fitna dan geert wilders


Dimulai dari komentar sdr Robby Permata yang memberitahukan bahwa ada politisi Londo yang cari sensasi dengan cara menjelek-jelekkan agama, ada link rujukannya juga. Yah, intinya saya diminta membahasnya.

Apakah pak Wir lalu melihat link rujukan tersebut ?

Terus terang, kalau ada hal-hal menjelek-jelekan seperti itu saya nggak langsung mengikuti link yang dimaksud. Tetapi saya lebih mencoba memahami apa yang menjadi pemikiran sdr Robby, mencoba memahami kekesalannya terhadap fakta yang disampaikan oleh politisi londo yang dimaksud. Bahkan dari komentar tersebut saya sudah menanggapi. Intinya bukan ke politisi tetapi ke pemberi komentar, untuk jangan ambil ati.

Dalam perkembangan lebih lanjut, seiring dengan perjalanan waktu. Penulis merasa terkaget-kaget, bahwa apa yang pak Robby sampaikan pada komentarnya ternyata sedang ramai menjadi pembicaraan di dunia internet. Coba aja pakai Google lalu ketik kata kunci fitna dan geert wilders.

Apakah pak Wir kaget dengan materi fitna, yang menjelek-jelekkan agama tersebut ?

O bukan seperti itu maksudku. Saya kaget terhadap respon yang begitu banyak dan cepat, reaktif sekali. Mungkin karena ini ada kaitannya dengan agama. Hanya akibat perbuatan seseorang, dampaknya begitu besar. Bisa-bisa itu disikapi untuk menjadi ‘perang’.

Jadi ya benar sekali pepatah yang mengatakan bahwa “fitnah adalah lebih kejam dari pembunuhan“. Mungkin kalau si geert membunuh seseorang, maka beritanya nggak akan sebesar ini, benar juga bahwa “lidah lebih tajam dari sebilah pedang“.

Isinya apa sih pak Wir ?

Lho emangnya saya sudah cerita kalau sudah down-load. Belum khan. Dari luarnya aja saya sudah memahami bahwa itu adalah sampah. Emangnya perlu dilihatin.

Ingat dik. Kita ini sudah masuk dalam jamannya kebebasan informasi, apalagi dalam era digital ini, informasi sudah masuk dalam hitungan detik, ke mana aja, selama teknologinya mendukung. Informasi tadi menghasilkan pengetahuan. Jadi dengan berlimpahnya informasi maka pengetahuan juga berlimpah. Pertanyaannya sekarang, apakah dengan banyak pengetahuan tersebut maka itu pasti berguna bagi kita ?

He, he, he, ya nggak dong. Namanya saja pengetahuan, maka bisa saja itu pengetahuan baik atau pengetahuan buruk.

Tahunya itu baik atau buruk ?

Ha, ha, inilah yang setiap orang tidak tahu. Anda tahu nggak suatu pengetahuan itu buruk. Coba pengetahuan buruk itu apa hayo ?

Sentimen agama ? Pornografi , dan semacamnya itu.  Iya khan pak ?

Lho koq nggak mantap, masih aja ada nada pertanyaan. Sekarang saya kasih informasi atau pengetahuan begitu. Ini misalnya ada seorang gadis cantik telanjang, ini fotonya. Sekarang saya bertanya kepada kamu, informasi atau pengetahuan dalam bentuk gambar itu baik atau buruk ?

Wah itu pornografi pak ! Bapak bisa dituduh menyebarkan lho !

Jadi menurutmu itu pengetahuan buruk khan ? Tapi coba ini diberikan ke orang lain, apa reaksinya mesti sama seperti kamu ? Yang jelas tidak mesti seperti itu, ada yang komentar “kasihan, koq nggak pakai baju ?. I ya bu, itu foto ketika sedang ada tsunami, lagi pada mandi. Untung itu masih selamat“. Ada juga yang kasih komentar “khan kelihatan khan sekarang, ada beberapa indikasi akan terjadi kanker kulit !. Untung kamu perlihatkan foto tersebut, kalau tidak kasihan kalau nggak cepat diobati” dan lain, sebagainya.

Jadi dari foto yang sama, bisa menimbulkan interprestasi yang berbeda-beda. Jadi yang membuat suatu pengetahuan itu baik atau buruk adalah dari interprestasi pikiran orang terhadapnya. Ingat kata-kata psikolog bahwa “manusia adalah apa yang dia pikirkan“.

Wah begitu ya pak. Jadi apakah itu baik atau buruk, itu dari kita sendiri ya pak ?

Lho lha iya lah. Oleh karena itu, karena dari semula saya sudah melihat itu jelek, lha untuk apa saya lihat. Ya kaya melihat kotoran itu bau, apa harus dicolek untuk membuktikannya.

Jadi yang membuat saya terkaget-kaget itu adalah tanggapan dari para blogger tersebut, yang dengan bangga membuat posting yang menyebarkan informasi tentang fitna dan geert wilders. Itu khan berarti nggak bijak, dari satu sisi si geert tambah populer (memang itu maksud tujuannya membuat fitna), di sisi lain adalah mengobarkan sentimen negatif pada masyarakat yang memang belum cukup dewasa untuk memilah apakah itu baik atau buruk. Nggak mendidik begitu !

Lho siapa aja itu pak ?

Ya banyak lha, silahkan aja lihat sendiri. Saya sebenarnya bisa juga termasuk ikut mempopulerkan juga, tetapi ini terpaksa karena perlu juga wawasan lain tidak sekedar sentimen begitu.

Kalau menurut bapak sendiri gimana si geert tersebut, jadi nggak salah dong ?

O ya bukan begitu. Terlepas dari kebebasan berpendapat yang di negaranya memang dijamin, atau mungkin itu yang dinamakan demokrasi. Saya kurang jelas, karena pada dasarnya saya juga bukan orang yang 100% mendukung hal tersebut. Yang jelas kalau ditinjau dari sisi agama (boleh khan karena isunya juga tentang agama), maka tindakan si geert tersebut jelas-jelas menyimpang dari norma agama, khususnya agama kristen atau katolik ( ya karena itu agamaku).

Maksudnya ?

Saya kurang tahu agama si geert, tetapi tentunya dia tidak beragama seperti materi fitna itu khan. Orang banyak mengira bahwa agamanya si geert adalah juga kristen dan semacamnya. Ok, baiklah karena orang barat umumnya diidentikan dengan agama kristen/katolik. Jika ternyata dia beragama tersebut, maka jelaslah dia berdosa besar ! Mengapa ? Karena jelas dia mencederai perintah kasih yang Tuhan Yesus berikan, khususnya kasih kepada sesama. Ingat sesama bagi orang Katolik adalah manusia semuanya, tidak dibeda-bedakan oleh agama.

Lho pak Wir, yesus itu khan identik dengan agama ?

Inilah persepsi yang salah, saya nggak seperti itu. Agama adalah pesan tuhan kepada manusia sebagai jalan menuju kepada-Nya. Jadi bukan berarti jika anda sudah beragama maka sudah ketemu Tuhannya. Nggak seperti itu. Jadi dosanya si geert jika memang dia orang kristen, adalah dia sudah mengetahui jalannya, tetapi koq sampai berbuat tidak seperti yang tercantum dalam jalan tersebut. Menyimpang gitu lho. Sudah tahu itu salah tetapi melakukannya, wah itu hukumannya lebih berat.

Ah, kira-kira gitu dulu ya.

Eh, pak Wir sudah down-load fitna ?

Kamu itu koq ngeyel, sampah koq di down-load.😛

54 thoughts on “fitna dan geert wilders

  1. Mau down load juga rugi kok Pak. Nggak ada yang baru dalam film itu.

    Itu pinter2nya Geert Wilders saja cari popularitas. Isinya cuma potongan video klip sama kliping koran. Kalau mau yang lebih seram mah di tempat lain juga banyak. Meskipun saya muslim, saya sama sekali tak terpengaruh dengan film itu, bener kata pak Wir soalnya: hanya sampah untuk cari popularitas.

    Mudah2an umat Islam dimanapun tidak terprovokasi dengan film itu.

    Suka

  2. Benar pak Wir,

    BTW, dunia terbentuk sebagaimana kita memandangnya. Kalau si Wilder memandang muslim seperti yang dia gambarkan di filmnya, ya mungkin akan seperti itu pula yang selalu ketemu sama dia.

    Maklumlah, orang kan cari segala cara supaya tetap populer, apalagi dia orang politik. Mirip seperti politisi Austria (CMIIW) atau Australia (Pauline Hanson) yang anti imigran. Ada ceruk pemilih disana yang memang diharapkan memilih dia.

    BTW, mudah-mudahan si Wilder diberkahi oleh yang kuasa. Kasihan dia…

    Suka

  3. Bos, setuju.
    Memang teko hanya bisa mengeluarkan isi teko. Ntah isinya teh atau sirup.

    Alangkah indahnya bila setiap orang melakoni hidup dgn jiwa bening.

    Suka

  4. Hiks..
    masa Bung Edmon Makarim (Fakultas Hukum Universitas Indonesia) menantang pemerintah untuk memblokir YouTube yang memajang film tersebut sebagai bukti berlakunya UU ITE (berkenaan dengan pasal2 mengenai penyebaran hal-hal berbau SARA)… hiks…

    Padahal selama ini kan, aku nonton trailer2 film dari situs tersebut…. hiks…

    Suka

  5. Masalah seperti ini tidak akan pernah habis2, seperti The Da Vinci Code semua heboh, akhirnya diam juga. The Satanic Verses sampai penulis tidak berani keluar pintu, (sampai sekarang mau dipenggal orang Iran), akhirnya diam juga. Kemudian gambar2 kartun di koran Eropah

    Dan hal tsb akan terus ada, sebaiknya kita bijaksana saja, dunia semakin kecil tapi dihuni berbagai kepentingan (politik, ekonomi) dan keyakinan (agama, ideologi, kepercayaan), dan kita tidak bisa mengharap semua orang mengerti dan menghargai kepentingan dan keyakinan kita.

    Trims

    Suka

  6. fitna sudah ditutup di liveleak.com, saya gak tau apakah bloggers yang di indonesia bisa mengakses video ini yang di youtube, walaupun saya tidak sarankan, karena yang panas di youtube bukan videonya tapi comment2 nya.

    Saran saya jangan menambah keruh suasana, anyway wilders is a pathetic gay

    saya sudah menganalisa filmnya menurut semiotika film, silahkan comment di http://ahmadriza.wordpress.com/

    Suka

  7. Saya lupa yang ngusulin siapa. Jadi ada usulan dari kaum garis keras di Belanda untuk menge-banned peredaran Al-Quran di sana.

    Regardless apapun kepercayaannya apa, seseorang yang fanatik dalam arti yang buruk akan memanfaatkan apapun termasuk hukum untuk menjatuhkan keyakinan lain yang dia tidak suka.

    Dunia ini benar-benar membutuhkan toleransi. Oleh karena itu saya setuju dengan himbauan SekJen PBB mengenai masalah ini.

    Suka

  8. Sebagai seorang “pemulung” yang ikut mengedarkan “sampah”, maka saya terpanggil untuk kasih komentar di blog ini🙂

    Tidak semua sampah itu bau dan tidak boleh didekati. Ada sampah yang bisa juga direcycle dan menjadi barang bermanfaat. Meski terlihat dari bentuk dan berita yang beredar, sampah itu benar-benar sampah.

    Sebagai seorang “pemulung” sudah menjadi kebiasaan untuk tidak menelan berita dari media massa secara utuh. Ada berita yang harus difilter dulu, dibuktikan keotentikannya, baru bicra tentang FAKTA.

    Lebih baik menahan diri untuk tidak mengambil kesimpulan bahwa sampah itu benar-benar sampah, sebelum mengetahui sendiri bahwa sampah itu adalah sampah.

    Salam pemulung😀

    Suka

  9. @alief
    anda membayangkan FAKTA yang diungkapkan si wilder dari prespektif anda, bahwa apa yang diucapkan itu adalah bukan FAKTA sehingga anda-anda yang merasa berpendidikan tinggi ini memerlukan proses-proses pembuktian bahwa itu adalah benar-benar FAKTA (menurut prespektif anda).

    Ingat, apapun yang dibilang wilder FAKTA adalah FAKTA menurut dia, meskipun anda ngotot bukan !

    Jika itu anda lakukan, maka anda terjebak dengan konsep yang ditawarkan oleh si wilder. Kenapa, berarti anda memerlukan proses berpikir, pergulatan di diri anda semua. Dan seperti biasa setiap proses pembuktian, apakah itu ilmiah atau bukan, maka hasilnya ada dua. Anda mampu membuktikan bahwa fakta itu benar atau membuktikan juga bahwa itu salah. Berarti kans anda ada kemungkinan menolak pendapat wilder dan menerima adalah 50%:50%.

    Jadi anda mempunyai resiko jadi pengikut 50%.

    Jika dari pernyataan anda, ngotot bahwa anda pasti nggak jadi pengikut, berarti anda menyombongkan diri.

    Ha, ha itu khan juga beresiko. Ingat, kesombongan adalah awal kehancuran !

    Terus terang, saya lebih suka menjaga diri, saya juga tahu bahwa saya adalah juga manusia, yang mempunyai kelemahan. Oleh karena itu saya lebih suka menjaga hati. Karena tahu jika masuk ke sampah berarti menghadapi resiko, maka saya lebih baik mencegah. Mengambil jarak.

    Selain itu juga mengetahui dengan pasti bahwa namanya pengetahuan itu adalah sangat luas, tidak semuanya mampu dibuktikan secara empiris, seperti halnya ilmu, yang memang dalam pembuktiannya dapat digunakan metoda ilmiah. Sedangkan pengetahuan sendiri, ada yang berupa dogma, keyakinan. Gitu lho.

    Apakah anda paham jika saya berbicara ilmu dan pengetahuan di atas. Jika belum silahkan ngulik sendiri buku karangan Jujun Suriasumantri ttg”Filsafat Ilmu”.

    Jadi kesimpulannya, anda berargumentasi masih pada taraf ilmu. Silahkan belajar lagi yang lebih banyak agar paham dengan apa yang saya sampaikan. Salam.

    Suka

  10. Thanks Pak Wir atas postingan ini.

    Saya pribadi tidak melihat Geert Wilders sebagai penganut agama tertentu, namun lebih kepada apa yang melatar belakangi Tuan Wilders melakukan hal tersebut.

    Karena saya percaya tidak ada agama yang menganjurkan umatnya untuk mencaci maki agama lain.
    –salam–

    Suka

  11. Ping balik: Fitna, Soal Tidak Mengenal « Penganyam Kata

  12. Propagana, pelecehan, penghujatan, pendiskreditan terhadap suatu agama bukanlah hal baru. Tidak saja terjadi di abad ini atau satu abad sebelumnya. Hal tersebut memang akan tetap terus terjadi.

    Suka

  13. Filemnya Geertz kalau dibilang fakta memang fakta. Maksudnya bukan fiksi ala da vinci code. Fitna itu terdiri dari potongan-potongan khotbah muslim radikal, berita koran, ucapan persiden Iran, clip terror bom, eksekusi gay, statistik pertumbuhan Islam di Eropa, dsb. yang semuanya adalah memang kejadian nyata. Tapi kemudian dirangkai dengan ayat Quran yang mendasarinya, dan disimpulkan bahwa Islam punya agenda menguasai dunia seperti Nazi dulu…

    Sebenarnya yang mendasari pembuatan film itu adalah sejenis fobia terhadap Islam ( sama seperti dikalangan Islam banyak yang fobia terhadap Kristenisasi). Fobia juga wajar-wajar saja. Ada orang yang takut kepada setan, ada juga yang tidak percaya. Bagi yang tidak fobia yang nggak usah ambil pusing…

    Menurutku Fitna itu biasa-biasa saja, hanya saja gara-gara pemberitaan dan respon awal, sepertinya film itu luar biasa.

    Suka

  14. Kamu itu koq ngeyel, sampah koq di down-load.😛

    iya.. malah banyar blogger yang jadi penyebar film ini😦 dengan memberikan linknya

    Suka

  15. Sifat manusia sekarang memang aneh, mao masuk neraka saja mencari teman.., tidak berani konsisten terhadap yang diyakini …

    Suka

  16. Tau ngga’? katanya di belanda si wilders itu emang banyak ngga’ disukain ma orang2 belanda sendiri.

    Malah ada orang belanda keturunan Turki yang sampe-sampe buat riset gitu, dan hasilnya adalah bahwa wilders itu dulu seneng sama seorang cewe’ dan cewe’ nya itu beragama Islam. Nah, ditolak tuh cintanya wilders sama tu cewe’. Mungkin dari situ dia ngga’ suka sama yang namanya Islam.

    Tapi ngga’ usah heran sama kelakuan wilders, cukup lihat saja mukanya, apakah dia orang baik, atau bukan. Kalau dilihat-lihat wilders itu seperti karakter seorang penjahat di film cartoon the incredible. Tau kan? yang pake baju hitam putih, yang terbangnya pake roket

    Suka

  17. @ Kebetulan Lewat
    agak riskan klo davinci code dibilang fiksi,

    @ Q-noy
    pantesan, ini baru FAKTA.

    Aneh, padahal di eropa sana, lagi gencar-gencar pengen mempelajari islam, lah kok ini,,,

    Anyway, lagian kan tau sama tau lah ya,,, Menafsirkan Al-Quran tuh ga sembarangan udel kalian punya, perlu analisis, kalau sembarangan ya gini deh, main potong ayat, padahal belum tentu dibaca ayat sebelumnya,,, namanya juga orang sekuler, kalau orang2 yg benar bisa pegang injil, pasti tau dan ngerti kata kasih, seperti yang aku rasakan sekarang, walau beda tetep bisa 1 piring, walau ada juga yg sering neror aku dengan mengandalkan film ini…

    Mereka tidak mengetahui apa yg mereka tahu, karena ilmu hanya diberikan tidak lebih dari panjang kelingking, hanyalah Dia, Allah Yang Maha Tahu,,, Yang berhak menetukan,,,

    Suka

  18. gw yaqin si Geert “Inlander” Wilder hidupnya ga akan tenang …… soalnya dia jadi ketakutan akibat perbuatanya sendiri, liat aja nanti..

    Suka

  19. Sependapat nih pak Wir…!!!

    Aku g mood mau ikut2an donlot, tp kalo da ada yg da donlot mgkn mau jg ikutan nonton.

    Tp sejujurnya, kalo yang macam ginian, rasanya g pantes aja buat di beri reaksi yang berlebihan. Soalnya mereka itu hanyalah memancing emosi dan ujung2nya ketenaran dan tentunya popularitasnya Londo menjadi meningkat.

    Sebagai muslim, q g terpengaruh untuk melakukan apapun mengenai film ini, soalnya aku g mau jadi Kambing congek LONDO itu yang bertepuk tangan atas kehebohan “atas sebuah kebodohan” yang dibuatnya seperti itu.

    Semoga semua muslim juga seperti itu.

    Salam Kenal Pak Wir….

    Suka

  20. Semoga semua ummat Islam di dunia tidak terpancing emosinya. Dan dapat dengan sabar menghadapi cobaan yang kecil ini. Amin
    SALAM KENAL…..Pak Wir

    Suka

  21. Ping balik: 31 Maret 2008 « DensS cessario

  22. maaf pak saya mau OOT😀
    saya sudah nonton film nya,
    dan ini komeng saya:
    yg buat film fitna bukan wilders tapi sebagian orang islam itu sendiri, coba deh tonton,
    teriak2 nama Tuhan sambil acung2kan pedang bahkan sambil memenggal orang.
    saya sedih, sedih thd orang2 yg ada di dalam film fitna tsb (bukan pada wilders), menurut saya pemahaman mereka thd hidup dan kemanusiaan sangat sangat sangat rendah.

    Wir’s responds: itu oknum mas. Di setiap agama juga, karena bagaimanapun agama adalah bukan tujuan, tapi sarana menuju ke Dia, Tuhan Allah sendiri. Jadi meskipun kita sudah di jalan, tetapi tetap harus berupaya, berjalan dengan benar pada jalan tersebut menuju kepada Nya. Sampai selesai nanti, jika telah bertemu dengan Nya.

    Suka

  23. hehe seandainya semua orang menanggapi film itu dengan bijak seperti Anda, maka dunia gag perlu berantakan hanya karena berantem antar agama.🙂

    Lagipula filmnya jelek dan isinya juga basi. Bener2 nggak separah yang “ditakutkan” selama ini.

    Saya kecewa berat di Indo ternyata reaksinya terlalu berlebihan. Sampe SBY aja pake siaran pers khusus.😦

    Suka

  24. @ Daeng Limpo
    Setuju!

    Mengapa kita harus terus berkoar” soal penghinaan agama ini.. penghinaan agama itu.. Balas agama ini.. balas agama itu..

    Pahami dengan baik dan lakukan ajaran agamamu.. Agama bukanlah yang terutama.. Pemuka agama bukanlah yang terbenar.. Agama adalah penghubung kita dengan Tuhan.. DIAlah yang terutama itu.. Sudah!

    Soal perbuatan orang lain..
    Biarlah mereka beroleh penghakiman dari Yang Maha Kuasa..

    Sementara untuk kita..
    Biarlah bersiap-siap untuk menghadapi penghakiman kita sendiri nantinya..

    Sudahkan anda berbuat kebaikan hari ini?

    Suka

  25. ambil yg positif, buang yg negatif.

    buat temen – temen yang non-muslim:
    memang film itu hanya potongan dari cuplikan berita dan koran. itu memang fakta, tetapi belum tentu semua seperti yang terlihat. betul?

    buat temen – temen yang muslim:
    mohon kesabarannya. jangan jadikan ini sebagai perang agama. mari ambil sisi positifnya, koreksi diri masing2. kepada bisa ada film seperti itu? gk ada asap klo gk ada api, betul? mari, dari pada mempeributkan hal yg gk jelas, lebih baik kita memperbaiki cermin diri masing.

    saya ambil contoh fpi. bukan mo propganda. tp baik saya, maupun beberapa temen bahkan yg muslim sekalipun merasa ‘risih’. kenapa? demo bawa sen-pi, demo bawa parang, mo demo apa mo perang bang? jelas mereka bawa nama agama. pertanyaanya apakah yg semacam itu dibenarkan agama? agama ajarin bacok orang? saya rasa tidak. mungkin pihak yg semacam itu yg merusak ‘cermin diri’ diri agama tertentu. ‘duri di dalam daging’. saya yakin islam yg murni mengajarkan mengasihi sesama juga, betul?

    ^^

    God Bless

    Suka

  26. ribet2 amat siy…. kitakan orang endonesia… kelakar orang2 londo mah jangan ditanggepin… dari dulu cuman nyari musuh doang… inget berapa tahun kita dijajah ama londo… jangan sampe terulang lg…

    Suka

  27. satu lg yg bikin heboh
    d tayangkan film fitna melalui internet
    yg menyebarkan propaganda menjelek2 islam.

    apa mereka tidak sadar sejarah membuktikan
    selama 360 th Belanda (negara dgn mayoritas penduduknya b’agama kristen) menjajah
    dan merampok Indonesia dgn segala ke
    kejiannya dan ke biadapannya.
    tp sampai sekarang mana ada umat islam yg
    menjelek2 kan agama kristen karena hal
    tersebut.

    dgn menyamakan kristen dgn kekerasan???
    org2 islam d indonesia bisa menghormati
    org kristen dan hidup berdampingan.
    tanpa toleransi pasti perdamaian tak kan
    pernah terwujud. Tanpa toleransi maka
    pasti terjadi pelecehan, penghinaan dan
    perselisihan.

    Kita sebagai Bangsa
    Indonesia yang pluralistik dituntut
    memiliki toleransi yang besar. Kita
    harus dapat menjadi ikon dan contoh
    perdamaian serta toleransi di mata dunia
    sehingga dunia bisa belajar untuk saling
    toleransi dan perdamaian dari cara kita
    bertoleransi sehari-hari.

    berbuat baik kepada manusia tanpa membeda2kan
    ras sama juga menjalankan kewajiban agama.

    Suka

  28. kenapa ya setiap isu yang berhubungan dengan agama atau mengatasnamakan agama selalu mendapat reaksi yang berlebihan….dan laris manies kaya kacang goreng.. he he

    film nya biasa aja, alur ceritanya ga teratur, yang terlihat hanya kebencian sang sutradara ..

    dia cuma melihat fakta bukan membaca fakta ..

    mudah-mudahan dia menyempatkan diri baca lebih banyak buku dan referensi tentang islam

    cuplikan-cuplikan pidato-pidato orang-orang muslim hanya dipahaminya per kata bukan kalimat, jadi interpretasinya berbeda ..

    jadi ga perlu marah dan santai aja nanggapinya, ga ada yang perlu ditakuti, karena Islam tidak seperti dalam film itu dan faktanya banyak, bagi orang yang mau melihat dan berfikir,

    dan lagi terlihat sekali propaganda untuk memecahbelah antar umat beragama, orang non muslim yang berpikir pun tahu bahwa itu propaganda…..
    mungkin nanti ada fitna part 2 yang membahas ttg kristen, lalu ada fitna3 yg temanya kaum yahudi hehe..

    jadi OKB (orang kaya baru) la ya..

    Suka

  29. Menyedihkan melihat apa yang telah di lakukan wilder…, benar-benar sangat mencederai perasaan umat muslim di seluruh dunia.

    melihat keberaniannya menjudge sebuah agama tentu saja hal yang sangat terlalu berani, mengingat yang dia bahas itu bukanlah agamanya….., jujur sebagai seorang muslim selama puluhan tahun ini saya sendiri belum merasa benar-benar paham tentang hakikat sejati seorang muslim itu sendiri. dia yang hanya bermodalkan potongan video perang timur tengah, kliping koran, dan penafsiran yang teramat janggal atas Al-Qur’an sudah merasa bisa melihat apa islam itu. menyedihkan,

    semoga para umat muslim diseluruh dunia bisa merenung dulu atas situasi ini sebelum membuat keputusan membela agama….teman-teman yang berteriak-teriak menghujat, perlu interospeksi apakah kita pantas membela agama suci ini? sudahkah kita menjadi muslim sejati., agar apa yang kita lakukan dalam membela agama kita mendapatkan rahmat dari Sang pemilik semesta ini.

    mungkin ada baiknya kita abaikan dulu apa yang telah dibuatnya kita mulailah jihat dalam diri kita sendiri merdekakan diri kita dari setan dan nafsu berusaha menjadi muslim sejati, dan apabila semua muslim didunia mampu melakukannya tentulah orang-orang non muslim baru mengerti apa arti muslim yang sebenarnya.
    dan biarkan si “belanda” itu mendapatkan hukuman atas tindakannya, tentu Allah SWT, tidak akan tinggal diam melihat ada orang yang menghina agama yang diturunkannya…..,

    lebih baik wilder berharap Allah menurunkan Azab didunia buat dia……karena apabila dia merasa tidak terjadi apa-apa dengannya didunia sampai akhir hayatnya, maka Celakalah dia….mengetahui Azab Akhirat Allah itu sangat teramat pedih…….!

    Suka

  30. Wah, Pak Wir, sebelumnya, kenalin, saya adalah salah satu yang bakal menggunakan buku bapak, Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan VB 6.0 sebagai panduan thesis (Struktur ITS ’06)

    Mengenai fitna dan Geert Wilders ini, stat-nya Wilders bisa diliat di Wiki, termasuk agama yang (kelihatannya) dianut oleh Wilders. Tapi Pak, begitu saya follow up link dibawah-bawah, ke artikel-artikelnya, saya malah masuk ke forum yang lumayan seru.

    Bener kata Bapak. Kalo dilanjur-lanjurin, ini bisa jadi perang, Pak. Perang Dunia III, naudzubillahimin dzalik.

    Saya sudah lupain link forum itu, karena komentar-komentar yang saya baca sangat seram.

    Tapi mungkin Wilders harus belajar ke Indonesia, terutama dengan Bapak. Ternyata di Indonesia, memang masih ada toleransi antar umat beragama. Kalau begini, kita semua masih bisa tidur dengan tenang, apapun agama yang kita anut.

    Suka

  31. Bagi saya film itu merupakan pelajaran saja, jika dipandang dari beberapa sudut menghasilkan 1001 macam perdebatan.

    Bagi saya keyakinan merupakan urusan pribadi dengan Tuhan apapun keyakinanmu tidak dpt dipaksakan kepada orang lain. Orang yg bijaksana akan keyakinannya tidak menganggap itu sebagai ancaman !

    Pesan saya :Janganlah menjadi orang beragama namun munafik seperti halnya melanggar sendiri aturan yang sebenarnya telah diketahui, yang banyak dilakukan OKNUM.

    Suka

  32. hmmm…Film fitna ya?

    Kalo bagi orang yang memahami Jihadnya orang Islam dan berpikir positip sih nggak masalah, paling bilang begini : “namanya juga manusia, pasti nggak luput dari kesalahan, karena nggak ada manusia yang sempurna didunia ini” dan bagi manusia yang tahu kalo itu salah perlu mengingatkan dan meluruskannya kejalan yg benar. selebihnya Tuhanlah yg akan memberikan hidayah kalo dia tobat., tapi bagi yang nggak ngerti atau salah pemahaman akibatnya bisa fatal. Bisa-bisa ada yang melakukan bom bunuh diri di Belanda. Makanya filmnya mesti dicekal.

    Kalau saja tidak turun ayat yang berbunyi

    bagimu agamamu dan bagiku agamaku

    mungkin semua tempat yang ada patung/berhalanya sudah dihancurkan/diberantas dari dulu tapi bukan pengikutnya yg dihancurkan karena pengikutnya akan dibimbing kejalan yang benar.

    Jadi intinya Islam mengajak orang-2 tersesat kejalan yg benar bukan menghancurkan/menghakimi orang-orang tersesat itu.

    Bagi Umat Islam perbedaan-perbedaan yang ada dimuka bumi ini adalah ujian yang harus dihadapi Umat Islam untuk menuju SURGA dengan damai bukan menuju Neraka dengan kekerasan,
    Wassalam.

    Suka

  33. pak wir komennya adhem ayem gitu lho, jarang lho komen yang begini enak.

    meni bere komen narsis oge, sing eling atuh nya, tong ngabanggakeun agama maneh, anu pang muliana kah, anu pang leresna kah, meni narsis pisan !
    anu bener mah kumaha maneh ngajalankeun nu bener tea, tah eta !

    salam mas Wir, Gusti ngaberkahan

    Suka

  34. Masalahnya bukan pada film nya, masalahnya adalah cara kita merespons apa yang terjadi.

    Kalo di lihat akibat dari film 17 mnt ini luar biasa banget, demo dimana2 sampai pake bakar2an bendera belanda segala.

    Santaiii MEN,…gw juga orang islam, tapi apakah perlu kita berbuat sejauh itu,..
    Masalah agama memang masalah yang sangat sentimentil, semua pasti beranggapan bahwa agamanya adalah yang terbaik. Ok itu sah-sah saja, tapi khan nggak perlu mencari cari kelemahan/kesalahan agama tertentu.

    Tidak bisakah kita hidup dalam satu kedamaian, diamana ada cinta disetiap jiwa nggak peduli agama dan golongannya.

    Katakan I LOVE YOU setiap ketemu orang yang berbeda agama dari kita, niscaya hidup akan lebih baik

    Suka

  35. I really do think, masalah agama menjadi gampang runcing di Indonesia karena satu teori [saya sendiri, yang saya karang-karang, yang ga berdasar dari mana-mana. Murni dari pengamatan saya sendiri.]

    Id (Freud bilang) orang Indonesia yang paling kuat adalah agamanya. Karena, disini hidup sulit. Jangan bicara lagi tentang hak, kebenaran, HAM. Semuanya jadi mainan birokrasi. Mayoritas orang Indonesia adalah orang kalah. Kalah oleh birokrasi, kalah oleh sistem, kalah oleh ‘yang berwenang’, kalah oleh ‘yang pegang senjata’, kalah oleh ‘orang yang lebih kaya’. Disisi lain, pendidikan di Indonesia [secara general] secara kasarnya seperti yang dibilang oleh Cinta Laura, ‘masih banyak yang bodoh’nya. Kebodohan melahirkan ignorance, dan kita nyaris mentolerir apa saja yang menjadi kekalahan kita. Apa saja, sampai agama disinggung-singgung.

    Kalau sudah tidak punya apa-apa lagi, maka agama adalah satu-satunya yang tidak dapat diambil paksa oleh siapapun, mau itu ‘yang bersenjata’, ‘yang lebih kaya’, dan lain-lain. Satu-satunya identitas yang paling melekat.

    Sekian teori saya, semoga bisa jadi masukan. Saya mah calon teknisi, ga bakat jadi akademisi. S1 hampir di-DO, S2, karena hal yang menyebalkan, hampir cum laude [tapi ga jadi, huh, syebal]. Oya, saya juga bicara dari identitas asli saya, nama asli saya.

    Suka

  36. sy gak akan komentar, cuma sy tiba2 ingat lagu dari Scorpion yang suka saya dengerin dulu di tahun 1993/4 :

    Cos we all live under the same sun
    we all walk under the same moon
    then why can’t we live as one

    (Scorpion – Under the same sun)

    -Rp-

    Suka

  37. Tentang Fitna, saya sudah nonton dan tidak ada yang baru. Isinya cuma potongan2 gambar Alqaeda dll yang sudah sering muncul di internet.

    Ini film muncul akibat kesalahpahaman, atau tepatnya salah pandang aja. Diperburuk lagi oleh sifat saling curiga. Yang islam curiga sama budaya barat. Yang kaum kanan barat curiga dgn pendatang muslim di eropa.

    Saya pernah di eropa dan menurut saya, wajar kalau orang asli curiga thd pendatang. Apalagi mereka yang tidak bisa menyesuaikan diri.

    Mustinya muslim eropa melihat film ini sebagai kesempatan buat memperkuat dakwah. Memberi penjelasan yang lebih mendalam tentang wajah islam sebenarnya. Bukan malah sebaliknya menjadi reaktif.

    Suka

  38. @ pak wir : yah saya paham bahwa anda membahas tentang film, tapi film itu membahas tentang agamakan. Dalam perspektif bapak mungkin membahas film tapi dalam komentar2 sudah menjurus ke esensial sebuah agama, dan atau itu mendekati sara, seperti

    mencoba memahami kekesalannya terhadap fakta yang disampaikan oleh politisi londo yang dimaksud

    fakta yang mana? islam itu seperti yang dijelaskan wilders itu? nah itu bagi saya sudah ungkapan sara loh pak.
    @ donny : saya tidak mengatur koq, menganjurkan, dan seperti komentar2 lain yang menyarankan pak wir untuk konsen membahas sipil. Itu pilihan pak wir koq.

    Suka

  39. sdr Arul,
    sangat terkesan sekali bahwa anda sangat takut ada orang menyatakan bahwa apa yang saya sebut fakta di atas dikaitkan dengan islam yang notabene agama anda.

    Ya, saya kira orang-orang yang seperti anda cukup banyak yang berpikiran seperti itu.

    Saya berpikiran lain, bisa saja ada orang yang mengaku dia beragama Katolik, Kristen, atau apa, tetapi kalau ternyata dia maling, ya tetap maling. Lalu apakah dengan fakta seperti itu, saya dapat mengambil kesimpulan bahwa yang beragama katolik atau kristen itu maling ? Khan nggak bisa khan.

    Berkaitan dengan film tadi, bisa saja materi yang di film adalah fakta, yaitu bahwa ada orang yang bersikap seperti itu (oknum), tetapi apakah itu adalah representatif dari agama yang dimaksud, yang seperti anda pahami. Wah itu khan lain khan.

    Adalah fakta bahwa ada pengebom di amerika yang ngakunya kristen garis keras, juga fakta bahwa bom bali adalah orang yang mengaku beragama islam. Tapi apakah itu adalah bukti empiris yang menunjukkan bahwa seperti itulah kristen, seperti itukah islam ?

    saya berharap, karena kita, para pembaca blog ini minimal mempunyai latar belakang yang cukup dapat memisahkan, mana yang oknum yang mengatas namakan agama, atau bahwa itulah esensi agama tersebut.

    Meskipun sesuatu dapat dilihat dari buahnya. tetapi tentu akan dapat dilihat apakah buah tersebut hasil dari pemahaman agama, atau hal yang lain.

    ttg hal-hal yang berkaitan dengan budaya dan agama, dll, saya rasa saya masih perlu banyak nulis, buktinya anda masih ketakutan akan hal-hal seperti itu. Kalau takut bagaimana anda bisa memahami hal yang lain.

    salam
    wiryanto

    Suka

  40. menurut saya….
    benar tidaknya agama ga bisa dilihat dari perlakuan
    SEGELINTIR umatnya…….

    Mungkin ada orang islam yang jadi teroris………………….tapi berapa % dari umat Islam yang jumlahnya ratusan juta…….

    Mungkin ada orang kristen yang rusuh kayak Wilders…..tapi berapa % dari seluruh umat kristen yang jumlahnya juga banyak…..

    jadi ga usah terprovokasi oleh SEGELINTIR MANUSIA TAK BEROTAK YANG MENGATASNAMAKAN AGAMA….

    karena yang saya tahu semua agama yang diakui pancasila mengajarkan kedamaian…

    Suka

  41. @ pak wir : bapak kan blum bisa menyatakan itu fakta apa bukan karena bapak juga blum menyaksikan, kenapa ndak bilang itu sebagai pendapat dia, bapak sendiri yang mengatakan “Berkaitan dengan film tadi, bisa saja materi yang di film adalah fakta,” berarti masih berupa kata “bisa saja”, artinya blum pasti atau masih pendapat.

    Saya paham maksud bapak bahwa, bapak tidak menyinggung untuk keseluruhan tapi saya cuman menyinggung kalimat bapak yang perspektif saya seperti itu.
    terima kasih komentarnya.

    Suka

  42. sdr Arul
    anda masih ngotot tentang pernyataan saya tentang fakta.

    Bagus-bagus, tapi mohon pikirkan sendiri, jika anda saja masih ragu itu bukan fakta dan ngotot kepada saya agar juga mengatakan hal tersebut (bukan fakta). Tapi mengapa pejabat pemerintah (pak menteri) yang notabene senior anda sudah bersikap dan telah menganggapnya sebagai “fakta” sehingga selanjutnya membuat suatu keputusan yang menghasilkan fakta baru yang “ramai” di wordpress ini.

    Ingat, kalau seseorang melakukan tindakan bukan didasarkan fakta, itu khan namanya kurang kerjaan, nggak bijak gitu. Jadi dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pak menteri karena bijak pasti telah berpikir bahwa film itu memang FAKTA untuk ditindak-lanjuti.

    Anda ini koq malah bertentangan dengan pak menteri sih, yang notabene senior anda. Kualat lho !

    Suka

  43. “Berkaitan dengan film tadi, bisa saja materi yang di film adalah fakta”

    cuman hanya kata itu aja yang bingung buat saya membuat ambigu, dan bisa2 saja saya beranggapan itu sara, yang lain saya dukung ungkapan bapak. OK.

    just it, saya cuman meminta bapak untuk memperbaiki kata2 itu supaya tidak terkesan menyudutkan (Monggo kalo mau yah itukan terserah bapak).

    Saya hanya mungkin mahasiswa ecek2 jadi masih perlu banyak ilmu atau informasi2 yg sy dapatkan dari bapak yang seorang dosen.

    Suka

  44. sdr Arul,
    Cara menginterprestasikan kalimat di atas memang bisa beragam, tergantung wawasan, dan keterkaitan person yang memikirkannya.

    Saya memahami maksud anda, karena kata “fakta” itu dapat diartikan sebagai suatu kenyataan, yang seperti itulah film tersebut. Sehingga itu terkait langsung dengan pemahaman yang melekat pada diri saudara.

    Saya kira jangan terlalu memandang seperti itu. Karena fakta di situ ingin mengatakan bahwa film itu memang ada, lalau didalamnya adalah memang benar dilakukan orang, bukan film kartun, begitu maksudnya. Kita khan tahu bahwa film kartun itu khan hanya imajinasi, bukan fakta. Tetapi apakah yang dilakukan itu merupakan gambaran suatu ideologi yang telah kita kenal bersama. Tentu tidaklah demikian.

    Untuk itulah dibutuhkan dialog, untuk menyamakan persepsi. Itulah juga yang dilakukan oleh senior anda pak Nuh dalam menyamakan persepsi yang perlu dilakukan karena tugas dia selaku pejabat negara.

    Jadi tidak ada kesan menyudutkan, bahkan mendukung himbauan pemerintah dalam hal ini menteri depkominfo agar memberi pemahaman individu untuk menolak film tersebut, terlepas dari apakah itu fakta atau tidak, tetapi yang jelas itu telah membuat resah. Iya khan.

    Suka

  45. Ping balik: Film “Fitna” Buatan Indonesia « Satori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s