Saksi Ahli dari MUI: Islam Izinkan Menyimpan Senjata


Saksi Ahli dari MUI: Islam Izinkan Menyimpan Senjata

Judul di atas adalah serangkaian kata yang terpampang menjadi judul berita di detikcom, ini linknya. Itu dilontarkan oleh saksi ahli tersebut berkaitan dengan acara sidang kasus teroris dengan terdakwa Abu Dujana alias Ainul Bahri di PN Jakarta (3/3/208).

Saya tidak membayangkan bahwa kalimat seperti itu ada di negeri ini, Indonesia, yang katanya mengedepankan “Pancasila” dan mempunyai quote “Bhinneka Tunggal Ika“. Sepengetahuan saya, Indonesia adalah negara hukum, dimana mempunyai senjata api tanpa izin selain petugas adalah tindakan melawan hukum, lihat UU Nomor 8 Tahun 1948, tentang pendaftaran dan pemberian izin kepemilikan senjata api.

Melihat fakta seperti itu maka timbul pertanyaan .

  1. Apakah saksi ahli tersebut dapat mewakili Islam pada umumnya ?
  2. Apakah undang-undang di atas tidak berlaku bagi orang-orang yang seagama dengan saksi ahli tersebut ?

Mohon yang bodoh ini dicerahkan. Ini serius !

Artikel lain yang mungkin terkait :

51 thoughts on “Saksi Ahli dari MUI: Islam Izinkan Menyimpan Senjata

  1. Kira-kira atas dasar apa pernyataan saksi ahli itu
    Kalau iya ada, yang pasti hanya orang Islam yang kaya saja yang bisa memilikinya.

    Apa ini indikasi Indonesia akan menjadi negara cowboy, western nih ye❗

    Suka

  2. P Wir, dari dulukan udah pada nyimpan senjata, keris, tombak (kakek,mertua saya masih simpan).

    Kalau senjata api, di luar negara maju (AS, Meksiko), cuma negara puritan yang boleh bawa bawa senjata, seperti; Pakistan bagian tertentu, Afganistan, Sudan, Somalia dan negara-negara dengan GNP kecil atau miskin.

    Rusia aja yang hampir komunis, tidak boleh bawa senjata.

    Ah P.Wir,yang di atas kan cuma adu argumentasi di sidang buat ngulur-ngulur waktu. Kalau saya sih agama selalu benar yang tidak benar adalah pengaruh budaya dan orang yang gak sekolah dan tidak pernah keluar kampung (jadi konservatif / puritan).

    Coba lihat Malaysia, “boleh bawa senjata ?”, langsung di penjara !

    Suka

  3. Maksud pertanyaannya gimana ? Saya rada kurang mengerti ?

    BTW, kalau agama ditarik kepolitik, yang ada malah misleading.

    Oh ya, kalimat tersebut disampaikan dalam konteks apa ? Kalau kita grusa-grusu karena kalimat tersebut bisa menjadi “pembenar” asumsi kita, ya kita mesti hati-hati menyikapinya.

    Suka

  4. Dalam Islam juga mengenal ‘patuh pada pemimpin kaum’ dalam artian boleh menyimpan senjata (umum) tapi kalau senjata api kan dilarang, jadi menyimpan senjata tajam mungkin yang di maksud.

    Taat kepada Allah, taat kepada Rasul, dan taat kepada Umaro (pemimpin/pemerintah), demikian.

    Suka

  5. Pak Wir,

    Saya adalah seorang muslim dan karena anda membutuhkan pencerahan yang berkaitan dengan salah satu sendi keislaman, maka saya akan coba menjawabnya.

    Dari artikel yang tertera di detik.com, yang saya ketahui bersumber dari ajaran islam adalah pernyataan “Membela harta dan kehormatan hukumnya adalah wajib” hal ini saya akui kebenarannya dan tertera dengan jelas dalam ajaran islam.

    Sementara pernyataan “Islam mengijinkan menyimpan senjata” merupakan buah pemikiran dari saksi ahli ini yang dilakukan berdasarkan hubungan korelasi terhadap pernyataan “kewajiban seseorang untuk membela harta dan kehormatannya”.

    Apakah buah pemikiran ini benar adanya serta sesuai ajaran islam? ini yang menjadi pertanyaan??

    Dalam ajaran Islam terdapat beberapa sumber dalam pengambilan hukum termasuk pernyataan: sumber pertama dan tertinggi adalah al-quran, kemudian al-hadist (perkataan Muhammad SAW) apabila ada permasalah baru yang berkaitan dengan perubahan zaman maka pengambilan hukumnya harus melalui ijtihad (buah pemikiran) dari ulama (orang yang sangat paham dengan alquran dan alhadist).

    Ulama ini orang yang hafal alquran dan alhadist beserta maknanya serta ahlak (prilaku) kesehariannya baik karena hal ini merupakan cermin dari keilmuannya. Bukan ditunjuk oleh masyarakat, jadi belum tentu orang tergabung dalam MUI itu adalah ulama.

    Apakah saksi tadi tergolong ulama yang berhak untuk melakukan ijtihad (menghasilkan buah pemikiran)???

    Kalau dia bukan ulama tersebut maka pernyataannya bukanlah merupakan cerminan dari ajaran Islam.

    Suka

  6. yup..

    agama selalu benar..

    jgn generalisir..acuan kami quran n hadits..dan taat pada pemimpin(dlm hal ini kep.negara yg bijaksana) termasuk cabang keimanan..so g mungkin nglanggar hukum..kalo ada y itu dari personalnya

    Suka

  7. acuan agama Islam itu Qur’an dan hadis, bukan yang lain. Lah masalahnya yang melarang apa dalilnya dan yang membolehkan apa dalilnya.

    memang dalam islam ada perintah untuk mempersiapkan kekuatan, al-Anfal:65. kekuatan itu adalah memanah kata nabi, kalau jaman sekarang ya menembak. maka secara normatif itu boleh saja….

    tetapi PBB, Yahudi, Amerika takut kalau orang Islam punya senjata, mereka akan mudah dikalahkan.

    Itulah sebabnya Iran ndak boleh punya nuklir. dan buktinya pula, Mereka kalah di Irak dan Afghanistan. mau tahu buktinya??? di blog saya banyak disebutkan bukti-bukti itu

    Suka

  8. Karena saya nggak mengikuti jalannya persidangannya, saya tidak bisa tahu betul kenapa harus ada saksi MUI dalam sidang itu. Mungkin ini saksi yg diajukan pembela terdakwa sih untuk memberi pandangan lain.

    Kalo menurut saya,

    anggota MUI tadi tidak tepat dijadikan menjadi saksi ahli atau seharusnya diabaikan oleh hakim. Boleh tidaknya membawa senjata dalam Islam, tidaklah membuat seseorang yg berada di Negara Indonesia berhak memiliki senjata (api) tanpa ijin.

    Kadang-kadang sidang dengan terdakwa “teroris” memang aneh-aneh.

    Contoh lain adalah terdakwa bom bali yg menuntut dihukum sesuai hukum Islam (menurut mereka hukum pancung), padahal sebelumnya mereka bersikeras mereka disidangkan secara tidak sah (karena bukan persidangan dengan hukum Islam).

    Mereka (terdakwa teroris itu) sebelumnya menyatakan mereka berani mati (bahkan dengan bom bunuh diri) lalu kenapa mereka masih minta di hukum mati sesuai kemauan mereka? Mati dengan cara apa saja sama saja kan? Kalo memang tujuan awalnya memang mau mati.

    O iya, sebelum ada prasangka, saya (penulis komen ini) beragama Islam. Ini hanya untuk sekedar menyatakan bahwa umat Islam tidaklah sebagaimana terdakwa teroris itu.🙂

    Suka

  9. Mungkin harus diperhatikan mengenai konteks dikeluarkannya pernyataan tersebut (yang memang tersamar, salut untuk Detikcom).

    Saksi ahli harus menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pengacara (kemungkinan TPM), apa adanya.

    Kalau dia ditanya (barangkali), “apakah di Islam dilarang memiliki senjata?”, maka saksi ahli akan salah bila menjawab “Ya!”.

    Pembahasan hukum kepemilikan senjata di Indonesia sebetulnya menjadi tidak relevan.

    Sudah tentu si Dujana tidak akan menjadi “benar” hanya karena di Quran tidak ada larangan memiliki senjata.

    Suka

  10. Oh…ya setelah saya baca linknya, kalau dalam masa perang maka semua yang ingin membela negaranya (jihad) boleh membawa senjata api …buat membela diri jika diserang.

    Tapi dalam masa damai…untuk apa…? ngerampok?

    Suka

  11. MUI Kok didengarkan!!!

    Lihat aja Fatwa2 yang dikeluarkan, akibatnya tak jarang umatnya bertindak anarkis…. di tivi2 kan sering di beritakan.

    Bubarkan Saja MUI ….

    Suka

  12. Islam juga mengajarkan “Patuhi pemimpinmu”. Tentu saja dalam konteks “kebaikan dalam bermasyarakat”.

    Ketika pemimpin mengeluarkan aturan yang tujuannya untuk kebaikan maka wajib hukumnya buat warga negara untuk “Samina wa athona” (kami mendengar dan kami mentaati).

    Pelarangan penyimpanan senjata oleh negara adalah untuk tujuan baik, untuk menghindari “main hakim sendiri”.

    Kalau abah Zacky berdalih mempersiapkan “kekuatan”. Ente yakin sudah siap bila wajib-militer dihidupkan kembali? Ana sih siap-siap saja.

    Suka

  13. Iran itu bikin nuklir buat senjata atau buat reaktor ? Itu dari 15 negara anggota dewan keamanan, cuman Indonesia yang pilih abstain menjatuhkan sanksi – resolusi ketiga pada Iran.

    Itu kan tandanya Iran emang bandel ! padahal di antara negara itu ada Libya juga, yang sama sama mayoritas Islam.

    Suka

  14. Ping balik: Hizbut Tahrir dan M16 « besar pasak, DARIPADA KENTANG

  15. hik hik hik apa lagi tuh hubungannya sama Amerika dan Yahudi ?😆

    Ya setuju sama komentar paling atas, Pak. Agama kan multitafsir. Memang pegangannya satu (eh, dua ding), tapi yang nerjemahin kan banyak kepala. Maka lahirlah penafsiran yang beraneka ragam.

    Ada yang nerjemahin tumpeng blek kata per kata. Ada yang disesuaikan sama keadaan sosial zaman sekarang.

    Ada yang sebenarnya ga bisa nerjemahin ikut-ikutan nerjemahin.😆

    *Agak rumit memang kalau pemahaman agama yang harusnya personal dicampuradukkan dalam masalah hukum negara. Apalagi masalah kriminalitas. Jadi ya… dagelan seperti itu ndak usah dianggap aneh.

    Suka

  16. memang benar, Islam mengijinkan menyimpan senjata, misalnya oleh militer untuk keperluan pertahanan sebuah negara. Saya rasa Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, bahkan atheis pun mengijinkan menyimpan senjata.

    apa di Indonesia ada agama tertentu yang eksplisit melarang menyimpan senjata ? kalo iya, bersiaplah negara ini dihancurkan oleh bangsa biadab semacam amerika, israel dan antek-anteknya…

    Suka

  17. Menyimpan senjata dimaksudkan juga untuk persiapan untuk membela diri. Khaththath menerangkan, dalam Islam membela harta dan kehormatan hukumnya adalah wajib.

    Dari sini kelihatan bahwa kepemilikan senjata diperbolehkan dalam rangka membela diri. Untuk membela diri, kan diperlukan ancaman yang jelas. Kalau keadaan aman-aman saja ya, menurut saya

    buat apa menyimpan senjata selama negara bisa menjamin keamanan

    .

    Btw, Bapak besok ke EDUFair enggak?

    Suka

  18. *mengamati*

    Saya jadi teringat pada Godwin’s Law;

    “As an online discussion grows longer, the probability of a comparison involving Nazis or Hitler approaches one.”

    Dengan ini saya menyatakan Kroco’s Law;

    “As an online discussion involving Islam and its alleged relations with violence grows longer, the probability of a comparison involving the United States, the Jews, Israel, Western civilization, Atheism, Freemasonry, and Kabbalistic values approaches one.”

    Suka

  19. @Kopral:
    Rasanya sulit dibedakan, soalnya yang dibicarakan sejenis. Sama-sama agama dan ideologi jadi sulit untuk tidak membandingkan dengan agama dan ideologi lain. Kalau yang Godwin kan buat diskusi secara umum, jadi bakal “ngelompat” kalau tau2 ngomongin NAZI.

    Suka

  20. sebagai seorang muslim,
    apakah saya diizinkan memiliki mobil ?
    ==> boleh dong (asal dapetnya dengan cara yang halal atau gak nyolong).
    apakah saya berhak nyetir mobil saya?
    ==> pasti dong, lah mobil sendiri.. siapa yg melarang?

    tapi jika saya nyetir gak mematuhi aturan lalu lintas atau gak bawa SIM, tentu saja itu melanggar aturan di negara ini… (dan dangkal sekali kalo lantas ada yg menyimpulkan : hukum agama kalah dong ama hukum negara? atau negara jangan ngatur2 lah wong secara agama ini hak saya kok..??? bukan itu konteksnya atuh.)

    mungkin kira2 begitulah analoginya…🙂
    (nyambung gak sih???).. hehe..

    -Rp-

    Suka

  21. Premise 1: Islam mengijinkan pake senjata?

    Premise 2 : Hukum indonesia tidak mengijinkan warga sipil memiliki/menyimpan/memakai senjata api.

    Premise 3: Indonesia bukan negara berdasarkan hukum islam.

    Kesimpulan : Umat islam sipil yang tinggal di indonesia harus mematuhi hukum Indonesia, dengan tidak memiliki/menyimpan/memakai senjata api.

    Suka

  22. Ping balik: saya rasa … maka … « The works of Wiryanto Dewobroto

  23. Premise 1: Islam mengijinkan pake senjata?

    Premise 2 : Hukum indonesia tidak mengijinkan warga sipil memiliki/menyimpan/memakai senjata api.

    Premise 3: Indonesia bukan negara berdasarkan hukum islam.

    Kesimpulan : Umat islam sipil yang tinggal di indonesia harus mematuhi hukum Indonesia, dengan tidak memiliki/menyimpan/memakai senjata api.

    logikanya cocok & tepat.

    Suka

  24. Sebenarnya comment di atas banyak yang sudah mewakilkan seperti comment pak Isnan dan pak Badarudin,

    kalo dalam hal perorangan menyimpan snjata “api” maka hal ini memang harus ijin pada pemerintah, dan dalam hal ini Umat ISLAM diperintahkan wajib taat pada pemerintah dalam hal yang ma’ruf dan bukan maksiat.
    apabila menyimpan senjata API secara pribadi dan berdlih bahwa ISLAM tidak melarangnya, yah tetp ada kaidah bahwa dia harus taat pada pemerintah, kalo nggak gitu orang yang melakukan perampokan terus muslim bisa berdalih seperti itu, nah ini pemahaman yang salah dari saksi ahli MUI tersebut.

    Dan saya jawab pertanyaan mas Dewo
    1. Kalo secara Umum ya .. tapi untuk tujuan menghalalkan tidakan Abu DUjana saya jawab TIDAK
    2.Undang² diatas berkaitan dengan senjata api hendaknya hal ini dipatuhi oleh seluruh rakyat yang ada dalam kekuasaan pemerintah yang mengeluarkan undang2x tersebut karena hal ini merupakan suatu hal yang ma’ruf dan mencegah kemunkaran, Allohu’am ..

    Suka

  25. begini lho Pak.

    Keberadaan saksi ahli itu sifatnya tidak rigid, artinya bahwa dapat dipanggil saksi ahli lain untuk dilakukan perbandingan. Menurut dugaan saya, saksi ahli dalam pemberitaan itu diajukan oleh pengacara terdakwa. Sehingga wajar, bila keterangan yang diberikan oleh saksi ahli tersebut adalah ‘meringankan’ terdakwa.

    Pada sisi lain, jaksa penuntut umum pun dapat mengajukan untuk menghadirkan saksi ahli sidang pengadilan. Jumlah saksi yang dapat dihadirkan sebenarnya tidak ada patokan, bisa berapa saja. Namun perlu juga diperhatikan efektivitas dan efisiensi, jadi jangan lama-lama sidangnya hingga waktu dihukum hanya beberapa bulan saja, karena sudah dipotong masa tahanan.

    Akhirnya untuk keputusan tetap di tangan Majelis hakim. Kekuatan kesaksian yang diberikan oleh saksi ahli itu pun majelis hakim dapat menilainya.

    Perlu selalu diingat walaupun keterangan saksi ahli merupakan alat bukti, tetapi masih ada lain bukti lain yang tak kalah penting, yakni :
    * keterangan saksi (yang bukan saksi ahli, yakni: orang yang mengalami atau menyaksikan tindak pidana),
    * surat,
    * petunjuk (terkait dengan pengetahuan hakim secara sistematik untuk menjalin petunjuk-petunjuk yang ada),
    * serta yang terakhir keterangan terdakwa.

    untuk menghukum orang hakim perlu 2 alat bukti + keyakinan hakim. untuk pengetahuan lebih lanjut silahkan buka Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana.

    mohon maaf sebelumnya bila kurang sopan.

    Suka

  26. sampai hari ini hukum islam di Indonesia hanya dilaksanakan secara parsial.

    hukum Islam di Indonesia hanya terbatas pada ranah hukum privat saja. meliputi hukum perorangan dan hukum keluarga, seperti perkawinan, perceraian dan hak asuh anak. kemudian diterapkan pada hukum harta kekayaan, seperti hukum perjanjian menurut islam, perbankan syariah, asuransi syariah dsb. kemudian juga hukum waris (sebenarnya yang ini wajib buat semua orang Islam, bukan opsional). serta hukum zakat.

    sedangkan dalam bidang hukum publik, seperti hukum pidana, tata negara, administrasi negara, hukum Islam tidak diterapkan. kecuali sebagian kecil di terapkan di Nangroh Aceh darussalam. itu pun karena ada peraturannya secara khusus.

    sekali lagi saya mohon maaf bila kurang sopan.

    Wir’s responds: tulisan anda sopan koq, baik dan runtut. Mestinya skripsinya sudah selesai sekarang ya.😆

    Suka

  27. ngomong ngomong tentang saksi ahli. yg jadi saksi ahli di depag dan pengadilan berkenaan kesesatan Ahmadiyah, adalah M. Amin Jamaludin, ketua LPPI / Dewan dakwah, yg jadi korlap perusakan dan penggerudukan markas Ahmadiyah di Parung.

    jadi gimana nih, saksi ahli = motor perusakan fisik dan tindak kekerasan ?

    Suka

  28. Ups sebelum ada yang ngamuk-ngamuk soal kebebasan beragama. Itu maksud saya dengan kata nerjemahin di komen atas maksudnya menerjemahkan dalam Bahasa Indonesia. Jadi memberi acuan terjemahan bagaimana yang benar dan salah ke orang lain, bukan untuk diri sendiri.

    Kalau menerjemah (tanpa akhiran -kan) untuk pemahaman diri sendiri ya silakan aja, ndak ada yang larang. Tanggung jawab sendiri aja sama Tuhan.:mrgreen:

    Suka

  29. Pak Wir, ini Alkitab juga menyinggung soal senjata lho , ini buktinya di surat Efesus 6:11-17

    6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;

    6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

    6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.

    6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,

    6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;

    6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,

    6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah.

    Suka

  30. @Victor,
    Wah benar sekali ! Seharusnya senjata seperti itu yang harus dipakai oleh para teroris.

    Victor itu perlu kamu sampaikan lho ke Abu Dujana !

    Suka

  31. wah, kalo Abu Dujana di sampaikan kutipan Alkitab di atas bisa manyun dia.. lah wong gak ngerti…🙂

    tapi jangan khawatir, ketimbang berurusan dgn teroris kecil seperti Abu Dujana, Viktor punya tugas yang lebih berat untuk meyakinkan teroris besar macam George W Bush.. di Irak saja korban aksi dia sudah melebihi 1 juta.😦

    kalo Osama Bin Laden gak jelas masih hidup apa gak, tapi repotnya banyak pengikut kecil2 macam Abu Dujana tadi… dan memang kewajiban kita untuk sama2 ‘menyadarkan’ atau ‘melawan’ paham ekstrim.

    -Rp-

    Suka

  32. Lawan ayat kok pake ayat…nanti tersayat-sayat hehe.

    Lawan ayat itu pake hukum. Kita punya hukum positif (Dari UUD- UU, sampai KUHP/KUHAP), yang menaungi semua umat berbeda agama. Di situ jelas ada ayat-ayat yang disepakati oleh pendiri bangsa ini. Aturan dasar dalam bernegara adalah hukum dan peraturan.

    Kalau tidak setuju dengan hukum Indonesia, ya ubah hukumnya. Mekanismenya sekarang gampang, kita berdemokrasi, ada partai, ada pemilu, ada perwakilan rakyat yang bikin undang-undang.

    Kalau ngga bisa ubah secara resmi dan tidak setuju dgn UU Indonesia, ya ga usah tinggal di Indonesia lah…

    Suka

  33. “Islam ijinkan menyimpan senjata.”
    ada di hukum Islam ? apa sah digunakan hukum Islam untuk di pengadilan umum ya? wah, soal hukum saya sama sekali gak ngerti….

    tapi saya py gambaran seperti ini:
    saya sebagai orang kristen klo mo terjermahin hukum taurat mentah2, klo ada yang nyontek di kelas pak wir, congkel matanya, klo ada yang jahil, potong tangannya. lama2 banyak orang cacat d… hihihi…

    klo tiap orang maunya punya hukum yang diyakini sendiri – sendiri, bisa berabe.

    bukankah ada aturan dan hukum yang disepakati dalam hidup bersama?

    Suka

  34. kalo buat koleksi sih ga papa ya pak..

    ayah saya sering kedapetan pedang dari jamaah salafi begitu, panjaaaang banget, cuma langsung ayah saya jual lagi..kan lumayan pak uangnya..

    muslim nggak memperbolehkan nyawa nonmuslim terbunuh…malah dilindungi seharusnya…
    yang seperti amrozi, abu dujana n other jihad junkies itu mah sudah direkayasa ama back-on laen..konspirasi..

    begitulah pendapat saia sebagai seorang muslim yang tak terlalu taat..

    lam kenal pak.

    Wir’s responds: salam kenal juga Hadza. Jualan pedang panjang ya.:mrgreen:

    Suka

  35. MUI adalah lembaga yang dihormati oleh agama islam, tapi MUI dimata agama lain merupakan sarang terosis yang berkedok agama, karena dari fatwa-fatwa yang di lontarkan sebagian besar bersifat mengasut dan sebagian besar memecah belah agamanya sendiri, belajar dari permasalahan agama islam yang berbeda agama!!! kalo islam diperbolehkan menyipan senjata api berarti MUI melegalkan pembunuhan yang berkedok agama, bubarkan MUI

    Suka

  36. ISLAM diperbolehkan menyimpan senjata

    lebih baik untuk memasak, karena masih banyak sodara-sodara kita yang belum makan, hanya makan nasi basi yang dikeringkan, kenapa kita tidak “jihad” untuk menghapus kelaparan yang ada, jangan senjata itu dipakai untuk membunuh orang yang tidak berdosa, senjata itu dipakai memasak aja untuk memberi makan sodara kita yang kelaparan!!!!

    MUI kan Banyak Punya Senjata ( Uang ) kenapa tidak disumbangkan saja??????

    Suka

  37. Ass. Wr. Wb.
    terkait dengan bolehnya menyimpan senjata yang keluar dari komentarnya saksi ahli dari MUI mestinya teman-teman disini jangan dipahami secara sepotong – potong, harus dipahami secara utuh ini terkait dengan hukum bolehnya punya senjata, apalagi sampai menuduh HT seolah-mendukung aksi-aksi kekerasan yang sebagaimana yang dilakukan Amrozi CS dll, setahu saya HT dalam metode gerak nya memakai prinsip-prinsip; tidak dengan kekerasan lebih terfokus mencerahkan dalam pemikiran, ini dapat dilihat dari aksi-aksi yang dilakukan teman-teman HT senantiasa menjaga ketertiban, makanya sebaiknya didiskusan dengan teman-teman HT lebih mendalam terkait dengan hal ini.

    wallahu a’lam

    Suka

  38. @Victor,
    Wah benar sekali ! Seharusnya senjata seperti itu yang harus dipakai oleh para teroris.

    Victor itu perlu kamu sampaikan lho ke Abu Dujana !

    Wah, emosionil banget sampean boss 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s