dewi persik dan pencekalan


Sebenarnya mau menulis tentang wisata kuliner ketika pulang kampung kemarin, yaitu di Muntilan. Menarik, ada foto-fotonya pula. . . .  Eh, belum sempat nulis, ini idenya terganggu dengan berita pagi di TV Global yang menyajikan tayangan lengkap tentang “kontroversi pencekalan dewi persik oleh Walikota Tangerang“.

Saya kurang jelas, motivasi apa yang mendasari TV Global membikin reportase tersebut, mungkin kelihatannya ingin menyajikan informasi seimbang dari dua sisi. Satu sisi kengototan bapak Walikota (atau wakilnya ya) tentang pencekalan bahwa “jika dewi persik tetap dengan pakaiannya itu maka dianya dilarang manggung di wilayahnya”. Sedang dari satu sisi lain, terlihat kengototan seorang dewi persik, yang katanya “mempertahankan kehormatannya”, mengapa sampai dicekal seperti itu. Bahkan sepintas terlihat keinginannya untuk “menuntut keadilan”.

Sampai di sini apa pendapat anda, tentang hal tersebut di atas.

Sebenarnya aku juga malas menanggapi atau membahas hal tersebut. Kayaknya ini wilayah yang kalau dibahas nggak ada habis-habisnya tergantung dari sudut pandang mana akan dibahas.

Hanya sayangnya, kalau melihat bagaimana TV Global membuat reportase yaitu dengan meminta pendapat artis-artis lain, juga para penggemar si dewi, maka kelihatan sekali bahwa reportase tersebut sepintas ingin mengkritik kebijaksanaan walikota tersebut.

Adanya pendapat seperti itu, juga melihat tayangan si dewi , bagaimana dia meninju seseorang yang dianggap melecehkannya. Jadi dianya merasa sebagai orang terhormat. Juga ketika melihat gayanya dipanggung, bagaimana dianya memakai baju mirip Jini, transparan, dengan BH yang mengkilap-mengkilap, juga dengan gerakan-gerakan sadar bagaimana si dewi bergoyang, bagaimana pula dia ketika memegang mic, dll. Juga dalam wawancaranya yang seakan-akan dia berjuang dengan menekankan kebebasan berpendapat atau apa gitu.

Atas semua tayangan di atas, dan juga ditambah perbendaraan pengetahuan surfing menjelajahi internet sebagai lelaki normal, maka sampailah aku pada kesimpulan bahwa dalam hal tersebut aku berada pada kubu bapak Walikota Tangerang.

Bagus pak, hiburan lain yang mendidik masih ada koq pak. Teruskan berjuang.

103 thoughts on “dewi persik dan pencekalan

  1. Ini hanya soal waktu siapa yang paling sungguh-sungguh kalau bapak walikotanya cuma angot-angotan maka dewi-dewi persik yang lain akan bertebaran suatu hari nanti. postingan yang jujur pak saluttttttttt, melihat dari 2 sisi . good

    Suka

  2. ketika melihat judul postingan ini saya sempat heran :
    ‘halah, p wir ikut2 membahas dewi persik.. tidak cukupkah tidak menonton tv membuat saya terbebas dari berita2 selebriti Indonesia?’..

    hehehe..
    ternyata untunglah bukan asal gosip, tp ada pesan moralnya..

    kadang2 artis Indonesia terlalu tinggi memandang dirinya, membawa2 kebebasan berekspresi, seolah2 mereka se-derajat dengan pejuang hak asasi manusia (beneran) seperti alm. Munir, alm. Marsinah, atau alm. Udin.

    padahal…😀
    ampun deehh…

    -Rp-

    Suka

  3. Gimana ya, memang gak boleh ya pakai baju transparan? Kayak-nya artis lain bisa jauh lebih heboh. Kalau masalah goyang sih menurutku biasa aja, mungkin Pak Walikota (dan …🙂 cukup terangsang melihat-nya, jadilah larangan tersebut.

    Apalagi dikaitkan dengan perda anti pelacuran, jelas aja dia marah karena dianggap sebagai pelacur. Siapa sih yang tidak marah? Masa misalnya sexy sedikit, karena tinggal di Tangerang lantas dianggap sebagai pelacur?

    Saya sih jujur aja masa bodoh dengan si Persik dan artis sebangsanya, karena saya gak demen nonton dangdut, beda selera.

    Cuma saya suka gemas melihat tingkah polah pemberangusan macam begitu. Apalagi dengan menuduh seseorang sebagai pelacur.

    Suka

  4. Hmm… setuju sama pak walikota dech. Walau pun saya di Surabaya😀

    Saya lebih mikir ke dampak jangka panjang kalo hiburan ( saya sendiri gak pernah nonton, dan
    saya jarang nonton TV ) yang katanya kurang mendidik dipertahankan…😕

    Salut sama pak walikota tangerang… ( sekali lagi, saya di Surabaya )

    Suka

  5. dewi persik? gak penting !!

    tapi kalau orang-orang model dewi persik dibiarkan, bisa rusak generasi mendatang. lebih baik dari sekarang di eliminir meskipun pasti banyak yang tidak setuju.

    Suka

  6. weqz..
    Ujung tulisannya sungguh tidak saya duga.

    Kita memang perlu memberikan hiburan yang mendidik buat masyarakat kita, agar generasi mendatang kelak lebih baik dari kita. ^_^

    Suka

  7. dewi persik apa ga mikir nantinya klu punya anak atau keluarganya malu ngeliat kelakuannya…….ato dewi persik ga pernah nonton goyangan seronoknya lewat TV…sy yakin klu dia nonton pasti malu…
    ampun….:)
    mau dikemanain negara ini klu cuman tiap hari cuman ngurus goyang pantatnya org2 dangdut…..

    Suka

  8. hehehe.. emang ga kan da habisnya ngomongin dewi persik dan ‘kemelorotannya’ (kamben kek ato behanya.. xixixixixi)

    saya juga ngerti keras kepalanya dewi yang mempertahankan cara berpakaian dan the way she entertains people yah… yang katanya itu hak perempuan lah, meski terlihat seksi dengan segala ketelanjangan yang penting ga gampang disentuh lah.. apa lah. (karena saya jg dulu sempet mikir hal yg sama yg dewi pikirkan, namanya jg gejolak kawula muda hehe). Emang siy ada waktunya nanti dia sadar (seperti saya misalnya.. hehe)

    Tapi tindakan bapak walikota Tangerang itu juga baik kok. Soalnya takutnya sadarnya kelamaan, nanti keburu memakan korban.. hehehehe

    peace,
    Nana

    Suka

  9. setuju banget ama bapak walikotanya…

    emank sih sekarang jamannya kebebasan tapi jangan sampe kebebasan disalahgunakan…

    masih banyak kok hiburan yang lebih bermutu daripada dewi persik…

    Suka

  10. Mungkin dengan berpakaian seksi dan goyang gergajinya nan seronok, Dia ngerasa cantik, ngerasa wah, ngerasa seksi. Tapi bagi laki-laki, dia gak lebih dari sekedar objek fantasi.

    Aq pengen tau bagaimana perasaan orang tuanya ngeliat anaknya di TV tampil dengan baju minim dengan goyangan erotisnya di liat banyak laki-laki dengan tatapan penuh nafsu….

    Apa bangga ya punya anak putri kayak gitu ?

    Suka

  11. Setuju. Saya juga berada pada pihak Tuan Walikota. Terus cekal, Pak. Kebebasan berekspresi tetap harus ada batasannya. Lagian, Dewi Persik itu kampungan banget.

    Orang kampung yang sok ngurban. Tp, jadi katro. Maaf jika comment ini agak tendensius. Tapi, saya termasuk orang yang langsung ganti channel TV jika pas Dewi Persik yang jadi topiknya.

    Kata orang Jawa Timur, gak patheken, nek gak ndelok Dewi Persik.

    Suka

  12. Saya tidak nonton TV apa kata sang Dewi yang kemben dan BH melorot itu.

    Ketika BH dan kemben Dewi jatuh juga saya tidak lihat. Tetapi heboh luar biasa besar sampai suami walk out.

    Kasus Dewi mungkin seperti Inul saja. Ternyata begitu banyak artis bahkan yang udel dan ubun-ubunnya masih bau kencur lebih seru goyangannya.

    Dewi juga tentu ada kekurangan. Tetapi lihat itu artis-artis kita lain dan juga yang asing ditayangkan di TIPI. Dan itu lebih heeboh lagi.
    Ingat Inul dan cekal kita ingat si king dangdut.

    Hal Dewi ada dua hal: pertama mungkin ada king lainnya. Kedua ini alih perhatian dari Walikota. Usul kita urus dulu kerja pa wali dulu baik-baik. Urusan Dewi tidak masuk skala prioritas. Kalau semuanya berjalan baik, maka titah baginda sama dengan sabda Allah.

    Pembangunan wilayah dan keadaan ekonomi rakyat juga moral rakyatnya tidak bergantung pada sangkutan kemben dan BH Dewi Persik. Karena Dewi Persik yang perempuan itu tidak berbeda dengan gadis kampung lainnya yang juga perempuan serta suka bikin heboh juga.

    Suka

  13. DUH….DEWI PERSIK …….. DIA EMANG CONTOH BURUK KAUM HAWA…… KETERLALUAN DIA KALAU TAMPIL… PANTAS LAKINYA … KABUUUURRR….. JAUHKAN ANAK2 DARI PENGARUH DIA…..

    Suka

  14. Dewi Persik!!! , semua orang di dunia ini akan mengatakan dikau ini cantik jadi tolong gunakan kecantikan dan keindahanmu di jalan yang benar🙂 sesuai fitrah keperempuananmu. Amin
    Lam kenal
    -nenyok-

    Suka

  15. persik ini luar biasa, moga-moga gue kagak punya anak kaya dia !

    Maju terus pak Wachidin ! Lindungi daerah kekuasaanmu dari perempuan-perempuan kaga tahu diri macem si persik ini !

    Suka

  16. aq ikutan comment yach:

    kebetulan aq satu daerah ama dewi persik(jember), satu angkatan juga (1998-2001) walau beda sekolah, bahkan guru SMU-nya juga tetanggaku. Jujur aq miris juga sih liat “perjuangannya” harus berakhir sampai seperti ini. Padahal dulu masa SMP dimana dia masuk salah satu SMP tervaforit di Jember (gua dulu waktu SMP sering ikutan upacara di tengah alun-alun kota, jadi sering kumpul ama murid SMP lain ). Dia punya prestasi yang bagus (baik untuk ekstrakulikuler maupun pendidikan) yang tidak dia raih dengan mudah. Terus dia masuk masa SMU dimana juga gua tau gak dilalui dengan mudah (dia nyari duit sekolah dan jajan dari pentas dangdutan) apalagi lingkungan daerahnya yang amat sangat keras untuk sekedar bertahan hidup.

    Sayang setelah ia “sukses” di metropolitan sekarang nasipnya tragis bgt :(…. hik..hik….hik….
    dia rela telanjang dengan sehelai kain transparan di depan umum atau hanya memakai “sepasang BH dan CD” di depan pejabat “hanya untuk mencari sesuap nasi” yang tak ubahnya seperti keadaan orang “ndeso plosok” jember dan irian jaya (klo gak percaya silakan datang dan plototin sendiri). Hiiiiik…hiiiik

    Suka

  17. Wah, commentnya sudah banyak.

    Saya dukung kebijakan Walikota Tangerang asalkan tetap konsisten dan tidak tebang pilih ataupun kebablasan.

    Salam,

    Ucok

    Suka

  18. eh ya tambahan nih

    bagaimanapun juga wong2 “ndeso plosok” jember dan irian jaya masih punya etika (ini yang menandakan bahwa mereka lebih punya kepribadian bagus dan moral yang baik), mereka tidak pernah “telanjang “untuk upacara ataupun acara yang menuntut mereka bergaul ama orang lain, mereka juga tidak akan “telanjang” ataupun membiarkan tubuh mereka “ditelanjangi (dipelototi)” orang lain kalau ketemu mereka bakal hajar habis-habisan orang itu.

    Jadi sebenarnya walaupun mereka orang “ndeso pelosok” mereka jauh lebih beradap dari pada para artis yang “katro” begaya ikutan Hollywood atau eropa, paling enggak mereka punya idealisme sendiri yang mereka pertahankan so not just like a duck.

    Suka

  19. Sebenernya pusing diskusi pagi2 gini, tapi ikut nimbrung aja deh..

    kelakuan artis kita kebanyakan menyalahgunakan arti kebebasan semau dia, apa dia ga mikir tingkah lakunya di lihat seluruh orang Indonesia dan juga Allah swt.

    pesen aja buat mbak dewi persik, dangdut ga usah di bikin goyang yang aneh-aneh, tanpa goyangan yang bikin kepala muter juga asyik di denger, contoh aja penyanyi dangdut yang kalem dandannya. Nyadar ga sih kelakuan mbak dewi persik itu bikin moral anak muda semakin bejat contohnya banyak kasus perkosaan oleh anak muda (Mbak dewi pasti bilang “Ahh itu otak orangnya aja yang ngeres, porno“), ya gimana ga mikir gitu wong yang di liat goyangan porno kok, ga ngerasa emang?.

    artis kok ada2 aja.

    Suka

  20. Saya mendukung tulisan anda. Seandainya kalo Dewi benar2 menjunjung tinggi kehormatannya, seharusnya dia juga berpikir 1000 kali untuk berpakaian yang kurang sopan.
    Saya harap walikota juga benar2 tegas dalam menghadapi Dewi.
    Salam dari Samarinda.

    Suka

  21. Lebih bahaya mana:
    Pornoaksi atau Korupsi?

    Kayaknya kalau kasus Pornoaksi lebih heboh daripada korupsi?

    Pak Wir, tolong bahas dong wisata kuliner di yogya, soalnya saya 2 minggu sekali keYogya..kontrol proyek. Khan sekalian makan2

    Suka

  22. Hm, jujur, kalau kasus ini menimpa penyanyi lain, selain Dewi Persik, mungkin saya akan sedikit berpihak kepadanya, dan meragukan pejabat yang mencekalnya. Tetapi, jika melihat Dewi Persik yang sedemikian ehm-nya, ditambah gaya bicaranya yang sok berbahasa tinggi itu, hmmmmmmmmmmmmmm……… saya memilih untuk tidak di kubu manapun, bahkan benar-benar memindahkan channel ketika tayangan itu diputar^^

    Suka

  23. pencekalan disuatu tempat memang mengarah pada pembatasan aturan secara fisik, tetapi saya pikir alangkah lebih indah apabila suatu pencekalan dianggap sebagai kacamata dan cermin seseorang untuk merasa apakah ada yang kurang dari diri sendiri dan kalangan umum.

    Jadi saya lebih condong menyikapi dengan melihat sisi walikota dan sisi dewi, apakah dua-duanya memiliki hak mencekal dan dicekal. trimmmmmmmmmmm

    Suka

  24. Masalahnya bukan di porno atau tidaknya Dewi Persik. Masalahnya adalah saat pemerintah merasa lebih tahu hiburan mana yang paling cocok untuk warganya.

    Karena ini Demokrasi, harusnya menghormati setiap pilihan

    Gituuu😀

    Suka

  25. salam kenal…

    dewi persik VS walikota Tanggerang… (hot)

    menurut saya pemberitaan yang ada di tv dan media massa lainnya memiliki kesalah pahaman dalam intepretasinya.

    dalam pemberitaan itu walikota hanya menjelaskan idealis kinerja kota tanggerang, dimana dalam pernyataannya menyebutkan dewi persik hanya sebagai contoh, dalam artian bukan menunjuk langsung dewi persik dilarang tampil di kota tanggerang, sedangkan intepretasi dari wartawan atau peliput berita itu menyatakan bahwa walikota tanggerang secara tegas melarang dewi persik tampil di kota tanggerang.

    idealis yang diangkat walikota hanyalah etika dalam penampilan dan aksi panggung yang MEMANG kian hari kian bertambah PANAS, dan kebetulan artis yang sedang menonjol dengan “KEPANASANNYA” itu ya’ dewi persik.

    mungkin ini himbauan untuk kawan-kawan yang menggeluti bidang reportase atau wartawan untuk dapat melihat sisi-sisi yang dapat di ungkap secara fakta dan aktual.

    contoh kesalahan yang menurut saya lumayan fatal adalah kasus vokalis Cannonball yang dikabarkan ramai ber”mesum” ria di internet, lalu tak lama kemudian pelaku ASLI nya tertangkap.
    Nah kalau sudah begitu siapa yang akan terbodohi? masyarakatkah atau sang korbankah?

    maaf jika sekiranya tanggapan saya “terlalu” karena sesuatu yang salah memang harus diperbaiki…

    wassalam…

    Btw, idealis saya berkata
    “ASINGKAN SAJA DEWI PERSIK KE THAILAND, BIAR DIA BISA BEBAS BERKREASI DAN BERSAING DENGAN PENARI “AGOGO” DI PATHPONG!!!”

    Suka

  26. Syukurlah kalo pak Wir berada di pihaknya pak wali kota, jadi kita di satu pihak. Coba kalo pak Wir yang ikut ngedukung dewi persik khan bisa kacau he..he..(canda pak).

    Tapi kalo kita lihat goyangannya dewi persik yang sampai tidur-tiduran d panggung, terus terang aja, gw yang nontonnya aja malu. Apakah cari duit dan ekspresi seni harus seperti itu?? Apakah sudah nggak ada lagi hiburan yang mendidik ??

    Suka

  27. Kata anak saya…..150% dukung walikota Tangerang………..

    Mbok yao…yang dulu protes goyangnya Inul Daratista…juga ngasih komentar…….ternyata tidak di ranah hukum saja tebang pilih……..di musik ndangdut pun demikian…….. (gimana bang H. RI) ?????

    Suka

  28. Kalau dulu kenapa ya ?
    Koq aku lebih mendukung mbak Inul, dibanding bang H. RI, padahal katanya ‘sama-sama tentang goyang ndangdut’. 😐

    Eh, ternyata engineer tidak hanya tahu goyangan akibat gempa juga, tapi yang lain juga.😀

    Suka

  29. @ Pak Wir

    Apa mungkin karna Inul suaminya satu dan jelas (Mas Adam dengan kumis khasnya)..
    Sedangkan Dewi Persik.. Entah ada berapa dan gak jelas.. Hehehe..

    Jadi kan image yang terbentuk..
    Karna kita tahu (dari infotainment) Inul punya suami, bagaimana kondisi keluarga besarnya, juga bagaimana perjuangannya dia dari panggung ke panggung..
    Kita mungkin merasa jadi lebih bisa “paham dan mengerti” saat dia sebagai biduan harus menyanyi dan bergoyang ala “ngebor”..

    Saat beralih ke Dewi Persik..
    Image yang terbentuk (dari infotainment juga)..
    Sebagian besar adalah negatif..
    Jadi kita mungkin merasa tidak bisa “paham dan mengerti”..

    Apakah seperti itu pak?
    Saya sendiri sih sepertinya berpikiran demikian..

    Saya pribadi jika menonton Dewi Persik bukan dengan perasaan “terangsang” atau lainnya yang berhubungan dengan libido..
    Tapi lebih ke rasa penasaran.. “Gimana sih goyangnya..” Yang selanjutnya membuat tubuh saya bergidik dan akhirnya tontonan itu sukses menjadi bahan tertawaan bersama teman-teman.. Hehehe..

    Kalau pencekalan.. Saya jujur saja tidak setuju..
    Karena belum ada aturan yang jelas untuk hal-hal seperti ini..

    Ketakutan saya adalah jika nantinya pencekalan tersebut berlanjut ke arah lain.. Sebentar-sebentar, jika merasa tidak suka.. Cekal.. Cekal..
    Saat ini wacana yg beredar Dewi Persik dicekal, internet disensor, dst..

    Nantinya.. Apalagi?

    Usul saya.. Buat aturan yang jelas.. Misal.. Tontonan seperti Dewi Persik (contoh) hanya boleh di lokalisasi atau pub atau club atau yg sejenis (Pengunjung dewasa yg datang dan menonton atas kemauan sendiri).. Jadi bentuknya off-air dan in-door..

    Namun yg saya susah tuk pikirkan adalah..
    Tontonan seperti apa yg dapat dikategorikan demikian?

    Mungkin ada pemikiran dari kawan-kawan yang lain..

    Suka

  30. Boleh Juragan ikut berkomentar?

    Jaman Raja Nusantara dulu, penari-penari bergoyang untuk kesenangan Raja-Raja (karena belum ada media elektronik TV dan internet), kalau ada penari yang menarik hati , langsung dijadikan SELIR RAJA..(semua penari berlomba menarik hati Raja dengan gerakan gemulainya)..
    yang tidak terpilih ya gigit jari dan menghibur dirinya sendiri dengan kedok “bangga menjadi penghibur Raja” (pintar menari tapi body dan paras pas-pas an)..

    Para wong cilik diluar istana yang mengetahui kebiasaan para Raja ini, menularkannya ke masyarakat lain, namun dengan versi yang berbeda (bukan untuk menghibur Raja dan bertujuan menjadi Selir Raja) namun untuk “kenikmatan sesaat” orang yang berharta..(prostitusi terselubung)

    Sekarang hal tersebut dilestarikan menjadi budaya daerah artinya .. Dari hal yang negatif berubah menjadi hal yang positif ( maksud Juragan, adalah Tariannya)..

    Kebiasaan ini terus berlanjut secara turun temurun seiring dengan perubahan jaman.. contohnya ya Dewi Persik dan kawan2nya ini.. termasuk Rhoma Irama yang menanggalkan kancing atasnya kalau lagi konser..
    Masing-masing punya ciri khas yang berbeda dengan tujuan yang berbeda pula.

    Semua kembali kepada tujuan si “penari” yang ada didalam hatinya..
    Kalo dia beragama ya instropeksi diri lah..
    Kadang kita lebih mudah “MENGHAKIMI ORANG LAIN” tapi susah untuk “MENGHAKIMI DIRI SENDIRI” (Juragan tidak bermaksud menghakimi Dewi Persik….Karena Penghakiman adalah milik sang Pencipta)..

    Barang siapa yang merasa dirinya tidak berdosa sama sekali dihadapan Pencipta, dipersilahkan mengambil batu dan melempari Dewi Persik dan kawan2nya !!!

    ttd,
    JURAGAN.

    Suka

  31. sdr Juragan,
    sangat menarik sekali cara berpikir saudara yaitu tentang pelestarian budaya. Tetapi ketika melihat paragraf akhir, ternyata pikiran yang mendasari argumentasi saudara ternyata berbeda dengan maksud penulisan saya di atas.

    Terus terang, tidak ada maksud menghakimi sdri persik, siapa sih dia sehingga kita-kita harus berbuat seperti itu (menghakimi). Jikapun demikian, toh tidak ada imbalan apa-apa yang kita peroleh.

    Jadi kalau begitu, apa yang kita lakukan ini.

    Ini semua adalah usaha kita untuk menjaga, anak-anak kita, menjaga orang-orang yang kita kasihi, yang kita peduli.

    Maksudnya ?

    Kalau menjaga terhadap hal-hal yang bersifat fisik, tentu lebih mudah mengatasinya, tetapi menjaga pikiran itu nggak gampang.

    Kenapa ?

    Karena manusia adalah apa yang dia pikirkan.

    Jadi kalau pikirannya tidak baik, maka manusia tersebut juga tidak baik. Bagaimana untuk tahu itu baik atau tidak baik. Wah ini nggak gampang, nggak setiap orang tahu. Itulah mengapa orang-tua perlu memberi nasehat kepada anak-anaknya, juga melarang melakukan atau bertindak sesuatu. Agar pikiran anak-anak adalah baik adanya.

    Jadi selama si persik melakukan tindakan tersebut di ‘sana’, hanya bagi orang-orang tertentu saja. Ya saya kira itu boleh-boleh aja.

    Masalahnya, dengan teknologi multimedia yang begitu maju, maka tindakan si persik tersebut sudah kemana-mana, juga masuk ruang keluargaku tanpa aku minta. Bahkan sampai hari inipun TV Global masih menayang ulang reportase yang dimaksud.

    Jadi yang kurang ajar itu adalah media TV juga orang-orang seperti persik yang semakin meriah saja ketika mendapat pemberitaan tersebut.

    Ingat kebebasan informasi memang penting, tetapi tidak setiap orang mampu mencerna informasi yang datang. Karena informasi seperti itu tidak membuatnya menjadi lebih baik, tetapi juga menggiringnya ke jalan yang tidak baik.

    Itu pulalah yang mendasari saya menulis ini. Agar kita semua dapat memberi yang terbaik buat anak-anak kita, jaga pikiran, jaga hati. Begitu katanya.

    Suka

  32. Salam Kenal

    Menurut saya pencekalan yang dilakukan walikota Tangerang terhadap Dewi Persik adalah hal yang benar, saya sangat setuju sekali dengan pencekalan tersebut.

    Karena apa yang di lakukan oleh Dewi Persik yaitu pada saat tampil dipanggung sangatlah vulgar yang akan mengundang pera penonoton bertindak anarkis karena melihat keerotisannya yang sangat-sangat vulgar. dan itu merupakan sesuatu yang sudah mengarah pada hal yang bersifat porno aksi. serta dengan cara manggung yang seperti itu juga akan merusak moral masyarakat Indonesia, Tangerang Khususnya.

    seharusnya dewi persik bisa mengambil hikmah dari pencekalan tersebut bukan malah melawan pencekalan tersebut. karena pencekalan itu dilakukan untuk kepentingan bangsa ini, bukan untuk kepentingan pribadi ataupun politis.

    Dewi….Dewi…. perbaikilah moral dan akhlak mu kelak kau juga akan menjadi orang yang sukses..

    suara mu sudah bagus itu sudah cukup untuk kau jual, jangan lagi kau jual tubuhmu untuk ditonton banyak orang (dalam aksi panggung mu).. dengan menjual tubuh mu untuk di tonton banyak orang berarti sama dengan kau seperti penjaja sex di pinggir jalan..

    seorang penyanyi adalah orang yang menjual suaranya untuk bernyanyi untuk di dengarkan oleh setiap orang…

    Terima Kasih,
    Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada salah-salah kata

    Suka

  33. Enak gila,,… bnyak duit pake pantat macem persik and inul… liat tuh inul bnyak duit trus bisa haji.
    MUAK..MUAK,,MUAK,
    ane sbg orang indo and muslim, harusnya macem ratu persik and ratu inul di rajam aja Indonesia, biar kagk ada penerusnya…ato suruh aja goyang di amerika sana.
    Bagi yang dukung Persik, mungkin istri dan anak2 ceweknya sama kelakuannya sama persik and inul.

    Suka

  34. negara yang mengatur kebebasan warganya untuk berekspresi adalah negara mbelgedes. bangsa yang tinggal di negara mbelgedes adalah bangsa mbelgedes. bangsa mbelgedes adalah sekumpulan warga negara yang munafik dan merasa bahwa diri mereka memiliki hak untuk mengadili moralitas warga lainnya hanya karena merasa berbeda dari selera berpikir dan perspektif mereka.

    sementara itu, bangsa mbelgedes ini membiarkan korupsi dan kekerasan merajalela di mana-mana. dari korupsi recehan oleh rakyat mbelgedes jelata hingga colongan triyunan oleh elit negara sama-sama dilakukan secara mbelgedes oleh warga negara yang beragama. kekerasan dalam rumah tangga (terhadap anak, pembantu rumahtangga, istri, dan sebagainya)juga dilakukan oleh warga negara mbelgedes yang beragama. dengan demikian semua kejahatan yang terjadi di negeri mbelgedes ini dilakukan oleh penjahat-penjahat yang beragama (apapun itu).

    walikota tangerang (dan mereka yang mendukung kemunafikannnya) hanyalah simbol dari kembelgedesan dan keberagamaan itu. sementara itu, fatwa mui hanyalah penegas saja bahwa kembelgedesan itu sudah diatur dari langit.

    apapun yang terjadi di negara mbelgedes ini adalah produk dari perspektif mbelgedes dari bangsa mbelgedes yang penuh dengan kemunafikan bangsawi dan religi.

    Suka

  35. Salam kenal, pak Wir
    Saya Ayu tinggal di Kota Tangerang. Yang menarik dalam blog ini adalah adanya komentar dari sejumlah ‘warga’ yang bersentuhan dengan dunia arsitektur dan beralih ke dunia seorang persik. Ya Dewi itu telah dianggap ‘racun’ oleh sebagian orang. Wajar jika WH (wahidin halim) ‘tidak suka’ dengan para penyanyi berpamer udel, dan berpakaian tak sopan.

    Pak wali suatu ketika pernah bercerita kepada kami (wartawan) termasuk saya bahwa ia prihatin melihat warga di kampung-kampung terbuai oleh virus dangdut dengan para penyanyi yang berbusana seronok. lebih-lebih para penonton, diantaranya tukang ojek dan tukang becak itu saweran dari hasil memeras keringat sepanjang siang. “Saya bukan anti dangdut, musik itu indah”, kata wahidin.

    Saya dengar juga Pak wali ini hafal lagu-lagu The Rock seperti sempurna dan Republik. Adik Pak menteri hasan Wirayuda ini memang dikenal tegas dalam setiap kebijakannya. Sebagai jurnalis, ini bukan keberpihakan kepada wali kota (yang sebentar lagi) konon mau mencalonkan diri. Tetapi sebagai warga kota Tangerang sepantasnya saya juga ikut berperan aktif untuk sama-sama menjaga kota ini dari derasnya industri pantat.

    Mungkin Persik tadi hanya satu dari berpuluh penyanyi atau biduan yang maaf mengumbar dada dan pantat. sudah sewajarnya kalau ibu-ibu juga bapak-bapak harus marah. Anak-anak kita setiap hari secara tak sengaja menghirup racun televisi.

    Saban pagi, anak-anak kita dan sarapan pagi keluarga kita berhidangkan infotaiment. Jika ayah dan bunda pada pukul 07.00 ngantor, dan keluar rumah, maka anak-anak kita hanya diasuh oleh pembantu, dan ibunya berganti televisi. Dan sejak itu anak-anak kita mulai belajar membantah, menghardik dan kadang (maaf) memaki orang tuanya. Jadi siapa yang bersalah?

    Anak adalah peniru yang ulung, jadi jangan ajarkan penderitaan kita kepadanya. maka mari kita para orangtua belajar menjadi bijak dan sama-sama belajar menjadi arif.

    BTW, di blok ini saya menemukan sebuah nama , seorang teman dekat yang sudah cukup lama tidak pernah bertemu. Dia Livian Teddy, kakak tingkatku di Undip. Sekarang pengajar di Universitas Sriwijaya, Palembang. Salam dari Ayu, eks anak Sastra Undip. Boleh tahu websitemu? Mas Avi.

    Suka

  36. dewi persik, jangan norrra dong… mank nya ga malu apa? bukan nya kaka mu ustad? dari keluarga yang religi, kok nyari uang sampe rela pamer pantat dan dada??? katanya hanya takut kepada Allah SWT. tapi buka-bukaan auratnya ko sampe parah banget. inget karma bu?????
    pokonya gw ga suka banget ma ci dewi pesing.

    Suka

  37. Saya Sebagai Warga Tangerang Yang Bermotto Kan “AKHLAQUL KARIMAH” mendukung kebijakan PAK WAHIDIN HALIM…!!!
    15 Tahun Kota Tangerang Berdiri & Sudah Saatnya Memperbaiki Diri…
    Untuk Melaksanakan Ruu Pornografi, Maka Semua hal Yang Mengundang Birahi Harus Di CEKAL..!!!
    Dinasehatin Suami untuk Pake Jilbab Malah Nantang Minta Cerai..!!!
    Kualat Tuh.. Jadinya Melorot Dah tu Waktu Konser…!!!
    Peringatan Allah Sudah Datang Untuk Dewi Persik..!!!
    Tapi Gak Sadar2 Pula…!!!

    Kebenaran Sulit Untuk Di Tempuh…
    Tapi Kebenaran Selalu Menang…
    Kalau tidak Didunia, maka Diakhirat…

    ALLAHU AKBAR..!!!
    Hadza Min Fadhli robbi…

    Suka

  38. Saya ucapkan terima kasih banyak kpd bpk Walikota tangerang dan MUI, bahwasanya pencekalan terhadap DEWI PESING eh salah DEWI PERSIK. kalau bisa semua pedangdut yang bergaya vulgar di panggung hiburan untuk dicekal!!!!!!!!!!!!!!!!!!, karena tdk sesuai dgn Agama,Pemerintah ( Pemerintah yang bener ).

    Suka

  39. Dewi Persik ? Ah sampah !!! Pul, untung udah gak jadi tanggung jawab loe, Aurat istri tuh tanggung jawab suami … syukur Ipul dah gak angon sampah lagi

    Suka

  40. Salam saya untuk Pa Wir dan Para Tukang Insinyur Indonesia..

    Sebenarnya respon bapak terhadap tulisan saya seperti dibawah ini sudah menjawab kegalauan dan kekhawatiran kita sebagai orangtua seperti Tema tulisan bapak diatas yaitu :

    ” Masalahnya, DENGAN TEKNOLOGI MULTIMEDIA YANG BEGITU MAJU”, ……. “Bahkan sampai hari inipun TV Global masih MENAYANG ULANG reportase yang dimaksud “…

    ” Jadi yang KURANG AJAR itu adalah MEDIA TV juga orang-orang seperti persik yang semakin meriah saja ketika mendapat pemberitaan tersebut “..

    ” Ingat KEBEBASAN INFORMASI memang penting, tetapi TIDAK SETIAP ORANG MAMPU MENCERNA INFORMASI YANG DATANG. Karena informasi seperti itu tidak membuatnya menjadi lebih baik, tetapi juga menggiringnya ke jalan yang tidak baik “…

    Inilah kekhawatiran kita bersama yaitu Teknologi multi media yang berkembang pesat dan kebebasan informasi oleh oknum multi media yang seenaknya menayangkan Dewi Persik dan Kawan2nya untuk mencari SENSASI guna menaikkan ratingnya..

    Seandainya saja yang memboikot adalah pihak multimedianya (media cetak dan elektronik), saya rasa kita akan tidak begitu kenal dengan Dewi Persik dan kawan-kawannya tersebut.. Jadi pemerintah tidak usah bredel membredel pihak manapun..
    Intinya harus ada itikad baik dari pihak jurnalis dan komunitas jurnalis..

    Jauh sebelum ada TV swasta, yang ada cuma TVRI.. Intensitas pornoaksi yang di TV saat ini tidak lah seberapa dibandingkan pagelaran dangdut rakyat dan jaipongan didaerah2 termasuk berupa organ tunggal itu sudah ada dan sangat seronok (sebagian loh !).. dan ini sudah jadi budaya didaerah-daerah seperti Karawang dan sekitarnya..

    Kalo boleh saya mengingatkan rekan-rekan semua, kita jangan terpancing oleh orang-orang yang cuma cari SENSASI dan para POLITIKUS yang bisanya memikirkan diri sendiri dan partainya (jangan-jangan ada yang maling- teriak maling, sebagian besar oknum pejabat kita adalah “pemakai” artis ibukota kok !!!..)
    (FYI: saya cuma JURAGAN kuli panggul bukan dari partai manapun, saya jijik terhadap hal-hal berbau politik rendahan..)

    Saya menghargai “maksud baik ” pak walikota..tapi inilah sikap dan pemikiran para pejabat Indonesia, menyelesaikan masalah tidak sistematis.. akibatnya terus berulang kembali.. seperti contoh lain adalah demi penghargaan Adhipura, pemda seluruh Indonesia menggusur wong cilik yang mencari nafkah demi kelangsungan hidup keluarganya, agar kotanya terlihat rapi dan bersih..
    ibarat menyapu, kotorannya disembunyikan dibawah karpet

    Wahai para pejabat Pemda diseluruh Indonesia !
    “Mohon di ingat, kemiskinan kota mu itu selalu akan membayangimu jikalau anda semua tidak becus dan selalu mengkorupsi uang rakyat (termasuk uang pajak yang kita bayar selama ini tidak ada hasilnya)..”
    Jangan-jangan sewaktu ketika keluarga mu akan mengalami nasib yang sama yaitu tergusur seperti pedagang kaki lima.. kamu akan menyesal dan menagisinya nanti sewaktu kamu semua telah pensiun ! (syukur-syukur kalo uang korupsi mu cukup unutk 7 keturunan ).

    Tttd

    JURAGAN.

    Suka

  41. Weleh…

    Kalau mau lebih strategis, larang aja adegan2 kayak dewi persik itu di media-media massa nasional yang ditonton/dibaca jutaan umat. Kalau nyanyi di satu lokasi panggung hiburan, berapa sih yang nonton dan kepengaruh?

    Lha wong masyarakat juga gak bodo kok. Masyarakat indonesia sudah dewasa mana artis yang layak diundang, mana yang tak layak dilihat, mana yang mendidik-mana yang enggak.

    Kalau pak walikota mau melarang, mungkin lebih bijak larangan ngundang dewi persik itu berlaku di lingkungan istansi resmi pemerintahannya. Pointnya memberi teladan, bukan melarang-larang.

    Sebagai pencinta seni dan kebebasan bereskpresi, saya menilai KUALITAS SUARA dewi persik itu di atas rata-rata penyanyi bahkan tak hanya dangdut lho, apalagi ditambah wajah yang terbilang manis…Feeling saya dewi persik masih memliliki karir panjang di dunia panggung hiburan tanah air. Ya itu tadi, kualitas diri dan performance nya terbukti, tak hanya ngandalin body semata.

    Hayo siapa yang menjustifikasi bahwa dewi persik gak bisa berdandan dan bergoyang santun untuk tampil dipanggung (termasuk di tangerang). Dalam bisnis yang kental dengan konsep memuaskan pelanggan, bukankah semua terpulang pada need dan message pemberi order?

    Apakah salah dewi persik dalam konteks ini?

    So, hati-hati dengan generalisasi…

    Suka

  42. saya setuju dengan pencekalan dewi itu, benar2 ga mau hargai kehormatan wanita, masa punya aurat ditunjuk-tunjukin gitu? apa ga takut sama akhirat?

    Suka

  43. Yang terhormat tmn sekalian…

    dengan ini seharusnya dewi persik lebih bisa mawas diri dengan norma dan budaya di negara yang mayoritas muslim..

    ini mungkin sebuah pelajaran yang berharga buat dewi persik..

    jujur saya benci bgt dgn dewi persik karna dia sangat keras kepala tp disamping itu
    tmn2 sekalian kita sudahi saja kata2 kebencian terhadap dewi persik…karna kasihan kalo didengar oleh kedua org tua nya tentang blog ini gmna perasaan mereka!! Coba tmn2 sekalian yg menjadi org tuanya… Moga2 saja semua bisa diselesaikan dengan baik2 dan ad jalan keluarnya…amin.

    Suka

  44. klo dulu ada anekdot ” bokong mbak Inul, adalah wajah bangsa Indonesia”
    sekarang berganti ” bokong Dewi Persik, wajah bangsa Indonesia”

    jadi miris melihatnya, dulu kita dikenal sebagai ssalah satu bangsa yang terkenal dengan sopan santun dan budaya timurnya, tapi sekarang…

    birokratnya korup…
    (maha)siswa2nya (baca: calon penerus bangsa) tukang buat bokep…
    artis2nya sok2 niru artis Hollywood…
    rakyatnya menjerit akibat banjir dan harga yang trus melambung…

    mudah2an suatu saat muncul seorang “ratu adil” yang mampu mengayomi negeri ini.
    menjadikan negara Indonesia sebagai negara yang baldatun thayyibun wa rabbun ghafur, negeri yang gemah ripah loh jinawi kata orang Jawa.Amin.

    Suka

  45. Dewi Persik….. kalau mau melacur jangan dipanggung……. noh disono noh, di panti Pijat.
    Dasar mental bejat.

    Suka

  46. Jangan berdalih kebebasan ekspresi dan HAM Dewi Persik bebas goyang bikin manusia khususnya kaum Adam… jadi ga salah dulu (maaf) payudara Dewi di Pegang seseorang…mungkin nanti Dewi akan diperkosa orang apabila Dewi ga bisa merubah sikap sombong, norak, dan sok menantang Perda yang berlaku di Kota Tangerang…

    Suka

  47. Sebenarnya saya malas untuk nonton acara infotainment yang isinya cuma “ngomongin” orang yang isinya “kosong”.

    Soal Dewi Persik yang bikin saya kaget bukan soal goyang atau bajunya dia.

    Yang bikin kaget saya adalah dari cara si Dewi Persik mengeluarkan perkataan.

    kita bisa lihat who is Dewi Persik, menurut saya dia adalah an uneducated person yang norak dan kampungan mengaku sudah modern.

    Suka

  48. Pak Setujuuuu jugaaa

    tapi setelah dapet avi goyangannya dulu, untuk koleksi hehe

    Tapi emang banyak orang yang nggak nyadar kalo kaum Adam ngeliat begitu yah NAFSU LAH!
    hehe
    yang nggak yah yang bukan laki2 tulen
    coba bersama orang bejat diruang tertutup
    goyang begitu
    ama gak goyang begitu
    walo sama2 dihajar, tapi bedanya, begitu digoyang, … yah maknyuuusssss

    Suka

  49. bodo amat, gw gak peduli di persik mw dicekal keq mw telanjang keq… lagipula gw gak demen dangdut! Tapi gw peduli kalo walkot berbuat gitu gak tebang pilih, yakinkah ente kalo setiap ada hajatan dangdut di wilayah ente gak ada yg pake goyang2 seronok??? Atau krn si persik artis ngetop aja jadi lumayan buat kampanye politik gratis…

    Suka

  50. ASTAGHFIRULLAH………

    Oalah nduk..nduk..mo dikemanakan negri ini kalo kamu pamer bokong terus!!! kasian anak-anak yang belum cukup umur jadi ngiler liat mimik, bokong, plus pandangan kamu yang penuh nafsu..
    lagian apa orang tua kamu nggak malu kamu kayak gietu??? nyebut nduk… katanya pinter, agamis, tapi kok ya keras kepala.

    walikota kayak gitu juga berarti sayang kan sama kamu, beliau nggak pengin kamu semakin dicap sebagai Lonthe atau yang lainnya.

    Taubat nduk.. mumpung roh masih dikandung badan.. he..he

    Suka

  51. sebenarnya mudah mengartikan apa itu kebebasan.

    dari SD sampai SMA kita semua diajarkan bahwa dasar negara kita adalah pancasila dimana kita diberikan kebebasan tetapi terbatas. artinya dibatasi oleh budaya, dibatasi oleh agama dibatasi oleh hukum dan dibatasi oleh norma norma yang berlaku di masyarakat kita.

    Jadi boleh saja seniman mau berekspresi bebas tetapi harus didalam pandangan hidup bangsa dan negara indonesia. Mau telanjang oke, telanjang bangsa indonesia misal tidak pakai sandal itu telanjang tetapi masih diterima oleh masyarakat kita jadi bukan telanjang tidak pake baju. Lalu jangan berlindung dibalik budaya irian karena sampai saat ini kita semua berusaha terus untuk mengajarkan cara berpakaian dengan saudara2 kita di irian kenapa kita malah mau pake koteka ??????

    Jadi dewi persik jelas pelacur, PSK saja digusur padahal PSK tidak bergoyang terang2an to?????kenapa dewi persik tidak digusur padahal terang2an????? Jadi keputusannya televisi yang menyiarkan juga digusur karena merusak akhlak anak, dan untuk ortu dewi persik yang haji dan hajah serta pake jilbab, sebagai sesama umat muslim saya berdoa semoga cepat sadar bagaimana kita hidup sebagai seorang muslimah

    HIDUP walikota tangerang

    Suka

  52. Barusan dicekal lagi tuh… sekarang sama walikota bandung!
    Kasian yah tu anak, udah ga pernah makan sekolahan…
    Ga bisa menghormati suami…
    Bilang Allah bakal bela…Duuuh, rendah banget di memposisikan TUHAN!! Masa Tuhan belain perempuan yang kerjaannya bikin masalah.
    Otak dewi niy bener2 di pantat….

    Suka

  53. saya salut banget sama komentar-komentarnya krisnawan putra, wir, juragan dan mumu. Lebih cerdas dan mengedepankan logika berfikir yang objective ketimbang komentator lainnya hehehehe….

    Suka

  54. Senajis-najisnya goyangan pantat dewi persik masih jauh lebih najis Al Amin Nasution (kalau memang terbukti kebenaran kasusnya) beserta pejabat-pejabat yang seprofesi kelakuannya seperti dia.

    Sejelek-jeleknya Dewi Persik, goyangan pantatnya yang najis itu tetep bisa memberikan penghidupan sama banyak orang, tidak sedikit orang yang akhirnya memperoleh nafkah dari pornoaksinya dan tidak sedikit pula orang yang tetap terjaga moralnya setelah menonton kelakuan si dewi itu, malah goyangan pantat si dewi persik tetep dapat mengangkat roda perekonomian suatu daerah.

    Walikota Tangerang juga kalo mau adil jangan cuma mencekal orang yang lagi berusaha cari duit macem dewi persik gitu dong. Cekal juga tuh para tersangka koruptor beserta keluarganya untuk tidak masuk wilayah kota tangerang.

    Dewi Persik CS belum bisa dibilang meresahkan, bagi yang ga suka tinggal palingkan pandangan aja dari kelakuan dia menurut saya sudah beres urusannya, tapi bagi orang-orang kaya al amin itu dan sebangsatnya (kalo memang ybs terbukti kasusnya) sudah tentu merugikan bangsa dan negara dan sudah pasti sangat menggoyang stabilitas ekonomi dan politik negara ini dan sudah tentu hal itu sangat meresahkan kita semua, apalagi kasus si al amin itu diperkirakan seperti teori “gunung es”, yang kaya gitu tuh yang jelas-jelas harus diasingkan dan dihujat, kalo perlu diasingkannya ke malaysia

    Suka

  55. Aq stuju ma pak Wako cz aq dah muak ma dewi persik.Aq harap dewi persik ga’ bawa-bawa agama kalo lagi ngebahas tentang goyang SETANnya.Kasian donk Wi’ ma kami-kami yang laen..!! Malu tau ga’ punya sodara muslim kayak kamu.Ngomong beriman tapi kelakuan seperti SETAN.Mungkin DEWI PERSIK beriman ama SETAN kali ya makanya dia kek gitu.

    Suka

  56. Biarin aja lagi Dewi di cekal toh dia nggak bakal kelaperan kurang order manggung. Dan kota yang mencekal juga nggak bakalan sepi pertunjukkan karena mencekal Dewi.
    Kecuali kalau daerah lain ikut latah. Satu mencekal lain mencekal. Satu korupsi lain korupsi.
    Maksud saya adalah masih banyak masalah di Indonesia. Sekalian aja cekal para koruptor, pengemplang BLBI, pelaku illegal logging.

    Suka

  57. DEWI PERSIK adalah salah satu sampah terbesar di negeri ini.

    n DEWI PERSIK sangat layak untuk diasingkan ke PLANET HD 149026b yang memiliki suhu 2.040 derajat Celcius.

    Suka

  58. Dewi Persik terlalu sombong dengan karunia yg sebenarnya ujian Tuhan. Demi materi dan atas nama profesional kerja, ia bersedia dijadikan “budak” industri media. Kasihan sekaliiii

    Suka

  59. Saya setuju bgt ama pak walikota… menurut saya dewi persik adalah mafia perusak moral bangsa.. mana adat ketimuran yang kita miliki.. hancur hanya karena pecundang – pecundang yang mengatasnamakan kebebasan berkreativitas. dewi sering sekali mengatakan bahwa yang tau tentang dia hanya Allah dan dirinya. tapi trnyt semua orang tau bagaiamana deqi sebenarnya. orang yang mengatasnamakan moral, agama tidak akan menyimpangkan kreativitas seapapun bebasnya. di g memikirkan nasib bangsa sepuluh atau lima belas tahun yang akan datang kalau perusak bangsa saja tidak menyadari apa – apa yang telah dikotori dengan perilakunya. sekali lagi kreativitas memang milik semua orang tapi ingat dia juga punya tanggung jawab atas kreativitasnya tersebut.

    Suka

  60. sama, saya juga setuju dengan apa yang dilakukan Pak Walikota untuk menjaga moral. Terlepas masalah agama, ini adalah masalah norma-norma yang musti dijaga.
    Saya juga berpikir tentang efek samping yang akan terjadi apabila dewi perssik ini diteruskan menari dengan gayanya yang erotis itu… Bahkan saya malahan ngeri kalau kita jadi terbiasa seperti ini, seperti halnya kita belakangan ini menjadi terbiasa untuk mengumpat kasar terhadap orang lain karena dipopulerkan oleh para artis di Televisi..

    Suka

  61. Bukan sok moralis jika aku juga mendukung langkah Pak Walikota..tapi coba bayangkan aja kalo semua tidak boleh dibatasi hanya karena alasan kebebasan berekspresi.

    Jujur saja…sebagai lelaki normal…Aku, dan mungkin ini juga berlaku bagi kebanyakan lelaki lain, pasti tergoda untuk “menikamati” tubuh Dewi Persik yang dengan murahnya diobral di depan umum, tapi kita harus berpikir jernih… bahwa apa yang telah dilakukan Dewi Persik dengan “menjual tubuh” nya akan punya dampak yang buruk bagi anak-anak kita dan generasi-generasi muda kita. Tidak Percaya….??

    Buat orang atau kelompok yang mendukung Dewi Persik, sekarang coba bayangkan saja..Seandainya Keluarga Anda ( Ibu, Mbak, Adik, Tante, atau siapa…) dengan sengaja mempertontonkan bagian tubuh yang mestinya harus dijaga dan ditutupi di depan orang banyak demi mendapatkan uang, apa anda rela??? terus bedanya dengan pelacur-pelacur yang menjual tubuhnya untuk mendapatkan kepuasan dan uang apa??

    Suka

  62. dewi persik hanya perusak moral, hantam terus terus, dan cekal terus. supaya ekspresi tidak seronok….DUKUNG WALIKOTA TANGERANG

    Suka

  63. buat dewi sabar aja mang orng sirik ma dewi mungkin mereka smu gatau fashion kalai ya.trs eksiss pa yng rang blng EGP(emang gw pikirin) AJA KALI Ya gw cuma mau ngomong gitu dan mungkin mereka smua pada munafik jadinya cekal2 aja sukses buat dewi minta nomornya ya

    Suka

  64. memang bisanya cari uang dewi ato yang lainnya gitu kok,sekarang kalo pemertintah melarang keras
    dewi mau makan apa…..? makanya selalu bertambah banyak kejahatan dinegara kita ni……………. Bergairah terus Dewiiii……………..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s