adakah yang PASTI dalam hidup ini ?


Pasti, apakah itu ?

Ilmu pasti, adalah ilmu yang dapat menghasilkan sesuatu secara konsisten, tidak tergantung siapa yang pakai, dimana, kapan, dan bagaimana memakainya. Meskipun sudah disebut ilmu pasti, tetapi kepastiannya tersebut tidak mutlak, ada syarat-syarat atau batasan yang harus dipenuhi agar kepastian tersebut ada.

Jika itu kita terapkan dalam kehidupan kita, dengan pengalaman anda selama ini, adakah yang pasti pada hidup ini.

  • Apakah ada kepastian bahwa memiliki istri cantik atau suami ganteng, maka perkawinannya pasti akan langgeng ?  Lihatlah pengalaman : Rini Subono – Ahmad Albar, Tata – Tommy Suharto, Dewi Yul – Rae Sahetapi, dll yang mungkin anda sudah mengenalnya sebelumnya dan tidak menyangka itu akan terjadi padanya.
  • Apakah ada kepastian bahwa memiliki kekayaan melimpah, hidupnya juga senang ? Lihatlah pengalaman : Srinivasan atau siapa itu, yang bendahara golkar, yang berakhir hidupnya dengan terjun dari hotel Aston Sudirman. Tommy Suharto yang mewarisi kekayaan bapaknya (presiden Suharto) masih mau melibatkan diri pada perkara pembunuhan sehingga menyeretnya ke P. Nusa Kambangan sampai beberapa tahun, atau banyak lagi yang hidupnya serba berkecukupan tetapi mengakhir hidupnya dengan hal-hal yang nista (jatuh ke narkoba, dsb).
  • Pada bidang engineering, bidang ilmu pasti. Bagi anda-anda yang berpengalaman puluhan tahun pada bidang tersebut. Apakah anda menemukan bahwa ada kepastian bahwa setelah suatu bangunan didesain dan dikerjakan secara seksama pasti terhindar dari ‘keruntuhan’. Lihatlah apa yang terjadi dengan menara kembar WTC di New York pada peristiwa 11 September tempo hari. Runtuh berkeping dan tidak bersisa, hanya dalam hitungan jam, bahkan menit. Apakah ada yang menduga bahwa kota Aceh,  atau sebagian besar daerahnya dapat hilang tak berbekas dan dalam waktu yang tidak terlalu lama, hancur berantakan. Siapakah yang menduga juga bahwa hal yang mirip terjadi juga di kota Yogyakarta, yang aman setelah berpuluh-puluh, atau bahkan beratus-ratus tahun, tiba-tiba datang gempa dalam hitungan menit, lalu luluh lantaklah hasilnya. Bagaimana itu ?

Kalau begitu, apakah yang mutlak sifatnya di dunia ini, dan yang tidak dapat didebat oleh siapapun juga ? Oleh orang yang berpengalaman, oleh yang tua atau yang muda, oleh yang wanita atau pria atau oleh siapa saja ! Baik oleh president Bush atau Osama atau yang lain-lain.

Apa itu ?

Yang pasti di dunia ini, dalam kaitannya dengan kehidupan, maka yang mutlak setelah adanya kelahiran (kehidupan) hanyalah kematian adanya.

Jadi kematian adalah hal yang pasti, yang akan ditemui oleh setiap orang yang hidup, apakah itu tua atau muda, kaya atau miskin, pria atau wanita, beragama atau tidak, berpendidikan atau tidak berpendidikan sekalipun, maka sebaiknya anda yang sedang hidup ini selalulah ingat akan adanya kematian tersebut.

Jika anda menyadari bahwa kematian itu pasti ada, maka hidup ini rasanya terbatas, paling lama 100 tahun (itupun jarang) kebanyakan bahkan hanya mencapai separohnya.

Jadi dengan kehidupan yang pendek (relatif terhadap apa yang dapat kita ketahui dari sejarah ini) lalu apa yang sebaiknya kita sikapi !🙂

Jika kematian toh pada akhirnya yang kita dapati, lalu untuk apakah kita semua bersusah payah di dunia ini, sekolah tinggi-tinggi (bikin stress lagi), kerja keras cari duit, beli rumah, tanah, atau mobil. Toh itu semua, kalau kematian datang tidak akan ikut kebawa. Jadi ngapain semua yang anda lakukan ini, untuk apakah semuanya itu ?

11 thoughts on “adakah yang PASTI dalam hidup ini ?

  1. Setuju pak wir….

    Sesuai dengan apa yang dikatakan pengkotbah
    “segala sesuatu di bawah kolong langit adalah sia-sia..”

    mungkin sama dengan
    *sukses adalah fana..
    seseorang bisa melihat kesuksesan orang lain, tapi tidak bisa merasakan kesuksesan diri sendiri sampai dia berhenti dan melihat kebelakang..

    *ilmu adalah sementara..
    apa yang menjadi ilmu saat ini, sebentar akan menjadi hal biasa.. hanya 10 tahun yang lalu, kemampuan mengoperasikan komputer adalah ilmu yang berharga.. sekarang…

    *harta (kekayaan) tidak berharga..
    berapa banyak orang yang secara materi berkecukupan tapi harus melewatkan jam demi jam di tempat tidur sambil karena kondisi kesehatan yang memprihatinkan..
    orang yang sibuk mencari uang sampai tidak punya waktu untuk keluarga, teman, bahkan dirinya sendiri… Klo uda seperti ini, apa tujuan bekerja? mencari penghidupan… atau mengumpulkan harta sebanyak banyaknya tanpa bisa menikmati…

    mungkin disinilah agama (sebagai pedoman hidup) masuk ambil bagian.. bagaimana seseorang bisa menjalankan kehidupan sesuai dengan peran masing-masing yang diatur oleh Sang Pencipta.. supaya bisa menikmati setiap detik yang berlalu dalam hidup yang fana ini…

    regards,

    Richard

    Suka

  2. Yah trims Richard, sharing-nya.

    Yah, aku sekedar mau mengingatkan temen-temen di blog ini, bahwa jangan hanya asyik dengan keduniawian aja. Bahwa ada yang lain juga, yaitu yang dibatasi oleh orang yang hidup menyebutnya sebagai kematian. Dunia setelah kematian.

    Yang mana dalam ilmu-ilmu resmi eksata atau non-ekasata hal tersebut tidak pernah dibicarakan atau ditabukan. “Ini sekuler lho mas”, katanya. Hanya pada ilmu-ilmu agama maka hal tersebut dibahas.

    Sebagai manusia yang pasti akan menghadapi kematian maka ada baiknya memahami hakekat kematian tersebut dan juga hakekat kenapa kita di dunia ini. Jika semuanya toh akhirnya akan menemui sang kematian tersebut.

    Jelas, tidak ada orang di dunia ini yang dapat mengalahkan kematian tersebut. Satu-satunya yang pernah menemui dan kembali dari kematian tersebut hanyalah Yesus Kristus dan hanya Dia-lah yang secara fisik naik ke surga, yang sampai hari inipun di negara kita yang mayoritas muslim-pun mengakui bahkan memperingatinya dengan menjadikannya sebagai hari libur nasional : hari Kenaikan Isa Al Masih.

    Itu pulalah yang menjawab, mengapa pada blog ini, apa yang saya kategorikan dengan ‘the works’ juga menyangkut hal-hal tersebut.

    Suka

  3. Selamat Siang Pak Wiryanto, Salam kenal dari saya….

    Menarik sekali tulisan Pak Wiryanto mengenai tulisan ini yang mengatakan “adakah yang Pasti dalam hidup ini ?” .
    Tetapi menurut saya ada yang kurang dari tulisan yang dibuat oleh Pak Wiryanto dan Bang Richards dan arah tulisannya selalu menuju kepasrahan / ketidak berdayaan / pengakuan dari suatu kesalahan / kekurangan yang dimiliki / hopeless from error (maaf kalau menyinggung).

    Menurut pendapat saya , Pertanyaan dari Pak Wiryanto yang mengatakan adakah yang PAsti dalam Hidup ini ..? Dengan lantang, tegas dan berani saya akan menjawab ADA..!.
    Ada yang Pasti dalam hidup ini…
    Dan itu merupakan suatu hal yang tidak bisa ditawar – tawar lagi..
    Dan sangat berlogika….,
    Dan sangat mempengaruhi seluruh unsur, elemen , sebab – akibat yang terjadi di Alam semesta ini.
    Dan merupakan suatu Ilmu pengetahuan yang belum pernah dicoba oleh manusia.
    Jadi Apakah Yang ” PASTI” dalam Hidup ini..?
    yang ” Pasti” dalam hidup ini adalah..”.Ketidak Pastian.”.!

    “Ketidakpastian” adalah yang “Pasti” dalam hidup ini..!
    (Jangan tertawa dulu, mohon untuk mendalami dengan pikiran jernih, objektif dan tanpa emosi).
    Ketidak pastian atau perubahan atau suatu gejala sistematis teratur tanpa dikontrol oleh manusia tetapi merupakan system yang kompleks dan rumit serta mutlak.

    Anda (Bapak Wiryanto) mengatakan Ilmu Teknik Sipil merupakan ilmu agama dan pasti memberikan keselamatan dengan suatu cara prosedur perhitungan tertentu terhadap perletakan reaksi atas, bawah terhadap masing – masing beam dengan beban kendaraan yang diatur atau dengan kata lain mekanika teknik atau mekanika rekayasa terhadap sebuah jembatan penyeberangan.

    Saya katakan ilmu teknik sipil adalah bukan ilmu PASTI tetapi suatu ilmu pengetahuan yang dipelajari dari suatu penemuan masa lampau (discovery) terhadap segala aspek rancang bangun struktur dan setiap korban atau resiko yang terjadi serta dibuat aturan dan dibukukan secara tersendiri dengan tata cara ilmu Dunia barat yang kita pelajari (Eropa atau USA misal: AASHTO, British) dan sebenarnya kan jelas ilmu tersebut berasal dari suatu ketidak pastian – ketidak pastian yang terjadi (atau dengan bahasa keren Discoveri atau tak terduga/kebetulan) dari ketidak pastian yang terjadi pada suatu bentangan balok yang dilalui beban orang maka timbullah pemikiran (didalam otak yang mana??? kiri atau kanan atau samping? dalam bentuk apa?? berapa lama proses untuk menentukan keluarnya suatu rumusan..? kan jelas tidak pasti..! serta ketidak pastian (gaib)) untuk menentukan suatu standar perhitungan sampai dengan balok tersebut patah atau lentur karena dilalui beban diatasnya , pemikiran tersebut dikenal selanjutnya dengan ilmu Mekanika Teknik/ mekanika rekayasa..

    Jadi jelas bahwa yang Pasti dalam hidup ini adalah suatu ” Ketidak pastian” yang mengikat secara mutlak, teratur, sistematis terhadap segala aspek kehidupan kita dan alam semesta ini,, Apakah kematian adalah hal yang Pasti..? saya jawab tidak..!!!

    Kematian adalah hal yang tidak pasti atau ketidak pastian yang terjadi dalam suatu proses akhir kerja tubuh manusia karena sesuatu hal (ketidak pastian) yang terjadi tetapi apakah nanti kematian akan menjadi kehidupan lagi..? maka saya jawab itu juga merupakan suatu ” ketidak pastian” lagi dari sutu proses yang melebihi dari durasi umur manusia dan perhitungan waktu / abad kebudayaan manusia.

    Paling mudah, ilmu yang kita pelajari selalu melihat alam dengan lima panca indera kita, maka perhatikan dengan seksama, setelah gelap pasti terang, setelah malam pasti siang, setelah siang pasti malam, jalan naik – jalan turun, jalan turun – jalan naik, setelah basah pasti kering, maka setelah kering pasti basah, miskin-kaya maka kaya- miskin, Hidup tidak abadi – hidup abadi, hidup abadi-hidup tidak abadi, kehidupan – kematian, kematian – kehidupan, Jelas, keteraturan dari suatu sistem nyata kehidupan di alam semesta ini…

    Wir’s comments : wah hebat, panjang banget uraian mas Beyly Dayanto, kelihatannya sih PASTI meyakinkan sekali. Eh setelah membaca semua, koq jadi TIDAK PASTI lagi yah. Gimana nih.😀

    Suka

  4. Selamat Siang…Pak Wir Bung Richard dan rekan rekan lain…

    Mengenai pendapat anda mengenai tidak ada orang di dunia ini yang mengalami kematian kecuali Yesus Kristus kembali dari kematian dan Hanya DIalah yang kesorga secara fisik penuh,..

    Sebenarnya saya sendiri tidak percaya dengan yesus kristus atau apapun pendapat mengenai hal tersebut , saya jelas mengatakan itu hanyalah bualan (omong kosong/kebodohan ) seseorang yang tidak menggunakan akal pikirannya secara jernih dan jelas , coba perhatikan,,Manusia yang dibangkitkan dari kematian (yesus ) pertanyaannya.? apakah ada bukti konkret jelas secara fakta bahwa Yesus tidak mati atau hidup lagi??

    Mana…….(tinggal dimana sekarang) dan Dia (yesus) pergi ke syorga secara fisik, kalau begitu Syorga ada yang buat dong baru Yesus pergi kesana, nah pertanyaannya ? siapa yang buat Syorga..??? Kalo Yesus sang Tuhan masih ada dong Tuhan lain yang lebih Dulu…, Kalau dikatakan Tuhan ada Tiga, Tuhan Bapak,Tuhan Ibu, Tuhan anak, Hancur dong bumi dan alam semesta lain, karena Tuhan Bapak pingin bumi mutar dari barat ke timur, Tuhan Ibu pingin bumi mutar dari utara ke selatan, dan Tuhan anak pingin bumi mutar barat ke utara,, Kacauu dong Hancur dong alam ini…???

    Sedangkan dalam keluarga aja ada Bapak,Ibu dan anak masing – msing memiliki pendapat dan pemikiran berbeda dan tidak mungkin sama !!!( kalao sama misalnya, Bapak berpikir ingin buang air besar maka ibu dan anak , bertiga – tiga buang air besar bersamaan..? kan tidak mungkin ,pada saat Bapaknya Berak, anaknya lagi belajar di Sekolah masak langsung buka celana dan berak dikelas pada saat bersamaan..? enggak Logika dong!!)

    Suatu Logika yang benar dari hasil pemikiran yang bersih jelas dan objektif adalah bahwa segala sesuatu didalam alam semesta ini termasuk kehidupan kita ini di kontrol oleh suatu sistem kekuatan yang maha besar dan teratur tanpa adanya saingan dari sistem tersebut (logikanya adalah diatur dalam satu wujud tunggal sendirian,abadi dan mengikat secara jelas) bahkan sistem itu bukan buatan manusia karena manusia terikat oleh alam ini dan terkena suatu aturan hidup – mati dan mati – hidup lagi,Sistem raksasa ini tunggal dan menguasai seluruh alam semesta ini,menguasai seluruh peradaban manusia termasuk yesus tersebut, binatang, tumbuhan,planet planet dan seluruh galaksi yang ada didalam atau diluar batas pengetahuan manusia, menguasai alam nyata dan alam gaib, mengusai “ketidak pastian” didalam segala nalar logika lima panca indera kita atau lebih.

    Sosok Tunggal didalam pelaksanaan dan pembuatan sistem kehidupan ini bersifat abadi dan tidak mati atau kekal, tetapi untuk batasan logika manusia melihat kepada sang Pencipta ini , tidak bisa !! Mengapa..? karena untuk mempelajari ilmu ” Ketidak pastian ” aja susah/ belum bisa otak manusia mempelajarinya…(tetapi ilmu tersebut ada dan bisa dipelajari)

    Jadi kalau kita bicara suatu agama ataupun suatu keyakinan yang kita pikir benar, misalnya Yesus, tetapi coba kita pelajari secara seksama, dia kan manusia dan pada jaman dia ada teknologi belum berkembang canggih seperti sekarang, bisa aja dia disalib terus dibawa kabur ama pengikutnya dan masih hidup (pada jamannya) tetapi untuk menakut – nakuti tentara romawi dan agar tidak dikejar lagi yesus tersebut maka dibuat dan dikarang cerita hidup lagi dan pergi ke syorga (siapa yang bisa bantah?? tolong sodorkan bukti konkret yang nyata beserta photo dokumentasi yang ada kepada saya) dan saya rasa dia itu enggak beda jauh ama saya , sama manusia lain.. berjalan dengan dua kaki, memiliki dua tangan dan 2 mata dan hidung serta hidup dalam batasan dimensi waktu yang teratur dan ditentukan (misalnya 60 tahun atau 100 tahun dan jelas tidak mungkin 200 tahun) kalau yesus kristus bisa membuat ajaran kristiani kalau gitu saya “beyly” bisa membuat ajaran billiani tetapi dalam ajaran saya ini penuh dengan objektifitas, nalar dan logika berjalan serta.

    Saya mengakui bahwa ada suatu sistem tunggal raksasa teratur dan tidak bisa diketahui oleh panca indera manusia tetapi hidup, abadi yang mengatur dua kondisi alam ( nyata dan gaib) semesta serta tidak memiliki saingan didalam pengaturannya dan manusia (termasuk yesus tersebut ) merupakan bagian dari suatu unsur atau elemen terkecil dari hasil karya cipta-Nya.

    Oke kaan?? Murtad dengan kristiani..? entar dulu dong murtad itu kan keluar dari suatu aturan, naah kalao aturan yang diajarkan itu bodoh dan tidak objektif berdasar nalar dan logika dan saya keluar dari aturan tersebut dan mencari aturan yang benar,objektif serta sesuai dengan nalar dan logika itu kan bukan murtad tapi suatu kebenaran hakiki…

    jadi kesimpulannya siapa yang Murtad sesungguhnya terhadap kehidupan ini,,???

    “Hidup lebih berkualitas dengan memahami hidup dan kehidupan secara jernih tanpa nafsu dan emosi””
    Salam

    Wir’s comments : o begitu ya mas. Ceritanya menarik juga bisa dibuat film dong.

    Tapi omong-omong ‘yesus’ yang anda ceritain dengan ‘Yesus saya’ beda lho mas. Anda belum kenal sih ! Kalau udah, pasti lain lho. Mau dikenalin ? Ah nggak deh, beliau belum tentu mau! Buktinya, anda belum kenal gitu.😀

    Suka

  5. Yang Pasti adalah Ketidak Pastian, itu Yang benar. Terimakasih, Pak Wiryanto….

    Wir’s comments : itu kayak omongannya filsuf ….. Siapa ya ? Koq jadi lupa.

    Suka

  6. Salam untuk semua!

    P.Wir, saya setuju kalau kita seharusnya melihat kehidupan itu tidak hanya dari satu sisi saja, masih banyak sisi lain yang harus kita pertimbangkan …

    Hormat untuk Pak Beyly:

    Saya mengakui bahwa ada suatu sistem tunggal raksasa ………dst

    Apakah benar kalau sistem itu ada? Pernyataan tersebut mungkin didasarkan pada fakta dan pengamatan yang sudah dilakukan secara “discovery juga” karena yang bisa dilakukan hanya hanya itu.

    Memang kalau semua didasarkan hanya pada logika, nalar dan jangkauan pemikiran manusia saja, semuanya sulit untuk dijelaskan, apalagi kalau kita sampai diharuskan membuktikan oleh P. Beyly lebih baik nyerah saja dah…..,

    Dari dulu nenek moyang kita mengajari kita untuk mempercayai sesuatu yang menurut kita tidak masuk akal, tidak logis menurut pikiran kita …apa itu ? TUHAN ….bagaimana rupanya, warnanya dan rasanya, kita tidak bisa menjawab. Tapi perlu dilihat faktanya, bahwa di negara yang paling logis dan canggihpun tetap dipercaya bahwa TUHAN itu ada..titik !

    Untuk memberi ruang dan saluran bagi pemikiran manusia yang terbatas dan buntu tersebut memang seharusnya dibuat suatu jawaban akhir yang berupa “Black Box” yang tidak harus diverifikasi kebenarannya..TUHAN.., dan kita memang seharusnya mempercayainya (karena kita juga tidak bisa membantahnya) tanpa melibatkan logika dan nalar….. DAN JANGANLAH MEMINTA UNTUK DIBUKTIKAN…

    Terus bagaimana cara manusia (yang katanya paling logis ini ) mempercayai , menghargai dan berinteraksi dengan-Nya ?

    Jawabannya adalah dengan cukup dengan membuatkan simbol-simbol dan cerita agar kita bisa berinteraksi langsung dengan-Nya baik itu berupa manusia super, Patung, pohon besar, Dewa,Ular, Gunung beserta cerita-cerita yang menyertainya….. ITU SUDAH CUKUP…dan apapun itu, semua adalah sah untuk dipercayai (biarkan saja dan jangan paksa orang lain menggunakan simbol dan cara yang sama) …..

    Saya katakan ilmu teknik sipil adalah bukan ilmu PASTI tetapi suatu …………

    Ilmu teknik Sipil menurut saya tetap ILMU PASTI, karena sampai batas tersebutlah kita bisa memprediksi KEPASTIAN sebelum dicapainya KETIDAKPASTIAN !

    Salam hormat Sekali lagi!

    Suka

  7. sdr Bely dan sdr Artana
    Diskusi anda begitu panjang, meskipun demikian saya yakin itu semua belum tentu menjadi jawaban yang memuaskan bagi kedua belah pihak.

    Mendapat pemahaman yang benar tentang kita dan semesta adalah tidak mudah. Lebih mudah membongkar gunung, menggali laut atau hal-hal yang fisik lainnya. Itu semua sudah dibuktikan orang-orang sebelumnya, bahkan katanya sudah sampai pula menginjak bulan.

    Tetapi memahami yang ada pada pikiran kita maupun pikiran orang lain sampai sekarang menjadi suatu misteri. Banyak orang masih mencari, untuk apa aku di dunia ini, apakah sekedar yang nampak atau yang lain. Itulah menariknya hidup. Ada orang yang bekerja tetapi hanya cukup untuk makan hari ini dan keesokan harinya saja tetapi tetap hidup berbahagia, tetapi ada pula yang berhasil mengumpulkan harta yang banyak tetapi hidupnya tetap gelisah. Bahkan bunuh diri misalnya.

    Mengapa ?

    Mengapa ada orang-orang yang sudah digaji belasan juta, dapat fasilitas rumah dan kendaraan masih saja ingin melakukan korupsi. Tetapi ada juga yang mau hidup dengan orang papa, mengabdikan hidupnya untuk merawat orang sakit dan menemani orang yang mau meninggal dan mau menguburkannya, meskipun itu bukan saudara atau semacamnya. Contoh atau buktinya adalah mother Theresa dari Calcuta, India.

    Mengapa ada itu semua ?

    Bukankah itu bukti-bukti bahwa apa yang logis bagi orang lain adalah tidak logis bagi sebagian orang.

    Jadi, bagaimana hidup ini, apakah bisa dilihat dari tampilan luarnya saja seperti yang dilihat oleh orang lain atau dari dalamnya yaitu pikiran kita sendiri.

    Untuk itu rasanya patut diingat tentang permintaan Solomo atau Sulaiman yang berkenan kepada Allah-nya, yaitu :

    So give your servant a discerning heart to govern your people and to distinguish between right and wrong.
    [1 King 3:9]

    Ternyata itu yang berkenan bagi Allah sehingga menyatakannnya dengan :

    I will give you a wise and discerning heart, so that there will never have been anyone like you, nor will there ever be. Moreover, I will give you what you have not asked for – both riches and honor – so that in your lifetime you wil have no equal among kings.
    [1 King 3:12]

    Bayangkan, coba kalau yang diminta adalah suatu yang fana yang tampak atau yang dapat dibuktikan wah pasti nggak melegenda seperti itu ya khan.

    Memang untuk memahami hidup ini memerlukan pencerahan, dan itu tidak datang dengan sendirinya. Siapa tahu pertanyaan maupun pernyataan anda berdua tersebut merupakan awal dimulainya suatu pencerahan. Anda berdua saja yang tahu jawabannya.

    Semoga damai sejahtera dan kasih Tuhan bersama anda. Amin.

    Suka

  8. Nimbrung ah

    Berbicara tentang (Tuhan) Yesus memang menarik. Saya dalam kurung karena memang tidak PASTI kalau mengikuti akal pikiran dan logika (lha wong saya gak hidup waktu itu mana saya tau itu benar dan tidak). Tapi bisa gak yang tidak PASTI itu dibuat “PASTI” ?!.

    Ada caranya menurut saya..dan itu juga menggunakan logika koq.

    Pertama-tama kita semua harus setuju bahwa ada yang namanya dosa..(kalau ada gak percaya juga keterlaluan dah-anggap aja kalau ada yang ngebunuh anaknya, istrinya atau orang tuanya tapi dia bilang yang ngebunuh gak sengaja jadi gak dosa)..

    kedua kita harus setuju bahwa kalau berbuat dosa pasti ada hukumannya.. (kalau gak percaya coba aja nyopet tapi ketauan rasakanlah hukumannya hehe)., tapi dalam hal ini hukuman dari Sang Khalik tentunya.

    Ketiga kita harus setuju bahwa Sang Khalik itu Maha Segala2nya e.g maha adil, maha penghukum, maha kasih, maha pemurah dll.

    Nah kalau kita setuju baru saya mau berargumen bagaimana mengsinkronkan maha adil / penghukum dan maha pemurah / kasih itu, bagaimana Sang Khalik menjatuhkan hukuman atas dosa tapi mau mengampuni yang berdosa. Melalui ritual (think about it) kalau begitu kita semua masuk surga (ya jelas aja selamat karena begitu abis ngebunuh, merkosa, ngerampok, memfitnah, iri hati, ngerebut istri orang, ngerebut suami orang, berbuat mesum, menjelekan orang lain, merasa diri paling suci, korupsi, ngehancurin hidup orang lain, nabrak lari, kerjaannya ngibulin orang lain, ngutuki orang lain, jual narkoba, jual diri, jual anak sendiri, bersekutu dengan setan, ….wah stop disini deh gak akan selesai kalau mau disebutin satu2–trus berdoa minta ampun atau bertobat selesai..

    dimana donk keadilan Sang Khalik apa hukuman sang pendosa, mending kalau dia bertobat sungguh2, taunya besok melakukan hal yang sama.

    Luckily Sang Khalik maha bijaksana, dia mau menunjukkan kasihnya sekaligus keadilannya. Dia harus menghukum yang berdosa tapi juga ingin mengampuni yang berdosa. Bagaimana caranya?..

    saya punya cerita ada seorang hakim yang terkenal maha adil, suatu kali tertangkap seorang pencuri yang ketauan mengambil barang2 dipasar, terus dibawa pencuri ini dihadapan sang hakim..namun sangat kaget dan pedih hati sang hakim saat tau bahwa yang mencuri itu adalah ibunya..namun hukuman harus dijalankan, namun karena begitu besar kasih sang Hakim kepada ibunya maka sang hakim rela menjalankan hukuman menggantikan ibunya..

    ini adalah contoh keadilan dan kasih dapat disinkronkan..ini hanya logika sederhana namuan bagaimana Sang Khalik dapat melakukan seperti sang hakim..That’s Jesus..selebihnya tanya pak Wiryanto, soale pak Wir ini hakimya hehehe..

    semoga ini dapat menjelaskan bagaimana yang tidak PASTI itu menjadi “PASTI”..

    saya kasih tanda petik karena sejujurnya saya tidak melihat tapi saya percaya that’s faith.

    Shalom pak Wir…semoga dapat jadi bahan renungan teman2 non Kristiani

    Suka

  9. Menurut saya yang pasti di dunia ini adalah bahwa ilmunya kita, manusia, ini sangat terbatas, sehingga bagaimanapun juga hebatnya ilmu kita menurut kita, toh kita tidak akan tahu apa ada yang pasti atau tidak di dunia ini.

    Jadi semestinya anda, yang mengatakan bahwa anda punya ilmu, bisa sampai ke titik kritis pemikiran bahwa ilmu anda tidak ada …. bahkan semakin banyak yang anda tahu semakin banyak pula yang anda tidak tahu (semakin terasa bodohnya anda).

    Maka kalau sudah demikian semestinya kita menempuh jalur lain dalam berfikir…apa itu?

    Cobalah fikirkan kalau memang anda punya akal!!!.

    Suka

  10. Dear Pak Wir dan rekans sekalian,

    Pada awalnya saya ingin mencari bahan-bahan untuk membuat beberapa modul tentang steel structure engineer. Namun ketika tiba di blog ini, ternyata ada pembahasan lain tentang hidup dan kehidupan ini. Dan tanpa saya sadari, saya tertarik untuk memberikan sedikit komentar.

    Sangat menarik mengikuti alur pembahasan ‘ketidak pastian’ ini. Namun demikian saya akan coba melihat dari sisi lain, yang tidak hanya melulu memperdebatkan yang tidak bisa / perlu ‘diperdebatkan’.

    Beberapa agama besar memiliki penganut yang sangat banyak tidak terlepas dari pada metode pengembangan yang sistematis. Bahkan pada zaman modern ini, tidak sedikit pengembangan ilmu didasarkan pada kitab-kitab suci yang dibuat ratusan bahkan mungkin ribuan tahun yang lalu.

    Saya ambil salah satu contoh ilmu ‘pemasaran’ modern yang ada pada saat ini. Dalam ilmu pemasaran sering kali kita mendengar istilah ‘pelayanan’ atau istilah kerennya ‘services’.

    Begitu pula dengan ‘pendekatan’ pada pelanggan, tidak terlepas dari unsur-unsur yang terkait dengan agama. Salah satu kata kunci untuk mendekati pelanggan adalah harus ‘jujur’ dengan memberikan informasi apa adanya.

    Jadi menurut hemat saya, tidak perlu kita memperdebatkan apa yang telah menjadi ‘keyakinan’ orang disekitar kita, apapun kepercayaan yang dianutnya, karena semua itu baik adanya.

    Kembali pada soal ‘keyakinan’, satu hal yang saya yakini, keberadaan agama apapun sejatinya untuk kebaikan umat manusia. Buah-buah yang tumbuh dari apa yang menjadi ‘keyakinan’ orang tersebut dapat kita lihat dari seberapa besar kontribusi yang dapat diberikan orang tersebut bagi kesejahteraan orang banyak disekitarnya.

    Oleh karena itu, mari kita berlomba-lomba berbuat ‘kebaikan’ sehingga apa yang kita yakini tentang ‘ketidak pastian’ atau biasa disebut juga dengan istilah ‘perubahan’ itu menjadi hal yang biasa dan dapat kita hadapi dengan hati yang tegar!.

    Wir’s comments : Pendapat mas Ronald bagus dan menyejukkan. Memang kita tidak perlu memperdebatkan agama-agama yang kita anut yang mungkin berbeda atau bahkan yang tidak beragama sekalipun. Itu sudah ratusan tahun adanya, lebih tua dari umur manusia yang hidup.

    Jadi yang penting apa yang dapat kita berikan ke orang lain dan jangan menuntut orang lain agar berpikir atau bertindak sama dengan kita.

    Saya setuju.😀

    Suka

  11. saya setuju dengan pendapat yang terakhir.

    dan sesungguhnya Tuhan tidaklah bernama, berbahasa dan beragama, nama Tuhan diterima oleh utusan-Nya dalam rangka agar manusia bisa memahami secara mudah dalam pikirannya tentang keberadaan-Nya.

    Tuhan di atas semua agama. Nama agama sesuai bahasa dan siapa penyampainya atau yang menyebarkan pertama kalinya. Untuk akhirnya diakui umat seluruhnya.

    Pada prinsipnya, agama adalah milik pribadi masing-masing dan persepsi masing-masing tentang agama tidaklah sama, walaupun di luarnya punya label yg sama.

    Yg terpenting bagaimana masing-masing individu dapat bermanfaat bagi sesama dan dapat menuangkan kebenaran Tuhan dalam kehidupannya, dapat menjadi sinar bagi dunia, itulah sesungguhnya kebenaran agama.

    Islam benar, Kristen benar, Hindu benar dll benar tergantung siapa yg menjalankan

    Islam diturunkan bukankah untuk memperbaiki ahlak ? Kalau masih punya akhlak yg tidak mulia maka belumlah Islam yg kaffah namanya, bisanya emosi menanggapi bahasa agama lain.

    kita ini sebenarnya buta, hanya bisa memandang dalam satu sisi seperti 10 orang buta memegang gajah dan memperdebatkannya tentang gajah. Nggak akan habis.

    Terus terang saja, saya ini non kristiani. Saya Islam, tetapi saya tidak mau mempertentangkan agama saya dengan agama orang lain, masing-masing punya persepsi sendiri-sendiri, sesama kita saja bisa beda persepsi koq. Apalagi dg agama lain.

    Jangan berputar-putar pada permukaannya tetapi masuk terus ke intinya, temukan titik persamaannya. Di situlah ada kesamaan untuk menjadi kalifah di muka bumi, menjadi sinar bagi dunia dan manjadikan hidup ini bahagia tersenyumlah untuk dunia, maka dunia akan tersenyum pada anda.

    Bukan pemahaman tentang Tuhan yg diperdebatkan, tetapi apa hasilnya anda ber-Tuhan, bagaimana anda bisa mengimplementasikan firman Tuhan dalam kehidupan anda.

    Saya adalah orang Islam yg tidak suka memperdebatkan agama saya dengan agama orang lain, sementara saya masih banyak firman2 Nya yg tidak bisa saya tuangkan dalam kehidupan saya.

    Wir’s comments : Amin.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s