Makna lain tahun baru


Makna lain tahun baru

Jika kita mau meluangkan sejenak membaca artikel-artikel di internet atau media publikasi lain, mengenai bagaimana semangatnya mereka dalam menyambut tahun baru yang segera menjelang. Sebagaimana konsep berpikir positip yang memang seharusnya diambil, maka banyak rencana-rencana positip diberikan untuk tahun mendatang. Bagaimana strategi baru agar marketing-nya sukses, caranya agar dapat belajar efektif dengan lebih baik agar sekolahnya juga sukses. Demikian juga pada diriku, aku tanamkan keyakinan bahwa disertasiku harus selesai di tahun 2008 itu juga.

Intinya adalah adanya harapan atau bagaimana memberi motivasi bahwa apapun tantangan yang dihadapi di tahun mendatang ini dapat kita terjang demi kesuksesan di tahun tersebut. Iya khan.

Tetapi jika kita mau menengok sejenak, di sisi lain, adanya tahun baru menunjukkan bahwa manusia, sejak keberadaannya sampai hari ini ternyata masih di bawah kendali waktu, hanya sebagai objek pasif. Atau dengan kata lain, bahwa kita yang harus aktif menyesuaikan diri dengan kemauan waktu, kalau lengah maka waktu akan meninggalkan kita dan hanya penyesalan yang akan kita hadapi.

Secara nature dalam diri kita akan terlihat tanda-tanda bahwa tubuh yang kita tempati di dunia ini juga terpengaruh waktu. Lihat, dulu bagi sebagian orang bahkan tidak mengenal apa itu namanya cat rambut, tetapi agar terlihat segar / muda maka rambutnya yang sudah mulai memutih mencoba cat tersebut. Dulu rasanya kalau ada makanan enak, ingin menghabiskannya, ternyata sekarang kita harus melihat apakah makanan tersebut beresiko terhadap kolesterol atau apa lagi itu namanya, dan sebagainya. Jelasnya kita pelan-pelan dan tanpa ribut telah menuju apa yang namanya ketuaan, kepada ketidakberdayaan.

Adakah anda sudah memikirkannya ?

Cukupkah itu semua terjawab jika kita telah mempunyai asuransi jaminan hari tua ? Ataukah seperti masyarakat modern saat ini yang ingin berlomba-lomba berusaha lebih keras sedemikian rupa sehingga bisa berpindah kuadran, mempunyai investasi yang menghasilkan (berbuah) sehingga dapat terbebas urusan finansial. Tercukupi materi tepatnya.

Saya juga yakin bahwa, hampir sebagian besar rencana di tahun mendatang adalah menuju pada kondisi yang disebut, free financial problems. Bagian ini dapat dikategorikan sebagai bagian CITA (kata lain yang mungkin umum adalah cita-cita). Itu sangat benar sekali, khususnya jika bagian CINTA telah tercukupi, jika belum maka umumnya mereka akan mengejar hal ini. Jodoh termasuk dalam kategori ini.

Adakah hubungan CITA, CINTA dan hari tua ?

Wah saya belum pikirkan pak ! Itu nanti sajalah ! Gampang !
Mungkin bagi sebagian orang, menganggap sepele tentang hal tersebut. Bagi yang belum berusia 40-an, saya kira wajar jika belum memikirkannya. Saya juga demikian adanya. Tetapi setelah menginjak usia lebih dari 40-an, baru terasa, bagaimana cepatnya waktu berlalu, apalagi jika sudah menginjak 50-an. Apa yang telah saya lakukan ?

Pemandangan sederhana tetapi mengharukan, bagaimana dalam ketidak berdayaan dari seorang nenek tua tetapi masih penuh percaya diri untuk berani antri bersama-sama seperti orang muda lain ketika menerima komuni. Perhatikan tongkatnya di ujung kiri foto yang beliau tinggalkan.

Siapa bilang kalau sudah tua harus dikasihani !

Mengikuti misa hari minggu kemarin, tentang perayaan pesta keluarga kudus menjadi tercerahkan, bagaimana bahwa kebersamaan dalam keluarga merupakan suatu investasi yang luar biasa dalam menghadapi hari tua. Bahwa ternyata, apa yang saya pikirkan di atas telah ada ribuan tahun lalu menjadi suatu kebijaksanaan, bagaimana kebahagiaan dapat juga ada pada hari tua meskipun dalam ketidak berdayaan.

Itu saya temukan dalam injil untuk versi Katolik yaitu Deuterokanonika, di kitab Sirakh 3 tentang kewajiban terhadap orang tua.

Hai anak-anakku, dengarlah aku, bapakmu. Lakukanlah apa yang kukatakan kepadamu, maka kamu akan selamat. Sebab Tuhan menyuruh anak-anak menghormati bapak mereka dan mewajibkan mereka mengakui hak ibu mereka.

Kalau kamu menghormati bapakmu, dosamu diampuni, dan kalau kamu menghargai ibumu, kamu seperti orang yang mengumpulkan harta. Kalau kamu menghormati bapakmu, kelak kamupun akan dibahagiaakan oleh anak-anakmu, dan Tuhan akan mengabulkan doa-doamu. Kalau kamu menghormati bapakmu, kamu akan panjang umur. Kalau kamu taat kapada Tuhan, kamu akan menghibur ibumu dan melayani orangtuamu seolah-olah kamu hamba mereka.

Hormatilah bapakmu dalam segala perbuatan dan perkataanmu, supaya kamu mendapat berkatnya. Rumah tanggamu akan kukuh kalau diberkati bapakmu, tetapi hancur berantakan kalau dikutuk ibumu.

Jangan mencari kehormatan bagi dirimu sendiri dengan merendahkan bapakmu, sebab kalau ia dihina itu bukan kehormatan bagimu. Sebaliknya kalau kamu menghormati bapakmu, kamu sendiri akan dihormati; tetapi kalau kamu menista ibumu, kamu akan mendapat malu.

Anakku, tolonglah bapakmu di masa tua. Jangan menyakiti hatinya di masa hidupnya. Maafkanlah dia, juga kalau ingatannya sudah berkurang. Jangan meremehkan dia karena engkau sehat dan kuat.

Kebaikan yang kautunjukkan kepada bapakmu tak akan dilupakan Tuhan, melainkan akan dihitung sebagai penghapus dosa-dosamu. Bila engkau dalam kesusahan, Tuhan akan mengingat kebaikanmu. Dosa-dosamu akan hilang seperti embun di panas matahari.

Anak yang meninggalkan orang-tuanya atau membangkitkan kemarahan mereka, sama saja dengan menghujat Tuhan, dan ia akan dikutuk Tuhan.
Sirakh 3

Hebat, pemahaman seperti itu sudah ada sebelum Kristus lahir, itu juga merupakan penjabaran detail dari sepuluh perintah Allah yang diterima Musa.

Hormatilah ayah dan ibumu, supaya kamu sejahtera dan panjang umur di negeri yang kuberikan kepadamu.
Keluaran 20:12

Jadi kalau itu kita hayati betul sewaktu menjadi anak, maka ketika waktu beralih dan kita menjadi orang tua maka gantian kita juga yang akan dihormati.

Berarti ini kebijaksanaan yang berlaku juga tidak hanya kepada yang beragama Katolik, juga Kristen, juga Yahudi, juga Islam, juga semuanya yang tidak beragama sekalipun ya.

O begitu pemahamannya, cakra manggilingan, akibat perubahan waktu jadi kita tidak perlu takut terhadap sang kala. Mari optimis menyambut sang waktu yang segera menjelang.

Selamat tahun baru 2008 !

2 thoughts on “Makna lain tahun baru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s