salah dan harus di’lurus’kan.

    Kalau soal Ahmadyah, itu urusan intern islam, saya ngga peduli. Saya pedulinya kalau dalam menyelesaikan urusan intern tersebut melibatkan kekerasan. Dalam hal tersebut hukum harus ditegakkan, dan wibawa negara dijunjung tinggi.

    Sebenarnya terlalu banyak masalah di Indonesia yang lebih penting dari soal FPI dan Ahmadiyah. Kewajiban negara menurut UUD adalah memberi perlidungan hidup di dunia, soal akhirat itu mah urusan masing2. Negara ga boleh turut campur, begitu UUD bilang. Kalau ada yang tidak setuju soal ini ubah UUDnya.

    Suka

  82. SKB 3 menteri ttg Ahmadiyah dah keluar. Saya sangat setuju sekali. Dikasih peringatan keras, dirangkul biar bertobat, jika masih mbalelo maka pemerintah berhak untuk melakukan tindakan hukum karena telah memasuki masalah pidana.

    Tugas kita adalah melaporkan ke pihak berwajib pelanggaran yang dilakukan Ahmadiyah, bukan menghakimi dengan kekerasan.

    Kekerasan yang dilakukan oleh Preman Berjubah alias FPI sangat tidak bisa dibenarkan. Mereka benar2 preman yang munafik, disatu sisi narik upeti dari pengusaha hiburan malam, disatu sisi pura2 membela Islam. Padahal tindak tanduknya bukan membela, malah mencoreng Islam, dan mengajarkan paham kekerasan di masyarakat kita yang dari dulu sangat cinta damai. Mereka mau mengubah masyarakat kita yang dulu cinta damai dan santun menjadi seperti di Lebanon, Iran, Afganistan dan Pakistan. Kekerasan di mana2, bom dimana2, teror di mana2, jika ada kelompok yang gak setuju ama kelompok lain, main tembak aja. Main bom aja. Gilaaaaaaaa, paham begini yang mesti diperangi, dibasmi dari bumi Indonesia.

    Dulu pernah ada pameo, jika di tempat lain kita menginjak kaki orang langsung dimarahin tapi di Solo terbalik. Kalo tanpa sengaja injak kakinya, mereka akan ngomong “maaf mas, kakiku diinjek”. Apakah sifat jawa kromo yang halus spt ini masih ada? Kayaknya telah dicuci otaknya ama para preman berjubah tsb.

    Suka

  83. UPETI UPETI UPETI
    DUIT DUIT DUIT
    AMAN AMAN AMAN

    GAK KASIH GAK KASIH GAK KASIH
    BANDEL MBALELO BANDEL MBALELO
    DIGREBEK DIGREBEK DIGREBEK

    Suka

  84. FATWA MUI HARUSKAH DIIKUTI ?

    Setahu saya MUI pernah bikin fatwa Riba pada bunga Bank Konvensional, setahu saya pemakan riba itu tdk akan masuk surga. Kalau baiknya FPI membubarkan Bank-Bank Konvensional, biar aqidah Ummat Islam Terjaga. Hidup FPI,… Hidup Habib Rizieq.

    Suka

  85. kenapa masih ada orang ideot yang ngebelain FPI
    paket matamu lebar-lebar, nonton tv
    .gusdur aja yang buta bisa menilai
    kenapa otakmu masih sok idealis,… dasar ideot

    coba aja buat kayak gitu di medan
    ku **sensor** kau FPI!!!!!!!!!!!
    kusumpal mulutmu sama **sensor**!!!!!!!!!!

    Suka

  86. Untuk mas donny, bukan tidak mengerti analogi, tapi yang saya maksudkan adalah untuk menyelesaikan suatu masalah harus dilihat pokok permasalahan penyebab timbulnya masalah tersebut. Misalkan spt analogi anda, anda melakukan hal tsb, kemudian apakah pemecahan masalahnya cukup dengan menangkap atau menggebuki anda?, apakah dengan cara tsb ada jaminan bahwa dikemudian hari tidak akan muncul donny-donny lainnya?.

    Saya tidak perduli FPI mau dibubarkan, digebuki, dihancurkan, disikat, dll. Tetapi apakah dengan cara tersebut tidak akan muncul dendam dan menimbulkan FPI-FPI lain dikemudian hari? dan masalah tidak akan pernah selesai.

    Dan untuk “Anak Medan” ternyata sikap anda tidak lebih baik dari FPI, mungkin hal ini sesuai dengan tingkat pendidikan anda, dan tolong itu orang-orang yang rebutan Kampus dan Gereja di **sensor**, krn sikap mereka sama buruknya dengan FPI.

    Suka

  87. manusia itu seperti pohon,yang semakin tinggi semakin besar angin yang menerpanya.
    ya allah berikanlah kemudahan kepada kami agar kami dapat mengatasi masalah-masalah kam.
    ya allah ampuni segala kesalahan kami…

    Suka

  88. assalamuallaikum wr.wb

    memang islam perlu orang-orang seperti pak habib rizieq, membela islam dan menegakkan syariat islam. kejadian-kejadian kemarin seakan-akan memang seperti sebuah interest group dan menyebabkan banyak asumsi baik dan buruk,. kita boleh saja berpikiran negatif tentang kejadian kemarin fpi yang bersikap anarkis membuat keamanan negara terganggu. tapi kita pun tak ada salahnya berpikir positif….
    siapa yang dengan lantang menyerukan agar ahmadiyah dibubarkan?
    coba kita gali kembali hati sanubari kita umat islam apakah kita rela agama kita dinodai?

    saya sebagai rakyat sering tersinggung dengan beberapa pihak organisasi yang menjalankan segala tindaknya dengan mengatas namakan rakyat,..pertanyaan saya, rakyat yang mana yang mereka bela?
    benarkah rakyat berbicara,berpikir,dan menginginkan hal tersebut?
    jangan pernah berlindung dalam penderitaan rakyat hanya demi sebuah kepentingan organisasi yang memang hanya tidak berdasarkan dengan hati yang tulus dan ikhlas. namun kekuasaan dan sifat tamak yang selalu mengiringi langkah mereka dalam proses mencapai tujuan.
    sikap ini yang nantinya akan membuat mereka untuk menghalalkan segala cara dan nantinya selalu menyamarkan diri mereka dengan penderitaan rakyat,dan mengatasnamakan rakyat demi mencapai tujuan dan hal-hal yang menjadi masalah mereka.

    “semoga rahmat allah selalu menyertai kita..amin yaa robbal alamin”

    terima kasih pak wiryanto atas tulisannya

    salam hormat saya

    Suka

  89. sebenarnya menurut saya tidak ada organisasi yang salah,yang salah justru manusianya yang ga pernah sempurna,sebagai manusia kita harus sadar akan hal itu sehingga bisa menghargai pandangan orang lain,tidak ada yang keputusan yang benar apabila cuma dilihat dari satu sudut pandang,saya ngeliat pensil dari atas bentuknya bulat terus apa saya harus membasmi orang yang bilang pensil bentuknya panjang atau segi enam?

    Suka

  90. Salam teman-teman semua.

    Untuk menghindari masalah ini masih terus saja dibincangkan dan tidak berkesudahan, toh ceritanya tentang SKB sudah ada maka saya tutup saja.

    Terima kasih pada semua teman yang telah berbagi pendapat, semoga pendapat-pendapat tersebut baik yang setuju, tidak setuju maupun netral dapat menjadi bahan pemikiran baru dalam menyikapi hidup ini.

    Salam sejahtera semua.

    Suka

Komentar ditutup.