Ini INOVASI di dunia konstruksikah ?

Hari-hari ini banyak orang terkenal menghiasi berita-berita. Banyak orang melongo melihat perkembangan yang ada. Bahkan mungkin tidak terpikirkan atau terbayangkan sebelumnya, bahwa semua itu bisa terjadi. Kadang tidak sesuai dengan logika yang umum.

Kalau hanya membahas berita orang-orang di atas, tentu blog ini tidak berbeda dari berita-berita lainnya. Nanti dikesankan kodian. Oleh karena itu saya mencoba mengajak anda untuk melihat berita yang lain. Mau ?

Baca lebih lanjut

perlukah TIK dan KKPI sebagai mata pelajaran di sekolah

Hari ini baru saja berlangganan Kompas digital, di sini. Memang berbeda ternyata membaca konten gratisan dan berbayar. Pertama tentu saja tidak banyak iklannya, kedua materinya adalah pilihan tidak sekedar tulisan dengan judul “wah” ternyata isinya iklan melulu bahkan isinya berbanding terbalik dengan judul. Maklum website mereka gratis dan hanya mengandalkan iklan.

Note : O ya, blog ini juga ada iklannya, tetapi nggak kebangetan khan.

Dari berbagai artikel hari ini yang dibaca, ada beberapa yang menarik. Salah satunya adalah :

Ternyata artikel lama, meskipun demikian masalah tentang pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) serta KPPI (Keterampilan Komputer dan Pengolahan Informasi) yang dihapus di sekolah berdasarkan Kurikulum 2013, ternyata belum ada solusinya. Terbukti masih banyak artikel dari harian Kompas (judul saja karena isinya tersimpan di Pusat Informasi Kompas) masih berkutat membahas hal tersebut.

Bagi awam yang belum memahami tentang apa yang dimaksud dengan pelajaran TIK dan KPPI ada baiknya melihat foto situasi kelas ketika murid-murid sedang belajar soal itu.

pelajarantik

KOMPAS/AGUS SUSANTO : Murid kelas I SD Negeri 01 Mentent, Jakarta Pusat, mengikuti pelajaran komputer, beberapa waktu lalu. Pengenalan komputer sejak dini kepada anak-anak diberlakukan dibeberapa sekolah. Namun, Kurikulum 2013 menghapus Teknologi Informasi dan Komunikasi dari daftar mata pelajaran. Hal itu disesalkan sebagian besar siswa dan orangtua siswa.

Nah kelas seperti di atas itulah yang saat ini menjadi perdebatan. Maklum kelihatannya di Kurikulum 2013 materi tentang pelajaran TIK dan KPPI itu telah dihapus.

 

Baca lebih lanjut

hidup itu tak semudah menyusun kata

Ini judul agak melankolis, terkesan seperti sebuah keluhan. Tapi jelas, bukan itu maksudku. Maklum di era media sosial atau eberita seperti sekarang ini, maka dengan modal gadget kurang dari dua juta rupiah, mudah sekali kita menyusun kata, baik yang sifatnya positip atau negatif. Apalagi ada dukungan om Google. Sedikit mau meluangkan waktu dan berlogika sedikit, sudah deh sekumpulan kata bijak siap diungkapkan.😀

Tulisan kata-kata bijak, dengan maksud tentunya berbagi kebahagiaan juga untuk menunjukkan aku itu begitu lho. Ini tentunya yang banyak diharapkan, seperti halnya kalau punya mobil baru yang lagi ngetrend. Maunya orang sekampung, dikunjungi.😀

Baca lebih lanjut

penipu di kampus UPH – hati-hati

Saat ini kita harus hati-hati, terhadap yang namanya penipu. Maklum segala cara digunakan, mereka bisa memberikan data-data yang terkesan lengkap, yang membuat korbannya menjandi terkesan. Apalagi jika ditambahi dengan sikap represif (mengancam). Itu jelas hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang mempunyai otoritas tertentu. Nggak sembarangan. Itu yang gawat.

Kejadiannya bahkan diinformasikan resmi di kalangan civitas akademi di kampus UPH. Jadi hati-hati, siapa tahu ini bisa saja terjadi di kampus anda juga.

Baca lebih lanjut

Johan Mickael yang sedang galau

Threat yang banyak pembacanya di blog ini, selain tentang bidang rekayasa struktur, juga tentang pengembangan diri atau karir. Kemarin saya mencoba mengungkapkan tentang karakter insinyur yang saya anggap tidak baik, judulnya Konsultasi Teknis Gratis. Tanggapan pembaca dengan cara SHARE dan komentar di Facebook, ternyata banyak banget. Oleh sebab itu, kebetulan ada curhat panjang dari salah satu pembaca, yaitu sdr Johan Mickael Pakpahan. Mari kita bahas, siapa tahu menambah semangat dianya.

Ini surat yang aku maksud, dari Johan Mickael Pakpahan :

Perkenalkan nama saya Johan Mickael, lulusan dari Universitas Sriwijaya, Indralaya, Sum-Sel. Saya menyukai dunia elektro, robot dan otomasi.

Hari ini saya mencoba membangkitkan semangat kerja saya dengan membaca artikel orang-orang yang sukses dalam dunia engineering, dan saya menemukan blog ini. Yang paling membuat saya terkesan adalah terdapat ayat-ayat Alkitab yang bapak gunakan. Ini lah hal yang saya lihat dari bapak Wiryanto yang berbeda dari beberapa blog lainnya. Terima kasih pak untuk tips-tipisnya. Memang seperti itulah kita seharusnya jika ingin sukses. Menyerahkan hati kita juga pada Tuhan, tidak menyimpan terang (talenta / kemampuan) kita untuk kita bagikan kepada orang yang membutuhkan.

Alasan kenapa saya katakan, “membangkitkan semangat kerja saya”, karena sampai saat ini pekerjaan impian saya di dunia elektrikal atau instrument tidak pernah kesampaian.

Saat ini saya bekerja sebagai seorang QA Engineer di perusahaan manufaktur. Yah, mungkin ini disebut juga pelarian. Karena saya juga harus bisa menghasilkan untuk membiayai hidup saya.

Sekedar untuk sharing saja pak, karena kepala saya sedang mumet, hehe. Pada tahun 2015, saya sudah menyelesaikan training di bidang Oil and Gas di mana saya mengambil Sertifikat “Electrical & Instrument Inspector”. Namun sampai saat ini belum ada panggilan sama sekali. Saya berharap jika saya dapat bekerja di dunia O&G karena saya ingin membahagiakan ibu saya dan salah satunya juga membantu orang-orang yang kekurangan melalui pendapatan saya. Jujur, apa yang saya peroleh dari manufaktur sepertinya tidak bisa mewujudkan mimpi saya ini. Sebagai contoh, saya ingin menikah di usia di bawah 30 thn. Namun ini semua hanya impian semata. Kerena terbentur dengan adat dan biaya. Jika sekiranya saya bisa mendapatkan pekerjaan di dunia O&G ataupun pekerjaan yang lebih baik dari sekarang, saya yakin bisa mewujudkan impian saya.

Saya sendiri bersedia untuk menjadi seorang teknisi walaupun saya tahu saya lulusan S1 (seharusnya mencari posisi lebih dari teknisi), punya sertifikat,dsb. Karena saya tahu bahwa saya hanya memiliki 3 bulan pengalaman sbg seorang Instrument Technician dan sisanya banyak saya dapatkan sebagai seorang QA engineer di manufaktur. Namun sepertinya walau saya katakan saya bersedia dari level teknisi, tetap belum ada yang memanggil / merekrut saya dalam dunia O&G.

Sekiranya saat ini pak Wiryanto membaca sharing saya ini, langkah-langkah apa yang bapak bisa berikan untuk saya, agar saya bisa melanjutkan perjalanan hidup saya sebagai seorang engineer yang lulus dari Teknik Elektro dan memiliki impian sebagai ahli Electrical & instrument di dunia O&G atau sejenisnya ?  Dan sekiranya bapak memiliki seorang kawan yang sedang mencari teknisi/ engineer atau pun E&I inspector yang masih newbie (minim pengalaman), sudilah kiranya berbagi info dengan saya. Karena saya sudah ingin sekali bekerja di bidang oil and gas.

Terima kasih sekali lagi pak utk Blog ini. Mohon maaf sudah panjang lebar& mencoret2 halaman blog bapak. GOD Bless us

Regards

Johan Mickael
(pakpahanmickael85@gmail.com)

Baca lebih lanjut

konsultasi teknis gratis

Menarik juga, ada beberapa orang yang menghubungi saya via Facebook sekedar meminta pendapat tentang masalah teknis yang dihadapi. Hanya saja anehnya, mereka itu sebenarnya tidak mengenal atau bahkan tidak mencari tahu terlebih dahulu tentang saya. Banyak pertanyaan yang datang adalah di luar kompetensi saya sendiri. Dikiranya kalau sudah ahli teknik sipil, maka semua permasalahan teknik sipil pasti dapat saya jawab.

Asumsinya ahli di bidang teknik sipil itu bisa apa saja, pokoknya teknik sipil. Terus terang keahlianku khan hanya bidang struktur atau kerennya adalah structural engineering.  Itulah mengapa aku piawai kalau disuruh menulis tentang structural analysis, bridge engineering, steel structure, timber engineering, concrete structure, computer programming dan semacamnya. Tetapi kalau soal penyelidikan tanah secara detail, itu sih bagian geotechnical engineering.

Pak Wir, kalau praktisi khan harus keduanya dihadapi.

Betul sekali dik, para para praktisi konstruksi harus menguasai keduanya dengan baik. Minimal yang standar-standar. Hanya ini khan bukan praktisi, tetapi dosen. Jadi saya bisa hidup hanya menguasai satu bidang itu saja. Hanya saja saya mencoba mendalami lebih dari yang lain. Itu berarti tidak semuanya diperlukan oleh para praktisi yang biasa. Dengan situasi tersebut, saya kalau di lapangan (praktik) maka ketemunya adalah masalah-masalah yang tidak biasa. Jika para ahli standar sudah angkat tangan, maka biasanya saya masuk. Problem solver begitulah.

Jadi biasa dong memberikan konsultasi teknis ya pak ?

Ya memang, itu salah satu keahlian formalku. Minimal memberikan konsultasi pendidikan pada mahasiswa yang sedang mengambil skripsi (S1) atau tesis (S2). Tentu saja yang masih dalam scope keahlian structural engineering tersebut.

Baca lebih lanjut

pentingnya BUKU terhadap perjalanan SEJARAH

Pepatah di masa lalu mengatakan bahwa bisa menulis buku yang layak disimpan, berarti berhasil menoreh sejarah untuk masa mendatang.

Jika masih ada yang meragukan pernyataaan di atas, maka ada baiknya mempelajari kasus Ilyas Karim. Sosok yang mengaku sebagai pengibar bendera pusaka bercelana pendek di tahun 1945 yang lalu. Sudah tahu belum kasusnya. Jika belum, silahkan baca terlebih dahulu informasi di sini.

Pernyataan beliau (Ilyas Karim) ternyata banyak diragukan. Maklum dalam catatan sejarah yang ada sebelumnya, pelakunya diyakini adalah orang lain, yaitu Latief Hendraningrat dan Suhud Sastro Kusumo. Untuk hal itu, maka sdr. Fadli Zon dapat dengan mantap mengatakan hal-hal berikut :

Saya punya buktinya. Buku-buku sejarah yang saya miliki mengungkap, pria bercelana pendek itu bernama Suhud” kata Fadli.

Di perpustakaan pribadinya, Fadli menyimpan buku-buku kuno, juga barang-barang kuno, termasuk buku yang menjelaskan siapa pria bercelana pendek yang mengibarkan Sang Saka Merah Putih saat detik-detik Proklamasi yang dibacakan oleh Bung Karno.

Ini demi pelurusan sejarah. Kasihan kalau sejarah sampai dibelokkan. Makanya, saya siap debat Ilyas Karim. Dia bukan pengerek bendera, melainkan Suhud. Fakta sejarahnya ada dalam buku-buku yang saya simpan,” katanya.

Sumber : Kompas.com 25 Agustus 2011

Nah jelas khan, buku (barang mati) lebih dipercaya daripada Ilyas Karim (manusia hidup) jika terkait dengan sejarah. Buku lebih dipercaya karena dibuat di masa lalu, adapun Ilyas Karim diragukan karena baru menyatakan saat ini, dimana pelaku sejarah yang lain sudah almarhum. Itu masalahnya.

Baca lebih lanjut