gramedia matraman grand opening


Buku merupakan suatu investasi !
Benarkah ?

Ya, saya kira hanya sedikit orang yang mempunyai pendapat seperti itu, salah satunya adalah aku. Itu memang bermula dari suatu kebiasaan, kebiasaan membaca, membaca dan membaca. Mula-mula komik, pengetahuan umum, teknik dan akhirnya banyak topik yang dianggap menarik. Karena selalu tertarik ingin membaca literatur, tetapi waktu tidak menyempatkan maka akhirnya buku menjadi suatu koleksi. Untuk dibaca pada waktu yang tepat.

Orang-orang pecinta buku, tentunya juga pecinta melancong di toko buku, yah seperti remaja-remaja sekarang yang juga suka main di mall. Akupun demikian tetapi terbatas pada mall yang ada toko bukunya. Memang kebanyakan toko buku ada di mall.

Tetapi ternyata ada toko buku yang berada di gedung khusus untuk toko buku, ada juga sih pernak-pernik lain yang dijual tetapi kira-kira yang mendukung. Toko buku yang dimaksud adalah toko buku Gramedia di jalan Matraman Raya, Jakarta. Karena dua hari ini Sabtu dan Minggu terpampang iklan ½ halaman bergambar presiden SBY yang meresmikan Grand Opening toko buku tersebut sekaligus peluncuran bukunya pak SBY, juga adanya discount besar-besaran semua produk kecuali elektronik sebesar 30% maka aku tertarik minggu sore ini bermain kesana dengan anak dan istriku.

_gramed.jpg
New Gramedia Matraman,
The Largest Bookstore in South East Asia

Minggu sore, saya pikir sepi. Jalan ibukota memang relatif sepi sih. Tapi, ternyata di toko buku tersebut ramainya luar biasa, saya terpaksa parkir di pinggir jalan, itupun sudah berlapis-lapis. Baru sekali ini seumur hidupku ada keramaian toko buku yang begitu luar biasa. Kalau ada artis sih ok, itu biasa, tapi ini toko buku. Jadi yang namanya penggemar buku kaya aku sekarang ini sudah banyak juga ya. Saya pikir cuma aku doang.

Memang besar juga sih, aku dari pukul lima sampai pukul delapan malam, masih belum juga puas, hanya karena perut lapar dari anak-anakku saja maka terpaksa kami pulang, lumayan buku-bukunya di discount. Ayo jangan sampai ketinggalan yang masih di Jakarta. Katanya sampai tanggal 4 Januari ini aja.

12 thoughts on “gramedia matraman grand opening

  1. wah, tadi saya dari gramedia taman anggrek. Rencananya mau cari buku yang membahas masalah pembuatan dermaga. Tapi kayaknya lebih banyak menjual buku yang bersifat management, bisnis, hobby, computer, kepribadian, komik dan novel. Sedikit sekali buku-buku tentang teknik. Untuk teknik sipil saja hanya menempati 1 buah rak (4display).

    Ternyata belajar teknik banyak tantangannya. Bagi saya buku merupakan investasi sama halnya dengan membuka usaha baru atau mungkin asuransi/reksadana. Sayangnya, ibarat beli baju, modelnya udah nggak ngetrend lagi.

    Kasian deh gue…

    Suka

  2. Comment buat Pak Wir dan Saudari Pricilia,

    Toko2 buku memang sudah banyak yang buka baru tetapi tetap saja buku2 teknik susah dicari. Untung saja di Surabaya ada beberapa toko buku alternatif yang menyediakan buku buat mahasiswa teknik semacam Gramedia (agak sedikit sih), Uranus, Manyar Jaya, dan terutama TOGA MAS. Apalagi buku untuk perencanaan dermaga, ha ha ha.

    Bukan apa-apa, tapi tugas akhir saya adalah perencanaan dermaga dan akhir2 ini juga sering diminta tolong oleh Profesor saya untuk bantu2 hitung. Kalau diingat2 masa itu, sampai gila dan jor2an cari referensinya. Bahkan akhirnya daripada tidak punya, saya menggunakan trik standar, yaitu fotokopi buku (ada yang bilang ini membajak, tapi jujur saja ini juga dilema buat saya) milik profesor dan dosen2 saya.

    Tapi sebenarnya perencanaan dermaga hampir sama begitu juga code2nya. Yang berbeda terutama di masalah pembebanan dan detailing, apalagi bila struktur dermaga berupa struktur deck on pile. Metode yang lebih rumit adalah apabila struktur dermaga kita berupa Quay Wall atau Sheet Pile, too many soil problem on it.

    Kalau saudari Pricilia butuh referensi email saya aja, oke… GBU

    Wirs’ respond : ini emailnya ya atenx(at)ce(dot)its(dot)ac(dot)id , untuk at=@ dan untuk dot=. biar nggak kena spam.
    Sukses mas Andreas, semoga menjadi ahli dermaga yang mumpuni.

    Suka

  3. Gramedia Matraman buka sampai jam 24.00 sampai dengan tanggal 4 Januari 2008, dengan diskon 30% untuk semua barang, kecuali elektronik. Saya hari Sabtu malam mampir kesana setelah mengantar si sulung naik KA Argolawu ke Yogya.

    Sampai Gramedia, sayang parkirnya susah, sampai memenuhi 2 jalur di Jl. Matraman…. setelah lama mencari, dan nyaris batal mampir, akhirnya malah dapat parkir di basement.

    Lumayan juga beli buku murah… tapi sebaiknya pengelola menambah toilet (dalam gedung hanya ada 1 toilet di lantai 2 dan 1 di basement…sangat sedikit dibanding jumlah pengunjungnya), karena banyak anak-anak kecil. Kalau tak memungkinkan dalam gedung bisa ditambahkan seperti di Gramedia Bandung… di luar gedung.

    Suka

  4. Pak, halo!

    Saya juga menjadi bagian dari pesta buku di Gramedia Matraman. Kebetulan bagi para pecinta sastra Indonesia, ini adalah kesempatan yang baik untuk memborong novel-novel inceran.. Kalau biasanya setiap bulan hanya 1 buku, baru kali ini beli 5 buku dalam 1 hari..

    Harusnya emang pemerintah menghilangkan pajak buku supaya semua orang bisa menikmati buku dengan harga murah…

    Suka

  5. PAJAKKKK……..
    Maaf saya sudah lama tidak belajar masalah ekonomi. Tapi sepengetahuan saya, pajak kita masih berganda.

    Untuk buku, kalo saya tidak salah….
    Waktu percetakan beli kertas dia sudah kena pajak (PPN) trus bakalan kena pajak penghasilan belum lagi PBB, penerangan jalan, sampah, dll.
    Untuk penerbit juga sama, PPh dan segala macamnya.

    Dari penerbit waktu kirim ke toko buku….. malah banyak pajak yang gak jelas (mungkin akan terasa bagi teman2 yang pernah numpang truk dari Jakarta ke Surabaya…. paling tidak ada 10 pos pemberhentian yang gak jelas).

    Sampai di Toko Buku….. ya jadi lebih mahal lagi.

    Semoga tahun depan harga buku bisa lebih murah lagi… dan bagi yang berlebih jangan lupa untuk berbagi harta (buku) anda kepada yang kekurangan.

    Semoga Tuhan mengampuni dan memberkahi Negara kita semua tercinta….

    Suka

  6. aku ikut acara peresmiannya dan terjebak di dalam acara (gak bisa ke toilet karena semua dijaga pengawal presiden!:-)

    sayang gak bisa beli bukunya, tetapi masih ada lain hari (meskipun jadi jauh dari diskon!:-)

    Suka

  7. yang beli buku biasanya orang intelek,,, jadi yang berbondong bondong ke gramedia matraman pasti orang intelek. kalo orang intelek pasti tau caranya memarkir mobilnya, yaitu ditempat parkir…..

    ini malah parkir di jalan raya sampe 4 lapis lg,,,, jalan matraman raya jadi macet berhari-hari..

    apa itu tidak merampas hak pengguna jalan???

    untuk pengelola toko buku gramedia matraman,, kalo mau bikin event seperti itu, sediakan donk lahan parkir!!! jangan seenaknya saja menetapkan bahwa jalan raya adalah tempat parkir dengan hanya menyediakan papan yang bertuliskan “tempat parkir toko buku gramedia”.

    kalau setelah selesai event promosi 30%, pengunjung gramedia masih parkir di jalan raya, berarti toko buku gramedia matraman tidak perduli dengan tata tertib penggunaan tempat parkir dan jalan raya.

    jangan lupa dengan kasus tawuran antar warga di sekitar matraman yang disebabkan oleh perebutan lahan parkir dan “pak ogah”.. jangan sampai hal tersebut terulang lagi…

    segera sediakan tempat parkir tambahan di lingkungan toko buku gramedia matraman!!!!

    pak polisi tindak tegas pengunjung gramedia yang parkir pada badan jalan…

    Pemda DKI, tindak tegas jika tempat parkir gramedia tidak disesuaikan dengan kapasitas pengunjung…

    Suka

  8. Wah kalo saya ga komen deh soal parkir.. saya komen soal bukunya Pak SBY aja.. Saya baru baca sedikit bukunya, isinya kumpulan pidato-pidato dalam seminar internasional. Pendapat saya mengenai buku ini:

    1. Sayang bukunya dalam bahasa inggris. Coba diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, pasti bisa dibaca oleh kalangan yang lebih luas. Padahal isinya baik dibaca oleh masyarakat Indonesia, agar dapat mempengaruhi masyarakat menjadi lebih baik lagi.

    2. Ada dua edisi, satu hard cover (95 rb) dan softcover (65 rb). Saya beli yg softcover (lebih murah.. :p), toh isinya sama saja. Seharusnya kalau mau bikin dua edisi, bikin yg bahasa indonesia dan bahasa inggris (seperti buku Soeharto:The Life and Legacy of Indonesia’s Second President). Jadi jangan mempermahal kemasan saja.

    3. Buku ini seperti sarana komunikasi antara presiden dan warga negaranya. Saya kira ini baik sekali, dan semoga ada buku selanjutnya. Jadi kita tahu apa yang dipikirkan presiden kita dan apa yang dilakukannya.

    Suka

  9. saya ke gramedia matraman baru dua kali.
    Pertama, pas hari minggu. Ramainya memang luar biasa. Penasaran dengan gedenya Gramedia kayak apa. Sekedar jalan2 aja.
    Kedua, hari selasa. Sangat beda suasana dibanding sebelumnya. Kunjungan kali ini untuk cari majalah. Tapi yang saya cari malah gak ada. Baru hari ini saya menemukannya di halte matraman. Heran yak ??! Gramedia sedege itu malah nggak ada.
    Seharusnya konsumen dimanjakan biar lebih rame lagi. Pasang diskon segedenya.

    antown.blogspot.com
    usmany.deviantart.com

    Suka

  10. Ketika ada tugas untuk mencari buku oleh seorang dosen, saya teruingat dengan toko buku gramedia yang begitu besar megah dan nyaman namun sangat disayangkan sebegitu banyak buku yang saya cari tidak menemukan dan sampai saya tanya pada petugas ternyata juga tidak ada, saya harapkan koleksi bukunya ditambah, semoga jaya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s