Speedy – Hati-hati !


**kondisi di bulan Desember 2006** 
Dimulai dari internet yang terasa lambat, khususnya untuk nulis blog di WordPress ! Padahal sudah pakai Speedy (personal edition). Iseng-iseng masuk website telkom Speedy di https://203.130.233.106/?  untuk melihat sisa kuota dari Speedy saya.

Ya ampun !

Kuota Speedy-ku 750 Mb (bulan Desember ini ada promosi jadi ditingkatkan menjadi 1 Gb),  ternyata aku telah memakai melebihi batas kuota tersebut. Banyak lagi.

Lho koq banyak sekali ya. Padahal baru saja membayar tagihan pertama berlangganan Speedy yaitu di bulan Desember (lihat blog ttg itu, yang kelihatan murah sekali, sampai aku merasa senang waktu itu).

O ya, yang jelas selama pemakaian bulan Desember ini, aku belum pernah  men-download file MP3 atau Video yang besar-besar itu. Paling-paling file PDF dari ebook atau ejournal yang aku up-load untuk blog ini. File-file ku tersebut jika di total jendral tidak lebih dari 200 Mb, jadi bayanganku selama ini kuota 1 Gb pasti lebih dari cukup, ternyata !  MELESET.

**kondisi bulan Januari 2007**
Mau lihat perincian tagihan yg harus aku bayar untuk kelebihan bandwith di atas (dalam Rp).

Tagihan Speedy yg telah dibayarkan di Telkom Pekayon, perinciannya  :

  • Jumlah tagihan Rp 570.500,-
  • PPN unsur kena pajak Rp 57.050,-
  • Meterai Rp 3.000,-
  • Tagihan bulan ini Rp. 630.550,-  (180% dari biaya yg dipromosikan)

**dalam hati** Aku saja yang relatif sudah cukup lama memakai internet dan merasa cukup familiar, bisa sampai kebobolan seperti itu. Bagaimana yang lain. Jika dari satu pelanggan saja bisa untung 80%, bayangkan jika pelanggannya sampai jutaan (monopoli sih nggak ada saingannya sih) dan nggak tahu apa-apa tentang bandwith atau kb.😦   

Jadi pemahamanku tentang gigabyte yang diperhitungkan untuk kuota belum benar.

Teman-teman hati-hati !  Jangan sampai mengalami kejadian seperti aku.

Sering-seringlah check ke web-nya Telkom  di atas, dan download-lah program pembaca bandwith yaitu SpeedyAlert. Penting ! Bisa kanker lho.

**UP-DATED March 2008**

Sekarang udah langganan FASTNET produknya First Media ( http://www.firstmedia.com ) untuk quota 384 kbps. Selama nggak akses video, memakai internetnya cukup puas karena nggak dibatai quota up-load atau down-load. Sebebas-bebasnya cuma Rp 99,000 + TAX(10%), jadi total bayarnya Rp 100,000. saja.

Sip deh.

40 thoughts on “Speedy – Hati-hati !

  1. Betul Pak Wir….
    Speedy sesuai iklannya: Bikin kaget pengguna dengan tagihannya bukan dengan kecepatannya. Hehehe…
    Kalo di Johor, Streamyx (Speedy-nya Telekom Malaysia) speednya 1Mbps (aktualnya rata-rata 500-an kbps) cuma RM77 (190rb-an) udah unlimited. Maunya sih Speedy kayak gitu🙂

    Suka

  2. wahh…untung ditulis pengalamannya, hampir aja mau langganan Speedy.
    Payah nih Indonesia, internet-nya mahal banget.
    Kalo IM2, wifone murah ngga ya?
    Kabelvision agak rese service-nya jadi males.

    Suka

  3. pengalaman saya pake speedy :
    1. kalo siang lelet minta ampun, bahkan sering mati. kalo malem sih mendingan, kalo nggak mati. masalahnya, keperluan internet saya kan lebih banyak di siang hari.
    2. koneksi antara modem dengan telkom speedy sering mati, jadi saya harus bolak balik refresh modem sendiri, atau berkali-kali telpon teknisi speedy.
    3. waktu ada promosi, saya kayak dikejar-kejar sales-nya. saya ditelponin mulu padahal udah bilang agar mereka menelpon seminggu lagi karena saya lagi di luar kota (heran deh, ngerti bahasa indonesia gak sih?). eh… pas udah berlangganan, giliran saya komplin masalah teknis ke nomor yang diberikan sales, saya diping-pong sana sini. buang waktu, buang pulsa, dan buang2 kesabaran!
    4. ketika pengen berhenti langganan speedy, terbentur aturan minimum berlangganan 6 bulan atau bayar penalty.

    Suka

  4. Hmm…syukurlah saya pake indosatnet dan Kabel Vision, mau dipasang 24 jam terus menerus bayarnya sama, jadi kalau anak2 mau seharian pake internet nggak masalah.

    Kabel Vision Rp. 179.500 (plus PPN 10%)
    Indosatnet Rp.553.000,-

    Cuma masalahnya, nggak semua lokasi di Jakarta dilalui jaringan Kabel Vision.

    Suka

  5. Emang TELKOM dari dulu khan runyam gitu ha..ha..ha.. coba liat iklannya, sebetulnya yg kenceng itu bukan bandwitdth-nya tapi tagihannya, udah gitu kalo kita komplain ke CS-nya, jawabannya nggak nyambung lagi… kuper gitu… katanya “emang speedy kenceng pak jadi gak terasa tagihannya…” emak loe… emang gue goblok gak bisa ngitung bandwidth??? gue baru 4 jam pasang speedy udah 100MB gileee???? gue total IN & OUT cuma 30MB, geblek bener… bertahun2 maen internet kok mau di kadalin Telkom, pesen gue jangan terpengaruh iklan speedy dech… gombal amoh tuch !!

    Suka

  6. Teman-teman…
    Jangankan speedy, masalah GPRS saja hati-hatilah.
    Jangan sampai terkena.
    Saya pernah mendapat tagihan GPRS sebanyak 800 ribu sebulan.
    Waktu saya minta detailnya mereka tidak bisa memberikan.
    Intinya tetap saya harus bayar.
    Sekarang saya sudah menutup aplikasi saya yang berbau telkom, kecuali telpon rumah. Kapok…..

    Suka

  7. Gitu ya mas.

    Sejak kejadian saya yang pertama kali sehingga kantong jebol. Maka aku hati-hati, saya coba fasilitas UP-DATED otomatis pada program Windows saya matikan.

    Alhamdulilah sampai sekarang quotanya nggak pernah ngelunjak. Apa karena itu ya. Buka internetnya setiap hari, lalu down-load sekali-kali, wajar lah.

    Mungkin bisa ditiru lho.

    Suka

  8. Buat yg kesel ttg, mahal + lambatnya internet di indonesia,, yasyudalahh, terima aja mo digimain lagi.

    Namanya juga negara di dunia ke-tiga, sambungan kabel optiknya juga cuma satu doang, gempa dikit uda keteteran. Uda gitu dibagi2 buat 200jt penduduk indonesia. Sesuai hukum ekonomi yaa, uda pasti jatohnya mahal.

    Salahin tuh pemerintah yg g concern ke bidang it.. Pasang kabel optik lagi kek.

    Suka

  9. Ya.. kata orang bijak kan Cintailah Produk Dalam negeri (meski kita diinjak injak :D)……

    Semoga para pejabat telkom diampuni dosa-dosanya, apa ntar mereka susah sakaratul maut karena disumpahin ama jutaan rakyat indonesia yang kecewa terhadapa Speedy :D….

    BTW gimana dengan VoIP, masihkah jadi impian belaka di negeri kita?

    Kita usul aja ke PLN, gimana akses Internet dari saluran Listrik, hmm..bisa ndak ya….???

    Suka

  10. Cma mo nanggpin mslh gprs mas spa td,ah saya lupa.begini…ko bisa2nya mengakses internet cma dngn ngarepin lewat gprs.

    Suka

  11. wah, pak Wir dari UPH ya? saya salah satu mahasiswa UPH FDTP yg juga jadi korban kekejaman Speedy. bulan pertama pakai masih normal, tapi bulan kedua membengkak secara tiba2, mungkin kekurangan vitamin B sampai kena beri-beri!!! padahal pertengahan bulan kedua, Speedy saya yg super pintar itu putus n gak mau nyambung lagi. udah berkali2 saya telp minta tolong teknisi tapi gak ditanggapi n dengan seenaknya mereka bilang “wah, itu sih emank gak dapet signal”. busyet, saraf marah saya langsung ketarik…tapi sayang sekali, satu2nya jaringan inet yg masuk ke perumahan saya cuma Speedy, n sekarang saya hanya bisa merana di rumah tanpa inet… T-T

    Suka

  12. Speedy sebenarnyanya sudah tergolong bagus dalam hal kecepatan maupun tarif. Bahkan kita bisa mengecek total pemakaian kita.

    Hanya kelemahannya jadi lambat pada jam – jam sibuk. Tapi sebenarnya masi masuk batas toleransi loh Pak. Kualitas kecepatan internet di Indonesia memang belum sebaik di luar negeri.

    Salah satu teman saya yang bekerja di perusahaan trading bercerita perusahaannya sudah memakai provider internet kelas satu, artinya yang tercepat di Indonesia saat ini dengan biaya yang mahal. Specifikasi komputer pun tinggi. Tetapi tetap saja kalah cepat dengan trader dari luar.

    Saya pribadi menggunakan starone post paid, laaaammmbat sekali, 274 kbps tetapi dibagi berapa banyak pengguna starone? Jauh sekali dibanding speddy (karena saya tinggal di rumah saudara, speddy hanya boleh digunakan untuk kepentingan bisnis saudara saya). Selain itu kita tidak dapat mengecek sisa kuota. Jadi harus rajin2 mencatat tiap kali pemakaian. Dari harga, sebenarnya gak beda jauh dari harga promo speddy, yaitu Rp.150rb untuk satu gigabyte.

    Untuk catatan, kecepatan speddy kadang juga dipengaruhi oleh modem adsl yang digunakan loh! Karena pernah internet yang memakai speddy lambat sekali, setelah saya ganti port adsl nya, langsung cepat. Ternyata modem yang lama bermasalah.

    Jadi dengan harga dan kualitas, saya rasa untuk penggunaan sehari – hari, speddy sudah cukup baik.

    TQ

    Mike

    Suka

  13. Sebenernya pake speedy ato apa aja, klo kita ngga hati2 dalam mengamati seberapa besar bandwith yang sudah kita pake, kita pasti akan kebobolan tagihan.

    Saya adalah pengguna baru speedy. Sebelumnya dan sampai sekarang saya pake Starone. Memang ketika pindah ke speedy ada permasalahan di kecepatan, tetapi hal itu wajar mengingat jaringan telekomunikasi kita yang sudah tua🙂.

    Saat berpindah ke speedy, saya merasakan ada perbedaan waktu yang saya butuhkan untuk browsing internet. Perbedaan waktu inilah yang membuat kita dapat melakukan lebih banyak hal di internet, yang tentu saja memerlukan bandwith yang semakin besar….

    JADI, kesimpulannya, memang klo kita tidak hati2 membatasi kegiatan kita di internet, dengan internet yang cepat, kita akan menggunakan bandwith yang diluar perkiraan kita, karena umumnya untuk membuka 1 page saja, kita butuh lebih dari 100Kb.

    Sebagai catatan. Dengan starone (10KBps), saya menghabiskan 1GB dalam 1 bulan. Dengan speedy (25KBps) saya bisa menghabiskan 1GB dalam 1 minggu.

    Selamat menghitung dan mengamati…

    Suka

  14. dulu aku pernah pake pas hrg-nya masih 300rb yg paling murah. Itu aja sering putus kalo siang, malam jg kadang2 ga bisa konek. Apalagi sekarang kalo udah bayarnya lebih murah 50%, peminatnya jg tambah banyak, tambah ancur mungkin🙂

    Wir’s comments : saya di Bekasi pakai Speedy cukup bagus koq mas. Untuk upload dan editing blog ini saya selalu pakai itu. Quota 1G akhir-akhir ini udah nggak pernah kelewat, strateginya : UP-DATED otomatis di komputer saya OFF-kan.

    Suka

  15. untuk teman2 pengguna Speddy..

    Ini ada sedikit recomend dari saya: bicara dalam hal speddy, saya dulu pakai yang quota 1G and pernah bocor sampai bayar 1jt (pakai sedikit). Complain ke telkom and mereka hanya tanya apakah modemnya kalau sudah habis pakai dimatikan, dan bilang kalau modem sudah on pulsa langsung terhitung.

    hmm.. kog jadi kita yg mesti bayar dulu baru dikasih tahu ??

    Pikir-pikir, saya melihat waktu pertama mau pasang ada yg paket home dengan quota 50 jam. Akhirnya saya pindah ke quota 50 jam, karena di sana kelebihan quota dihitung hanya Rp.25/menit and dikalikan 60 = Rp.1500/jam = dgn pakai warnet di luar, bahkan jauh lebih murah sekitar 40%, untuk download / upload tidak ada batas limit.

    WOW..akhirnya sampai sekarang, saya pakai paket ini and malah hanya bayar abudemennya saja tiap bulan..200rb+ppn. Jadi kalau yang sering upload/down.. mungkin bisa dipelajari lagi dengan paket ini.

    SALAM..

    Suka

  16. kesel,,,,
    aq pake yg 1GB pdhl baru 2 mggu dah habis malah skrng kelebihan 655MB.
    aq kan anak kuliahan…yg masih “gila-gilanya” Friendster (FS)
    !!!!!!!

    Suka

  17. Duh susah banget buka situs kalo siang phiuh.Perkenalkan saya pelanggan SPEEDY TELKOM.Speedy memang hancur banget kalo siang.
    TELKOM memang perusahaan “ECEK ECEK” padahal perusahaan BUMN sudah go public tapi kok pelayanannya masih jauh di bawah standar.HHMM mungkin karena tidak ada saingan atau mungkin banyak saingan tapi pesaingnya disingkirkandengan cara yang TIDAK SEHAT?. TELKOM = Telekomunikasi Monopoli.

    Suka

  18. Kalau di daerahnya ada jaringan kabelvision bisa coba paket dari first media, tapi harus langganan tvnya juga. Ada paket termurah Rp. 100.000,- perbulan unlimited paket 384 kb, saya sudah langganan 3 bln ini kecepatan rata2 bisa 100 kb. Lumayan bisa on terus 24jam kalau mau. o..ya.. untuk langganan tv kabelnya standar rp. 200rb jadi total 300rb-an./bulan. Cukup murah sdh dapat tvkabel dan internet unlimited. Nggak pusing dengan bandwidth lagi.

    Suka

  19. To Pak IW

    Banyak bgt yang promosi tv kabel ya. Tapi apa bagus pak baca2 dan denger2 dari org lain suka hilang tiba2 siarannya entah masalahnya apa. Internetnya suka putus2 gak model telkomnet..rese juga kalo 100kb/s tapi mati idup :p…kalo memang oke saya mau langganan juga ah.

    Suka

  20. Saya juga pingin coba kabel vision dan internetnya. Bagaimana hubunginya ya? Apa daerah duta garden Jurumudi sudah masuk kabel vision? mesti tanya kemana ya? thks.

    Suka

  21. Lain Speddy… Lain Flexy

    Apa orang TELKOM Budeg ya?

    Saya sudah kali ke-2 untuk nomer yang sama (0761-7023123)hangus karena kegagalan pengisian elektronik… dimana letak rasa Kemanusian TELKOM, PERTAMA : pulsa saya Rp. 100.000 lebih hilang, saya diharuskan membayar Rp.35.000,- . Apa musti saya bayar Rp. 35.000 untuk nomor saya akibat terlambat isi ulang menurut versi TELKOM, Entah sdh berapa orang yang dirugikan karena TELKOM makan pulsa pelangganya….. untuk kehilangan saja musti bayar Rp. 27.500,- sedangkan di TELKOMSEL yg katanya saudara kandung tidak perlu bayar…. saya tidak rela dengan perlakuan ini…

    Berhati-hati mengunakan TELKOM, untung saham perdana sudah saya jual, kalo tidak saya turut menikmati pulsa-pulsa yg dimakan PT.TELKOM YG BERGEMBIRA DIATAS PENDERITAAN ORANG LAIN..

    Kejadian aneh : Tidak bisa mengetahui masa tenggang & pemblokiran di 147 padahal di Starter Packnya bisa, & beberapa bulan yang lalupun saya masih bisa cek masa tenggang….

    Suka

  22. Memang disini hukum lemah sekali. Gak ada yang membela konsumen atau rakyat kecil.

    Dulu saya juga kesal ama produk im2 3g indosat. Saya daftar lewat internet, dan tanya daerah ada signal gak, jawabannya kalau masuk peta biru pasti dapat. Saya bayar modem 1.5 jt, karena yg gratis modem sudah habis. Setelah pasang gak dapat signal sama sekali. mau berhenti tidak di kasih, dan minimal kontrak mesti setahun. Ada kali 6 bulan bayar 400000 an cuma dapat gprs. Saya akhirnya sempatkan diri ke kantor. Berjam2 debat gak ada gunanya akhirnya saya marah2 dan bayar lunasin harga modem 3 jt baru dikasih berhenti. Modem tsb kata indosat sih saya bisa pakai utk yg lain.

    Pernah juga tagihannya ada tambahan sampai 5oo ribu lebih, padahal saya bulan itu tidak pakai sama sekali. Hal ini saya tidak komplain, 2 bulan berikutnya mereka sendiri yg potong kelebihan kuotanya tanpa ngomong apa2. Emang saya juga malas komplain.

    Kesimpulan kalau kesalahan pada mereka gak ada sangsi. Kalau kita kebocoran mana bisa gak bayar ? Di Indonesia kayaknya konsumen selalu dikorbankan, mau protes tapi gak didengar. peraturannya kaku. Seperti Pa Soni mau protes kemana? Kalau semua orang di negara kita peka menangkapi masalah, mungkin gak perlu ada demo masal yang suka berakibat buruk karena ditambahi bumbu oleh provokator.

    Untuk pasang internet jangan percaya kata marketingnya, kalau bisa test ditempat kita, jika gak mau kecewa. Walaupun susah minta orang datang ke rumah. Pernah orang proxl janji mau datang, sampai sekarang gak pernah muncul (ketemu di pameran). Kalau mau dilacak lewat internet, banyak sekali komplain untuk semua jenis internet.

    Begitu juga mengenai pulsa hilang dan saya sendiri juga pernah mengalaminya. Baru isi, tahu2 sudah habis, sebelum dipakai. Dicek sih sudah masuk, tapi pas mau telpon ke 2 kalinya ke orang gak bisa, pulsa jadi nol dalam selang kurang dari 5 menit. Emang jarang sekali terjadi, aneh tapi nyata.

    Suka

  23. Baca berbagai komentar speedy, intinya telkom speedy emang sengaja gak mau jujur dalam beriklan/berpromosi! Pake kata “DOWNLOAD” & kata “PAKE SEPUASNYA” segala!? Coba ganti dgn kata ON-LINE yg lebih familiar. Mis: Biaya langganan (abudemen) perbulan Rp 200rb, Online melebihi kapasitas 1GB dikenakan biaya tambahan Rp. 500!!!
    Kan dah ketauan tuh PELIT/MAHALNYA! Intinya kalo kita mo pake setiap hari tanpa dikenakan biaya tambahan abudemen, kira 1 menitan euy!!!

    Suka

  24. Biaya tambahan pemakaian internet di atas 1GB (1000 mb)= Rp 500/mega byte. Makanya jangan kaget kalo komputer kita pake online 2 jam perhari dapet tagihan melebihi gaji kita sebulan!!!

    Suka

  25. Kapan Firstmedia masuk ke komplek gw (padahal komplek sebelah kanan & kiri dah masuk) ! Banyak teman guwe yg dah pada langganan hasilnya ga mengecewakan. Speed 384 kbps 99rb sebulan klo mau tambah tv cable, tambah 99rb lagi (ga harus) !

    Wir’s responds : Tulll pak. Ini speedy juga saya pakai cadangan aja, bahkan lebih mahal 2X. Mungkin lama-lama harus di resign-kan. Trims ya Fristmedia, sekarang nggak takut download bermega-mega data.😛

    Suka

  26. mas, ada ga cara ngecek no speedy kita?
    saya kan di kantor, nah bln lalu pemakaian internet sampe 800 (yg biasanya cuma 400). Bos klenger2 deh. Nah, aku maunya ngecek sendiri berapa pemakaian internet. Tapi SPV saya ga mo ngasih no speedy-nya. Jadi, maunya ngecek secara ilegal:mrgreen:
    trus, ada ga program ato website yg bisa ngecek berapa bytes yg sdh kita pake dlm satu komputer (kan pake hape bisa), istilahnya berapa bytes ditransfer. mungkin bisa dicek pake IP address hehe
    makasih mas infonya

    Suka

  27. Saya mengalami kasus yang sama seperti kebanyakan yg dialami konsumen speedy, maka sy berusaha untuk memutus Speedy, tp blm tau caranya. kalo baca komen dari rekan2 kog serem amat sisdurnya. mohon informasi dari rekan2 yang tau caranya atau persyaratannya. ok trimakasih.

    Kami bisa membantu rekan2 untuk penyediaan UPS/Batterai UPS dengan hrg special.
    Budi 081703637426 ups_batre@yahoo.com

    Suka

  28. Anda ingin berlangganan Internet Murah..Kecepatan Tinggi dan tidak dibatasi quota (unlimited)
    Combo : FastNet + Home Cable (tv kabel)
    Rp. 257.400/bln sudah ppn 10%
    (Fastnet 384 kbps + HC.33)
    murah khan
    call : 021-91784255/085214764484
    abenkoe@ymail.com

    Suka

  29. Bapak2 sekalian saya orang yg agak gaptek baru aja pasang spedy…
    Gmn nie bapak2 & Mas2 sekalian??
    Waah… Kl tau gini males pasang speedy…
    Tp gmn lg Nasi Sudah Jadi Bubur…
    PT. TELKOM saya nantikan kejutan dari anda…!!

    Suka

  30. wah, baru denger koment2na ajj dah serem gtu! mksh ya maz2 smuanya… Q gk jd pasang speedy ajj dech!!! takut terjerumus kelubang yang salah!!

    Suka

  31. Hari ini saya bener2 ketipu ama TELKOM, mau putus hubungan aja musti bayar 2 bulan iuran yang saya tidak pakai internetannya. Speedy capeee dehh

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s