reuni ex-PTW


ex-PTW mengandung arti : teman-teman kenalan lama yang pernah atau masih bekerja di PT. Wiratman and Associates Consulting Engineers, konsultan rekayasa teknik sipil yang sudah eksis sejak tahun 1976, yang kemarin, pada hari Jumat tanggal 16 November merayakan hari ulang-tahunnya.  Saya jadi ingat, bahwa pada setiap ulang tahunnya kantor PTW biasa mengadakan tamasya bersama dengan semua karyawan. Bisa ke gunung (Puncak) atau pulau di sekitar Jakarta. Jadi kalau dipikir, kita dulu sudah seperti keluarga aja di PTW. Ulang tahunnya yang sekarang, pada kemana ya ?

O ya, untuk itu kami mengucapkan :
Selamat Ulang Tahun PT. Wiratman & Associates ,
semoga semakin bertumbuh, berbuah banyak
dalam damai yang penuh kesejahteraan
“. 😀

Jadi intinya, hubungan batin / memori dengan PTW masih kuat. Adalah inisiatif pak Haryono untuk mengadakan semacam reuni, sekedar kongkow makan-makan bersama. Flash-back gitu.

Jadilah diundang via sms, ya karena alamatnya tergantung address handphone pak Haryono maka yang ke undang adalah teman-teman angkatan lama (90-an) atau yang masih ter-connect dengan angkatan itu. Maklum sih, alumni PTW khan sudah banyak sekali sekarang ini. Bayangkan, kita dulu di PTW ketika masih berkantor di Benhill (bendungan hilir) , waktu itu kantornya dua lantai. Bahkan saya ingat, ketika pertama kali masuk setelah lulus sarjana, kantornya seperti gudang, disana-sini tumpukan buku/print komputer, dll. Tapi ya karena mungkin masih muda dan penuh idealisme maka ya semangat tinggi. Sekarang khan sudah lain, kantor PTW di jalan arteri Simatupang khan sudah gedung bertingkat tinggi, mungkin suasananya sudah formil.

Trims ya mas Haryono, saya masih di connect. Ada untungnya lho, kalau ngundang engineer yang penulis, pasti akan di dokumentasikan dengan baik. Iya khan .😀

Kembali ke acara reuni.

Acaranya di Kafe Tenda Semanggi, di resto Dapur Sunda. Cukup menarik juga pilihan pak Haryono. Kalau nggak ada acara seperti ini, kapan lagi seorang dosen main ke sini. Ada penyanyinya lagi. Asyik ya.

Undangan jam 19.00, saya ragu datang on-time. Padahal biasanya, kalau ada acara, saya selalu menyempatkan 15 menit lebih dulu sebelum acara. Terbiasa, dosen harus tepat waktu, kalau terlambat khan nggak enak sama muridnya. Tapi disini mikir dulu. Biasa, khawatir nggak ada orang, biasanya khan ngaret gitu.

Ternyata betul. Jam 20.00 datang, yang ada baru pak Haryono (host acara) dan pak Delon. Untung. Tapi nggak lama, teman-teman sudah pada datang. Yah mungkin semuanya punya pemikiran yang sama.  Saling tunggu !😀

Teman-teman yang hadir adalah : (1) Ibu Fauziah, (2) pak Robert, (3) pak Delon, (4) pak Niko,(5) pak Haryono, (6) pak Handoko, (7) ibu Lani Maruta, (8) Hanan Elkanan, (9) Irawan Wibawa, (10) saya sendiri, Wiryanto Dewobroto.

Nggak banyak juga ya, tapi cukuplah, karena setahu saya mereka termasuk pentolan-pentolan pada jamannya.

Kata kuncinya adalah ibu Fauziah Dj. , yang sudah ada sejak awal di PTW , saat ini kalau tidak salah, beliau menjabat sebagai direktur divisi Structure di PTW. Jadi bagi ex-ptw yang belum mengenal teman-teman lain yang saya sebutkan di atas mestinya bisa ikut gabung, toh anda pasti mengenal ibu Fauziah. Keberadaannya menjadikan pengenal satu sama lain. Adanya beliau maka rasanya reuni ini sah adanya.

Bagi teman-teman ex-PTW yang nggak sempat datang, mungkin dengan melihat foto teman-teman kita yang datang ini dapat menjadi pelipur, memorize suasana waktu muda dulu. OK.


Sisi Kiri : pak Robert, saya, pak Irawan, pak Hanan, pak Delon
Sisi Kanan: pak Haryono, bu Lani, bu Fauziah, pak Niko
yang nggak kelihatan pak Handoko (suami ibu Lani).


Kiri-kanan : pak Delon, pak Haryono, bu Lani Maruta (istri pak Handoko) dan bu Fauziah.

Meskipun sudah meninggalkan PTW kira-kira 15 tahun yang lalu, tapi ketemu bu Fauziah dan bu Lani rasanya nggak ada yang berubah. Masih seperti dulu saja. Bu Lani masih tenang tapi tegas, sedang bu Fauziah , ceria dan bersemangat.

Coba lihat ekspresi ibu Fauziah yang sedang bersemangat menceritakan mobil barunya yang pada hari yang sama di tabrak motor sampai dua kali. Salah satunya ditabrak oleh preman yang sedang belajar naik motor, pinjaman lagi.

Wah seru lho !

Nggak ngebayangin gimana preman tersebut memohon-mohon minta maaf, bahkan katanya sampai mencium tangan beliau segala. Meminta ampun.

Bu Fauziah mengganggap orang tersebut preman, karena pakai baju yang nggak ada lengannya (baju kutung), selain itu dipinggangnya pakai asesori rantai yang rame gitu. Jadi hati-hati lho yang suka pakai baju kutung dan asesori rantai. Bukan dibilang modis, dikira preman nanti (mungkin memang betul preman ya , yang suka model begitu). Wah ini pengetahuan baru hasil reuni. 

Aneh juga ya, preman koq minta maaf.

Tapi bisa juga lho, karena premannya baru belajar naik motor, dan motor pinjaman lagi. SIM ? Apalagi. Jadi ketika dituntut ganti rugi, kalau nggak mau maka masalahnya diselesaikan ke polisi, maka premannya ngeper dan akhirnya mau ngasih ganti rugi juga.

Diceritain oleh bu Fauziah, bagaimana premannya tersebut mengais-ngais dompetnya sampai akhirnya diketemukan satu lembar duit 100 ribu-an, yang mungkin saking terakhirnya (nggak ada duit lagi gitu) , maka lembaran tersebut terlipat-lipat nggak karuan.  Tahunya nggak ada duit lagi juga dari bu Fauziah, yang menggambarkan premannya tersebut memohon-mohon bahwa itu duit terakhirnya. Tetapi karena takut urusan polisi maka akhirnya diberikan juga duit terakhir tersebut. Maksudnya agar masalah tabrakan dapat diselesesaikan damai.

Lha disini juga lucunya. Sebagai wanita dan engineer terjadi pertentangan batin. Mengapa ? Jelaslah pasti bagi seorang wanita, kalau ada yang sampai memohon-mohon, pasti nggak tegalah. Wanita khan berhati lembut, dipengaruhi emosi. Iya khan.

Tapi ternyata meskipun fisik wanita, yang berhati lembut. Jiwa engineer-nya juga sudah mengakar dalam. Apa maksudnya. Engineer itu khan mengandalkan logika berpikir. Eksak gitu.  Jadi argumentasi beliau, jika ini orang (preman yang nabrak tersebut) dikasihani yaitu nggak perlu ngasih ganti rugi karena nabrak (uang satu lembar 100-rb tadi). Maka orang ini pasti nggak kapok-kapok juga. Selain itu, logikanya juga telah memikirkan, ini orang preman, ini pasti memohon ampunnya nggak tulus. Ini pasti ngerayu aja.

Jadi ada dua latar belakang pemikiran yang saling bertolak belakang. Ini uang 100-rb yang katanya, “uang terakhir yang dipunyai preman itu” : diterima saja atau ditolak (diberi belas kasihan).

“Coba kalau kamu gimana ?”, itu pertanyaan bu Fauziah ketika kami menyimak ceritanya.

“Gimana ya ? Bingung juga. Lalu gimana bu ?”, jawab kami.

Ya gimana lagi. Satu sisi, nggak tega ! Tapi dari satu sisi lain, ini perlu bagi pembelajaran dia (preman). Jadi ya begitulah. Uang 100-an ribu tetap aku terima (sisi pembelajaran bagi dia) , tapi aku ambil duit 50-an ribu, dari dompetku, aku kasih dia (preman) , nggak tega sih !

 O gitu.😀

Solusi yang win-win ya, antara ‘nggak tega’ dan mesti ‘ngasih si preman pembelajaran’, biar kapok. Maksudnya besoknya lagi si preman harus hati-hati lagi kalau mau naik motor. Tapi juga lega karena telah meluluskan permohonan seseorang yang langsung pada diri beliau. Nggak semena-semena begitu maksudnya.

 
Kiri-kanan: pak Niko dan pak Handoko (suami ibu Lani)

Kiri-kanan: pak Irawan, pak Hanan dan pak Delon.

Yah itulah teman-teman ex PTW yang menjadikan ilmu Analisa Struktur tidak sekedar untuk dapat lulus ujian saja, tapi benar-benar dijadikan senjata utama mencari mangsa uang nafkah.

O ya, seperti biasa, reuni ini biasanya saweran. Eh ternyata ditalangin semua oleh ibu Lani. Ternyata acara ini juga untuk memperingati hari ulang tahun perkawinannya yang ke-23. Selamat juga ya bu Lani dan pak Handoko. Semoga semakin bertambah kebahagiaan dan kesejahteraan anda dalam berkeluarga. Trims ya atas makan-makan enaknya.😀

Bagi teman-teman ex PTW, yang tidak sempat hadir, baik karena tidak tahu acara tersebut, maupun ada acara lain, saya persilahkan untuk memberi komentar. Siapa tahu jadi reuni on-line.

Salam sejahtera semuanya.

22 thoughts on “reuni ex-PTW

  1. He he saya salah satu “lulusan” PTW…sebetulnya 50-50 sih alias siluman..separuh PTW separuh KBR..mungkin tepatnya wujudnya PTW tapi ngantornya KBR.

    Dari kesepuluh orang yang hadir yang saya akrab ya jelas Bu Fauziah, pak Robert Gasper, Pak Niko dan Pak Irawan Wibawa, pak Wir sendiri saya belum pernah ketemu langsung tapi terkenal dimana-mana. Saya gak banyak komentar deh pak…pentolan-pentolan PTW ini memang asik-asik semua terutama pak Robert “man of the match” seminar HAKI 2006 :p.

    Kerja di bawah bu Fauziah saya nyaris hidup tanpa sinar matahari pak…atau memang seperti itu dari dulu. Kalau pak Irawan orangnya rileks aja… kalau disuruh milih saya kerja dibawah pak Irawan aja deh dibanding Bu Fau…capek.

    Ini pendapat personal pak ya :

    saya “ragu” melihat kebesaran div struktur PTW jaman pak Steffie Tumilar, apa masih bisa terulang dengan persaingan saat ini ?

    Saya pikir bisa, tapi harus dimulai dari sikap corporatenya. Saya berusaha mengkritik tapi gak pernah didengar. Jadinya pergilah orang-orang seperti pak Irawan dan masih banyak lagi.

    Suka

  2. Upload CE Books

    Seismic Design of Reinforced and Precast Concrete Building 2003 (Robert E Englekirk)
    down-load di Rapid Share sebagai file *.RAR (8791 kb)

    Masih ada kira2 30 buku lagi nih tapi satu2 ya uploadnya-downloadnya juga capek euy. Semoga belum ada yang upload disini sebelumnya.

    Wir’s responds : Trims ya Donald, baiknya memang up-loadnya satu-satu, biar makin penasaran begitu. Juga kalau sekaligus secara psikologis bahkan tidak diperhatikan lho. Juga jangan bosan-bosan ya.😀

    Suka

  3. Hello, Saya angkatan 93′ P.T. WA ; saat itu langsung dibawah asuhan Dr.-Ing. Harianto H.: Desain jembatan Sei Komering, Palembang.

    Ibu Fau’ :
    Saya lihat wajah Ibu Fau : ‘bener’ , saya jadi semangat untuk menorehkan komentar ; hampir 90% proyek yang saya tangani dibawah Ibu Fau’. Rapat bareng. Pernah saya emosi saat Ibu Fau’ didesak terus oleh Owner; P.M. Bule, Ibu diam. Tapi saya langsung jawab aja; galak dengan apa permintaan tu’ Bule.

    Ibu Fau’, semakin cantik aja; masih seperti dulu. Maaf, dan maaf, kapan undangannya ?. Tapi kalo bawa mobil, wado’ galaknya. Tapi saat kita bareng di mobil beliau selalu menutup; menarik kembali roknya yang terbuka sedikit. Biasa, lirikan lelaki. Dasar. Itu lah pengalaman. Anyway, I really missed you Fau’.

    Kata teman saya Donald : apakah P.T. WA, khususnya divisi struktur bisa jaya kembali ?.

    Mr. Stefie Tumilar dikenal banyak orang sebagai ahli struktur dan visinya berwawasan future; banyak membeli buku dan banyak menulis.

    Ya, minimal, seperti di atas lah wawasan yang menahkodai divisi struktur agar terkenal kembali.

    Kata Donald: Cape’ bekerja dengan Ibu Fau. Ya, jelas ! Tapi, ambil positifnya aja. Sangat positif; karena kita diajak untuk bekerja keras dan smart. Nangani 5-7 proyek siapa takut.

    Bekerja di P.T.WA, sangat menantang dan bergairah; apalagi saat-saat dikejar; harus masuk TPKB. Hanya saja, saat krisis ini ; penghargaan belum (?) terealisasi dengan baik kepada Engineer yang penuh gairah. So (?).

    My friend Donald where are u now.

    Selamat ulang-tahun kepada My beloved University.

    Suka

  4. Hai Bert,
    Sekarang dimana?? Masih dengan Pak Kurnia?
    Masih ingat nggak…kau tinggalkan Donald sendirian waktu itu…he..he…(proyek Senayan Residence…)
    Ok,.. kontak2 ya..

    Suka

  5. Horas..horas..nah yang ini Pak Robert Pasaribu… cs saya dan pak Irawan di proyek Senayan Residence…

    kayanya Pak Irawan salah, bukan Pak Robert yang ninggalin saya, tapi saya yang ‘ninggalin’ pak Robert. He, he tau sendiri kan KGS yang bikin hidup kita rada2 sengsara–. Masih ingat saya, waktu bu Fau ama pak Budihartono datang ke block sebelah, ke meja saya. Trus minta saya terlibat di KGS, Bu Fau sampe memelas gitu:p…

    Tapi benar kata pak Robert, di proyek KGS saya belajar banyak terutama menghadapi “TPKB3” hehehe. Dan yang paling penting itu jangan membuat kesalahan fatal sampe owner tahu, begitu sekali salah seterusnya mereka gak akan percaya lagi dan kita malah jadi bulan2an.

    Pak Robert, mengenai kerja 5-7 proyek ini kriterianya apa ? Senayan Residence bisa diitung 3 proyek gak pak.. kan ada 3 tower hehe. Di KGS malah 5 tower u/ French walk sendiri blom yang lain. Menurut saya disinilah kesalahan langkah PTW mengambil mega proyek tanpa source yang cukup.. Mending konsentrasi proyek kaya Senayan Residence.

    Udah gak ada pak Robert sih jadinya kita keok waktu itu.

    Pak Robert saya sekarang ngantornya di Kellog Brown and Root di Landmark Center. Pak Robert sekarang sama pak Kurnia yang PT. Sinjaya itu pak ya ? Ada lowongan gak pak ?

    Suka

  6. Mohon ijin:
    Hello, ampun, ampun; ado’, maaf nich’ ama yang punya blog; sampe saya lupa minta ijin. Permisi, ya.

    P’ Wir, kita belon pernah ngobrol; kenalan. Abis, saya sibuk dijembatan komering, Bapak sibuk;banget di Red Top dan sekejap Bapak juga langsung lulus mulus dari P.T.WA.

    Adanya Blog ini; gairah para Engineers semakin memanas; sayang, proyek H.rise building belum menggeliat lagi; seperti tahun 90 an ; masih menunggu (?) Pilpres 09′ kale’, dan sekarang Konsultan lokal mulai tertantang dengan masuknya Konsultan asing yang nota bene Engineersnya : Indonesian people.

    P’ Wir bisa aja nich; bikin gairah tulis saya ningkat; untuk komen tentunya: kenangan masa indah dan getir di P.T.WA.
    Sori, ya, mas., eh.., Pa’; orang Batak, kok’ panggil mas ?, ya karena cari nafkahnya di pulo Jawa.
    Kalo di Pulo Sumatera :panggil bang, aja.

    Kangen di dunia maya :
    Hay…., P’ Irawan Wibawa, wado’, kita bertiga temu lagi nich di dunia maya; apa hanya kita bertiga aja nich didepan komputer, yang laen mana ?.
    Ini, nich kerja dengan P’ IB tidak membuat para Engineers menjadi kerut keningnya. Dan masalah besar diselesaikan dengan biasa aja. Kerja; buka Konsultan di mana Pa’ IB ?.

    Oke, kita kontak-kontak, ya.; pls P’ Wir, tolong alamat email saya dikirim ke P’IB, ya. Trims.

    Sobat hebat :
    He.., he…, Hebat, nich, sobat saya Donald kerja di KBR, gajinya ; bisa dikumpul nich buat beli rumah, mobil dan bini’, eh, maksud saya buat nikah. Gimana, enak ya, kerja di PT.WA, jalan simatupang; kita bisa kebaktian bersama saat hari jum’at siang. Dan masih pake’ sepatu kets’? kah ! . Masih kenal Munjid ?. Sekarang Beliau di Dubai; Pesona Petro Dollar. Coba aja bayangkan; jangan ngiler tapinya. Gajinya sebulan bisa disimpan 20 je’te. Ngiler ?.ya, kesana aja; belon nikah ini. Ato sudah ?.

    Saya kenalin; Sobat saya ini; ilmu komputernya, saya ancungin 2 jempol aja ;hebat dan cepat menyelesaikan masalah rancangan. Makanya ditarik-tarik Fau’ ; pake melas’ lagi. Sebenarnya kita padanan yang cocok:semangat dari saya dan cepat dari Donald. Owner langsung senang gitu’.

    Di KGS; ato proyek-proyek yang berkelas, jelas sudah ada ahlinya didalam.Ini harus kita jelaskan seakuratnya dan bangunan harus cepat dibangun;bisnis dan harus efisien. Untuk itu semangat yang penting! dan tepati janji.Owner tidak akan marah, jika kita dilihat semangat dan turut di dalamnya untuk cepat menyelesaikan masalah dengan cepat dan tuntas; khususnya di lapangan.

    Bagi Owner: bangunan gw cepat selesai, efisien; karena futurenya :bisnis!

    Bisa aja nich Donald; masak’ sich, saya tidak ada; jadi keok?; gimana ceritanya tuh’.Khan’ ada pakar-pakarnya.Kalo saya; hanya punya semangat! itu aja. Dan tepati janji dan cepat selesaikan masalah di lapangan. Khan kita tukang servis ?. Ya, servislah dengan semangat sampe puas, puas tu’ Owner. Dibawah ini ada cerita saya :

    Kenangan di P.T.WA :
    Makanya, saya omong: My beloved univ.; tempat belajar:PT.WA khususnya div.str. Jelas dokumennya; laporan, gambar, buku dll. Semua ini adalah berkat kerja keras P’ST; sekarang saya tidak tahu gimana khabarnya P’Steffie Tumilar tersebut yang jagoan rokok. Dan jagoan membuat orang-orang mengerti atas omongannya. Kalo di HAKI, ya, masih ada nama Beliau sebagai Pengurus.

    Div.str = P’ ST :
    Saya singgung P’ST; karena daya pikatnya; gaya omongannya menjadi senjata mendapatkan proyek. Dan sesekali gambar-gambar porno ditayangkan saat seminar internal; yang artinya ada pemikat sehingga para engineers tidak berkutat hanya di angka-angka aja. Cape’ deh’.

    Kisah ku di P.T.WA :
    Tahun 93-96, yang namanya proyek H.rise building, hampir 80 % pasti P.T.WA yang merancang. Apalagi kalo ada Konsultan dari luar, sudah pasti P.T.WA lokal konsultannya. Suasana; wow’ , gairah; rame, semangat: lembur aja sampe pagi; sabtu, minggu kuliah terus dan hasilnya je’te-je’te an.

    Saya sendiri, bukan ahli str tulen; tapi anehnya para Bule dan Kontraktor Jepang nurut aja masalah teknis yang saya omongkan dan dilaksanakan di lapangan. Yang saya punya hanya :semangat ! untuk menyelesaikan suatu proyek dan semuanya dilengkapi oleh Tuhan.
    Saya tidak tahu, ya, tapi yang penting: tepati janji ! kepada Owner.

    Pernah, saat rapat dengan P.M.Bule, C.M. Bule dan kontraktornya Korea: kita terangkan aja masalah rancangan dan kita ke papan tulis untuk nerangin. Harus berani dan semangat!

    Pernah, satu kali, Owner lokal, mungkin, senang atas servis kita; tidak tahulah kata padannya apa, memberikan uang; buat ongkos katanya dan saya lihat; kaget, cukup untuk ongkos 3 bulan, jika naik angkutan. Bayangkan owner yang sudah membayar rancangan dan memberi uang juga kepada engineernya.

    Krisis itu bagaikan bom waktu:
    Krisis itu; 97, telah membuyarkan semua harapan; dasyat !. tagihan rumah, kartu kredit semua jadi terlantar dll. Hubungan dengan teman-teman P.T.WA jadi hambar.(red.:bukan Ambarwati, ya).

    Proyek banyak yang terhenti dan tagihan susah mencair, termasuk P.T.WA mengalami hal ini; khususnya div.str.

    Pemberhentian karyawan perlahan-lahan :
    Teman, saat itu menyodorkan sesuatu; untuk menulis nama dan tanda tangan, agar disampaikan ke Pimpinan puncak mengenai ketidak-setujuan adanya pemberhentian pelan-pelan;dirumahkan. Saat itu saya tidak mau tanda-tangan (maaf, buat teman-teman eks P.T.WA) karena saya lebih memikirkan kelangsungan hidup keluarga. Dan kejamnya lagi; karyawan div.str disuruh menilai teman-temannya dan sebaliknya. Mulai dari situ, hubungan dengan teman-teman jadi tidak harmonis lagi; dianggap tidak sepaham, ya, apalah namanya.

    Saat-saat pahit :
    Tahun, 98,99; hanya proyek kebakaranlah yang ditangani. Saat itu P’ST,Fau’, P’IB dan 3 engineers kontrakan perproyek ; termasuk saya didalamnya. Pahit memang. Boleh dibilang, atas kasih Tuhan, saya masih bekerja terus: tahun 2000, awal saya ke Batam, kerja; yang penting keluarga tidak terlantar dan tengah tahun 2000 melanjut lagi di P.T.WA dan ternyata P’ST sudah lulus (?) hampir mulus dari P.T.WA. Dan diganti dengan P’ Budi. Di sinilah, saya nanya diri sendiri; kenapa Fau’ tidak naik kelas. Tapi ya, sudahlah; yang penting, saya kerja dulu ; jaman krisis ini. Dan tahun 2003 akhirnya dengan susah payah, saya lulus juga dari P.T.WA.

    Krisis = kerja dikontrak = hubungan tidak harmonis

    Tapi, ya, hubungan dengan atasan-atasan dan teman-teman lama saat-saat krisis ini kurang harmonis dibandingkan saat di Benhil, bercanda ria, lembur dengan taxi gratis. Makan malam, tinggal pilih. Kecil kantornya, besar nikmatnya. Sekarang gede’ kantornya; minim nikmatnya. Feng-Shui (?); saya kurang paham. Hanya saja, kalo kita mau ngantor di Simatupang, di depannya jalannya turunan, sehingga mobil, angkutan dan motor ngebut! dan menurut saya hanya cocok buat perumahan; kurang komersil; terlihat 2 tower, minim yang nempatin . Dan kalo mau lembur:mau makan dan pulang, mikir dulu. Kalo di Benhil siapa takut ?

    Untuk murid-murid P.T.WA :
    Galilah ilmu sepuas-puasnya di P.T.WA. Tunjukkan semangatmu, kerjalah dengan keras dan smart; ini semua akan menjadi bekal untuk menyongsong masa depan yang penuh tantangan. Harus berani berbicara teknis dengan orang asing; karena keberanian dan semangat menjadi senjata yang ampuh untuk menyelesaikan suatu masalah. Tepati janji; karena tetapi janji dengan Owner akan menghapuskan kesalahan yang pernah dilakukan pada Owner. Kalo tidak, kesalahan sekecil apapun akan sampe ke atasan puncak. Yang akhirnya, Owner tidak akan percaya lagi. Jangan lupa : kuatkan tali persahabatan diantara engineers; karena dunia civil engineering sangatlah sempit dan pasti akan ketemu-ketemu lagi.

    Maju terus P.T.WA :
    Doa saya teruslah berkarya P.T.WA; pertahankan mutu dan smart bekerja agar owner terpikat dan tetap menjadi Konsultan berkelas; apalagi, sekarang tertantang di depan obsesi P’ WW untuk merancang jembatan selat sunda; seperti lukisan yang terpampang di kantor pribadi P’ WW. Tapi sekarang, faktanya, anaknya si gunung sudah mulai sakit lagi; batuk, so (?)

    Sampe lupa:
    Adu’ Pa’ IB dan sobat hebat Donald; ntar aja saya sambung, ya, sudah malam nich; saya ada acara; biasa. Oh, ya, mengenai saya cari nafkah dimana dan dengan siapa ? sampe lupa, kapan-kapan aja, ya; kalo postingan saya di opened oleh yang punya blog; mas Wir.

    See u all my beloved friends.
    robert (dot) pasaribu (at) jakartatower (dot) com

    Suka

  7. Horas horas

    Pak Robert..sekarang highrise building juga memanas koq memang gak jelas sih skalanya dibanding tahun 90an (saya masih SMP-SMA waktu itu). Cuma PTW kalah bersaing nih..pak Robert kasih proyek donk hehe. Menara Jakarta jadi gak sih pak?

    Mengenang meeting proyek SenayanRes saya masih bau kencur waktu itu masih ingat ditinggalin P’IB sendirian ditanya2 ama ownernya..kagak ngerti saya hehehe apalagi soal JO-JO itu pak Robert (apa pula JO ini huahahaha ngomong apa pula pak Robert ini:p). Soal cepat-cepat itu gak tepat pak Robert saya cuma senang bekerja efektif..tapi anehnya selalu aja ada masalah. Disitulah kurangnya pengalaman saya makanya sekarang saya lebih konsentrasi memahami permasalahan dibanding buat model ETABS klak klik klak klik run, design, masukin ke ETABS, keluar tulangan, gambar..wah gak belajar apa2 itu.

    Ada pepatah “Gak ada pak Robert gak asik”. Beneran lho gak ada pak Robert, pak Budistriyo, pak Irawan..PTW kehilangan “roh”nya untung masih ada bu Fau ama pak Khamami sisanya ABG semua pak, saya aja tergolong tua.

    Soal pak ST..saya menjuluki pak ST di proyek KGS sebagai “TPKB3”..TPKB2 mah gak ada apa2nya…pas TPKB3 busyet dah pertanyaannya lebih tebel dari laporan struktur kita untuk TPKB2 dan terdiri dari beberapa volume:<. Untunglah pak ST baik hati memberi pertanyaan tapi juga solusi….ah sayang pak ST tidak ada lagi, rapat internal PTW saat ini membosankan dan terlalu ‘serius’ hehehe.

    Note: JO = joint operation
    PS: Hindarilah TPKB3 sebisa mungkin hehehehe :p pis pak ST kalau bapak membaca blog ini.

    Suka

  8. Oii…, Nald (biasa, panggilan waktu di WA) :
    Untung Donald; via Bapak Johan pastinya, dikenal P’ ST. Kalo tidak, wah, pasti bisa menuju TPKB 4 tu’ KGS. Jadi asistensinya : lancar. Kalo Jakarta Tower, under construction ; masih sub structure: excavation dan ground anchor.

    Roh :
    Waw’, Donald omong roh’ nya P.T.WA, nggak’ lah. Tapi sebagai pemberi semangat ?, ya, ku jawab.
    Nald…, hanya itu yang kumiliki. Kalo kita memble’, gimana hasilnya ? dan mungkin Owner; jadi tanda tanya nich’ :bisa nggak, ya. Tapi kalo kita semangat: memberi masukan dan selesaikan masalah, tu’ Owner jadi semangat juga untuk menyelesaikan tagihan.

    Ujung tombak :
    Mengenai : asik ? ni’ P’ RP (jadi ge’er nich). Ya, itulah pergaulan: semua digauli (jangan porno, ya), ketemu satpam, say… selamat pagi; siang. Ketemu Ambar (masih ada, nggak?), say… hello, ketemu Drafter say…, hay men. Ketemu OB, say…, hello Mursaleh dll. Karena mereka ini semua adalah ujung tombak; yang membantu penyelesaian dokumen perancangan. Mursaleh…, jadi cepat langsung foto copy. Drafter langsung cepat gambar rancangan kita. Ambar, langsung bisa cepat ambil dokumen yang kita perlu dlsb-nya. Itulah pergaulan; selama hidup kita perlu dibina hubungan ini: dimana saja dengan siapa saja!.
    Waw, jadi ngomong masalah kehidupan nich.
    Ntar aja lagi, ya.

    Sekarang back to civil engineering,

    Sangat butuh orang struktural :
    Nald…, kalo ada teman-temannya. Barusan, siang ini; pas istirahat; teman saya P’ Kurnia telepon: Beliau butuh orang segera.
    3 (tiga) orang Structural Engineer, pengalaman pernah merancang bangunan High Rise Building itu aja; ya, pengalaman 1-3 tahun lah.

    Segera Hub.: P’ Kurnia HP.:0812 962 65 39. Kalo boleh segera hubungi P’ Kur.; selambat-lambatnya minggu ini. Tapi jangan lupa :omong dengan Beliau; kuncinya : info dari Robert Pasaribu; karena nama saya dikenang ama Beliau, ato apalah namanya. Pergaulan.

    Oke, itu aja dulu ya, mau rapat dengan para Kontraktor, nich.

    See ya’.

    Suka

  9. Salam kenal untuk semuanya,

    saya alumni PTW thn 2003, banyak ilmu yang bisa diperoleh di PTW terutama dari senior2 spt: Pak Robert Pasaribu, Pak Irawan, Ibu Fau.dll. Waktu pulang ke Indo kemarin sempat ketemu Ibu Fau juga.

    Berkat ilmu dari PTW sekarang saya bisa kerja di Dubai dan sekarang ada di Qatar.

    Salam
    nurmunjid@yahoo.com

    Suka

  10. wah rame nih reuni di internetnya ….
    asyik juga kalo ada tempat diskusi ya ..
    Ada P IW, P Wir, P R Pass, … yg lain gak kenal neh ..

    Suka

  11. Salam kenal pak Martin, bapak lulusan tahun berapa pak?

    Kayanya milis exptw lebih ke arah generasi abege pak Irawan…mungkin sarana buat cari jodoh juga.

    Suka

  12. hay …
    saya bukan alumni str-ptw, tapi kalu’ anak str-ptw pasti kenal diriku …. hmmmmmm🙂
    yang pasti saya anak bawangnya str-ptw, kenal-kan?
    Hanan .. dimana dikau berada kini ?
    yang suka bareng-bareng sama hanan siapa ya ..? yang orang cirebon tea …
    sorry ..ah.. ngobrolnya nggak bermutu .. soalnya gua bukan engineer .. sih …

    oke .. salam buat semua … temen-temen alumni ptw ..

    (nana-belum jadi alumni ptw, angkatan 84—> he..hehe.. tua amat ya ..)

    Suka

  13. Maaf Bapak Ibu teman temin; (P Steffie, P Robert G, P Yusuf S, Fau, Hui, Handoko, Lani, Irwan, Irawan. Hanan, Harsono, Wiryanto, Nana, Delyon-kapan taruhan makan bakso dgn bertanding badminton he..he, dll ex PTW) saya belum dapat bergabung re-uni kesekian kalinya, tetapi doa saya untuk kalian senantiasa menyertai kalian semua semua dimanapun kalian berada- Best regards & keep in touch- Budi Utama

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s