nenepi di lereng sungai Progo


Bagi orang Jawa (apalagi yang dari Yogya dan sekitarnya), istilah nenepi tentunya tidak asing lagi. Istilah tersebut dimaksudkan pada ‘laku’ atau tindakan yang dikhususkan untuk memperkaya pengalaman batin, untuk memperoleh kesadaran bahwa begitu besarnya alam semesta dan begitu kecilnya manusia, oleh siapa itu semuanya ada dan untuk apa gerangan keberadaan tersebut. Untuk mendapat pemahaman itulah umumnya diperlukan kesendirian, keheningan dan dekat dengan alam, sehingga dapat tenang untuk merenungkan serta melantunkan doa kepada Nya. Karena keheningan itu umumnya adanya bukan ditengah-tengah (pusat) tetapi di pinggiran atau tepi maka timbulah istilah tersebut.

Mencari tempat nenepi di Yogyakarta adalah sarangnya. Kali ini saya akan melaporkan hasil kunjungan ke Sendang Jatiningsih di pinggiran lereng sungai Progo sebagai salah satu tempat nenepi bagi umat Katolik.

Kalau dipikir-pikir umat yang beragama Katolik secara umum mempunyai perilaku yang mirip dengan orang Jawa tradisionil yaitu suka nenepi. Meskipun tentu saja tidak memakai istilah nenepi tersebut, tetapi ziarah rohani ke tempat-tempat yang secara rohani dianggap mempunyai aura tertentu. Lihat aja Lourdes di Perancis, Fatima di Portugal, Guadalupe di Meksiko dan jangan ketinggalan Sendang Sono di Jawa Tengah itu.

Ternyata dipinggiran kota Yogya ke arah Godean Sleman di tepian lereng sungai yang terjal ada juga tempat semacam itu. Kemarin hari selasa bersama ibu , istri, adik dan ponakan berkunjung kesana. Siapa tahu anda tertarik untuk nenepi di sana.


Dari agenda yang terpampang di halaman parkir maka jelaslah bahwa nenepi di tempat tersebut telah menjadi suatu kegiatan rutin orang-orang Katolik dan tidak terbatas orang sekitarnya, ternyata banyak yang datang juga dari tempat-tempat lain yang cukup jauh.


Ini foto halaman depan yang sekaligus tempat parkir untuk nenepi di Sendang Jatiningsih. O ya masuknya gratis lho, warung yang tampak itu tempat jualan buku-patung rohani. Kebanyakan buku-buku Kanisius sih.


Dari arah pintu masuk maka akan nampak pemandangan yang cukup asri sebagaimana terlihat dari foto di atas. Di sebelah kiri kira-kira 30 m di bawahnya (cukup terjal) akan nampak hamparan sungai Progo yang cukup luas, ada kesan berundak-undak. Memang sih nggak sebesar tempat ziarah Sendangsono, tapi karena dekat dengan Yogya dan cukup sepi serta berpemandangan lapang (yang ke sungai) maka cukup menarik juga.


Sedangkan foto ini diambil dari ujung (arah berlawanan ketika masuk), terlihat orang-orang duduk tersebut adalah sedang berdoa menghadap goa Maria. Jadi karena tempat nenepi-nya dikhususkan buat umat Katolik maka disana seperti juga di Lourdes, Fatima maupun Guadalupe maka Bunda Maria menjadi sentral fokusnya.


Goa buatan dengan patung Bunda Maria, dibawahnya terdapat tempat menyalakan lilin. O ya bagi teman-teman bukan Katolik jangan kaget ya, kita tidak menyembah patung itu lho. Patung ya patung, kalau rusak ya diganti gitu. Patung itu sebagai sarana kontemplasi aja agar memudahkan konsentrasi fokus gitu lho.

Tempatnya tersebut cukup sejuk, hening dan sepi, disebelah pinggir jauh dibawah akan tampak sungai Progo. 


Bahwa tempat tersebut telah dikenal secara formal, oleh dan untuk umat Katolik dapat dilihat dari prasasti peresmiannya oleh Uskup Agung Semarang.


Oleh karena itu jangalah heran, tempat tersebut juga berfungsi sebagai tempat bersembahyang, itu ada altarnya mirip dengan yang di Sendang Sono. Jadi pantaslah kalau membaca agenda tadi maka tiap-tiap Jumat pertama diadakan misa suci di tempat tersebut, malam hari lagi. Wah memang benar-benar tepat jika yang dicari adalah wening lan dunung.

One thought on “nenepi di lereng sungai Progo

  1. wak apik tenan mas. Saya warga desa sana yang sekarang sedang glidig di negri orang rasanya mak ces…. bisa melihat foto alam desaku dan Bunda Maria kebanggaanku. Critamu juga jlentreh, yakin yen njenengan pancen wis tahu nenepi ato ziarah ke Sendang Jatiningsih.

    Trimakasih
    Tara

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s