mahasiswa anarki !


Melihat berita TV malam ini, ditayangkan mahasiswa HKBP Nonmensen, Medan, menghancurkan kampusnya sendiri !  Ada juga di detik.com lho.

Apa yang terjadi sebenarnya, saya kurang jelas. Tapi yang jelas, para mahasiswa tersebut membawa pentungan dan menghancurkan kaca-kaca dan jendela kampus tersebut. Itu semua terlihat jelas di TV. Jelas itu tidak bisa dibiarkan. Apapun alasannya, bersikap anarki adalah bukan ciri intelektual. Mestinya itu sudah masuk wilayah pidana. Bagaimana itu, mengapa polisi diam saja. Mana fungsinya sebagai pelindung warganegara. Juga lsm HAM yang gembar-gembor menuntut ditegakkan HAM, ada situasi kayak gitu koq diam saja.

Apa karena alasannya anak-anak muda gitu. Masa depannya masih panjang gitu. Jadi orang-orang tidak berani bertindak, atau takut dituduh melanggar HAM. Bahkan yang bikin kesel terlihat orang-orang yang merusak tersebut dikelilingi wartawan untuk ambil gambar. Jadi tidak ada tindakan pencegahan, bahkan menjadi tontonan. Yah itulah tipe masyarakat kita, hukum tidak berdaya, tapi orang-orang yang merasa tercerahkan masih ngotot agar tetap bersandarkan demokrasi.

Jika masih muda, dan mengaku sebagai mahasiswa, tetapi bertindak anarki seperti itu, saya nggak bisa mbayangin kalau besar apa jadinya. Pasti jadi biangnya anarki.😦

O ya, dengan disiarkannya secara luas, hal-hal anarki tersebut, dan juga tidak ada tindakan tegas dari kepolisian. Maka diyakini hal tersebut dapat menjadi inspirasi orang-orang lain yang sekarang merasa tidak puas untuk melakukan tindakan serupa. Ah, nggak apa-apa koq. Tempo hari kasus serupa khan juga terjadi di Makasar dan Mataram dan ditayangkan oleh TV dengan bangganya. Yah, jaman demokrasi sih.🙂

Lain-lain : Cerita detail peristiwa tersebut dari blognya pak Edi

14 thoughts on “mahasiswa anarki !

  1. Produk samping reformasi ? Kelebihan energi ?
    Persiapan revolusi ? atau sudah tidak punya etika ?

    Anak emas reformasi:
    1. Politikus,
    2. Media masa,TV,
    3. Polisi, selebihnya yang lain cuma lihat dan kena getah.

    Semakin banyak undang-undang dibuat, semakin menunjukkan kemunduran etika dan budi pekerti di masyarakat. Saya dari dulu sudah kenyal dan adaptif lho, tapi melihat dan merasakan antrian beli minyak tanah, saya urut-urut dada mau dibawa kemana bangsa ini ?.

    Mungkin anak2 muda kita, harus diajak keliling Indonesia, bahwa negeri ini indah, elok, luas dan kaya. Kalau lihatnya cuma di kota besar susahlah. Maaf kalau menurut saya HAM itu produk menyesatkan dari orang sesat, karena melebihi konsep dari agama, maaf (coba analisa Sodom dan Gomorah menggunakan HAM ?,aneh bukan ?).

    Terima kasih

    Suka

  2. @Santanu
    Saya melihatnya telah menjadi suatu trend lho pak. Seakan-akan kalau yang melakukannya adalah segerombolan rakyat atau massa maka cenderung bahwa yang mayoritas itu pasti benar. Jadi polisi juga nggak berani apa-apa, takut kena masalah ham.

    Saya jadi takut sendiri pak. Sebagai orang jawa saya mencoba menganalisis dengan ngelmu titen, koq kayaknya ada yang nggak bener gitu pak.😦

    Suka

  3. STOP Kekerasan
    STOP Perbudakan
    STOP Penindasan Mayoritas

    Tegakkan HUKUM dan KEADILAN
    Tegakkan KEMANUSIAAN
    Tegakkan TOLERANSI dan KERUKUNAN

    Suka

  4. wah pak,
    ini bukan produk demokrasi yang kita harapkan, ini mah memang mahasiswanya ngaco…😦

    sy (dan pasti semua yang waras) juga prihatin liat yang seperti ini. Udah gak jaman mahasiswa demo di jalan, apalagi anarkis menghancurkan kampus sendiri, mau pakai logika apapun tetap gak masuk akal. Apalagi dalam konteks demokrasi.

    -Rp-

    Suka

  5. orang kalo lagi emosi, kebanyakan mikirnya ga pake otak x ya? jadi ga tahu peraturan/hukum yang berlaku lagi. kalo udah kesandung hukum, baru nyesel belakangan.

    Suka

  6. Maaf P.Wir, Ilmu kita mungkin sama, saya wong Solo, cuma banyak di luar Jawa. Ya itulah pak, saya melihat yang sama.

    Mungkin skenarionya begini, TNI semakin diperlemah, kemudian Pancasila dihancurkan, kemudian hancurlah negeri ini. Hati-hati negeri ini kaya, banyak yang berminat.

    Suka

  7. Pa Santanu,

    Loh kok anda baru sadar? bukannya kita semua sudah lemah?
    Sejak periode 32 tahun beliau (Alm) berkuasa, kekayaan alam kita sudah dijual dan dimiliki negara-negara lain?

    Telekomunikasi siapa yang punya? Perbankan siapa yang punya? Bangunan Tinggi yang dibangun di Jakarta punya siapa? Minyak, Gas alam, mineral siapa yang punya dan eksplore? Kayu/hutan siapa yang punya? dsb..dsb..

    Pembangunan yang mentereng semasa beliau yang dipuja-puja sampai sekarang itu dibangun berdasarkan Hutang/Pinjaman!! yang dibayar Rakyat Indonesia juga kok !
    Beliau sih enak dikenang sebagai Bapak Pembangunan..
    yang cocok sih: Bapak Pembuat Hutang Indonesia

    Sekarang generasi saya ditingal hutang piutang warisan semasa beliau (alm) berkuasa

    Udah dimaafkan sih.. tapi kok harta Keluarga beliau (alm) di Jl. Cendana kok belum dikembalikan ke rakyat? Yang disimpan di Austria,Swiss, dll… malah kita diharuskan “Mikhul dhuwur mendem jero”..

    Apa rakyat Indonesia harus meminta paksa ke mereka? Nanti dibilang ANARKIS!

    Tidak usah nuduh Amerika sebagai biang keladi..atau Australia sebagai biang kerok.. Pelakunya sudah jelas didepan mata..

    Keluarganya menangisi kepergian beliau.. tapi rakyat indonesia hanya bisa menangisi kondisi hidup yang miskin dan semakin miskin, mengemis sampai mati..

    PANCASILA cuma alat untuk memfitnah rakyat yang kritis terhadap nasib bangsa, yang teriak menuntut keadilan dan yang memperjuangkan keadilan di negeri ini… sebagai tidak Nasionalis.. tidak Pancasila.

    Sekarang, semua kabupaten berebut jabatan dalam pilkada, setelah menjabat, mereka tidak peduli dengan rakyat.. malah lebih memperparah!

    Pusing kan !

    Wir’s responds: tentang pak Harto, rasanya sudah cukup jelas, beliau sudah menyatakan tidak takut jika dipanggil pengadilan, tapi sepuluh tahun sudah berjalan dan rasanya tidak ada progress. Lalu siapa yang salah. Silahkan ini artikelnya bapak Sukardi Rinangkit di Kompas kelihatannya cukup runtut menjelaskan hal tersebut.

    Suka

  8. Ya!!
    ini mungkin dampak perilaku lingkungan — mahasiswa (intelektual muda) sudah terpengaruh — dan bukan menjadi teladan bagi masyarakat ……………….. prihatin saya!!!!!????

    Suka

  9. Siapa pun yang anarkis harus dihukum, tak boleh dibiarkan lalu dimaafkan.

    Siapa pun yang melanggar hukum, biar itu mahasiswa atau mantan presiden harus bertanggung jawab di depan hukum. Itu inti dari persamaan hukum.

    Menyalahkan reformasi karena mahasiswa anarkis sama dengan menyalahkan islam karena ada teroris yang mengaku orang islam.

    Suka

  10. Berbuat anarki dengan bergerombol? Merasa kalo org banyak melakukan tindakan anarki berarti tindakan itu benar?
    Sptnya itulah ciri khas bangsa ini, keroyokan. Mungkin selain “indomie” inilah yg menyatukan bangsa kita….

    Suka

  11. Terlihat kini dengan bobrok nya negara ini diikuti dengan perangai mahasiswa (yg notabene penerus bangsa) bak preman pasar yang mengamuk dengan membawa pentungan dan batu. Memukul dan memecahkan segala sesuatu di sekelilinginya. Bahkan waktu saya lihat di TV hampir mengeroyok dosen-nya yang berusaha mencegah perbuatan anarkis tersebut.

    Edan pisan yah ? Inilah realita dan fenomena yang terjadi di tengah-tengah carut-marut negara kita. Pertanyaannya kemudian adalah: Apakah kelak negara kita nanti di masa depan akan dipimpin oleh seorang preman ?

    Suka

  12. Belajar anarki, jadinya anarki terpelajar..😦 susah pak… type baru mahasiswa sekarang..
    Gimana jadi agent of change? tambah rusak negara dipundak mereka…
    * sambil istighfar🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s