merayakan valentine ya ?


Pagi hari di kampus UPH Lippo Karawaci, langit mendung tapi belum hujan. Suasana Valentine, iya benar ketika tadi jalan-jalan di luar disapa sekelompok mahasiswa yang mengekspresikan diri dengan baju warna pink membagi kado kecil. Sederhana sih, kembang gula tetapi dikasih pita, lalu ada sedikit kata-kata motivasi, ini isinya:

Happy Valentine’s Day
“To the world you are someone,
but to someone you are the world”
BEM UPH

Bingkisan diterima dan saya ucapkan terima kasih. Kreatif juga ini anak-anak mahasiswa, belajar mengekspresikan diri.

Note: Waktu aku nulis ini, anakku yang SMP mbaca, koq kata-katanya persis yang aku baca kemarin ya pa. He, he, nggak tahu, apa itu memang tema valentine tahun ini, yang di smp bekasi koq bisa sama ya dengan universitas di tangerang.

Lho pak Wir merayakan Valentine day ya ? Itu khan hukumnya haram ! Coba baca ini pak.

Kamu ini koq paranoid banget sih, yang haram itu korupsi dan membodohi masyarakat dengan menyatakan sesuatu yang nggak benar. Orang berekspresi, mencoba memberi perhatian, belajar memberi senyum. Apanya yang dirugikan.

Tapi itu nggak ada di agama pak !

Ya kamu ini, sedikit-sedikit dihubungkan dengan agama.

O ya, pak Wir orang nasrani sih, jadi nggak apa-apa. Valentine khan hari raya nasrani, iya khan pak ?

Wah kalau ngomong soal agama, wah riskan nih. Nggak setiap orang mempunyai pendapat sama tentang agama. Tapi ini perlu saya omongkan agar jangan terjadi salah paham seperti itu sehingga menjadi masalah bagi masyarakat yang sekarang ini juga sedang punya masalah. Jadi jangan menjadi beban tambahan gitu lho.

Perlu diungkapkan bahwa Valentine Day bukan merupakan hari raya nasrani, tetapi karena itu dikaitkan dengan kasih sayang, lha lalu dikaitkan dengan kasih kita kepada Tuhan, sesama dan diri sendiri. Jadi bisa saja di paskan gitu lho. Terus terang makna kasih bagi kami yang menganggap bahwa Yesus adalah Tuhan adalah sangat besar sekali, sebagaimana firman-Nya.

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.
Yohanes 13:34

Jadi sebenarnya sederhana, jika ada ide yang dapat digunakan untuk mengekspresikan kasih, ya ada-ada aja teman-teman yang memahami makna tersebut lalu menggunakannya. Seperti yang dilakukan mahasiswa-mahasiswa tadi pagi itu.

Yesus adalah Tuhan, wah pak Wir ini, Tuhan itu satu lho pak. Menghujat Tuhan itu artinya. Bisa masuk neraka lho pak.

Lho koq jadi mempertanyakan itu. Dik, itu adalah soal keyakinan, tentang iman. Adik ini kelihatannya masih hijau, dunia ini warna-warni, dan memang seperti itulah Tuhan menciptakannya. Pertama adalah untuk menunjukkan bahwa itu merupakan kemuliaan-Nya, Tuhan Maha Kuasa, tak terbayangkankan manusia. Kedua adalah juga untuk memberikan kita wawasan dan kesempatan memilih, mengikuti Tuhan atau lawannya Setan. Karena warna-warni itulah maka ada berbagai macam agama, sekaligus itu akan menjadi cermin masing-masing untuk dapat saling mengoreksi.

Menurut saya, agama yang baik mempunyai tujuan yang sama yaitu KASIH. Kasih Tuhan kepada kita, sehingga kitapun juga mengasihi Tuhan dengan memuliakan-Nya, dengan kasih itu pula maka kita berbagi kepada sesama, dan itu semua tidak lupa juga untuk mengasihi diri sendiri. Lainnya itu nggak penting, hanya asesori saja. Agar dapat tepat memberi kasih kepada Tuhannya maka perlu iman. Iman inilah yang diajarkan oleh agama, yang mungkin saja orang karena agamanya beda maka imannya juga beda. Tapi apapun imannya tapi tanpa berbuah kasih, kayaknya nggak ada hasilnya.

Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memilki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
1 Korintus 13:2

Ingat iman adalah hubungan pribadi dengan Tuhan, mungkin bagi anda, saya adalah orang berdosa, dengan alasan menghujat Tuhan karena pernyataan di atas. Itu hak anda untuk menginterprestasikan hal tersebut karena itu merupakan keyakinan anda. Tapi karena itu sifatnya pribadi maka itu juga merupakan hak saya untuk mempunyai keyakinan seperti itu.

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
Roma 10:9

Soal beda itu khan biasa, wong masih di dunia, itulah uniknya. Kalau semuanya sama warnanya, tetapi ternyata itu juga berlaku bagi penjahat juga, lalu apa istimewanya. Nggak menarik khan. Ingat, pilihan kita adalah tanggung jawab pribadi kita juga. Saya ke neraka atau ke sorga nggak akan mengajak anda, begitu khan dik. Adik ke surga juga nggak bisa menarik saya, bener-bener pribadi. Tapi yang penting jangan paksakan kehendak, ini negara Pancasila, kita masing-masing diberi kebebasan untuk memilih, beragama maksudnya.

Memang sih, karena kasih kita kepada sesama maka suatu keyakinan yang menurut kita baik ada baiknya kita wartakan juga ke yang lain. Tapi nggak boleh itu berupa paksaan, ya seperti anda punya motor bagus lalu ketika melihat orang lain sedang berjalan ke tujuan yang sama, boleh-boleh aja khan kalau nawarin ke anda.

Wah, bapak ini, koq jadi ngeluarin ayat-ayat cinta, eh suci gitu. Jadi benar ya pak, kalau begitu Valentine itu hari raya umat nasrani ?

Lho, saya emangnya belum jawab. Rasanya sudah dengan tegas dijelaskan di atas. Tapi ya sorry, jika saya tadi terlalu bersemangat cerita tentang kasih dan hubungannya dengan iman kristiani.

Itulah, karena semangat seperti itulah, juga karena hari Valentine banyak dikaitkan dengan kisah tentang kasih, maka seakan-akan dikonotasikan dengan hari raya nasrani. Yang jelas, kita tidak secara khusus merayakan hari tersebut di gereja, seperti hari raya Natal dan sebagainya.

Hanya saja, kadang-kadang dijumpai juga ada yang berinisiatif mengadakan misa bertepatan hari raya valentine sebagai sarana bagi anak muda gitu. Tahu sendirilah. Eh jangan berpikiran negatif, itu sarana positif, jika ada yang sedang berpacaran lalu mencari tempat baik bersama sekaligus beribadah. Itu khan hanya berlaku bagi pasangan seiman, iya khan. Itu yang harus didukung oleh yang tua-tua kayak kita ini. Selain itu, wong yang namanya kasih, itu luas banget.

Gitu lho koq pusing amat.

2 thoughts on “merayakan valentine ya ?

  1. dalam Islam diajarkan toleransi umat beragama dalam al Quran,yaitu:

    1.Laikraha fiddin (tak ada paksaan dalam beragama)

    2.lakum dinukum wal yadin (bagimu agamamu,bagiku agamaku.

    jadi udah jelas klo yang mau merayakan Valentine Day bagi agama lain sah-sah aja, wong Indonesia negara plural kok, bukan negara agama. Tapi bagi orang Islam yang merayakan Valentine Day perlu dipertanyakan tuh…udah mencampur-aduk akidahnya sendiri dan perlu disadarkan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s