profil satu institusi pendidikan civil-engineering di China


Jika kita masih ingat dengan keberadaan motor china, tentu akan memandang dengan sebelah mata mengenai perguruan tinggi di sana. Bahkan tidak ada dalam pikiran kita, bahwa pendidikan kita perlu dibandingkan dengan China. Kita (sebagian besar) masih menganggap bahwa perguruan tinggi di sini masih lebih ‘sip’. He, he, he kalau begitu jadi ingat pepatah : seperti katak dalam tempurung.ūüėÄ

Apakah demikian adanya ?

Fakta menunjukkan bahwa perkembangan di China begitu pesat, produk-produk importnya tersebar dimana-mana dan terkenal murah lagi. Meskipun dalam benak, kita selalu beralasan bahwa itu semua karena tenaga kerjanya dibayar murah sekali. Nggak manusiawi. Kenapa mau dibayar murah, nggak terdidik kali ?

Tetapi di bidang¬†engineering faktanya juga sama ! Perusahaan rekayasa China mulai penetrasi ke sini, Indonesia,¬†dengan mottonya “murah“.¬†Motto yang sederhana tetapi efektif . Proyek-proyek kita mulai diserbu (mungkin kata ini terlalu berlebihan, tapi jangan anggap enteng lho), ya dimenangkan tendernya oleh engineer dari China, contohnya adalah pembangunan jembatan Suramadu, itu kontraktor utamanya dari China. Kontraktor lokal, PT. Waskita dan satu lagi itu (lupa), hanya jadi sub-nya aja. O ya ingat, ada proyek lain, komponen prestressed untuk jembatan Grand-Wisata di dekat kota bekasi itu juga dipasok dari China lho.

Lho koq hebat ya. Informasi-informasi tentang China yang maju ternyata semakin banyak !

Ada bukti baru nih !

Saat ini, saya ditugasi mengelola paper untuk konferensi internasional EACEF di UPH (http://eacef.wordpress.com) . Acara tersebut cukup mendapat tanggapan dari para engineering dan scientific dalam dan mancanegara. Kira-kira ada 147 paper yang masuk (separo dari luar negeri).

Bila dianggap paper adalah produk ilmiah dari suatu institusi pendidikan, maka selanjutnya dapat disimpulkan bahwa institusi pendidikan yang produktif mengirim paper adalah institusi pendidikan yang produk ilmiahnya paling tinggi. Jadi bisa disebut bermutu dari sisi ilmiah. Benar nggak nih.

Kalau di Indonesia khan nggak seperti itu ya, bahwa suatu perguruan tinggi yang bermutu adalah perguruan tinggi yang lulusannya paling banyak / cepat dapet kerjaan, apalagi kalau jadi menteri. Jadi alumni perguruan tinggi yang paling banyak jadi menteri di negeri ini, adalah perguruan tinggi yang bermutu. Betul khan. Meskipun kenyataannya, negeri ini masih terpuruk juga.

Jadi maklumlah jika perguruan tinggi kita belum bisa diperbandingkan dengan perguruan tinggi di luar sana. Tolok ukurnya berbeda. 

Kembali ke laptop produktifitas ilmiah.

Karena yang paling banyak mengirim paper ke EACEF adalah ITB (Bandung,  dalam negeri). Maka dapat secara jelas kita nyatakan bahwa ITB adalah perguruan tinggi yang produktivitas ilmiahnya paling besar. Ini saya kira mudah dipahami, kita semua telah mengakuinya bersama-sama. Bravo ITB.

Tetapi anehnya, ada satu perguruan tinggi di sini, yang rektornya pernah gembar-gembor menyatakan diri akan menjadi university of research , tetapi tidak satupun warganya mengirim paper. Nggak produktif sama sekali. Kami sebenarnya sudah menginformasikan secara formal maupun informal tentang keberadaan konferensi international tersebut. Jadi, saya kira tidak ada alasan mereka tidak tahu.

Ada dua alasan untuk tidak mengirim karya ilmiah, pertama adalah tidak punya produk ilmiah untuk ditampilkan dalam acara forum ilmiah, sedangkan kedua menganggap bahwa konferensi ilmiah di UPH adalah kacangan. Males untuk menampilkannya di situ. Saya nggak tahu, alasan apa yang dipilih. Terlepas dari alasan-alasan tersebut maka kelihatan bahwa perguruan tinggi yang produk ilmiahnya berlimpah sehingga menjadi mayoritas di acara tersebut adalah ITB.¬†¬†Jadi bukan perguruan tinggi yang menyatakan diri university of research itu. Dengan demikian gembar-gembor rektornya itu, yang mau jadi university of research ternyata baru retorika belaka (biasa kan di Indonesia). O ya ini tentang bidang civil engineering saja ya, mungkin di bidang lain sudah lho.ūüėÄ

Jadi ITB masih nomer satu di bidang engineering untuk produktivitas ilmiah. Syukurlah aku mendapat promotor profesor senior dari ITB juga. Bravo ITB dan juga UNPAR yang dapat berkolaborasi dengan baik, bersinergi memanfatkan potensi yang ada. Jelas gabungan ITB dan UNPAR akan menghasilkan doktor yang mumpuni (he, he, sorry ini pendapat personal ya).

Setelah ITB ternyata paper yang mendominasi dalam acara tersebut adalah dari China.

Hebat juga ya, ini surprise bagi saya. Ketika hal tersebut dijadikan wacana maka ada rencana untuk mengenal lebih dekat institusi China tersebut, siapa tahu dapat berkolaborasi di masa mendatang. Untuk itu dihubungilah Universitas Southeast China yang memegang rekor pengirim paper paling banyak ke dua setelah ITB.

Anda sudah pernah dengan nama universitas China tersebut. Pasti belum bukan. Mungkin ada juga, tapi pasti kecil. Oleh karena itu, ada baiknya saya buka aja surat perkenalan mereka. Kayak apa sih mereka itu. Lebih baik dari kita (anggaplah ITB) atau tidak.

College of Civil Engineering in Southeast University

General Information

Address: 
Nanjing, 210096
P.R.China
Tel: 025-3793223, 3793224
 

The College was established on the basis of the Department of Civil Engineering founded in 1923. Due to hard working of many distinguished scholars, such as Mao Yisheng, Jin Baozhen, Xu Baichuan, Liang Zhiming, Liu Shuxu, Ding Dajun, Fang Fusen, Hu Qianshan, Tang Nianci, Bao Enzhan, Li Yinyu and Lu Zhitao, the Department had made great progress and won international reputation in areas of civil engineering, transportation engineering, material science and engineering, environmental science and engineering and engineering mechanic.

In 1997, the College of Civil Engineering was founded on the basis of Department of Civil Engineering, Department of Environmental Engineering under the College of Transportation Engineering (original) and the Section of Mechanics under the Department of Mathematics and Mechanics (original). The College now has 5 departments :

  1. Department of Architectural Engineering,
  2. Department of Constructions and Real Estate,
  3. Department of Environmental Engineering,
  4. Department of Engineering Mechanics and
  5. Department of Bridge-Tunnel and Underground Engineering  

and two labs the Central Laboratory under the College and the Key Laboratory of Concrete and Prestressed Concrete Structures, Ministry of Education, China.

The total number of faculty staffs and technician is 140, including one member of the Chinese Academy of Engineering, 36 professor, 20 supervisors for Ph.D programmes, 32 associate professors and senior engineers and 40 teachers with Ph.D degree.

There are 1 postdoctoral research station, 2 first-call Ph.D programmes, 10 second-class Ph.D programmes, 12 master programmes, 5 four-year undergraduate programmes (full-time), 1 three-year undergraduate programmes for adult education (part-time).

The number of the students is totally over 2000, including Ph.D and master students and undergraduates. In addition, short-time visit scholar and post-doctor research fellows are welcomed to work ini College.
The research area in the College covers civil engineering, enviromental engineering, mechanics and project management.

Structural engineering is nominated as the key disipline and developed via ‚Äú211 project‚ÄĚ authorized by the state of China. Disaster Prevention and Reduction Engineering & Shelter Engineering is nominated as the key discipline of Jiangsu Province. The College has the Key Laboratory of Concrete and Prestressed Concrete Structures, Ministry of Education, China and can appoint chair professors of ‚ÄúThe Cheung Kong Scholar‚Äôs Program‚ÄĚ. The two undergraduate programmes, civil engineering and project management haver firstly past the evaluation by the National Civil Engineering Committee and the National Project Management Committee in 2000, and become a first-class undergraduate programme in China.

The College has 18 research institutes (centres) which include

  • Research Institute of Civil Engineering,
  • Research Institute of Prestressed Concrete Engineering,
  • Research Center of Seismic Engineering,
  • Research Institute for Space Structures and Forms,
  • Southeast Underground Structure Research Center,
  • Research and Exploitation Center for High-strength Concrete,
  • Research Institute of Real Estate,
  • Research Institute of Construction Management,
  • Research Institute of Building Services,
  • Research Institute of Engineering Mechanic,
  • Research Institute of Enviromental Engineering,
  • Research institute of Structural System and New Technology,
  • Research Institute of Engineering Project Management,
  • Research Center of Steel Structures, Design Institute,
  • and etc.¬†¬†

There are also some large-scale laboratories such as

  • Structural Laboratory,
  • Prestressed Structure Laboratory,
  • Laboratory of Mechanics,
  • Laboratory of Hydraulic,
  • Laboratory of Structural Mechanics,
  • Laboratory of Envirometal Engineering,
  • Computer and CAD Center and
  • Experimental Center of Mechanics¬†¬†

which are all served for teaching and research.

The College has a library with a long history and abundant professional books.

The College has brought up 8000 undergraduates, 500 Masters, and 100 Ph.Doctors. In the recent ten years, she has made great achievement in science research, teaching reformation and teaching material.

Since 1991, many award in research have been won, in which 6 authorized by the state scientific research committee, 72 athorized by the ministerial or provincial government. Some award for excellent education and teaching material have all been won in which 5 authorized by the stated and 23 by ministerial and provicincial education committee.

Also 5 international conferences were organized by the College and thousands of theses in domestic and overseas publications and 110 teaching books and monographs have been released.

Ya itulah sedikit profil dari suatu universitas di China yang umumnya tidak kita kenal. Apakah kita masih lebih baik dari mereka ?

Institusi anda tertarik untuk berkolaborasi dengan mereka ? Datanglah besok September ke UPH !ūüėÄ

8 thoughts on “profil satu institusi pendidikan civil-engineering di China

  1. He he di Eropa saja banyak sekali mahasiswa Cina. Entah itu S1,S2,S3, atau post doc, lebih banyak daripada negara negara lainnya. Tanya kenapa?

    Bahkan ada yang cuman kursus Autocad aja di Eropa. Tapi kenapa kok jauh jauh, kalo di cina juga ada.

    Di cina karyawan/engineernya bawa rantang pake sepeda. on time terus walaupun bayarannya sedikit.tanya kenapa?

    Suka

  2. “pembangunan jembatan Suramadu, itu kontraktor utamanya dari China”

    Kalo nggak salah: Pembangunan Suramadu memang pinjaman dari China, yang mensyaratkan penggunaan kontraktor/konsultan China, material dan bahan dari China. Baja dari China. Kita cuma kebagian sedikit.

    Satu hal yang patut dicatat dari orang Jepang dan China untuk para konstruktor/konsultan negeri ini. Cintailah Produk Dalam Negeri. Gunakan sebanyak mungkin material dalam negeri untuk membangun negeri ini [kecuali pinjaman luar negeri yang mensyaratkan lain]

    Meskipun begitu diakui kualitas mereka memang lebih baik. Itu terlihat dari gambar – gambar kerja yang telah dibuat. Sangat rapi dan engineered. Detail seperti orang orang Eropa.

    Suka

  3. Pak Wir, masih memungkinkan untuk kirim paper lagi gak? Rupanya saya terlewat dengan info ini, sebab saya lihat ternyata “Call 4 paper is closed”. Supervisor saya pingin ikut nih…, kalau masih mungkin. Bidang saya wastewater treatment. Boleh gak?? khan full papernya masih 30 Juli 2007. Trims, sebelumnya.

    Suka

  4. Kita ada kebijaksanaan pak, untuk yang terlambat tetapi berminat maka jika mereka mau mengirimkan full-paper-nya sedini mungkin maka akan kami review case per-case.

    Saya nggak mau memberi janji sih, tapi kalau memang meyakinkan maka beberapa diterima koq. Welcome gitu. Tapi yang mutusin forum rapat dan Prof. Harianto adalah kuncinya. Jika supervisor bapak pernah kontak dengan beliau, lebih gampang lagi itu.

    Jadi intinya, tugas saya hanya menyampaikan lho.

    Suka

  5. OK, pak. Saya mengerti dengan apa yang bapak jelaskan. Dan saya akan coba siapkan satu full paper dan mengirimkannya secepat mungkin. Bagaimanapun saya hormati keputusan panitia nantinya.

    Suka

  6. Basi lho, Indonesia kebanyakan sarjana, disuruh ke lapangan pada melongo, apaan, Gw msh pegang anak2 D3 Sipil yang ilmunya lebih aplikasi, bukan Teori mulu.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s