Pengalaman dari Uni-Stuttgart


uni stuttgart , germany

Pengalaman merupakan pelajaran berharga dan membuka wawasan baru yang memungkinkan dijadikan pedoman untuk mengambil tindakan selanjutnya bahkan untuk mengevaluasi terlebih dahulu kekuatan dan kesiapan menghadapi peristiwa serupa. Penulis dalam hal ini ingin menyumbangkan pengalaman tinggal belajar dan bekerja selama tiga bulan di Uni- Stuttgart, Jerman.

Kerjasama Internasional UPH

Fakultas Desain dan Teknik Perencanaan, Universitas Pelita Harapan menjalin kerjasama dengan Uni-Stuttgart – Jerman dalam riset/penelitian dan studi banding dengan bantuan beasiswa dari Kementrian Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan, Baden-Württemberg, Republik Federal Jerman, selama 3 bulan. Pengalaman yang akan disampaikan ini adalah kesempatan kedua (1 Mei– 31 Juli 2002).

Negara-negara Bagian di Jerman (Deutchland)

Universitas Stuttgart terletak di kota Stuttgart dibelahan selatan Jerman, di antara kota Frankfurt (M) dan Munich. Kota tersebut merupakan ibukota dari negara bagian (Lünder) Baden-Wüttemberg yang berbatasan dengan Swiss di selatan & Perancis di barat. Sebagai gambaran, negara Jerman terbagi menjadi 16 (enam belas) negara bagian, yaitu: Negara bagian bersifat otonomi dalam mengatur daerahnya secara mandiri, diterapkan sejak tahun 1949 melalui Grudgesetz (Basic Law), dengan menjadi negara bagian (yang lebih kecil) dan mandiri diharapkan tidak akan timbul kediktatoran seperti Adolf Hitler. Kemandirian juga termasuk penentuan kurikulum bagi universitas atau sekolah-sekolah di Jerman. Jadi isi / materi kurikulum bisa berbeda untuk suatu universitas atau sekolah dari negara bagian yang berbeda.

No Negara Bagian dan Ibu kota-nya

  1. Baden-Württemberg, Stuttgart
  2. Freistaat Bayern (Bavaria), München (Munich)
  3. Berlin, Berlin
  4. Brandenburg, Postdam
  5. Freie Hansestadt Bremen, Bremen
  6. Freie Hansestadt Hamburg, Hamburg
  7. Hessen, Frankfurt
  8. Mecklenburg-Vorpommmern, Schwerin
  9. Niedersachsen (Lower Saxony), Hanover
  10. Nordrhein-Westfalen (NRW), Duesseldorf
  11. Rheinland-Pfalz (Rhineland-Palatinate), Mainz
  12. Saarland, Saarbruecken
  13. Freistaat Sachsen (Saxony), Dresden
  14. Sachsen-Anhalt (Saxony-Anhalt), Magdeburg
  15. Schleswig-Holstein, Kiel
  16. Freistaat Thüringen (Thuringia), Erfurt

Mengenal Universitas Stuttgart

Seperti halnya universitas-universitas lain di Jerman, sebagian besar adalah universitas negeri dimana sumber pembiayaan utama adalah dari negara bagiannya masing-masing, demikian juga dengan Universitas Stuttgart ( www.uni-stuttgart.de ). Pada umumnya di Jerman kata uni biasa dipakai untuk menyebutkan suatu universitas. Di negara bagian Baden-Wuerttemberg dijumpai juga universitas-universitas yang lain , yaitu:

Uni-Stuttgart didirikan tahun 1829, termasuk muda dibandingkan dengan universitas-universitas lain di Jerman, mempunyai 140 institut yang tersebar dalam 14 fakultas, didukung oleh kurang lebih 5,000 staf dosen maupun karyawan untuk melayani sekitar 16,000 mahasiswa, dimana sekitar 3,000 orang adalah mahasiswa asing yang datang dari seluruh dunia. Setiap tahunnya meluluskan kurang lebih 1,800 mahasiswa.

Mahasiswa yang belajar di Universitas Stuttgart tidak dipungut biaya. Kebutuhan biaya pengelolaan didukung oleh pemerintah setempat dan sponsor dari perusahaan swasta khususnya untuk proyek-proyek riset. Dari data tahun 1999 diperoleh keterangan bahwa anggaran pembiayaan tahunan universitas adalah sekitar DM 540 juta (sekitar 2000 milyar rupiah) , dimana ± DM 240 juta umumnya berasal dari dana masyarakat (perusahaan swasta) dalam bentuk sponsor untuk proyek-proyek riset.

Gambar 1 Kampus Uni-Stuttgart di Vaihingen

Kampus Uni-Stuttgart ada dua, yaitu yang terletak ditengah kota di Stadmitte dan di Vaihingen. Keduanya dihubungkan oleh kereta api bawah tanah (S-Bahn) setiap 15 menit sekali. Stasiun S-Bahn yang di Vaihingen tepat berada ditengah-tengah kampus dan antara gedung satu dengan yang lain dapat dicapai cukup dengan berjalan kaki. Perjalanan antara dua kampus memakan waktu kurang lebih 10 menit dengan S-Bahn

Institute für Leichtbau Entwerfen und Konstruieren (ILEK)
(Institut for Lightweight-Structures Conceptual and Structural Design)

Merupakan salah satu dari 16 institut di fakultas Teknik sipil dan surveying (Bauingenieur und Vermessungswessen) yang berlokasi di kampus Vaihingen. Yang dimaksud dengan institut disini tentu saja berbeda dengan pengertian institut dinegara kita, institut di universitas-universitas di Jerman merupakan suatu lembaga penelitian yang mempunyai obyek kepentingan yang khusus (spesialis) sebagai bahan / materi penelitiannya. Oleh karena itu bisa terdapat institut yang tersendiri untuk setiap macam material konstruksi (misal : baja, beton, kayu dsb) dan mungkin juga berbagai macam / cara konstruksi (misal: jembatan, bangunan industri dsb). Institut mempunyai administrasi yang mandiri, minimal memiliki satu profesor sebagai penanggung jawabnya. Fokus di institut terletak pada keahlian dari profesornya atau dengan kata lain kesuksesan suatu institut tergantung dari kerja yang diarahkan oleh profesornya. Bisa saja karena profesornya yang lama pensiun dan penggantinya menghendaki atau merubah subjek kekhususannya maka namanya dapat diganti untuk penyesuaian (tentu saja itu dapat dilaksanakan setelah mempertimbangkan sarana atau sumber daya yang sudah tersedia).

ILEK dipimpin oleh prof. Werner Sobek dan dibantu oleh prof. Balthasar Novak dan Dr.-Ing. Karl-Heinz Reineck. Fokus dari institut ini adalah penelitian mengenai pengembangan konsep perencanaan dan rekayasa struktur untuk konstruksi ringan, salah satunya caranya adalah penelitian penggunaan material konstruksi secara optimal misal struktur kabel untuk menahan gaya tarik dsb. ILEK adalah penggabungan dari dua institut yaitu

  • Institute für Leichtbau (Institut of Lightweight Structures), pimpinan Prof. Frei Otto
  • Institut für Tragwerksentwurf und Konstruktion (Institute of Conceptual and Structural Design), pimpinan Prof. Jörg Schlaich.

Adalah menarik sekali bahwa ketika kedua profesor (Prof. Frei Otto dan Prof. Jörg Schlaich) mencapai usia pensiun dan menetapkan orang yang sama yang dianggap cocok untuk meneruskan idealismenya di institut yang pernah dibinanya, maka sebagai hasilnya kedua institut tersebut digabung dan namanya menjadi ILEK.

Pada generasi sebelumnya ketika institut tersebut dipimpin oleh Prof. F. Leonhardt, Institut für Tragwerksentwurf und Konstruktion diberi nama Institut fur Massivbau (Institute of Concrete Construction), karena waktu itu fokus penelitiannya lebih banyak pada struktur beton bertulang biasa maupun beton prategang. Salah satu karyanya yang monumental dari Prof. F. Leonhardt adalah perencanaan dan pelaksanaan menara TV Stuttgart setinggi 205 m, yang merupakan menara TV pertama didunia yang terbuat dari beton bertulang dimana pada ketinggian 150 m diperlengkapi dengan ruang perkantoran sebanyak empat lantai dan lift. Menara tersebut direncanakan sejak tahun 1952 dan selesai dikerjakan pada tahun 1955 dan saat ini menjadi salah satu obyek wisata dan simbol kebanggaan penduduk kota Stuttgart. Sejak itulah menjamur menara-menara TV dari konstruksi beton bertulang, ukuran yang relatif kecil dapat dilihat di stasiun menara TVRI di Senayan, Jakarta.

Sedangkan dari Institut für Tragwerksentwurf und Konstruktion dihasilkan konsep perencanaan struktur beton yang baru yaitu metode Strut-and-Tie-Model (STM). STM adalah suatu metode yang dapat digunakan untuk menghitung dan merencanakan detail penempatan tulangan berbagai macam bentuk struktur beton berdasarkan konsep aliran gaya dalam kondisi keseimbangan. Aliran gaya desak (strut) yang diterima material beton dan aliran gaya tarik (tie) yang diambil alih oleh tulangan baja. Sejak dicanangkan pertama kali pada tahun 1987, mulai banyak hasil-hasil penelitian lain yang membuktikan bahwa konsep perencanaan yang baru tersebut ternyata sanggup menjelaskan dan merencanaan perilaku struktur beton secara konsisten dan logis untuk berbagai macam struktur yang berbeda. Perlu dijelaskan bahwa sebelumnya untuk merencanakan strutur beton banyak digunakan rumus-rumus yang bersifat empiris yang terbatas penggunaannya pada struktur-struktur yang tertentu. Salah satu pengakuan dunia yang patut dicatat adalah dimasukkannya konsep perencanaan tersebut pada peraturan perencanaan beton bertulang Amerika yang terbaru, tentu saja sebelumnya konsep tersebut sudah diterima dan diadopsi dalam peraturan perencanaan di Eropa.

Studi dan penelitian yang dilakukan

Selama tiga bulan di Jerman, penulis mendapat kesempatan untuk melakukan studi dan penelitian di ILEK berkaitan dengan penggunaan metoda STM dibawah arahan Dr.-Ing. Karl Heinz Reineck, peneliti senior yang bersama-sama dengan Prof. Jörg Schlaich berhasil mengembangkan metode tersebut. Pada saat ini Dr.-Ing. K.H. Reineck tercatat sebagai ketua ASCE-ACI Committee 445 mengenai metode Strut-Tie-Models untuk peraturan beton di Amerika Serikat dan anggota fib Task Group “Practical Design” untuk pengembangan peraturan beton di Eropa.

Gambar 2. Sampul Buku Khusus ACI

Hasil penelitian penulis yang berjudul “Example 5 – Beam with indirect support and loading”, yang berkaitan dengan penyelesaian suatu detail konstruksi yang sebelumnya belum pernah dibahas secara jelas dalam peraturan perencanaan beton yang ada, telah dibawakan beliau di ACI Fall Convention di Phoenix, Arizona akhir Oktober tahun 2002.

Materi yang dibawakan, bersama-sama dengan hasil peneliti yang lain dalam seminar tersebut telah diterbitkan dalam bentuk buku khusus, dengan judul: SP 208 – Examples for the Design of Structural Concrete with Strut-and-Tie Models, American Concrete Institute – Special Publication, 2002.

Sarana pembelajaran di Universitas Stuttgart

Selain prasarana fisik (gedung, laboratorium) yang terutama dirasakan kelengkapannya adalah sarana perpustakaan, pada tingkat institut saja (ILEK), dapat dengan mudah dibaca dan ditelusuri bermacam-macam jurnal yang berkaitan dari tahun 50-an sampai sekarang. Selain jurnal banyak juga dijumpai laporan-laporan penelitian yang diterbitkan oleh universitas-universitas terkenal di dunia. Itu pada tingkat institut, apabila dirasakan tidak mencukupi baru ke tingkat universitas (Universität Bibliothek). Perpustakaan tingkat universitas terbagi dalam dua gedung sebagaimana jumlah kampusnya, yaitu di tengah kota Stuttgart (kampus Stadmitte) dan kampus Vaihingen, meskipun demikian untuk mengetahui keberadaan buku/literatur maka dapat menggunakan fasilitas internet untuk mengakses katalog online (www.ub.uni-stuttgart.de).

Di Universität Bibliothek tersedia hampir semua literatur (khususnya yang terbit di Jerman), sebagai gambaran disimpan sekitar 980,000 judul (termasuk 185,000 karya disertasi) dan sekitar 4,000 judul jurnal terkini. Sebagai tempat belajar juga memuaskan karena disana disediakan ruang baca yang berkapasitas hingga 700 orang. Meskipun demikian apabila dari sejumlah itu belum dapat ditemukan literatur yang dicari maka tersedia juga fasilitas inter-library loan (Fernleihe) yaitu pencarian dan peminjaman pustaka dari berbagai perpustakaan lain di seluruh Jerman.

Diperpustakaan masih dapat dijumpai pustaka yang diterbitkan sebelum abad 19 dalam kondisi lengkap dan terawat. Perlu juga disampaikan bahwa masyarakat Jerman sangat produktif sekali dalam penulisan karena untuk perpustakaan sebesar itu sebagian besar ditulis menggunakan bahasa Jerman.

Fasilitas lain yang sangat membantu dalam pembelajaran adalah tersedianya jaringan komputer yang terhubung dengan internet pada kecepatan tinggi, mungkin puluhan kali lebih cepat dari jaringan komputer yang biasa penulis pakai di Indonesia. Hampir semua komputer yang ada di institut tersambung pada jaringan tersebut.

Perekonomian negara bagian Baden-Wurttemburg (B-W)

Dari ke enam belas negara bagian di Jerman, B-W termasuk salah satu negara bagian yang kaya, saingannya adalah negara bagian Bavaria dng ibukotanya Munchen. Di wilayah B-W banyak dijumpai perusahaan-perusahaan besar yang berskala internasional maupun perusahaan-perusahaan kecil yang mandiri. Mobil Mercedes-Benz dikenal sebagai salah satu merk mobil mewah di negara kita, pabriknya ada beberapa di wilayah B-W yaitu di Mannheim, Worth , Rastatt, Gaggenan, Sidelfingen dan Unterturkheim. Museumnya di Stuttgart, disana dapat dilihat perkembangan mobil tersebut sejak 110 tahun yang lalu, dimulai dari sepeda/kereta bermesin sampai mobil Mercedes-Benz terbaru. O ya, nama perusahaannya bukan Mercedes-Benz tetapi Daimler-Chrysler.


Gambar 3. Salah satu sudut Kantor Pusat Mobil Porsche

Mahasiswa Indonesia di Stuttgart

Dalam suatu kesempatan penulis bertemu dengan ketua PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) cabang Stuttgart yaitu sdri. Inti yang sedang mengambil diploma Architect di Uni-Stuttgart, mengatakan bahwa pelajar Indonesia hanya sekitar 20 orang. Bidang yang cukup populer bagi pelajar dari Indonesia adalah program Master Internasional dibidang Teknik Informatika/Komunikasi dan program diploma Architect. Program Master Internasional mulai dikenalkan dan dibuka pada beberapa fakultas, program diberikan dalam bahasa Inggris dan dengan jangka waktu belajar yang relatif singkat dibanding program diploma, meskipun demikian lulusan yang berkualifikasi tetap dapat meneruskan ke program doktor. Dengan masa belajar sekitar 1.5 sampai 2 tahun, program master internasional menjadi alternatif studi lanjut selain di USA dan Australia, dan perlu diingat bahwa biaya sekolah di Jerman adalah gratis. Cukup banyak pelajar Indonesia yang pergi dengan biaya sendiri, memang untuk itu perlu modal tetapi setelah beberapa lama ternyata di Jerman para pelajar dimungkinkan untuk kerja paroh waktu, dan menurut mereka dengan bekerja paroh waktu tersebut modal awal yang mereka keluarkan sudah kembali. Menarik! Tetapi tentunya informasi itu perlu dibuktikan atau ternyata hanya karena mahasiswa itu saja yang kreatif dan tidak berlaku umum.

Gambar 4. Bersama rekan-rekan PPI Stuttgart

Penutup dan Ucapan Terimakasih

Pengalaman yang berharga selama tiga bulan di Jerman tidak mungkin terlaksana apabila tidak ada jalinan kerja sama sebelumnya yang telah dirintis oleh Dr.-Ing. Harianto Hardjasaputra, serta dukungan baik moril maupun materiel dari pimpinan di tingkat Jurusan , Fakultas dan Universitas Pelita Harapan, untuk itu penulis ucapkan terima kasih yang tulus.

34 thoughts on “Pengalaman dari Uni-Stuttgart

  1. Pengalamannya menarik Sekali. Boleh bantu untuk cara mendapatkan hal yang sama? Melanjutkan pendidikan setelah SMA di Universitas Stuttgart? Saya tunggu bantuannya di nn.nisa@plasa.com

    Terima Kasih sebelumnya…

    Suka

  2. **Melanjutkan pendidikan setelah SMA di Universitas Stuttgart ? **

    Saya sarankan untuk menghubungi kantor DAAD (Deutscher Akademischer Austausch Dienst) .

    Semoga anda mendapatkan pengalaman yang membuat hidup anda semakin bermakna. Amin.

    Suka

  3. Dear Dr Wir,

    Saya sangat tertarik membaca blog bapak. Inspiring sekali 😉

    Untuk perkenalan, saya sekarang lagi studi S1 Civil Engineering juga di Nanyang Technological University Singapore. Nah, untuk summer nanti saya akan exchange ke Uni Stuttgart, pas sekali sama postingan bapak di sini. Apa Bapak punya contact mahasiswa Indonesia di sana? Buat kenalan gitu, dari sini saya sendirian soalnya.

    He3..makasih sebelomnya pak. Keep blogging! GOd Bless you…

    Suka

  4. Dear Naomi,

    Teman-teman Indonesia yang ada di foto itu semuanya ambil master, pada waktu itu mereka minimal sudah setahunan disana. Jadi kayaknya udah lulus semua.

    Mungkin ada teman-teman yang mbaca yang bisa mbantu Naomi ?

    Waktu di sana saya tidak ketemu anak Indonesia yang ambil bidang sipil, kebanyakan arsitek dan TI. Saya juga heran, padahal bidang teknik sipil-nya sana termasuk salah satu yang terbaik di dunia.

    Berbagi cerita ya dari sana. GBU.

    Suka

  5. Pak Wir,

    Makasih ya reply-nya🙂. Iya nanti saya bagi2 cerita deh dari sana he3. Kebetulan ada 2 kelas yang related sama Civil Engineering yang ditawarkan pas summer nanti. Satu Statics dan satu lagi tentang transportation engineering. Walaupun ga terlalu advance (mengingat saya juga baru mau masuk taun ke-3)..tapi bagus buat pengalaman kan Pak! Pengen tau juga pendidikan di sana seperti apa. Btw, saya udah dapet contact PPI di sana Pak lewat browsing2 di internet he3. Once again, makasih ya Pak🙂. GBU too

    Suka

  6. Pak Wir,

    Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih, telah membagi pengalaman bapak kepada kami.

    Untuk perkenalan, Kami adalah mahasiswa S1 tehnik sipil di salah satu universitas swasta di indonesia. kami sempat berpikir ingin pindah kuliah ke jerman, untuk mendapatkan pelajaran yang lebih baik. tapi kami bingung !
    kami ingin bertanya beberapa hal :
    1. apakah untuk jurusan tehnik sipil itu dosennya menggunakan bahasa inggris ?
    2. bagaimana pengurusan pendaftarannya ?
    3. berapa kira-kira biaya yang harus kami keluarkan untuk mengurus semuanya ?
    4. teman saya seorang muslim, apakah disana ada masjid ?

    Terima kasih atas bantuannya, God Bless You!

    Suka

  7. sdr Ari,

    No.1 : Ttg penggunaan bahasa Inggris, ada bbrp universitas di Jerman yang membuka program Master (S2) berbahasa Inggris, tetapi itu hanya ditempat-tempat tertentu aja, di Stuttgart utk program TI (Teknologi Informasi) ada yang seperti itu, juga di bidang Infrastruktur, tetapi teknik sipilnya masih berbahasa Jerman (program Dipl.Ing dan Doctor Ing). Tiap-tiap universitas punya program yang berbeda-beda. Saya kurang tahu detailnya.

    No.2 dan 3 : Pengurusan pendaftaran dan biaya: saya sarankan hubungi DAAD perwakilannya di Jakarta. Kuliahnya sih masih banyak yang gratis, hanya biaya hidup yang mahal. Biasanya kalau ada pameran pendidikan asing, mereka pasti ada.

    No.4 : Mesjid, aduh saya tidak memperhatikan, tetapi kalau azan sih nggak ada ya. Apa azan bisa diidentikkan dengan mesjid, kalau di sini bisa ya.

    Note : Saya sarankan, selesaikan dulu S1 di sini, baru S2 atau S3 di luar. Itu lebih efektif dan menghemat biaya. Kalau hanya sekedar S1 saja, rasanya ‘kita’ juga nggak kalah koq.

    Suka

  8. Hallo Ari,
    Cuman ingin menambahkan info dari Pak Wir.
    Setahu saya, tempat ibadah untuk umat islam selalu ada (minim ada satu untuk kota kecil, bukan desa di pegunungan) jika tinggal di kota (di Austria: Graz, Vienna, Inssbruck; Germany: Karlsruhe,Aachen; Belanda: Utrecht, Amsterdam), hanya saja bentuknya mungkin tidak selalu masjid. Bentuknya spt rumah/sekolah/hall yg memang diubah fungsikan untuk ibadah untuk waktu2 tertentu.

    regards.

    Suka

  9. Pak wir,

    saya ada beberapa pertanyaan mengenai kuliah di jerman :

    1). apakah ada universitas dijerman dlm mengajar tdk menggunakan bhs.
    inggris terutama untuk jurusan teknik informatika.
    2). apakah biaya hidup disana bs tertutupi jika saya bekerja parttime.
    3). biaya kuliah gratis apakah ada tesnya, kl ada bisa diberikan contoh.

    terima kasih atas perhatiannya.

    Suka

  10. **Sendy**
    Terima kasih atas info tempat ibadahnya, moga-moga berguna bagi teman-teman yang memerlukan.

    **Indra**
    Saya waktu itu hanya melakukan riset dengan Prof Reineck, keterangan ttg perkuliahan, kerja partime hanya sewaktu omong-omong dengan teman-teman indo di sana. Jadi untuk detail saya kurang tahu. Mungkin ada teman-teman indo disana yang mau berbagi pengalaman.

    Yang jelas, waktu itu saya dapat beasiswa tinggal sekitar 800 Euro, itu aja mepet, makan harus masak sendiri. Jadi biaya hidup mahal, dari sisi lain, ada teman di institut dia dari Turki, saudarnya kerja jadi buruh di Mercedes, bisa beli mobil lho (mobil apa ya , koq lupa), tetapi yang jelas teman di institut tersebut nebeng saudaranya itu waktu di jerman. O ya biaya flat juga maha, biayanya separo dari beasiswaku itu.

    Suka

  11. hallo pak wir

    kebetulan sekarang saya kerja di jerman.tapi sebagai aupair.apa betul di Stuttgart kuliah masih gratis?

    jadi gimana cara mendaftarkan ke universitat tersebut.kebetulan saya kuliah di bagian bahasa yaitu bahasa jerman,dan tahun depan saya akan tamat kuliah.jadi rencana nya tahun depan saya mau kuliah dijerman ngambil S2.tapi saya gak punya uang jaminan ntuk bisa tinggal disini pak.itu masalah saya sekarang,dimana pak ya agar saya bisa kuliah disini dan ada yang menjamin saya.

    terima kasih

    Suka

  12. waduh saya udah lama nggak tahu perkembangan pendidikan di Jerman. Wah mestinya mas Widya yang cerita dong, apa masukan baru yang perlu diketahui pembaca di tanah air.

    Kalau uang jaminan itu dari dulu ada lho mas, tapi lebih seperti asuransi ke diri sendiri bukan pendidikannya. Saya jadi ingat kata mahasiswa di sana, kalau nggak ada jaminan tersebut maka biaya berobat di sana mahal sekali, jadi fungsi jaminan salah satunya adalah itu.

    Mungkin ada teman-teman yang lebih tahu, silahkan sharing info buat mas Widya.

    Suka

  13. Pak Wir,
    saya ada beberapa pertanyaan tentang study ke jerman.
    1. apakah benar study di jerman tidak dikenakan biaya?
    2. universitas mana yang banyak pelajar indonesia?
    3. bagaimana dengan part time disana?
    4. berapa kira2 biaya hidup di jerman?

    terima kasih atas perhatiannya

    Suka

  14. Sdr Vivi, karena hanya tiga bulan di Stuttgart dan itupun juga karena beasiswa dari pemerintah daerah sana yang didapat atas usaha rekan senior kami di UPH maka saya kurang layak menjawab pertanyaan anda.

    Meskipun hanya tiga bulan, saya mendapat hal-hal baru yang mencerahkan saya khususnya berkaitan dengan penelitian dan penulisan ilmiah. Perhatikan produktivitas karya tulis saya yang kalau diperhatikan hanya ada sejak pengalaman di Jerman tersebut.

    Bagi teman-teman alumni Jerman atau yang sedang studi di sana silahkan bila dapat menjawab pertanyaan saudara Vivi.

    Suka

  15. hi…..
    saya Marliana dan mau nanya tentang kuliah di Jerman
    bagaimana kehidupan di sana dimana kita sebagai mahasiswa asing ? apakah kita mendapat perlakuan yg “aneh” ? maksudnya dianggap tidak mampu atau rendah

    Suka

  16. sdri Marliana

    **apakah kita mendapat perlakuan yg “aneh”**
    itu tergantung tiap individu, yang penting anda harus hargai waktu. Mereka umumnya on-time, seperti jadwal kereta-nya yang juga on-time. Dalam menit lagi.

    Mereka tidak selalu bisa berbahasa Inggris, jadi kalau mau kuliah di sana sebaiknya mahir berbahasa Jerman.

    Meskipun biaya kuliah murah (dan ada yang gratis) tetapi biaya hidup (makan dan pemondokan) mahal. Apalagi kalau sekolahnya nggak gratis.

    gitu Marliana

    Suka

  17. halo pak wir..
    saya seorg mhasiswa S1 kehutanan yg akan menyelesaikan masa studi saya..
    saya ingin melanjutkan S2 disana..
    tapi saya tidak PD dengan IPK saya..
    apakah IPK tersebut merupakan syarat mutlak??
    atau ada syarat2 lain..
    Terima kasih

    Suka

  18. Salam kenal Pak Wir…

    saya mahasiswa fakultas ekonomi di UNBAR sekarang lagi tingkat akhir. saya tertarik untuk melanjutkan study S2 di Jerman. Yang ingin saya tanyakan :

    * apakah tidak semua S1 dari universitas indonesia di jerman diakui sehingga harus study persamaan dulu untuk lanjut S2 disana?

    * brp lama proses dari mulai apply beasiswa sampe dapat pengumumannya?

    makasih sebelumnya y pak..

    Suka

  19. @ sahat
    Tidak PD dengan IPK ? Tapi anda merasa PD nggak untuk sekolah di luar negeri, yang bahasanya berbeda dengan bahasa ibu kita. Jika ya, silahkan diteruskan.

    @egha
    untuk kelas internasional yang selevel S2, kayaknya iya ya. Tapi untuk yang asli jerman adanya Dipl.-Ing dan Dr.-Ing. hanya dua itu.

    Jadi kamu S1 nggak bisa langsung ke Dr.-Ing, kalau ke Dipl-Ing. terlalu lama (ini levelnya S1-S2 sekaligus).

    @ all
    Langkah pertama hubungi perwakilan DAAD di sini terlebih dahulu, mereka lebih tahu perkembangan yang terkini.

    Tulisan yang saya ceritakan di atas itu tahun 2002, lima tahun yang lalu, sdh out-of-dated. Hanya untuk motivasi aja bukan untuk acuan terkini.

    Suka

  20. Ping balik: barongan malaysia « The works of Wiryanto Dewobroto

  21. Ping balik: jalur ganda Jogja-Kutoarjo « The works of Wiryanto Dewobroto

  22. Ping balik: guru bersertifikasi = guru berkualitas « The works of Wiryanto Dewobroto

  23. Pak, saya salah satu WNI yang beruntung mendapatkan beasiswa DAAD Jerman. Saya berencana mengambil S2 di Uni. Hohenheim majoring Animal Science. saya bisa minta informasi nomor telp / email PPI di Stutgart? Terimakasih banyak atas bantuan Bapak.

    Suka

  24. Hello Pak..
    saya intan,saya berminat sekali menjadi aupair in abroad..tapi tidak tahu caranya karena selama ini rata2 host family minta saya untuk mengurus dokument sendiri..sementara alasan saya ingin bekerja diluar justru karena ekonomi.Saya ingin tahu apakah ada cara mudah untuk menjadi aupair tanpa harus punya modal untuk mengurus dokumennya..cause honestly i dont have money..thanks

    Suka

  25. salam kenal , pak ,
    saya mau bertanya ,
    sekarang saya di kelas 3 sma ,
    untuk mempersiapkan sekolah disana
    apa cukup untuk belajar bahasa jerman dalam
    tempo 1 tahun ?

    Suka

  26. Ping balik: Insinyur perlu Menulis Publikasi « The works of Wiryanto Dewobroto

  27. Ping balik: Insinyur Perlu Menulis Publikasi « Andre-Penta Visi Group

  28. Saya mhs ITB yang rencananya mau sandwich di Univ Dusseldorf. Mau menanyakan info PPI Dusseldorf dan sewa apartemen mahasiswa/bln. teromakasih atas kerjasamanya

    Suka

  29. Ping balik: perlunya berprestasi « The works of Wiryanto Dewobroto

  30. buat yang mau ke Stuttgart dan mencari masjid untuk sholat Jumat bisa turun di jalur S6 di stasiun Feuerbach (2 stasiun dari hauptbahnhof/Main Station ke arah/jurusan Wilder stadt). Keluar stasiun kemudian jalan kaki ke arah menara(belok kanan) atau masuk terowongan kemudian belok kiri. Dari situ kira2 300m ada masjid di sebelah rumah makan turki yg menyediakan lahmacun paling enak di STT. Kalau dr sta.Feuerbach ada di kana jalan. Sy lupa nama masjidnya tp di depannya ada 3 bendera, bendera jerman-turki-Yayasan masjid tsb.

    Suka

  31. Pak Wir, saya mau bertanya

    Apakah di uni stuttgart ada jurusan tehknik penerbangan untuk S1 ?
    dan kalau memang ada, saya mau tau syarat-syarat yang harus di persiapkan oleh saya untuk mengambil studi S1 jurusan tekhnik penerbangan di uni stuttgart, mohon bantuannya pak

    saya mohon dengan sangat atas bantuannya pak, karna saya berasal dari pesantren dan minim sekali soal info-info

    Terima kasih😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s