my research need your supports


Sebagai bagian dalam penyelesaian disertasi, saya akan melaksanakan riset eksperimental suatu sambungan pelat baja tipis (1mm – 5mm) dengan baut mutu tinggi. Untuk proses pengujian eksperimentalnya sendiri, saya akan memanfaatkannya juga sebagai bahan skripsi level S1.

Risetnya sendiri akan saya bagi dalam tiga tahapan utama, dimulai dari riset yang pernah dilakukan orang lain sehingga hasilnya dapat dilakukan perbandingan, selanjutnya tahapan yang ke dua memang belum pernah dilakukan tetapi hasilnya mudah diprediksi berdasarkan hasil yang pertama. Fenomena hasil riset yang kedua dapat juga digunakan untuk memahami perilaku friksi sambungan baut pada pelat tipis. Akhirnya pada tahap ke-tiga atau yang utama adalah yang menjadi topik disertasi. Untuk yang terakhir ini, sampelnya telah dipelajari dulu perilakunya memakai cara numerik (fem memakai Abaqus).

Untuk pelaksanaan riset itu sendiri, saya (dan team) memerlukan bahan-bahan sampel uji yang terdiri dari :

  • pelat baja tipis atau baja cold-formed, tebal bervariasi dari 1 mm sampai 5 mm
  • baut mutu tinggi ASTM A325, ukuran 1/2 in atau setara, maksimum 16 mm, termasuk alat-alat pemasangan yang diperlukan.
  • informasi bengkel bubut untuk membuat washer khusus.

Berkaitan dengan itu semua, bilamana rekan-rekan pembaca blog ini yang mempunyai kemudahan dengan bahan-bahan sampel di atas, juga yang mempunyai kepedulian dengan perkembangan ilmu teknik sipil di Indonesia, sudikah kiranya memberi dukungan riset kami tersebut.

Untuk semuanya itu, tidak ada sesuatu yang dapat saya tawarkan sebagai gantinya, kecuali harapan semoga Tuhan membalas budi baik anda. Amin.

Tentang detail / gambaran riset yang dimaksud, adalah :

Rencana Penelitian Eksperimental berkaitan dengan Disertasi

Wiryanto Dewobroto

Penelitian I : Perilaku Keruntuhan Sambungan Pelat Satu Sisi memakai Baut Mutu Tinggi – Washer Type Standar

1. Orisinilitas : tidak (Chesson et. al. 1965, Allen et. al. 1968, Kulak et. al. 1987)
2. Tujuan :

  • Mampu melaksanakan penelitian pembebanan suatu sistem struktur (sambungan) sampai runtuh dan mampu melakukan pengamatan perilaku struktur pada kondisi ultimate. Karena hasilnya dapat dibandingkan (dikalibrasi) dengan hasil penelitian terdahulu maka diharapkan pada tahapan para peneliti dapat berlatih banyak untuk mendapatkan penelitian yang benar yang diperlukan untuk proses penelitian selanjutnya (orisinil yang belum ada pembanding).
  • Hasil pengamatan dan pencatatan proses keruntuhan sambungan merupakan data primer bukti bahwa kinerja sambungan pelat baja satu sisi dengan friksi dipengaruhi oleh ketebalan pelat sambungan.

3. Batasan :

  • Sampel sambungan yang dipilih adalah sambungan satu sisi dan ukurannya juga dipilih sehingga hanya mengakibatkan keruntuhan pada pelat.
  • Ukuran baut mutu tinggi yang dipilih adalah ½ in (12 mm)
  • Ukuran jarak lubang baut pada pelat memenuhi persyaratan minimum yang ditentukan peraturan (AISC maupun AISI)

4. Parameter sambungan pelat yang di tinjau, adalah:

  • Ketebalan pelat dipilih dalam kategori pelat tipis – menengah (t £ 5mm) , atau pelat-pelat yang dapat dikerjakan dingin (cold-formed).
  • Ukuran lubang baut (standar, over-sized)

5. Penelitian melibatkan S1 (untuk skripsi) karena:

  • Mhs akan mendapatkan kemampuan penelitian eksperimental
  • Mhs akan mengetahui cara pemasangan maupun perilaku sambungan baut mutu tinggi secara empiris, baik tentang sistem tumpu maupun friction.
  • Menularkan tradisi penelitian di tingkat perguruan tinggi.

Penelitian II : Perilaku Keruntuhan Sambungan Pelat Satu Sisi memakai Baut Mutu Tinggi – Washer Type Dipertebal

1. Orisinilitas : ya
2. Tujuan :

  • Mendapatkan bukti bahwa bidang kontak yang lebih luas yang dapat mendistribusikan gaya friksi baut sehingga mempengaruhi kekuatan sambungan sebelum terjadi slip.

3. Batasan :

  • Sampel sambungan yang dipilih adalah sambungan satu sisi dan ukurannya juga dipilih sehingga hanya mengakibatkan keruntuhan pada pelat.
  • Ukuran baut mutu tinggi yang dipilih adalah ½ in (12 mm)
  • Ukuran pelat memenuhi persyaratan minimum yang ditentukan peraturan (AISC maupun AISI)
  • Hanya digunakan pada pelat tipis yang mana pada percobaan satu diketahui bahwa efek friksinya hilang (tidak efektif)

4. Parameter sambungan pelat yang di tinjau, adalah:

  • Kekuatan sebelum slip
  • Perilaku setelah slip. Untuk mendapatkan bukti bahwa meskipun perilaku baut ada friksi dan tumpu, tetapi yang menentukan kekuatan akhir adalah perilaku tumpunya. Itu sangat terlihat pada pelat tipis, dimana dapat terjadi kemungkinan kapasitas tumpu sambungan << kapasitas friksi sambungan.

Penelitian III (Final) : Perilaku Keruntuhan Sambungan Pelat Satu Sisi memakai Baut Mutu Tinggi – Washer Type Khusus (Disertasi S3)

1. Orisinilitas : ya

2. Tujuan :

  • Mendapatkan bukti empiris bahwa teori yang diajukan adalah benar adanya khusus berkaitan dengan sistem sambungan baru yang diusulkan.
  • Sistem sambungan tadi berguna untuk meningkatkan kinerja sambungan pelat tipis dengan memanfaatkan baut mutu tinggi.
  • Berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut dalam skala yang lebih luas (industri).

3. Batasan :

  • Sampel sambungan yang dipilih adalah sambungan satu sisi dan ukurannya juga dipilih sehingga hanya mengakibatkan keruntuhan pada pelat.
  • Ukuran baut mutu tinggi yang dipilih adalah ½ in (12 mm)
  • Ukuran pelat memenuhi persyaratan minimum yang ditentukan peraturan (AISC maupun AISI)
  • Hanya digunakan pada pelat tipis yang mana pada percobaan satu diketahui bahwa efek friksinya hilang (tidak efektif)

4. Parameter sambungan pelat yang di tinjau, adalah:

  • Kekuatan sebelum slip
  • Perilaku setelah slip.

<< up-dated 2 September 2007>>

Untuk memulai riset yang baik, yang dapat digunakan sebagai acuan bagi penelitian lain maka pendapat berikut:

high-quality structural modeling is best done by skilled engineers and technicians at established laboratories (Harris-Sabnis 1999)

maka tentulah perlu menjadi pemikiran awal. Untuk itulah penulis mencoba mencari informasi laboratorium mana yang perlu di jajagi. Menurut Prof. Sahari Besari maka laboratorium yang boleh menjadi pertimbangan adalah LUK-Serpong di Jakarta, serta Lab Struktur ITB serta Lab Puskim di Bandung. Jadi ada tiga laboratorium yang dianggap OK oleh prof Sahari di Indonesia ini.

Selanjutnya penulis mencoba minta nasehat dari Dr. Muslinang Moestopo , dosen ITB yang menggeluti bidang struktur baja dan terkenal cukup getol mensosialisasikan peraturan baja yang terbaru. Ternyata, kebetulan sekali beliau adalah salah satu kepala laboratorium Mekanika (dahulu PAU) di ITB. Beliau sangat welcome, hari Jumat tanggal 31 Agustus kemarin bahkan saya diundang ke kantornya untuk mendapatkan informasi berkenaan dengan kemampuan laboratorium tersebut sekaligus melakukan kunjungan ke lab dan dikenalkan dengan teknisi lab tersebut, yaitu bapak Rahmat dan bapak Burhan.

Dari perbincangan dengan pak Burhan, yang telah berpengalaman dengan banyak riset di lab tersebut, penulis mendapat informasi bahwa pembuatan washer khusus dapat dilakukan oleh lab tersebut.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan riset ini akan menggunakan lab tersebut.

Ini mesin Dartec kapasitas 0-150 ton dan dengan ketelitian pembacaan sampai kg yang diusulkan akan digunakan.

mesin uji

Pak Rahmat sedang menunggui mesin dinyalakan untuk didemokan.

komputer pembacaan

Meskipun komputer pada mesin tersebut mampu merekam kurva beban-lendutan tapi untuk mendapatkan ketelitian yang andal maka prof Sahari tetap meminta dipasang LVDT (Linier Variable Differential Transformes) sebagai pendamping.

Wah, kalau begitu ini menjadi awalan yang baik.

Lagi-lagi bagi pembaca blog ini yang punya produksi pelat tipis, yaitu tebal 1.0 mm; 1.5 mm; 2.5 mm ; 5 mm dan 10 mm dan tertarik untuk menguji kemampuan produksinya, silahkan win-win dengan menyumbang bahan material uji untuk riset ini.

Win-win gimana sih pak, maksudnya. Gini lho, jika produk anda ikut men-support riset ini berarti kesuksesan riset ini pasti akan berimbas pada produk tersebut. Maksudnya sukses. Kalau risetnya sendiri pasti harus berhasil, tapi itu bukan menjadi indikasi sukses. Sukses disini adalah jika riset tersebut dapat menjadi acuan bagi periset lain atau engineer-engineer yang lain, minimal menjadi inspirator. Jadi untuk itu pasti ada publikasi yang baik. Mengenai publikasi yang baik, jelas reputasi dan pengalaman periset tersebut yang menjadi jaminannya. Siapa sih periset tersebut, ya jelas dong si pemilik blog ini.😀

3 thoughts on “my research need your supports

  1. Mas Wir,

    Saya mengutip maksud research sampeyan ini adalah seperti ini.
    “Mendapatkan bukti bahwa bidang kontak yang lebih luas yang dapat mendistribusikan gaya friksi baut sehingga mempengaruhi kekuatan sambungan sebelum terjadi slip.”

    apakah ini bisa diterapkan untuk menghitung kekuatan sambungan clamp?

    apakah anda juga memperhitungkan seberapa besar tightening baut? artinya kalau baut makin kencang, gaya friksinya juga makin besar. seberapa banyak variasi tightening ini anda lakukan?

    Hananto
    hananto_nugroho@fmi.com
    hananto.adi@gmail.com

    Wir’s note: jika friksi pada baut mau didayagunakan maka baut harus dikencangkan sekuat-kuatnya min 70% ultimate. Pada penelitian ke-2 itu mau menunjukkan bahwa kekuatan friksi yang lebih besar dari tumpu (karena ada washer khusus) menghasilkan keruntuhan non-daktail, oleh karena itulah AISI (peraturan cold-formed USA) tidak boleh merencanakan sambungan friksi pada pelat baja tipis. Itu pula yang menjadi dasar mengapa riset disertasi saya perlu (penelitian 3).

    Suka

  2. info aja pak,
    d websitenya University of Sydney, http://www.civil.usyd.edu.au , bisa di download hasil penelitian staf mereka. saya lihat sekilas ada bbrp yg berkaitan dengan cold formed steel. mungkin ada yg berkaitan dengan penelitian bapak.

    warm regards
    -Rp-

    Wir’s comments : Trims mas. Link ini pasti akan berguna bagi mahasiswa-mahasiswa S1 UPH yang mau mengkaitkan skripsi-nya dengan riset disertasi saya di atas. Tentang web-nya Prof. Hancook (University of Sidney) memang telah menjadi salah satu inspirasi saya untuk meneliti struktur baja tipis tersebut, yang mana di Indonesia belum ada peraturan yang mendukungnya apalagi ahli-ahli penelitinya. Saya berharap dari UPH nanti bisa sedikit melengkapi kasanah keilmuan struktur baja tipis di Indonesia ini. Semoga.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s