Teaching University or Research University ?


Masih jadi kepikiran, meskipun pembicaraannya kemarin.

Apa sih?

Itu lho, katanya ada universitas di sini yang dalam promosinya dengan bangga menyatakan diri sebagai teaching university.

teaching : Itu khan menunjukkan bahwa fokus utamanya hanya dalam pengajaran saja. Apa bisa ya universitas seperti itu, kalau lembaga kursus sih OK, atau sekolah juga OK, tetapi kalau universitas apa juga bisa disamakan dengan sekolah (hanya ukurannya yg besar).  Oleh karena itulah mengapa pendidikan dasar disebut sebagai sekolah. **bingung**

Di sisi lain, ada universitas lama yang sudah terkenal yg menyatakan bahwa jangka panjang akan dikembangkan menjadi research university. Jadi selama ini bagaimana, padahal udah terkenal lho.

Rektornya yg berkata, mereka menyadari bahwa selama ini universitas itu baru pada tahap teaching university  **dengan nada prihatin**, jadi jangka panjangnya harus meningkat.

Lho koq beda.

Jadi yang benar, sebaiknya apa ya : teaching university atau research university ?

Kalau aku koq cenderungnya research university (moga-moga UPH nanti juga bisa seperti itu ), kalau teaching university ? (ah jangan ah, lebih baik nggak usah pakai embel-embel itu, aku malu :-)  )

Kenapa sih koq milih itu.

Baiklah, kutipan ini mungkin berguna utk menjelaskan alasannya

Penelitian ilmiah di PT (perguruan tinggi) bertujuan untuk (i) memperoleh pengetahuan baru, (ii) menghasilkan peneliti, dan  (iii) memutakhirkan pengetahuan dan kemampuan di bidang ilmu dan teknologi agar PT mampu menghimpun, mengalihkan, menyebarkan, dan menerapkan ilmu pengetahuan bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Lingkup penelitian di PT meliputi penelitian dasar, penelitian terapan, dan penelitian pengembangan (Soehendro 1996)

Selanjutnya aku juga punya pendapat bahwa suatu PT yg baik jika mereka mengandalkan pada dosen-dosennya purna-waktunya dan bukan pada dosen tidak tetap . Dosen purna waktu adalah dosen tetap atau full-time yang berkarier penuh di kampus tsb. Jadi bukan hanya dosen yang datang khusus ngajar aja. Selanjutnya dosen purna waktu dapat melaksanakan konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi secara baik tanpa harus memusingkan diri ke urusan dapur ** istilah keren utk dosen teknik sipil adalah sedang sibuk proyek**.

Ok kembali ke pembahasan ttg universitas yg bangga disebut teaching university

Dengan demikian jika dlm ke sehari-harian dosen di universitas ‘itu’ hanya ngajar saja (khan policy universitas udah jelas sbg teaching university) , waktunya hanya dihabiskan untuk mengajar kelas-kelas paralel dan tidak punya waktu utk riset  maka dalam jangka panjangnya saya yakin bahwa materi di ajarnya pasti  garing. **meskipun secara persyaratan ISO memenuhi**

Ingat ISO khan hanya menjamin bhw mutu produk sesuai dengan proses yang telah disepakati , telah konsisten mengikuti spesifikasi awal yang dibuat, terus menerus. Jadi ISO hanya menjamin bahwa apa yang diomongkan (dijanjikan / spesifikasi  / brosur) dapat sesuai dengan yang diterima. Konsisten, mutu yang tetap. dari pertama sampai akhir.

Jadi ISO tidak bisa digunakan untuk meningkatkan sesuatu yang sifatnya dinamik (karena sesuatu yg dinamik punya potensi positif maupun negatif). Dinamik yang positip disebut inovasi, yg negatif orang menyebutnya tidak disiplin, nylenek, tidak mengikuti aturan dsb.

Jadi ?

4 thoughts on “Teaching University or Research University ?

  1. Saya kira tidak mudah untuk menjadi research university dalam definisi yang sesungguhnya, apalagi mengingat minimnya dukungan industri di Indonesia. Kabarnya di Inggris sendiri, research university hanya 5 sementara sisanya hanya teaching university.

    Dan teaching university sendiri sebetulnya tidak jelek. Setiap universitas punya peran. Teaching university yang baik akan menghasilkan sarjana yang kompeten, walau mungkin tidak terlalu banyak menghasilkan pasca sarjana.

    Seperti sarjana tidak perlu merendahkan diploma dan diploma (seharusnya) tidak perlu selalu ingin jadi sarjana, patut disadari bahwa setiap hal punya perannya sendiri di dunia.

    Suka

  2. Salam kenal…
    Renungan yang membantu.. Saya dosen di FK UII. Research university masih menjadi cita-cita ke depan kami, karena meskipun Kegiatan penelitian sudah banyak dilakukan oleh dosen dan menjadi agenda serta mendapat dukungan dari fakultas, tapi belum seekstensive seperti yang dikriteriakan di luar negeri untuk menjadi sebuah research university, dimana riset menjadi jantung dari seluruh kehidupan dan aktivitas di universitas. Semoga…

    Suka

    • research di bidang teknik sipil, apakah banyak. Tentu saja, bagi awam bisa saja itu diungkapkan sebagai pertanyaan seperti misalnya mengapa jembatan Kartanagara ambruk. Di Indonesia tidak banyak pembahasan hal itu terjadi dalam bentuk riset, tetapi kalau itu terjadi di Amerika (misalnya) maka itu akan memicu sebegitu banyak riset. Juga seperti mengapa ada bangunan runtuh. dan sebagainya. Itu bisa juga sebagai pemicu untuk riset, bagaiman membangun atau menciptakan sistem yang tahan terhadap gempa.

      O ya, apa yang saya ceritakan di atas masih dalam kategori terbatas, dalam kaca mata structural engineering. Jadi masih scope terbatas dari teknik sipil, karena kalau bicara teknik sipil selain structural engineering atau rekayasa struktur (bidang yang saya geluti) maka ada juga bidang geoteknik, atau bidang transportasi atau bidang hidrologi, atau bidang manajemen konstruksi.

      Bidang structural engineering sendiri bisa dibagi dalam bidang struktur baja, atau struktur kayu atau struktur beton. Untuk bidang struktur baja sendiri bisa digolongkan apakah struktur baja biasa (hot-rolled) yang code perencanaannya adalah AISC (American Institute of Steel Construction), atau bisa dalam kategori struktur baja cold-formed atau baja ringan yang code perencanaannya mengacu AISI (American Iron and Steel Institute).

      Nah itu semua baru golongan-golongan, belum diperinci lagi. Jadi bisa dikatakan bahwa risetnya tak terhitung jumlahnya. Hanya saja tidak setiap orang bisa melihat suatu topik bisa dijadikan riset. Itu perlu ketekunan untuk menggelutinya.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s