workshop SAP2000 – detail


HMTS yang anggotanya mahasiswa  Jurusan Teknik Sipil UPH semakin sibuk mempersiapkan CE Week Event untuk tanggal 18-22 Februari 2008 nanti. Acaranya banyak, ada workshop (AutoCAD, Photoshop dan juga SAP2000) , ada seminar profesional sehari, ada lomba jembatan model, ada beberapa lagi. Meriah pokoknya !

Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan rutin sarana menyalurkan bakat dalam berorganisasi. Terus terang kita tidak mendukung mahasiswa-mahasiswa untuk ramai-ramai turun ke jalan berdemo seperti mahasiswa PT lainnya. Kita coba alihkan ke hal-hal yang lain yang lebih dekat dengan perkembangan intelektual mereka di bidang engineering. Jadi kalau ditanya soal produktivitas, maka meskipun jumlahnya relatif sedikit dibanding jurusan lain, tetapi mereka akan bilang ‘siapa takut’. Mereka pada PD-PD, karena tahu bahwa kegiatan-kegiatan sebelumnya yang mereka selenggarakan selalu “sukses” dan nggak pernah merugi.

Untuk kegiatan acara kali ini, PD-nya sudah mulai nampak, itu mungkin karena sudah mendapat dukungan dari para sponsor dari kalangan industri. Wah sudah mulai kipas-kipas nih. Pantas tiket untuk mengikuti setiap acara relatif murah, untuk mahasiswa hanya Rp 50 rb, sedang yang non-mahasiswa Rp 100-, yah sekedar pesan tempat duduk, padahal dapat snack juga lho, juga materi, juga sertifikat.

Saya nggak ingin menceritakan acara mereka sepenuhnya, concern saya cuma pada Seminar & Workshop SAP2000, ya gimana lagi, materinya saya yang tanggung jawab. Harus fokus katanya, jadi acara yang lain cuek. Ini posternya.

poster Seminar dan Workshop SAP2000

Register at our base stand in UPH Building B Lobby
For further information, please contact us at 0819 526 12299 (Ardyka)
http://hmjsipiluph.wordpress.com

Target peserta. Karena ini yang menyelenggarakan adalah mahasiswa dan juga menjadi bagian pembelajaran bagi tema mahasiswa peserta lomba jembatan model (dari kayu balsa) maka jelas bahwa targetnya mulai dari level pemula.

Acara saya bagi dua, yaitu pagi berupa seminar dan agak siang workshop.

Untuk acara seminar, jumlah peserta tidak dibatasi (ruang membatasi). Disini saya akan membahas mengenai filosofi analisis struktur berbasis komputer (bisa SAP2000, bisa juga yang lain yang sejenis). Intinya saya mau menekankan, bahwa untuk mendapat manfaat sebesar-besarnya harus ada sinergi antara engineer dan tool-nya. Bagaimanapun program SAP2000 yang meskipun canggih tetapi hanya sekedar tool atau alat bantu saja. Hasil akhir tergantung engineer. Jadi disini lebih kepada bagaimana strategi engineer untuk mempersiapkan diri agar berkompeten. Bagaimana mulai dari mempersiapkan model berdasarkan data real, juga bagaimana menginterprestasi hasil berdasarkan pengetahuan rekayasa yang sudah ada. Materinya jelas bukan sekedar copy-and-paste, baik dari buku saya sendiri maupun orang lain. Jadi cukup baru gitu. Tepatnya ini merupakan semacam kulminasi hasil perenungan sejak dari lapangan, lalu ngedosen, peneliti maupun sebagai doktoral kandidat.

Meskipun diarahkan untuk menjadi bekal mahasiswa (teknik), tetapi karena bersifat filosofi maka seminar tersebut juga cocok bagi dosen-dosen analisa stuktur, atau yang ingin mengajarkan SAP2000. Saya yakin belum ada materi serupa yang telah dipublikasikan orang sebelumnya. Siapa tahu bisa saling bertukar ide, bagaimanapun materi ini kelihatannya akan menjadi publikasi saya selanjutnya (buku baru). Saat ini materi seminar baru selesai sekitar 50 halaman.

Sedangkan yang workshop, jelas level pemula. Tempat terbatas. Meskipun materinya pemula, saya mencoba mengarahkan secara komprehensip bahwa pengguna tidak sekedar sebagai operator, tetapi sebagai engineer. Yang gimana itu, yah begitulah. Tentang orisinilitas materi, jelas jangan takut, namanya aja penulis, malu kalau nggak ada yang baru.

Pak wir, nanti materinya khan di up-load khan ?

Karena ini materi akan bertumbuh jadi buku saya yang baru, maka untuk sementara belum ada rencana untuk itu. Biasanya yang saya up-load yang sudah final.

Jadi kalau mau dapet ?

Ya ikut seminar dong.😆

O ya, ini poster materi acara yang lain yang saya bilang meriah itu.

CE Week at UPH

CEW (Civil Engineering Week) ini terdiri serangkaian acara. Antara lain :

  1. National Conference “Indonesia Future Development of Concrete Structural” pada tanggal 21 February 2008. Open for student, profesional and public. (contact person :0856 1415 731 -Freddy)
  2. Earthquake Resistant Bridge Competition pada tanggal 20 – 22 February 2008. For all university student over all Indonesia. (contact person : 0856 8055 316 / 0859 5982 1151Evelyn)
  3. Workshop CEW ; Photoshop, AutoCAD, SAP 2000 pada tanggal 18 – 20 February 2008. Open for public. (contact person : 0819 526 122 99Ardyka)
  4. Board Game Competition ; Scrable, Uno-Block, Sudoku, & Othelo pada tanggal 22 February 2008. For UPH student only. (contact person : 0856 921 44 66 5 – Frengky)
  5. Pameran teknik sipil,18 – 22 February 2008. Open for public. (at UPH Building).
  6. Bazzar , 18 – 22 February 2008. Open for public. (Park Hall Building D UPH).

Further information:
Visit http://hmjsipiluph.wordpress.com

Catatan : informasi ini sudah disebarkan ke seluruh intitusi pendidikan yang mempunyai jurusan teknik sipil se jabodetabek. Jika ternyata tempat anda belum ada silahkan kontak ke panitia di alamat di atas.

Artikel saya di blog ini yang dapat dikaitkan dengan acara ini adalah

17 thoughts on “workshop SAP2000 – detail

  1. Pak Wir…..kalau tidak merepotkan, saya minta tolong di kirimkan email poster nya (khususnya poster workshop SAP2000) ke alamat email saya, saya mau coba propose ke hrd kantor saya sebagai pelaksanaan program pengembangan SDM.
    Terima kasih Pak…..

    Suka

  2. Terus terang kita tidak mendukung mahasiswa-mahasiswa untuk ramai-ramai turun ke jalan berdemo seperti mahasiswa PT lainnya.

    pernyataan p wir di atas cukup menarik dan sedikit menggelitik .
    hehe.. kok saya menangkap kesan P wir ini anti demo ya? btw, saya juga gak yakin mahasiswa UPH yang rata2 berduit dan gak kenal hidup susah mau ikut demo..🙂 hehehe, just kidding bos.

    kalo jaman sekarang, dengan sudah bebasnya media, hak politik setiap warga negara yang lebih ter’akomodir’ (kenapa ada tanda kutip? karena sekarang hak politik itu masih dipasung oleh partai politik yg agendanya gak jelas..), maka memang mahasiswa sudah tidak relevan untuk berdemo di jalanan.

    jaman dulu mayoritas orang takut ngomong, takut menyuarakan pendapatnya, maka mahasiswa lah yang mendobrak dengan jalan -salah satunya- berdemo.

    kalo jaman sekarang, semua orang malah kalo ngomong kebablasan, maka mahasiswa juga harus mulai mereposisi dirinya dalam konteks sosial/politik. singkatnya, jaman udah berubah.

    saya pernah download paper p wir tentang pembuatan tangki air dengan memanfaatkan bambu sebagai tulangan, dan penelitian itu dilakukan oleh mahasiswa sebagai skripsinya. Nah, dalam konteks peran mahasiswa di bidang sosial, mungkin hal2 seperti ini yang jauh lebih dibutuhkan saat ini ketimbang berdemo yang makin hari makin gak jelas arahnya.

    saya cuma rada kasian sama mahasiswa yang ngaku2 dirinya sebagai ‘aktivis’, ternyata itu cuma pelarian karena gak bisa mengikuti kuliah dengan baik. mahasiswa yang beranggapan dengan jadi ‘aktivis’ maka itu adalah justifikasi untuk kuliah asal2an, dikit2 ngumpulin massa buat demo tapi agenda dan urgensinya gak jelas (malah sekarang udah marak demo atas pesanan, buset deh). mahasiswa model gini memang akhirnya merendahkan istilah aktivis itu sendiri, namun herannya model kayak beginian pula yang akhirnya terjun ke dunia politik dan mungkin saja setelah dewasa menduduki jabatan publik. makin hancur deh dunia…

    cuma, juga kurang pas kalo mahasiswa hanya tertarik pada keilmuannya, tanpa mau memperhatikan kondisi sosial masyarakat sekitarnya.harus ada kesetimbangan gitu loh.. hehehe..

    -Rp-

    Suka

  3. @Robby Permata
    Yap, benar mas Robby, tentang ‘demo mahasiswa’ sekarang ini kelihatannya nggak beda dengan demo buruh, bahkan kadang lebih anarki. Kadang saya menyempatkan melihat berita di TV, demo yang saya maksud tadi adalah demo yang dilakukan mahasiswa-mahasiswa di luar jawa. Masalahnya sih kelihatannya bukan politik, tetapi tentang persoalan internal kampus sendiri yang umumnya tentang uang. Ngeliat demo yang disorot TV, wah ngeri sekali. Pakai ngrusak segala, nggak ngira kalau itu dilakukan mahasiswa. Terlepas dari alasannya apa itu, tapi kalau sampai anarki, itu rasanya nggak cocok dilakukan oleh seorang yang mengaku sebagai mahasiswa.

    Yang terakhir yang saya ingat adalah mahasiswa IAIN (dimana ya, yang jelas di tayangan TV) yang diperlihatkan sedang mengemboskan mobil dosennya. Sama dosennya diberitahu lalu terlihat adu mulut. Dosen dan mahasiswa adu mulut. Bayangkan itu IAIN lagi. Kalau sewaktu mahasiswa aja gitu, coba kalau udah jadi sarjana, bisa gimana gitu.

    Berbicara tentang pendidikan, memang kita tidak bisa hanya keilmuan saja. Kalau hanya bidang keilmua saja, maka itu salah besar. Ada hal-hal lain yang perlu. Jika hanya keilmuan saja, jelas saya tidak punya energi besar untuk selalu aktif mengelola blog ini. Ada yang lain, yang ingin diraih. Apa itu ? Yah kepuasan batin.

    Sebagai seorang engineer, wajib kita mengasah pisau eh ilmu kita setajam mungkin, tetapi disisi lain sebagai manusia kita harus peka memposisikan diri sebagai mahluk sosial juga yang beriman. Itu semua mendasari bagaimana kita mampu mengukir dengan pisau eh ilmu tersebut sesuatu yang mulia.

    Kembali ke demo. Kadang-kadang saya jadi ingat bagaimana seorang sukarno (sendirian) mampu menggugat pemerintahan penjajah jaman dulu. Ingat pidatonya tentang indonesia menggugat. Seorang diri mampu melakukan perubahan. Itu semua dapat dilakukan secara elegant dan tidak anarki. Rasanya sangat sedikit bukti yang melihat bahwa dengan anarki suatu tujuan dapat tercapai, kecuali yang jelas yang berdarah-darah itu.

    Saya juga jadi ingat, istilah amuk atau amok, yaitu suatu ciri khas yang indonesia sekali. Intinya bahwa kita umumnya orang yang sopan, mengalah, jarang mengkritik, tapi kalau sampai suatu kondisi tertentu terlewati maka bisa jadi amok yaitu tak terkendali khususnya bila orang-orang tersebut menjelma jadi massa. Buktinya yang ramai khan yang sepak bola itu khan.

    Itu mungkin yang menjadi latar belakang mengapa ada penggalan kalimat di atas yang dikutip oleh mas Robby. Intinya saya mencoba memotivasi para mahasiswa untuk mempunyai kompetensi yang mandiri dan jangan terlalu bangga dengan model yang hanya mengandalkan ramai-ramai (banyak orang), misalnya untuk demo dll.

    Suka

  4. Informasi ini bukan hanya disebarkan ke institusi jurusan teknik sipil se jabodetabek, tapi ke lebih dari 120 universitas / poltek se-Indonesia dan ke lebih 120 perusahaan yang terkait dengan teknik sipil ..

    Wir’s responds : ha, ha, ha ini mahasiswa-nya lebih PD dari dosennya, ibarat pepatah “guru … berdiri, murid … berlari”😆

    Suka

  5. Ping balik: menulis pak ?

  6. Ping balik: terinspirasi INS Kayutanam

  7. Pak Wir….
    Aku tinggalnya jauh banget, jadi kalo bisa pak wir ngirimin ke aku informasi informasi mengenai seminar keteknik sipilan, soalnya aku ingin sekali mengikuti seminar- seminar atau pelatihan. Tapi karena jauh di Luwuk Banggai Sulawesi tengah, Maka Infonya lambat banget. Thanks Ya…..

    Suka

  8. to mbak Nani
    Wah jauh banget di Sulteng ya, sering-seringlah mampir di blog ini. Selalu di up dated koq.

    O ya, tempo hari ada rencana mhs di sulawesi mau mengundang juga. Wah kalau itu jadi khan lebih dekat ya bu.

    Salam sejahtera

    Suka

  9. Halo Pak Wir,
    Saya sedang mencari bahan tutorial SAP2000 tentang analisis moving loads pada jembatan.

    Saya sudah membaca buku bapak tentang SAP2000, dan saya sangat tertarik karena banyak pemahaman tentang apa itu SAP2000 dan solusi bagi orang yang akan menggunakan program teknik sipil itu.

    mohon pada buku bapak edisi cetak berikutnya diberikan tutorial soal-soal, karna banyak teman di Makassar sini yang sangat tertarik dengan buku bapak.

    Suka

  10. Sdr Rante di Makassar,
    Terima kasih atas reponse positip terhadap buku karanganku SAP2000.

    Materi selanjutnya, jangan kuatir. Sudah aku pikirkan, yaitu akan aku kembangkan dari materi seminar dan workshop ini, dari dua acara itu saja sudah terkumpul sekitar 80-90 halaman. Itu baru ngebahas pemodelan jembatan 2D, nanti aku lengkapi bagaimana strategi yang 3D sekaligus jika ada problem moving load. Kayaknya kalau 200 halaman saja bisa. Pokoknya anda-anda mendukung dengan membeli dan membacanya ya.

    Dari acara seminar kemarin juga ada masukan, minta materi pembelajaran program ETABS dengan strategi penulisan yang mirip dengan bukuku SAP2000. Ah, kayaknya perlu dipikirkan juga nih.

    Ok, salam untuk teman-teman pembaca di Makassar, semoga sukses selalu kepada kalian.

    Suka

  11. Salam kenal,

    PakWir, saya lagi mengerjakan struktur rangka batang yg agak kompleks. ada saran ga literatur buku SAP yang membahas detail tentang rangka batang???

    Suka

  12. Salam kenal,

    Setelah sukses dgn SAP 2000 yang full static, akan lebih ok lagi bila beranjak ke SAP 2000 dinamik.

    Kalo soal demo, itu hak semua orang sesuai UUD. Kalau gembosin ban, balikin dan bakar mobil itu kriminal!

    Walaupun saya seumur Pa Wir, Kadang-kadang
    kalo liat perilaku elite, gemessssy juga pengen memuntahkan segala bentuk ekspresi penolakan
    dan perlawanan.

    Jadi solusinya, silakan demo tetapi dgn cara yang produktif dan cerdas!

    Kalau berantem sesama mahasiswa, disalurkan saja ke Iraq atau Afghanistan! terserah mau masuk faksi yang mana…

    Suka

  13. Ping balik: aktivitas mahasiswaku « The works of Wiryanto Dewobroto

  14. Ping balik: perlunya berprestasi « The works of Wiryanto Dewobroto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s