Laporan dari Yogya


Pagi ini, aku baru datang dari Yogya, menengok kota kelahiranku. Gempa besar benar-benar terjadi, Yogya bagian selatan luluh lantak. Aku dan mas Sonny, putra bude, berkesempatan berkeliling naik motor. Berangkat dari rumah Garuda 20 , Gereja Baciro, Bausasran 38, Gereja Bintaran, Kampus STIE, Kampus ISI, Imogiri, Gereja Ganjuran, Bantul dan sekitarnya.

Salah satu kesan yang baik yang dapat aku tangkap dalam satu hari tersebut adalah ketegaran. Orang-orang Yogya memang tegar, meskipun disana-sini terlihat puing, tidak terlihat satupun pengemis berkeliaran, bahkan selama berputar-putar (dengan motor) tersebut, tidak dijumpai orang-orang dijalanan meminta-minta dengan kotak sumbangan. Hebat, karena bagaimanapun, meskipun penulis juga orang Yogya, tetapi karena terbiasa di Jakarta maka melihat kotak sumbangan di jalan-jalan menjadi terbiasa, maka penulis membayangkan bahwa nanti di jalan-jalan disana pasti ketemu dengan banyak orang minta-minta. Kenyataannya koq tidak.

Foto-foto bangunan rusak akibat gempa dapat dilihat di Flickr

Sebagai contoh adalah kerusakan di kampus ISI, Sewon Bantul Yogyakarta sbb:

gedung Pusat Penelitian ISI bagian bawah kiri hancur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s