Anonymous Blogger


Setahun sudah aku menjadi blogger, yaitu sejak kepindahanku dari website lama di http://sipil-uph.tripod.com , ke blog-ku yang sekarang ini.

Website-ku di TRIPOD menurutku tidak terlalu sukses dibanding dengan blog ini. Saya kurang mengamati perkembangan tripod dengan konsep gratisnya yang sekarang, Tetapi kalau tidak ada perubahan konsep yang ditawarkan dan tetap  memakai resep yang lama (tetap sama seperti dulu ketika aku tinggal setahun yang lalu), saya yakin TRIPOD dan semacamnya nggak akan laku dibanding keberadaan blog seperti WORDPRESS ini.

Bagaimana bisa begitu ?

Kedua-duanya sama-sama gratis. Tetapi yang jelas di wordpress tidak ada banner iklan yang mengganggu, sehingga terlihat profesional dan anggun. Tidak berkesan murahan. Sekaligus cepat, jauh berbeda dengan tripod. Belum lagi kemudahannya, jika di tripod kita bekerja seperti pemrogram web untuk mengisi content, maka di wordpress kita bekerja seperti penulis. Mudah dan hasilnya profesional. Saya yakin orang awam dapat mempunyainya secara mudah. Awam di sini tentu saja yang tidak asing dengan tulis menulis.

Sukses juga berkaitan dengan produktivitas tulisan dan responds yang diperoleh dari tulisan tersebut. Blog menyediakan sarana pembaca untuk memberikan responds. Bayangkan saja dalam setahun itu, sejak 23 Nov 2006 sampai sekarang 21 Nov 2007 produktivasnya adalah:

Statistik Blog
Jumlah dikunjungi: 309,593
Tertinggi: 2,699
Kunjungan hari ini: 2071

Total
Tulisan: 178
Komentar: 2,628
Categories: 28
Tag-tag: 0

SPAM
Akismet telah melindungi situs Anda dari 5,694 komentar spam.

Jadi produktivitasku dalam menulis adalah kira-kira satu (1) artikel dalam dua hari. Lumayan khan. Untuk latihan menulis bagi seorang dosen, cukuplah. Dengan kebiasaan, maka menulis bukan menjadi sesuatu yang susah, tinggal niat aja sekarang.

Adanya blog seperti ini maka prinsip : write , published and responds. Sangat mudah sekali.

Begitu gampangnya menulis, mengemukakan pendapat di internet dengan keberadaan blog seperti ini, menyebabkan siapa saja bisa menulis, menulis apa saja. Tidak ada yang membatasi. Sembarang omongan bisa diberikan. Bebas-bebas siapa saja. Orang atau bukan.😀

Jadi hati-hati membaca tulisan di internet. Bisa itu tulisan malaikat, tapi bisa juga itu tulisan setan. Sekali lagi, HATI-HATI !.

Ini penting. Karena aku ingat anakku. Katanya mendapat tugas dari sekolah, yang jawabannya bisa nyari di internet,  begitu kata gurunya.

Wah gawat.😦

Jadi pak Wir ingin membatasi kebebasan berpendapat begitu ? Internet khan berguna khan pak.

O, nggak begitu maksudku. Membaca boleh-boleh saja, siapa saja silahkan, tapi perlu kedewasaan berpikir dan bersikap. Pilih yang baik dan buang yang jelek. Jangan internet dianggap sebagai acuan yang hebat. Tergantung sumbernya.

Yah, tergantung sumbernya, dan penulis tentunya.

Jadi, sumber dan reputasi asal tulisan yang dibaca di internet tersebut menurut saya penting sekali. Tidak bisa Anonymous.

Apa sih itu pak. Jenis makanan ?

Bukan ! cobalah baca deskripsi berikut tentang anonymous yang saya ambil dari wikipedia.

Anonymus  … refer to an ancient writer whose name is not known, or to a manuscript of their work.

Anonymity is derived from the Greek word ανωνυμία, meaning “without a name” or “namelessness”. In colloquial use, the term typically refers to a person, and often means that the personal identity, or personally identifiable information of that person is not known.

Menurut saya deskripsi yang terakhir itulah yang paling cocok dengan maksud pernyataanku di atas. Jadi menurut saya, jatidiri seseorang penting untuk menentukan apakah pendapatnya diikuti atau tidak atau diabaikan saja (dianggap tidak ada).

Padahal dalam kenyataan yang ada, ketika menjelajahi blog yang ada, banyak dari mereka yang anonymous (tidak tahu siapa sesungguhnya yang menulis) dan banyak juga yang secara jelas mencantumkan nama dan identitas jelasnya. Jadi kalau begitu istilah Anonymous Blogger, sah keberadaannya.

Boleh nggak seperti itu ?

Ya, boleh-boleh aja, silahkan aja. Toh saya khan nggak punya pengaruh terhadap pendapat itu.

Emangnya bapak punya pengaruh ? Hanya dosen gitu koq !😀

Eh, jangan anggap remeh. Namanya aja blogger.😀

Pertama, saya ingin menegaskan bahwa saya konsisten dengan pendapat saya di atas. Buktinya, nama blog-nya aja , terus terang, bahkan pakai nama pribadi di dunia dan akherat. Nggak sembunyi-sembunyi begitu. Padahal cuma guru. Nggak lebih nggak kurang.

Tapi bataraguru khan rajanya dewa !
Dewobroto, maksudnya.😀

Ah, kamu ini, bisa aja.

Kedua, sebagai pemilik blog maka saya mengendalikan moderasi, begitu.

Maksudnya ?

Saya punya kuasa, untuk menerima atau tidak menerima komentar-komentar yang masuk. Ha, ha, ha. Jadi meskipun cuma guru, tapi punya kuasa.

Jadi kalau ditanya, emangnya pak Wir ini punya kekuasaan. Ya punya dong. Orang berkuasa begitu.😀

Untuk anonymous di luar kekuasaanku, aku tidak perduli. Tapi kalau masuk wilayah kekuasaanku aku peduli.

Maksudnya ?

Aku menganggap orang yang anonymous, atau mungkin ada kesan itu sebuah nama orang , tapi dari nada dan sikapnya mengganggap bahwa dia menulis tanpa menyadari bahwa ini dibaca orang tertentu (saya maksudnya) dan asal njeplak. Apalagi aku nggak merasa kenal. Maka aku anggap itu hanya sampah tulisan. Nggak bermakna. Aku anggap nggak ada orangnya, karena itu aku nggak perlu diskusi , langsung DELETE !

Jadi intinya, meskipun ini hanya blog, dunia maya, tapi kita perlu bersikap seperti kalau kita seakan-akan ketemu langsung. Coba kamu bayangkan, kamu bercakap-cakap dengan orang tertentu, lalu matanya jelalatan ngelihat yang lain, nggak ke kamu. Nggak suka khan kamu.

Ya begitulah, sikapku terhadap ANONYMOUS comments atau blogger gitu.

One thought on “Anonymous Blogger

  1. Ping balik: SharkMan » Anonymous Blogger

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s