Enam Juli, Hari Istimewa(ku)


Enam Juli, merupakan hari yang istimewa setiap tahunnya bagi aku dan istriku.

Bagaimana tidak, 15 tahun yang lalu tepatnya 6 Juli 1991, kami berdua sah menjadi suami-istri setelah mendapat sakramen perkawinan Katolik oleh Romo Sandiawan di Gereja Pugeran, Yogyakarta. Di awali dengan suatu misa yang dimeriahkan oleh Cor Jesu, koor kebanggaan muda-mudi Paroki Pugeran. Suatu ikatan kekal ilahi yang akan mewarnai hidup kami selanjutnya sampai hari ini. Saat ini lima belas tahun sudah berjalan, anakku yang pertama Agatha hampir 12 tahun usianya, anakku yang kedua Ignatius baru saja melewati ultah-nya yang ke-6. Keduanya telah bersekolah, satu masuk kelas 1 SMP dan yang bungsu juga masuk kelas 1 SD, di Yayasan yang sama yaitu Marsudirini, Kemang Pratama.

Pada ulang tahun ke-2 perkawinanku, tepatnya tanggal 6 Juli 1992, aku mendapat rumah yang sekarang yang aku tinggali, Taman Galaxi. Pilihan rumah tersebut sampai sekarang masih yang terbaik. Tidak pernah kena banjir (yang setiap tahun sering melanda Jakarta dan sekitarnya), tentram dan aman bahkan pada waktu kerusuhan besar tahun 1998 kemarin, dan banyak dihuni tetangga-tetangga yang cukup toleran. Selain itu, rumahku relatif dekat dengan gereja tempat Agatha sering datang bertugas menjadi putri altar dan juga istriku yang kadang suka bertugas sebagai pembaca kitab suci di misa-misa hari minggu.

Pada ulang tahun perkawinanku yang ke-15, yaitu hari ini. Aku berhasil mendapat ide topik yang dapat aku gunakan sebagai bahan disertasiku. Ide tersebut aku peroleh saat berdiskusi dengan promotorku Prof. Sahari Besari di rumahnya di Kanayakan. Padahal sudah hampir satu semester ini aku berkutat kesana kemari mencari ide, berdiskusi panjang lebar, bahkan setelah selesai menulis beberapa makalah seminar. Kesemuanya tanpa hasil, dan baru hari ini, pada saat ultah perkawinanku maka ide tersebut terbuka sudah.

Berbicara tentang promotorku, ada yang menarik juga. Aku tidak mengira bahwa Prof. Sahari berkenan menjadi promotor S3-ku. Itu semua adalah tanpa rencana, waktu itu aku salah kirim SMS, tapi nyatanya sejak kejadian tersebut, aku bahkan dapat berkomunikasi banyak dengan beliau. Sebelumnya aku tidak mempunyai pikiran untuk menghubunginya, karena kuanggap susah dan mungkin beliau tidak bersedia. Tapi nyatanya beliaulah Prof yang berkenan berdiskusi berjam-jam denganku, sehingga semua ide-ideku yang orisinil dapat keluar. Aku benar-benar merasa terhormat. Semoga beliau diberkati kesehatan dan dapat membimbingku sampai studiku selesai.

Betul juga, selama ini hari ulang-tahun perkawinanku memang telah kuanggap sebagai hari istimewa yang penuh keberuntungan. Seperti beruntungnya hidupku sehingga Tuhan berkenan memberi pendamping seperti istriku sekarang Yosephine.

Amin

One thought on “Enam Juli, Hari Istimewa(ku)

  1. Sungguh Tuhan mencintai umatNya sehingga menghadirkan anda berdua didunia ini. Selamat merayakan ulang tahun Sakramen Perkawinan, semoga tangan Tuhan selalu menuntun anda untuk mengkuduskan namaNya. Amin

    Wir’s responds: Matur sembah nuwun mas Eko, semoga anda juga diberkati dan dilindungi oleh-Nya. Semua kita semua dapat menjadi saluran berkat dan selalu memuliakan nama-Nya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s