sisi baik pak Harto


Hari-hari ini, baik koran maupun televisi banyak memberitakan kondisi kesehatan mantan Presiden Soeharto, bapak pembangunan Indonesia. Setiap saat team kedokteran yang menangani kesehatannya selalu melaporkan ke publik, apa-apa yang telah dikerjakan untuk terus menjaga kondisi kesehatan beliau. Tayangan televisi menampakkan ada puluhan orang, baik keluarga, kerabat, teman dekat, bekas pejabat maupun pejabat negara berusaha menengoknya. Intinya, orang-orang yang mengenal beliau dan bisa mendapat akses kesana, berusaha untuk menemani pak Harto. Juga keluarga besarnya.

Terlepas dari kontroversi yang melekat pada diri beliau, dan itu adalah wajar adanya. Kenapa ? Dengan jumlah rakyat yang ratusan juta, dengan berbagai kondisi latar belakang yang berbeda, ada yang ekstrim, ada yang tidak. Maka jelas, setiap tindak keputusan yang tegas, tentu mengandung resiko. Ada yang mendapat dampak positip dan tidak sedikit pula yang negatif. Berkaitan dengan hal itu, sebagai pemimpin beliau tentu mempunyai alasan yang kuat yaitu ingin berpihak pada masyarakat banyak (mayoritas), kalaupun ada yang rugi, ya itulah dunia. Memang nggak gampang diterima oleh semua lapisan. Tapi yang jelas, sebagai orang yang dibesarkan jaman orba, dapat merasakan sewaktu kecil bahwa pada masa itu, harga-harga relatif murah, tidak banyak terdengar tentang konflik beragama, apalagi adanya bom atas nama Tuhan.

Nggak tahu itu, apa karena waktu itu masih kecil sehingga wawasan kurang atau karena apa. Karena sampai saat inipun, berita-berita kontroversi tentang pak Harto hanya dari koran, dan hanya marak setelah beliau lengser, maka tentunya tidaklah bijak jika tidak tahu lalu turut serta merta dalam kontroversi tersebut. Terus terang saya tidak tahu kebenarannya, tapi yang jelas, yang saya tahu, adalah ‘hal-hal tadi, yang baik-baik yang dirasakan sewaktu kecil.

Oleh karena itu, saya netral, jadi bagaimanapun, beliau adalah mantan pemimpin negeri ini. Di mana waktu kecil dulu, aku dapat dibesarkan oleh orang tuaku sampai seperti sekarang ini. Orang-tuaku mensyukuri bahwa masa itu ada, padahal hanya pegawai perusahaan swasta, yang kadang-kadang mengajar jadi guru, jadi tidak ada kaitannya lho dengan pejabat pemerintahan yang mungkin mendapat imbasnya. Jika demikian tentunya aku juga mensyukuri dan mengucapkan terima kasih pada mantan pemimpin negeri yang menciptakan suasana kondusif waktu itu.

Saya kira  berbicara tentang kontroversi tidak ada habisnya, apalagi yang kena dampak buruk. Aku tidak ingin membicarakan hal tersebut, saya kira banyak koran yang memuatnya.

Do not be happy when your enemy falls, and do not feel glad when he stumbles. The LORD will see it, he won’t like it, and he will turn his anger away from that person.
Proverbs 24:17-18

Saat ini aku ingin melihat dari sisi lain, yaitu bahwa pada kondisi sakit sebagai orang tua lemah, beliau selalu dikunjungi dan ditunggui oleh keluarganya. Saya melihat ibu Tutut dan adik-adiknya juga berusaha merasakan kondisi yang prihatin tersebut. Juga tempo hari terlihat ibu Halimah, putri mantunya juga menengok. Jelas pada kondisi pak Harto seperti itu, yang sudah lemah, maka tentunya tidak hanya faktor uang atau kekayaan aja, pasti ada hal-hal lain yang membuat orang-orang tersebut hormat kepadanya.

Apa itu ?

Hubungan kekeluargaan. Coba perhatikan. Keluarga bagi pak Harto adalah utama, dan tetap monogami.

Menurut saya itu khan hebat sekali, coba jika anda mau melihat kanan atau kiri, sedikit saja, maka adalah fakta bahwa banyak orang yang mungkin merasa sukses karena telah bergelimang duit, populer, dielu-elukan dimana-mana, akhirnya tahu-tahu poligami. Itu sudah jamak, tidak hanya artis, tetapi disegala lapisan masyarakat, ada tukang ojek, tukang masak, pegawai negeri / swasta, pejabat bahkan tokoh agamapun demikian juga.  Memang sih ada ayat-ayat tertentu yang dijadiin gacoan yang menunjukkan bahwa itu semua tidak bertentangan dengan agama. Alasan mereka-mereka umumnya adalah sama yaitu untuk menghindari zinah. Jadi berkeluarga bagi mereka tujuannya hanya ‘itu‘ aja. Sedangkan pak Harto yang lebih 30 tahun bergelimang duit , lebih kaya dari mereka-mereka itu, bahkan lebih populer, dll, masih tetap mempertahankan konsep perkawinan monogami. Bahwa berkeluarga baginya tidak hanya soal ‘itu’ saja, tetapi ada yang lain yaitu membentuk kekerabatan, hubungan darah. Nilai bahwa keluarga adalah kekal dan hanya kematian saja yang dapat memisahkan. Hebat itu. Anak-anaknya saja juga susah untuk mengikutinya.

Coba kalau beliau tidak seperti itu, punya istri lebih dari satu. Wah pasti situasi dimasa tua sewaktu sakit seperti sekarang ini akan berbeda sama sekali. Saya yakin itu.

He must have only one wife, be sober, use good judgment, . . .
He must manage his own family well. His children should respectfully obey him.
1 Timotius 3:2,4

Konsep falsafah jawa, bahwa tugas utama anak untuk orang tuanya adalah mikul duwur mendem jero,  yang sedang diusahakan oleh putra-putri pak Harto, saya yakini pasti diharapkan oleh semua tua-tua di negeri ini agar nanti anak-anaknyapun juga seperti itu.

Saya yakin, jika semua orang yang memilih memutuskan untuk berkeluarga, dan menjadikan keluarga selalu rukun, damai dan sejahtera, serta solid. Saya yakin negara inipun juga demikian. Selama keluarga hanya dilihat dari sisi legalitas formal di dalam kaca mata negara dan agama maka hati-hatilah di masa tua anda, selagi kesehatan, harta dan kekuasaan tidak lagi bermakna.

Bagaimanapun sebagai mantan pemimpin negeri ini, saya ikut prihatin dengan kondisi beliau, kita perlu berdoa semoga Tuhan berkenan memberikan apa-apa yang terbaik bagi beliau, juga bagi bangsa ini. Amin.

48 thoughts on “sisi baik pak Harto

  1. saya sebagai mahasiswa dan juga sebagai rakyat indonesia sangat bangga kepada mantan orang No 1 di indonesia yakni pak harto. dia adalah sosok pemimpin yang berhasil memimpin negeri ini, walau pun banyak kesalahan yang dia lakukan tapi itu semua untuk keutuhan NKRI

    yang saya sesalkan adalah pemerintahan SBY-JK yang mau mencari kesalahan pak harto, padahal pak harto dalam keadaan kritis seperti ini. lebih baik biarlah TUHAN sajalah yang menghakimi pak harto atas dosa – dosanya.

    karena itulah mari kita sama-sama mendoakan kesehatan dan juga kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada pemimpin orde baru itu.

    Suka

  2. Setuju pak wir,

    Beliau bagaimanapun adalah salah satu pemimpin terbaik yang Indonesia pernah punya. Ga sembarang orang bisa mengatur ratusan juta orang selama 30 tahun lebih terlepas dari bagaimana cara orang itu memimpin.

    Saya salute terhadap beliau. Memang banyak kontroversi yang ada tentang beliau, tetapi mari kita teladani segala kelebihan yang Pak Harto punya.

    Suka

  3. walah2, ternyata masih kena SARS (Sindrom Amat Rindu Soeharto)?😦

    setuju sekali bahwa sejak reformasi kehidupan di Indonesia sepertinya lebih susah, tapi kalau itu dijadikan alasan bahwa Soeharto jauh lebih arif dan bijaksana kok kayaknya kita gak belajar dari sejarah ya?

    saya tidak ingin membahas jaman pemerintahan Soeharto di sini (karena kalau ditulisin yang aneh2nya terlalu banyak, gak akan muat..), dan percuma juga karena gak akan ada efeknya.

    sebagai manusia, saya bersimpati dengan kondisi kesehatan beliau sekarang, dan ikut mendoakan semoga diberikan yang terbaik oleh Tuhan (btw, ada jutaan masyarakat yang hidup di bawah penderitaan atau korban bencana dan mungkin terlupakan sekarang ini karena semua orang sibuk mendoakan sang Jenderal Besar). Tapi kebenaran tetap saja harus diungkapkan, supaya bangsa ini tidak selalu menjadi pelupa dengan sejarah yang ada.

    -Rp-

    Suka

  4. Bukan rindu juga, tapi maksudnya ga perlu membesarkan kesalahannya padahal jasa beliau cukup besar juga bagi Indonesia.

    Justru belajar dari sejarah maksud saya. Segala kelebihan beliau di teladanin, segala kekurangan ga perlu dibesar besarkan, menurut saya bakalan susah banget nyita harta kekayaan pak harto yang uda ga jelas ada dimana aja, yang lebih disebabkan karena kuatnya pengaruh pak harto. mendingan menatap masa depan, dan ngerjain hal2 yang lebih bermanfaat.

    Suka

  5. pikir saya, sudahlah mengenai apa yg telah beliau lakukan bukan urusan kita lagi, beliau sedang dalam proses menghadapi Yang Maha Tunggal, jadi maksudnya.. bingung saya juga. ..
    Kita doakan yg terbaik bagi beliau.

    Suka

  6. Semoga Beliau diberi kemudahan dan kelapangan. Karena dari usia Beliau yang 87 tahun sudah tentu uzur dan tentunya orang yang berbahagia (krn panjang umur).

    Waktu mahasiswa sampai kerusuhan Mei, saya tidak suka dengan beliau, tapi sampai 10 tahun reformasi sekarang. Maaf kan saya, ternyata saya salah menilai semuanya menjadi lebih susah dan rumit. Coba tanya deh ke desa2 atau ke embok2 pedagang, mereka pasti lebih suka zaman orba, tidak ada jalan lubang, sekarang jalan lubang sebesar gajahpun didiamkan.

    Banjir sepanjang K.Bengawan Solo, tanggul banjir dibangun pada masanya dan tanggul rusak tanpa perawatan, wajar kalau banjir. Dan semasa reformasi ini, belum ada Bendungan Besar yang dibuat (siapa yang mau bantu dana ? karena Presidennya ganti2).

    Semoga bangsa ini memaafkan Beliau, dan Beliau mendapatkan tempat yang wajar dalam sejarah bangsa ini.

    Saya suka sejarah, setelah saya renungkan ternyata yang merusak bangsa ini adalah para pembonceng dan petualang politik.

    Mungkin model pemimpin yang pas untuk bangsa kita saat ini seperti Putin, kalem, mematikan dan punya visi yang jelas.

    Suka

  7. Memang tidak dapat di pungkiri Pak harto sedikitnya sudah berjasa bagi negeri ini. Tidak sedikit pembangunan yang di lakukan Pak harto. melihat kondisi Pak Harto setidaknya kita sebagai Manusia harus berbelas asih.

    Tapi hukum juga harus di tegakkan, Soeharto harus tetap diadili, karena harta yang di miliki keluarga cendana adalah milik rakyat.

    Walupun nanti kalo Pak Harto dipanggil yang diatas , harta keluarga cendana harus di sita untuk rakyat.

    Sigmar,

    Suka

  8. ah,kayaknya semua sudah pada pasrah.apa karena anda semua iba terhadap suharto yang sedang sekarat?jawab..!
    ya.ya..suharto memang banyak berjasa untuk negri.itu memang sudah tugas dia sebagai seorang pemimpin.
    dan satu hal lagi,janganlah kita mudah terbawa arus,ketika era reformasi semua menghujat suharto sekarang ketika hampir mati semua megangungkan suharto.
    anda semua bisa berubah pikiran,tapi anda semua tak akan bisa mengingkari apa yang di sebut dengan sejarah.
    camkan itu prend..

    Suka

  9. ingat-ingat saja segala kebaikan dari Pak Harto, baik dampaknya dirasakan secara langsung atau nggak. sedangkan semua keburukan2 beliau, lebih baik jangan diungkit2 lagi, apalagi sampe menyimpan dendam. toh skarang beliau sedang menghadapi sakaratul maut. biarkan saja Tuhan yang mengadili segala perbuatan Pak Harto di zaman orba.

    the better way that we should do at the moment is forgave him and forgot it!

    Maafkan dan lupakan saja…

    Suka

  10. menarik sekali komentar sdr Lahapasi,
    semangat mengebu-ngebu, pokoknya ‘anti’ .

    Hebat-hebat …
    Mungkin ini dapat mewakili gambaran anak muda kita ya ?

    Moga-moga tidak !😦
    Kenapa ?

    Karena yang di ‘anti’-kan tidak jelas. Apakah tema ‘monogami’ yang saya tulis di atas juga termasuk bagian yang di ‘anti’- kan tersebut, sehingga artinya sdr setuju dengan ‘poligami’, atau yang apa ?

    Jadi pantas, jika sejak reformasi kemarin yang sudah 10 tahun ini nggak ada kemajuan-kemajuan, ya seperti ungkapan di atas hanya sekedar ‘abstraksi ttg kebencian‘, yang diartikan oleh lapisan bawah juga kebencian antara sesamanya (saling tawuran, membunuh sekedar rebutan uang cepek, dll).

    Saya mengusulkan , silahkan aja ‘anti’, tapi formulasikan yang ‘anti’ tersebut secara jelas, beri argumentasinya “kenapa bisa begitu”. Wah kalau bisa seperti itu, bisa disebut aktor intelektual. kalau sekedar mengeluh ‘anti’ seperti di atas, khan cocoknya sebagai aktor eksekutor biasa aja, yang siap mati konyol dan yang menikmati hasilnya orang lain.😆

    Suka

  11. Mbah harto emang mimpinnya baik….
    Cuma ya itu tadi… ada sebagian yang dipimpin harus di binasakan… karena apa lebih baik dibinasakan 1 daripada yang terbinasakan jutaan yang lain

    Wir’s responds: memang itulah pemimpin, perlunya mempunyai hikmat dapat memilih yang benar dan salah secara adil. Tuhan juga membinasakan koq, coba aja tentang bencana air bah, hancurnya kota Sodom-Gomoroh, penyebrangan laut merah, dll. Mati – hidup khan memang di tangan Tuhan.

    Suka

  12. Semua punya kelebihan dan kekurangan…
    mulai dari Soekarno sampai dengan SBY.
    semoga kebaikan menjadi inspirasi menjadi lebih baik.
    sedang keburukannya diperbaiki

    Suka

  13. menurut saya sikap terbaik mengenai Soeharto adalah:

    maafkanlah orangnya selaku individu manusia yang tentunya mempunyai kesalahan, tapi jangan maafkan kejahatannya. Semua kejahatannya harus diproses secara hukum, supaya uang rakyat yang dirampas bisa kembali ke rakyat.

    baca tulisan lengkap saya disini:
    harus diapakan suharto

    Suka

  14. Kesalahan pemimpin-pemimpin sebelumnya jangan dilupakan, tapi harus dijadikan bahan instropeksi untuk para calon pemimpin generasi berikutnya.

    Jujur saja, hingga kini, saya kasihan sama Pak Harto dan keluarganya. Di satu sisi, saya juga marah, tapi toh tak ada gunanya. Saya maafkan beliau beserta keluarganya, tapi bagaimanapun juga, saya setuju proses hukum harus tetap berjalan.

    Suka

  15. bangsa Indonesia memang bangsa yang sangat santun dan pemaaf.

    di saat Ferdinand Marcos, Alberto Fujimori, Sani Abacha, Slobodan Milosevic, dan beberapa bekas pemimpin dunia lainnya harus dikejar-kejar oleh rakyatnya sendiri saat mereka tidak lagi berkuasa, namun tidak dengan Soeharto.

    Padahal versi http://www.transparency.org/pressreleases_archive/2004/2004.03.25.gcr_relaunch.html
    , dia adalah nomor wahid dalam korupsi.

    terlepas dari itu, kita adalah bangsa yang “pemaaf”
    🙂

    Suka

  16. saya berusaha netral, tapi posisi saya sudah fix. Saya mengambil posisi sebagai korban genosida kultural soeharto, dan itu tidak akan saya lupakan selamanya.

    Saya tidak akan bersimpati pada orang yang telah mengakibatkan penderitaan hebat dan pelanggaran hak asasi manusia. Bagian itu lebih baik diperankan oleh sanak keluarganya yang melihat dia sebagai ayah atau keluarga. Tapi di mata orang lain, dia tetap penjahat.

    Soeharto memang sangat berutung karena penduduk Indonesia sering lupa sejarah.

    Mungkin semua orang akan lupa kalau dia pernah korupsi yang sangat hebat dan mengambil hak kultural etnis keturunan China untuk berbicara dalam bahasa nenek moyang mereka.

    Salam kenal sebelumnya pak. Blog ini isinya bagus.

    Suka

  17. Kesalahan Pak Harto terutama menurut saya adalah sudah memupuk budaya korupsi dikalangan birokrasi selama beliau berkuasa. Budaya ini kapan bisa dikikis habis? entahlah.

    To Bos Robby P
    Nostalgia 1998 ya? kalo gak salah gue liat l paling depan nih barang David HP hehehe.

    Suka

  18. Pa Harto semoga Allah mengampuni segala kekhilafan yang pernah bapak lakukan semasa bapak memimpin negara ini, dan amal baik yang telah bapak lakukan dengan ikhlas semoga menjadi jariah yang menjadi saksi di Yaumil akhir. Amien…. Amien…. Amien ya Robbal Alamin

    Suka

  19. lepas daripada kontroversi yang ada, pak harto telah berhasil menjelma dari seorang warga dusun menjadi seorang raja yang berkuasa. raja dalam arti sebenarnya, boleh sesuka hati karena memang dia berdiri di atas hukum.
    sedikit sekali orang yang mampu melakukan hal itu. karena itu paduan dari keinginan kuat, kerja keras, dan sekaligus kecerdasan.
    seharusnya dia bisa menjadi seorang motivator ulung, kalo mau. sayang sekali, dia seakan mau menutup karir dan hidupnya dengan penuh kontroversi juga.

    Suka

  20. Sebaiknya kita harus memetakan dengan jelas posisi individu dan lembaga.
    Sebagai manusia memang pasti memiliki kesalahan. Maka, tiap2 individu memiliki hak untuk saling memaafkan sebagai bentuk keluhuran budi pekerti.
    Namun, posisi penegak hukum haruslah tunduk pada konstitusi. Dalam UUD 1945 amandemen, disebutkan bahwa setiap warga negara adalah sama posisinya dimata hukum. Tak terkecuali, Soeharto sbg mantan presiden RI.
    Maka, segala bentuk proses hukum untuk mengadili Soehato terkait penyimpangan kebijakan selama kepemimpinannya sbg Presiden RI harus diterus dilanjutkan.
    Soeharto sbg pembela Pancasila dan UUD 1945 tentu akan mematuhinya sbg rasa jiwa kenegarawannya. Kalau tidak, lebih dibubarkan saja negara Indonesia. Sebab, para pembela pancasila dan UUD 1945 justru melanggar konstitusi negaranya sendiri.

    Suka

  21. Kita sebagai manusia mempunyai sisi baik dan buruk. Pak Harto tidak bisa kita pungkiri mempunyai sisi baik yaitu memajukan pembangunan dan Indonesia menjadi negara penting dan disegani oleh negara lain. Tapi ada kita pun tahu ada sisi buruknya.

    Dulu, kalau mau protes/kritik mikir dulu, apakah nanti kalau ngeritik/protes ini nanti diculik atau diciduk sama Polisi ?

    Suka

  22. Soeharto dan Kematian
    http://www.media-islam.or.id
    Pada saat ini kita bisa menyaksikan bagaimana Soeharto yang dulu merupakan Presiden Indonesia yang sangat ditakuti dan berkuasa di Indonesia terbaring lemah tidak berdaya di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Hanya 2 organ tubuhnya saja yang berfungsi. Itu pun sudah dibantu dengan berbagai alat kedokteran yang paling canggih. Puluhan dokter membantunya, namun mereka nyaris tidak mampu berbuat apa-apa untuk membuat Soeharto sehat seperti sebelumnya.

    Soeharto tidak sadarkan diri. Dia tak mampu untuk melihat, mendengar, atau berbicara. Bahkan cairan terus membanjiri paru-parunya sehingga harus dipompa keluar.

    Setiap yang bernyawa, termasuk manusia pasti akan merasakan mati. Dan kepada Allah-lah mereka akan kembali:

    Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.”
    [Al ’Ankabuut:57]

    Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”
    [Al Anbiyaa’:35]

    Hingga saat ini belum pernah ada manusia yang tidak pernah mati. Saat ini tidak ada orang yang berumur lebih dari 200 tahun dan belum mati.

    Pada saat manusia diciptakan, Allah sudah menentukan ajal kematiannya. Kapan orang itu mati sudah ditetapkan:

    ”Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu)..”
    [Al An’aam:2]

    Pada saat ajal/maut tiba, tidak ada seorang pun yang dapat memajukan atau memundurkan meski hanya sekejap:

    ”…Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak pula dapat memajukannya.”
    [Yunus:49]

    Seseorang tidak akan mati kecuali jika Allah mengizinkan:

    ”Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya…”
    [Ali ’Imran:145]

    Oleh sebab itu pada berbagai kecelakaan, pada berbagai bencana, ada orang yang mati, ada pula orang yang selamat dengan izin Allah.

    Sebaliknya, jika saat kematian telah tiba, meski seseorang berlindung di dalam benteng yang kokoh, dilindungi jutaan pengawal, dirawat ribuan dokter, dia tetap akan mati:

    ”Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…”
    [An Nisaa’:78]

    Dalam ayat di bawah Allah menjelaskan, saat nafas sudah sampai di kerongkongan seseorang dan akan keluar, siapa yang dapat menyembuhkannya? Meski seluruh manusia dan jin bersatu (termasuk para dokter dan tabib), niscaya orang itu tidak akan sembuh dan meninggal dunia:

    Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya): “Siapakah yang dapat menyembuhkan?”, dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia),
    kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.”
    [Al Qiyaamah:26-30]

    Orang yang zalim akan mendapat siksa:

    “…Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu” Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.”
    [Al An’aam:93]

    diminumnnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan dihadapannya masih ada azab yang berat.”
    [Ibrahim:17]

    Mereka ingin kembali hidup ke dunia agar bisa tobat dan beriman kepada Allah. Tapi hal itu sia-sia:

    (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia)”
    [Al Mu’minuun:99]

    Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.”
    Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.” [As Sajdah:11-12]

    Pada saat ajal menjelang / sakarotul maut, taubat tidak akan diterima. Banyak orang yang terus berbuat dosa dan menzalimi orang lain. Mereka menipu, mencopet, merampok, membunuh, menindas orang lain, dan sebagainya. Mereka tidak henti berbuat dosa dan baru akan bertobat ketika maut sudah di depan mata. Pada saat itu tobat sia-sia seperti tobatnya Fir’aun:

    ”Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang.” Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.”
    [An Nisaa’:18]

    Banyak orang yang ketika sehat atau berkuasa tidak pernah memikirkan untuk bertobat. Padahal itulah saat yang terbaik.

    Padahal maut itu niscaya akan datang meski kita berusaha untuk menghindar:

    ”Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.”
    [Qaaf:19]

    Orang yang zalim akan disiksa. Sebaliknya orang yang beriman dan banyak berbuat kebaikan, niscaya dimasukkan ke surga:

    Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. ”
    [Ali ’Imran:185]

    Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dia akan mati. Bahkan seorang dokter di rumah sakit pun yang banyak melihat orang mati, belum tentu dia menyadari bahwa dia juga akan mati. Tidak sadar akan gelapnya alam kubur dan kengerian hari Akhir. Akibatnya dia lupa dan malas untuk beribadah kepada Allah SWT. Banyak juga orang yang melayat orang yang meninggal namun tidak ingat bahwa dia juga akan menyusul dan meninggal.

    Oleh sebab itu hendaknya kita ingat bahwa kita akan meninggal dan bertemu dengan Allah, Raja dari segala Raja. Pada saat semua raja-raja, kaisar-kaisar, dan presiden-presiden sudah dimatikan dan dibangkitkan dari kubur, Hanya Allah yang berkuasa menaklukan segalanya:

    ”Dialah Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai ‘Arsy, Yang mengutus Jibril dengan membawa perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan manusia tentang hari pertemuan (hari kiamat). Yaitu hari ketika mereka keluar dari kubur; tiada suatupun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. Lalu Allah berfirman: “Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?” Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.”
    [Al Mu’min:15-16]

    Wir’s responds to nizaminz

    itu kutipan ayat-ayat sucinya koq banyak, intinya apa sih ? Jadi bingung sendiri.😆

    Suka

  23. wow,
    ketika saya nulis comment ini, sudah ada 21 comment sebelumnya.. ck ck ck, berarti topik ini termasuk yang ‘hot’ ya? hehehe…🙂

    biar tambah hot, saya nambah comment lagi deh… mudah2an belum bosan..

    gini bos,
    kita memang harus menempatkan segalanya sesuai porsi dan kenyataannya. Meskipun saya pro agar proses hukum terhadap Eyang kita ini tetap dijalankan, bukan berarti saya adalah ‘anti-Soeharto’.. tidak bisa dinilai hitam-putih, atau pro-anti seperti itu.

    Banyak juga hal positif dari pemerintahan Soeharto, misalnya nih :

    – swasembada pangan, seingat saya jaman dulu (sebelum 90-an, ketika anak2nya Soeharto belum gede dan nuntut monopoli pertanian, seperti kasus monopoli cengkeh oleh Tommy), yang namanya petani di pedesaan itu hidupnya jauh lebih enak dan terjamin ketimbang sekarang. pupuk murah (kalo sekarang udah mahal, langka pula), harga pangan bagus, dan Indonesia kl gak salah pernah ngirim bantuan pangan ke Afrika. Penyuluhan pertanian kepada petani juga aktif dijalankan (ingat Kelompencapir?).

    – dulu sangat banyak yg namanya puskesmas dan posyandu di tingkat kelurahan/desa.. sehingga jarang ada berita wabah busung lapar yang telat tertangani (atau berita2 miring itu dulu gak boleh di ekspos? hehehe🙂 ).. tapi yg jelas, pelayanan kesehatan dulu lebih merata, tapi sekali lagi ketika mulai pertengahan 90-an hal ini berkurang, seperti kasus kelaparan di papua tahun 1997.

    – pembangunan dulu lebih terencana, yaitu adanya Repelita.

    – kata orang, hanya ada 2 orang yang pernah jadi pemimpin di negara ini, yaitu Soekarno dan Soeharto.. yang lainnya, maaf saja, hanya sempat jadi Presiden/ Kepala negara tanpa benar2 jadi pemimpin. buktinya sekarang, seorang menteri bisa saja lebih patuh kepada Ketua partai nya ketimbang Presiden.

    kalo dilihat sejarahnya, baik Soekarno dan Soeharto memiliki persamaan :
    sangat baik dalam awal2 pemerintahannya, namun karena kelamaan jadi pemimpin, mulai tersandung dan terseret hal2 negatif yang akhirnya menjatuhkannya. Salah satu syarat mutlak pemerintahan yang sehat adalah adanya peralihan kekuasaan, karena menurut teori politik : power tends to corrupt, absolute power corrupts absolutely.

    Lantas, apa saja kesalahan beliau2 tersebut (plus rejim di jamannya, karena hal ini adalah kesalahan kolektif, bukan pribadi) sehingga ending pemerintahan mereka jadi sad ending? c’mon, kalau segalanya baik-baik saja tidak mungkin Indonesia terperosok seperti tahun 1960-an dan 1990-an. Pasti ada yang keliru.

    Nah, ini lah yang harus dibuka dan diketahui.agar tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Jadi semangat nya bukan untuk menyalahkan atau menjelek-jelekan, tapi lebih agar ada pelajaran yang bisa diambil, (dan tentu saja kalo memang duit hasil korupsi itu ada, ya balikin atuuh! hehe..🙂 )

    Lihat saja, ada 2 kali peralihan kekuasaan di Indonesia terjadi secara berdarah2 (peralihan Gus Dur ke Megawati dihitung lebih lancar lah..🙂 biarpun kontroversial juga), tapi sampai sekarang kita tidak pernah tau apa yang terjadi sebenarnya. Pelajaran sejarah di sekolah hanya nyuruh murid menghafal dan menghafal, tanpa mengajarkan murid untuk kritis melihat sejarah itu sendiri.

    saya sepakat dengan sdr. Richard di atas :

    “Justru belajar dari sejarah maksud saya. Segala kelebihan beliau di teladanin, segala kekurangan ga perlu dibesar besarkan”

    memang tidak perlu dibesar-besarkan, tapi tetap perlu untuk DIKETAHUI…🙂
    karena jika hanya yg baik2 saja diingat, itu namanya manipulasi sejarah.🙂

    -Rp-

    NB : to P wir,
    P wir tnyata punya sudut pandang yg lebih unik lagi, dari sekian banyak hal di Soeharto, yg disorot ternyata monogami nya.. hehehe..🙂

    Suka

  24. butuh kebesaran hati buat mereka yang terkena langsung dampak penindasan pak harto, melupakan hal yang sempat menjatuhkan mental mereka. jadi selain mendoakan “si babe” gak ada salah nya juga mendoakan para korban biar bisa berhati lapang dan ikhlas.

    Suka

  25. Wah banyak komennya, nambah komen sedikit aja. Kemungkinan besar kesalahan orba terjadi pada tahun awal 80an, ketika terjadi perubahan visi ekonomi yang berdasar pertanian (agro bisnis) kemudian berubah menjadi industri dan ternyata g a gal…,Dan perubahan ini karena masuknya kekabinet orang2 pandai dari Barkelay(lulusan Paman Sam), yang ternyata membawa kemajuan semu ke republik ini. Betulkan kapitalis pasti menjadi pembonceng.
    Biar bagaimanapun P Soeharto memang telah menulis sejarah bangsa ini, lebih kurangnya dia memang manusia juga.

    Suka

  26. Hahaha… Lucu juga membaca statement bapak Wir yanto ini :

    ….. pasti ada hal-hal lain yang membuat orang-orang tersebut hormat kepadanya.

    Apa itu ?

    Hubungan kekeluargaan. Coba perhatikan. Keluarga bagi pak Harto adalah utama, dan tetap monogami..”

    ini jelas Bapak Wiryanto cuma tau keluarga Suharto dari kulitnya saja (dari luarnya)..

    Kebanyakan keluarga kerajaan hanya menunjukan kepada rakyatnya bahwa PEMAISURI nya cuma Setunggal (Satu).. tapi selir/gundiknya ngga terhitung pak !

    Kelakuan Bapak H.M. Soeharto dan anak-anaknya termasuk Bambang Tri dan para menantunya..ya sama saja…
    Cuma, untuk para selirnya Bpk Suharto, tidak ada berani yang mengungkapnya !

    GAJAH MATI MENINGGALKAN GADING,

    HARIMAU MATI MENINGGALKAN BELANG,

    MANUSIA MATI MENINGGALKAN NAMA..

    Hukum harus adil dan berlaku tanpa pengecualian..agar anak cucu kita tidak bingung melihat para koruptor di Indonesia tidak pernah dihukum mati..
    Kenyataannya, ulah para Koruptor ini membuat bangsa ini semakin terpuruk dan merusak tatanan hukum.

    Amit-amit, kalau menjelang ajal pun tetap dikenang orang sebagai PENJAHAT. Alangkah nikmatnya apabila mati dikenang sebagai PAHLAWAN. Yang lebih menderita lagi apabila mati dikeang sebagai PAHLAWAN sekaligus PENJAHAT !!!

    Wassalam..

    Suka

  27. Kesalahan bisa dimaafkan, tetapi keadilan harus ditegakkan…
    Jasa-jasa dan cita-cita yang baik diteruskan, hal yang jelek jangan,
    Mudah2an bangsa ini bisa belajar dari sini, bukan cuma ramai2nya saya yang diingat.

    Suka

  28. @Robert Sasmita berkata:

    ini jelas Bapak Wiryanto cuma tau . . . kulitnya saja (dari luarnya)..

    Mungkin ada yang terpancing dengan pernyataan bapak Robert Sasmita, tetapi kalau ditindak-lanjuti itu namanya menebar issue saja.

    Jika saya balik pertanyaaan tersebut, emangnya bapak tahu dalemnya ?

    Koq bisa tahu, darimana ?

    Kalau tahu dari kaca mata sendiri berarti bapak termasuk orang dalam juga khan. Kalau orang lain, bagaimana membuktikan bahwa itu benar adanya. Untuk menyatakan benar salah saja khan nggak gapang khan. Jadi sebagai seorang intelektual, jangan kita terpancing pada hal-hal yang tidak jelas sumbernya.

    Eh, omong-omong ke pak Robert. Jika bapak ada info lain. Tolong dong ceritain.😆

    Pak Robert berkata:

    Kebanyakan keluarga kerajaan . . . selir / gundiknya nggak terhitung pak !

    Pernyataan pak Robert juga mengandung kelemahan, yaitu dengan kata ‘kebanyakan’. Itu berarti ada keluarga kerajaan yang nggak seperti itu. I ya khan. Lalu pak Harto termasuk yang mana ? Ingat kita bicara pak Harto, bukan anak-anaknya. Kalau anaknya khan udah jelas, yang selalu nonton tv khan udah bisa cerita banyak.

    Kalau tentang kontroversi, dikenang sebagai penjahat dan pahlawan. Saya kira itu resiko pemimpin publik. Nggak usah presiden, pemimpin agama aja, juga gitu, disatu sisi dielu-elukan tapi disisi lain diharam-haramkan. Jadi seperti pepatah “anjing menggonggong kafilah tetap berlalu“.

    Berbicara tentang keadilan. Emangnya di negeri ini memang ada yang benar-benar adil. Kasus Munir saja sampai sekarang ngambang. Lalu juga kasus Poso, yang didakwa tetap nggak ngaku membunuh, tetapi karena ada yang bersaksi bahwa benar itu yang membunuh dan kebetulan yang didakwa dari minoritas maka langsung dieksekusi. Sedang yang sudah terbukti melakukan pengeboman dan siap dieksekusi aja sampai sekarang nggak dieksekusi , kenapa ? Karena yang terhukum termasuk mayoritas. Aparatnya takut. Jadi dengan situasi hukum seperti itu, apa yang diharapkan dengan keadilan hukum di sini.

    Suka

  29. Dear Pa Wir,

    Benar Pa Wir, saya setuju, bahwa hal yang langka dicari di Indonesia ini adalah Keadilan Hukum..

    Tapi, apa iya kita semua mau begini terus sampai keturunan selanjutnya.. ?

    Semua upaya penegakkan Hukum harus didukung semua warga negara Indonesia yaitu kita.. walaupun kita seringkali pesimis akan hal itu, karena seringkali hasil output peradilan Hukum di Indonesia sudah sangat pasti dapat ditebak hasilnya😦

    Biarlah Sejarah mencatat siapa-siapa saja yang berusaha menegakkan Kebenaran dan Keadilan Hukum (walaupun nyawa taruhannya) dan siapa yang mempermainkan (kelemahan) Sistem Hukum yang ada..

    Hukum Indonesia masih warisan jaman kolonial Belanda yang dahulu menjajah Nusantara, hanya melindungi kaum Kolonial Belanda pada waktu itudengan maksud melindungi kepentingan mereka(Kolonial Belanda).

    Dan herannya !! Sampai sekarang pun Hukum (jaman Kolonial) masih dipertahankan dan diberlakukan, pantas saja sampai sekarang kita masih terus merasa ketidakadilan (merasa terjajah).

    Bedanya, Kalau dulu dilakukan oleh Bangsa lain, tapi sekarang dilakukan oleh Bangsa Sendiri.. Kasian deh Indonesia..

    Syallom..

    Suka

  30. Saya adalah orang biasa yang tidak paham akan politik ataupun kenegaraan, tetapi bagi saya Pak Harto adalah sosok negarawan sejati yang tidak ada tandingannya, karena waktu kepemimpinan beliau negara -negara tetangga sangat menghormati Indonesia, sampai -sampai mereka takut ikut campur urusan Indonesia .

    Tetapi sekarang mereka berani untuk ikut campur urusan dalam negeri Indonesia, sampai-sampai Timor-Timur lepas juga karena campur tangan negara asing.

    Jadi kalau yang ikut menghujat pak Harto berarti orang yang tidak punya rasa Nasionalisme.

    Suka

  31. to : sdr. Syamsul Arifin

    padahal saya tadinya udah malas bikin comment di topik ini, tapi liat comment nya sdr. Syamsul kok jadi gatel lagi yah..🙂 ya, mudah-mudahan belum bosen mbacanya..

    tentang “negara asing takut ikut campur urusan Indonesia”, sekali lagi itu adalah benar untuk jangka waktu sampai pertengahan 1990-an. Setelah jaman itu agak lain ceritanya.

    tentu kita masih ingat foto Pak Harto menandatangani perjanjian dengan IMF, dengan dilihat oleh Michel Camdessus sambil melipat tangannya, kalo gak salah tahun 1998.. foto tersebut benar2 seperti penegasan kalau Indonesia saat itu harus tunduk dengan IMF, sesuatu yang akhirnya terbukti tidak banyak membantu Indonesia keluar dari krisis ekonomi.

    dan tentunya kita juga masih ingat kalau masalah Timor Leste sudah di”gosok-gosok” Portugal dan negara barat lainnya sejak tragedi penembakan warga sipil di awal 1990-an.. (kalau gak salah 1992, maaf deh kalau salah). Jadi kalau lepasnya Timtim dianggap 100% salahnya Habibie, saya kok kurang sepakat. Lepasnya Timtim memang sudah tinggal menunggu waktu setelah Indonesia gagal meyakinkan dunia Internasional kalau Timtim menjadi lebih baik dibawah Indonesia sejak 1975. Terpilihnya Ramos Horta dan Uskup Belo sebagai pemenang Nobel Perdamaian 1996 menunjukkan dengan jelas sikap dunia internasional terhadap kasus Timtim.

    yang ingin saya sampaikan :

    orang Indonesia suka sekali gampang berbalik arah, tanpa mencoba lebih banyak mengumpulkan fakta atau mempelajari sejarahnya terlebih dahulu. Ketika jaman reformasi, semua orang menghujat Soeharto tanpa ada yang ingat positifnya, ketika itu Megawati dipuji-puji setinggi langit bak “ratu adil“, belakangan Megawati mulai tidak disukai dan SBY diangkat-angkat bak “satria piningit“.. sekarang ketika SBY udah naik, eh malah dihujat lagi dan mulai rindu jaman Soeharto..

    setiap pemimpin ada positif dan negatifnya, makanya kalo mendukung atau menolak, ya pelajari dulu sejarahnya deh.. jangan terburu nafsu.. hehehe 🙂

    -Rp-

    udah ah, ini comment terakhir saya di topik ini.. habis ini saya balik ngomongin teknik sipil aja ahh.. hehehe🙂

    Suka

  32. Pak Wir, 27-1-08 kemarin siang P.Harto sudah tutup usia…
    Pak Wir, 28-1-08 tadi siang P.Harto sudah diharibaan Ibu Pertiwi GiriBangun…

    Saya harap trend negatif terhadap P.Harto bisa menurun, 200 juta orang dipimpin P.Harto, 200 juta pula isi kepala orang, ada yang seiring sejalan, ada juga menohok kawan seiring, menggunting dalam lipatan.

    Mari ingat kisah Daud bin Isai , yang mengirim Uria ke medan perang, dan ia bisa “dekat” dengan istrinya…Darkside of David..
    Pointnya: memimpin 200 juta orang dengan usia kemerdekaan RI masih belum ada 1 abad..adalah penderitaan… Intrik selalu ada… Objektifitas terhadap P.Harto mari selalu dijunjung tinggi, tapi berhati-hatilah dengan Dendam yang tersamar dibaliknya…

    Pesan untuk Indonesia :

    The people who lived in darkness will see a great light..Turn away from your sins !
    Matthew 4:16,17…

    Are you ready ?! Selamat Jalan Pak Harto..
    Return to Innocence!

    Suka

  33. Ping balik: Say Goodbye to Him « The works of Wiryanto Dewobroto

  34. @social life
    no comment, sya hanya tertegun dgn lambang seseorang yang memegang timbangan dengan mata yg tertutup kain.

    @poligami

    ” Memang sih ada ayat-ayat tertentu yang dijadiin gacoan yang menunjukkan bahwa itu semua tidak bertentangan dengan agama. Alasan mereka-mereka umumnya adalah sama yaitu untuk menghindari zinah.”

    hanya org / oknum saja yg menggunakan dalil pembenaran agama untuk tujuan kepentingan&kepuasan sendiri. justru kebanyakan mereka membutakan diri dgn tidak ber Ijtihad menelusurinya.

    Suka

  35. Ping balik: dibalik sakitnya soeharto « bloggung™…

  36. Hanya pak harto yang terbiasa terjun ke lapangan,bertemu petani dan hafal hitung2 ngan tentang masalah pertanian,saya salut,dengan pak harto,karena indonesia adalah negara agraris,paling nggak punya presiden yang paham tenteng agraris,terjun ke desa2 jangan hanya di belakang meja

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s